Optimisme Industri Otomotif di Tengah Adaptasi Kebiasaan Baru

Kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung membaik dan tidak menguntungkan bagi pelaku industri otomotif ini harus dihadapi dengan strategi yang tepat


1
1 point

Kinerja Industri Otomotif Saat Pandemi Covid-19

Sejak adanya penyebaran Pandemi Covid-19 di Indonesia, ternyata telah menimbulkan dampak yang cukup masif, tidak hanya dari sisi kesehatan melainkan berdampak juga pada persoalan soial ekonomi serta stabilitas keuangan. Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Pandemi ini ternyata juga menghantam terhadap pertumbuhan pasar otomotif di dalam negeri. Pembatasan aktivitas produksi kendaraan serta melemahnya daya beli masyarakat menjadi dasar alasan utamanya. Hal tersebut dikarenakan otomotif bukan berstatus sebagai kebutuhan primer, namun hanya sekedar kebutuhan tersier dalam kehidupan manusia.

Sumber: modified from https://www.bi.go.id/id/edukasi/Pages/Infografis_Survei_Konsumen_Desember_2020.aspx

Data survei konsumen yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia diatas menunjukan bahwa pada periode sebelum wabah Covid-19 melanda Indonesia Januari – Maret 2020 nilai indeks keyakinan konsumennya lebih tinggi dibandingkan pada periode April – November 2020 atau setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Artinya selama masa Pandemi, masyarakat mengurangi konsumsi rumah tangganya apalagi untuk membeli kebutuhan tersier seperti mobil.

Dampak dari turunnya daya beli masyarakat tersebut merupakan salah satu penyebab turunnya kinerja penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. Selain itu secara tak akan langsung juga mempengaruhi kinerja sektor-sektor pendukungnya. Industri otomotif itu merupakan sistem yang ketika berdampak akan menimbulkan efek domino, kita tidak bisa melihat hanya dari sisi manufaktur saja. Mata rantainya sangat panjang sampai ke perusahaan pembiayaan dan asuransi. Kita ambil contoh manufaktur produsen mobil, itu tidak hanya bicara tentang pabrik pembuatan mobil saja tapi ada ribuan pemasok lebih yang terlibat. Jadi kalau masalah ini tidak segera dimitigasi maka dampaknya akan luas. Sektor yang paling rentan terkena pukulan keras dari sisi manufaktur adalah pemasok atau supplier lokal.

Di Indonesia, sejumlah produsen otomotif sudah mengumumkan penghentian produksinya, menyusul penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Daihatsu misalnya, sejak 10 April lalu sudah menghentikan produksinya. Demikian pula Toyota, Honda, Suzuki sudah menghentikan sementara produksinya di Indonesia. Dari sisi penjualan, industri otomotif termasuk yang terkena pukulan berat. Pandemi COVID-19 yang berdampak pada PHK terhadap jutaan pekerja ikut menggerus penjualan mobil. Merujuk data Gaikindo, pada Januari angka penjualan retail masih mencapai 81.063 unit, Februari turun menjadi 77.847 unit, Maret turun lagi menjadi 60.448 unit. Untuk April, angka penjualan anjlok tajam hingga 60% menjadi hanya 24.276 unit. Dari sisi ekspor, angkanya juga turun tajam hingga 55% secara month to month. Jika pada Maret angka ekspor masih sebesar 6.547.902 unit, maka pada Maret hanya tersisa 2.956.616 unit.

Kinerja penjualan kendaraan bermotor roda empat di Indonesia

Sumber: GAIKINDO, 2020

Turunnya kinerja penjualan kendaraan bermotor roda empat tersebut juga diiringi pada turunnya pendapatan emiten otomotif, contohnya PT Astra International Tbk. Berdasarkan laporan tahunan 2020 emiten tersebut, pada tahun 2020 terjadi penurunan profit sebesar 60 persen dari tahun 2019.

