MENGATASI KRISIS ETIKA DAN EKSPLOITASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Tulisan ini membahas ulasan film trilogi Hunger Games, Catching Fire, dan Mockingjay serta isu-isu didalamnya dan analisis dalm sudut pandang Islam


1
1 point

SINOPSIS

The Hunger Games merupakan film trilogi adaptasi novel karya Suzanne Collins yang dirilis pada 27 Maret 2012, dengan bagian kedua berjudul ‘Catching Fire’ yang dirilis pada 20 November 2013, serta bagian ketiga berjudul ‘Mockingjay’ yang dirilis pada 21 November 2014. Film ini disutradarai oleh Gary Ross.

Bagian awal film Hunger Games menunjukkan Katniss Everdeen yang secara sukarela menggantikan adiknya, Primrose Everdeen, yang terpilih sebagai wakil distrik 12 untuk berpartisipasi dalam Hunger Games. Permainan ini mengharuskan setiap distrik untuk mengirimkan 2 orang anak berusia 12 – 18 tahun (laki-laki dan perempuan) ke arena khusus untuk bertarung satu sama lain sampai mati dan menyisakan satu orang pemenang. Hunger Games merupakan bentuk hukuman atas pemberontakan yang dilakukan ke-13 distrik pada masa the dark days yang membinasakan distrik 13 dan wadah untuk menunjukkan power atau kekuatan Capitol dengan menyiarkan permainan ini keseluruh negara. Penampilan Katniss dalam Hunger Games yang menunjukkan persahabatannya dengan Rue yang berasal dari distrik 11, daripada saling membunuh, serta sikap dan kemarahannya terhadap Capitol justru memicu pemberontakan kedua dan menjadikan Katniss sebagai target politik karena menunjukkan perlawanan terhadap Presiden Coriolanus Snow.

Catching Fire menunjukkan awal pemberontakan yang dilakukan beberapa wakil distrik yang kembali terpilih untuk bertarung dalam Quarter Quell (hunger games ke-75)Mereka bekerja sama untuk menghancurkan permainan dan melarikan diri dari arena pertandingan yang tidak tertembus dengan dibantu oleh Plutarch Heavensbee yang merupakan pengembang yang mendesain permainan dan arena pertandingan. Dalam Catching Fire ditunjukkan berbagai kemampuan unik para pemain yang diperoleh dari distrik asalnya, misalnya saja Beetee dan Wiress yang memiliki keahlian di bidang teknologi dan elektronik yang merupakan keunggulan distrik 3, serta Joanna yang mahir menggunakan kapak karena distrik 7 tempatnya berasal dipenuhi oleh pohon dan merupakan penghasil kayu.

Sementara Mockingjay merupakan bagian akhir yang menunjukkan pemberontakkan sesungguhnya untuk menghancurkan Capitol dan mangkudeta Presiden Snow dengan bantuan distrik 13, yang selama ini dianggap musnah, dengan presidennya sendiri bernama Alma Coin. Penduduk distrik ini hidup dibawah tanah yang merupakan tempat persembunyian sempurna untuk menyusun rencana pemberontakkan.

PROBLEM IDENTIFICATION

Film ini mengangkat berbagai isu sebagai seperti, (1) Politik : pemimpin yang diktaktor dan bersifat koersif dalam melaksanakan ketertiban untuk mencegah pemberontakan, serta memusatkan kesejahteraan di Capitol; 

penduduk Capitol dengan gaya unik

pesta meriah Capitol

(2) Ekonomi : kesenjangan ekonomi dimana penduduk Capitol yang merupakan ibukota Panem memiliki gaya hidup glamor dan kekayaan berlimpah yang diperoleh dari hasil bumi ke-13 distrik (masing-masing distrik memiliki spesialisasi industri) sementara beberapa distrik hidup dalam kemiskinan (distrik 11 penghasil makanan pertanian dan susu perah terbesar justru hidup dalam kelaparan); 

Peta Panem : skema ke-13 distrik dan industrinya yang memenuhi kebutuhan Panem yang sebagian besar disalurkan ke Capitol

(3) Keamanan : Capitol menjaga ketertiban yang seharusnya melindungi penduduk dengan memberikan peringatan keras bagi yang melawan aturan, misalnya penduduk yang memberikan salam tiga jari yang merupakan simbol pemberontakkan akan ditembak mati dimuka umum; 

(4) Kelaparan : isu ini ditunjukkan dengan adegan dimana Katniss yang hidup di distrik paling miskin melihat roti yang dilemparkan pada hewan dengan tatapan lapar dan memakan roti yang dilemparkan ke tanah terhadapnya.

(5) Bencana : Kehancuran distrik 13 oleh bom nuklir

Berdasarkan uraian isu-isu diatas, terdapat topik permasalahan yang dapat diulas lebih lanjut, yaitu :

  • Kepemimpinan
  • Moral dan Etika
  • Maksimalisasi Profit

KEPEMIMPINAN

Setiap orang memiliki sikap dan karakteristik masing-masing. Namun, ketika seseorang memiliki karakter yang bertolak belakang, maka akan menimbulkan konflik.

Katniss Everdeen

Presiden Snow

Penjelasan Karakter

Tokoh utama yang menggambarkan kepemimpinan dan sosok yang menginspirasi dan dianggap mampu menciptakan perubahan sehingga mendorong penduduk distrik untuk melakukan pemberontakan atas hak-hak yang tidak terpenuhi.

Seorang tokoh pemimpin yang memusatkan kekayaan negara di Ibukota (Capitol) dan menciptakan kesenjangan di berbagai distrik. Berusaha menekan pemberontakan dan mempertahankan kekuasaan dengan kekerasan, serta membuat Hunger Games sebagai wadah menunjukkan power (kekuatan) terhadap masyarakat.

Tipe Kepemimpinan

Karismatik (sikap pemimpin yang menginspirasi banyak orang sehingga memiliki banyak pengikut)

Otoriter (diktaktor terhadap ke-13 distrik, menggerakkan dan memaksa kelompok secara koersif)

Sifat Kepemimpinan (Keith Darwis)
     * Kecerdasan

     * Sikap Kemanusiaan

     * Kedewasaan

Mampu menciptakan perubahan terhadap aturan (dalam permainan).
Empati terhadap penduduk distrik lain dan kasih sayang.

Merupakan tulang punggung dan pemimpin keluarga

Manipulasi

Menciptakan hunger games yang menyengsarakan pemain dan masyarakat.

Gaya Kepemimpinan (Bass,1994)

Transformasional.

Transaksional (memungkinkan adanya eksploitasi anggota-seperti yang terjadi disetiap distrik)

Sikap

Berani, tegas, empati, cerdas, dan tanggung jawab.

Memaksa, manipulasi, menggunakan kekerasan dan ancaman.

MORAL DAN ETIKA

Menurut Rose Mini (2010),moral adalah perilaku seseorang dalam berhubungan dengan orang lain yang mengacu pada seperangkat peraturan, kebiasaan, dan prinsip-prinsip tertentu yang berdampak pada kesejahteraan manusia. Sedangkan, etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. 

Film ini secara tebal menyorot isu moralitas yang terjadi di Panem dimana terjadi kesenjangan besar antara kehidupan di Capitol dengan ke-13 distrik. Setiap disrik harus melakukan pekerjaan sesuai dengan keunggulan sumber dayanya masing-masing untuk memenuhi kebutuhan negara, yang kenyataannya sebagian besar disalurkan hanya kepada Capitol. Sementara distrik lain hidup dalam kelaparan dan kemiskinan bahkan meskipun tanahnya (distrik 11) merupakan lumbung pertanian terbesar. Secara gamblang, penonton dapat menyebutkan bahwa baik perilaku maupu cara-cara yang dilakukan tersebut tidak benar, tidak bermoral, dan tidak membawa kesejahteraan di 13 distrik. Permasalahan moral dan etika yang dibahas dalam film ini lebih condong kearah politik dan ekonomi. Secara ekonomi praktik yang sering dipertanyakan unsur moralitasnya adalah maksimalisasi profit.

MAKSIMALISASI PROFIT

Setiap negara memiliki sistem ekonomi yang berbeda, Panem condong kearah sistem ekonomi kapitalisme lekat kaitannya dengan konsep memaksimalkan keuntungan. Terdapat kekurangan dalam sistem ekonomi ini dimana akan timbul kesenjangan yang menciptakan si kaya dan si miskin. Si miskin berjuang untuk bertahan hidup, sedangkan si kaya berjuang untuk mendapatkan lebih banyak dan lebih banyak lagi (profit maximization).  Lalu, apakah hal ini dilarang?

ANALISA DALAM SUDUT PANDANG ISLAM

MORAL DAN ETIKA

Sebagai poin dasar, dalam jurnal berjudul ’Business Ethics in Islam’ yang ditulis oleh Saleem et al (2018) menjelaskan bahwa sikap sosial-moral dan metafisik cenderung mengatur kehidupan ekonomi. Teori Islam tentang moral yang disebutkan dalam jurnal tersebut :“Contoh orang beriman adalah tanaman segar yang lembut: dari arah mana pun angin datang: ia membungkuk, tetapi saat angin bertiup ia menjadi tegak kembali. Dan orang jahat yang tidak beriman itu seperti pohon pinus yang keras dan tegak sampai Allah memotongnya saat Dia menginginkannya.”

Sementara moral dan etika dalam kaitannya dengan sistem ekonomi untuk memaksimalkan sumber daya, berdasar jurnal, dijelaskan sebagai berikut :
Allah menciptakan segalanya yang ada di bumi (baik material, tumbuhan, dan makhluk hidup) untuk kemaslahatan manusia, dan manusia harus memanfaatkan semaksimal mungkin dari semua sumber daya ini, dengan menggunakan sumber daya ini dengan cara yang halal (Saleem, 2018). Dikatakan halal yaitu ketika memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan, namun yang terjadi dalam film Hunger Games ini pemanfaatan sumber daya ini dilakukan dengan mengeksploitasi kaum yang lemah (penduduk distrik).

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ

Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui (Al-Baqarah: 188).

Secara eksplisit jurnal ini melarang eksploitasi terhadap kaum miskin dengan mempraktekkan cara-cara eksploitasi yang tidak bermoral, mengambil bunga pinjaman, mengumpulkan dan menimbun kekayaan.

MAKSIMALISASI PROFIT

Erat kaitannya dengan etika, maksimalisasi profit juga telah disinggung pada bagian sebelumnya. Manusia diperbolehkan untuk memaksimalkan sebesar-besarnya sumber daya  dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Ali menuliskan dalam jurnalnya yang berjudul ‘Islamic Perspectives on Profit Maximization’bahwa maksimalisasi profit diperbolehkan, namun tidak membenarkan adanya eksploitasi dalam memperoleh keuntungan tersebut.

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللَّهَ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يُطَالِبُنِي بِمَظْلَمَةٍ فِي دَمٍ وَلَا مَالٍ

“Sesungguhnya Allâh-lah yang menentukan pergerakan harga, Yang menyempitkan rezeki dan Yang melapangkannya. Sedangkan aku berharap untuk menghadap kepada Allâh dan tidak seorangpun yang menuntutku dengan satu kezhaliman, baik dalam urusan jiwa (darah) atau harta kekayaan.”
[HR Abu Dâwud, no.3453, Tirmidzi, no. 1314 dan dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albâni rahimahullah dalam kitab Misykâtul Mashâbîh, no. 2894]

KEPEMIMPINAN

Serta dalam perkara kepemimpinan, Allah telah menjelaskan dalam kalimat-Nya sebagai berikut.

يٰدَاوٗدُ اِنَّا جَعَلۡنٰكَ خَلِيۡفَةً فِى الۡاَرۡضِ فَاحۡكُمۡ بَيۡنَ النَّاسِ بِالۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الۡهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ‌ ؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَضِلُّوۡنَ عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ 

لَهُمۡ عَذَابٌ شَدِيۡدٌۢ بِمَا نَسُوۡا يَوۡمَ الۡحِسَابِ

“Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”. (QS Shad: 26).

Namun, yang terjadi pada kepemimpinan presiden snow adalah sebaliknya.

PROBLEM SOLVING

  • Penggunaan konsep kepemimpinan spiritual yang dapat menjembatani nilai spiritualitas antara si pemimpin dengan pengikutnya sehingga akan memiliki nilai yang sama dan terintegrasi yang kembali lagi untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya.

  • Moralitas dan kaitannya dengan eksploitasi kaum miskin yang menyebabkan kesenjangan dalam film.

    Islam mengajarkan kaum yang kaya untuk membantu kaum yang miskin dengan memberikan sadakah, zakat, ataupun dengan cara-cara lainnya. Konsep dan tujuan zakat adalah untuk mencapai persamaan ekonomi (economic equality) sesuai dengan konsep moralitas.

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ
“… Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, ‘Kelebihan (dari apa yang diperlukan).’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan” (Al Baqarah : 219)

Ditulis Oleh :

Dinda Mayangsari
17/411850/EK/21500

dalam rangka memenuhi ujian tengah semester

SUMBER

Saleem, Maimoona, et al. (2018).Business Ethics in Islam.The Dialogue, vol. 13, no. 3, p. 327. Accessed 9 Apr. 2021.

Egel, Eleftheria & Fry, Louis. (2016). Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership. Public Integrity. 19. 10.1080/10999922.2016.1200411.

Ali, Abbas & Al-Aali, Abdulrahman & Al-Owaihan, Abdullal. (2013). Islamic Perspectives on Profit Maximization. Journal of Business Ethics. 117. 1-0. 10.1007/s10551-012-1530-0.

  1. Apakah Anda suka dengan ulasan artikel ini ? Silahkan beri saran atau komentar.

    1. YES
    0 votes
    Share Your Result

Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
dimay

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format