Sumber: Laporan Tahunan 2020 PT Astra International Tbk

Dengan kondisi pandemi yang belum mereda di Indonesia, penjualan kendaraan diprediksi masih akan memburuk pada tahun 2021. Tanpa adanya strategi marketing dan operasional yang sesuai serta bantuan insentif dari Pemeritah, sektor industri ini bisa kolaps. Padahal, industri ini sudah menyerap jutaan tenaga kerja. Kondisi serupa ternyata juga dialami oleh negara di belahan dunia lainnya. Hampir seluruh produsen otomotif dunia menghadapi masalah yang sama. Penyedia layanan informasi global, IHS Markit memperkirakan penjualan mobil secara global turun menjadi 22 persen pada tahun ini menjadi 70,3 juta unit. Amerika Serikat diprediksi mencatat penurunan terbesar hingga 26,6% menjadi 12,5 juta unit.

Strategi Yang Tepat Untuk Bertahan

Kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung membaik dan tidak menguntungkan bagi pelaku industri otomotif ini harus dihadapi dengan strategi yang tepat. Mereka harus cepat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Banyak aspek yang harus mereka perhatikan dalam menentukan strategi yang sesuai. Salah satunya aspek operasional dan pemasaran/marketing. 

Menurut Ferrel, dkk (2020) bahwa perusahaan sebelum membuat suatu produk harus mengatui kebutuhan dan kemauan konsumen. Biasanya perusahaan akan melakukan studi kebutuhan pasar terlebih dahulu sebelum melakukan launching produk. Hal tersebut penting dilakukan untuk menentukan manajemen operasi yang sesuai untuk memproduksi produk tersebut. Dalam manajemen operasi terdapat empat jenis proses yaitu standardization, modular design, customization dan blockchain. Dalam hal industri otomotif yang saat ini sedang terdampak pandemi Covid-19 maka produk yang tepat dalam hal memenuhi permintaan dan kebutuhan konsumen adalah segmen kendaraan penumpang dengan kapasitas besar dan segmen kendaraan komersial (truk atau ambulance). 

Akibat adanya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti mengharuskan adanya social distancing di dalam mobil maka kendaraan yang sesuai untuk kebutuhan tersebut adalah mobil dengan kapasitas besar (7 seater). Untuk kendaraan komersial seperti truck dan ambulance juga diprediksi bakal banyak peminatnya karena permintaan untuk bisnis logistic dan aktivitas jual beli online sedang meningkat drastis. Saat ini segmen komersial ini menjadi salah satu pendorong recovery ekonomi. Apalagi pemerintah saat ini terus mendorong kinerja UMKM.

Aspek pemasaran juga perlu diperhatikan dalam kondisi adaptasi kebiasan baru. Protokol kesehatan harus diterapkan di seluruh aktivitas dealer penjualan seperti seluruh karyawan harus menggunakan masker, melakukan pengecekan suhu tubuh, dan melakukan pengsian buku tamu secara online. Hal tersebut dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Dengan kondisi tersebut, mau tidak mau mereka dipaksa lebih kreatif memanfaatkan berbagai platform digital selain bertemu langsung dengan pelanggan. Salah satu platform digital yang dapat digunakan adalah dengan menyelenggarakan online expo atau virtual expo.

Sumber: https://www.oto.com/berita-mobil/pre-event-iims-2021-digelar-secara-virtual-banyak-kegiatan-seru 


No

Parameter

Sebelum Pandemi

Setelah Pandemi

1

Corporate Social Responbility

Industri otomotif menjalankan budaya Health Safety Environment (HSE) baik sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun ISO

Menerapkan budaya HSE dan ditambah menerapkan aturan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19

2

Bussiness Ethics

  1. Etika bisnis terhadap konsumen

Spesifikasi produk yang dijual membuat konsumen puas


  1. Etika bisnis terhadap pekerja

Perusahaan otomotif selalu memperhatikan lingkungan dan kesejahteraan pekerja


  1. Etika bisnis terhadap Pemerintah

Perusahaan otomotif selalu menyelesaikan kewajiban perusahaan terhadap pemerintah seperti membayar pajak

  1. Etika bisnis terhadap konsumen

Spesifikasi produk yang dijual sama seperti sebelum Pandemi bahkan ada tambahan bonus atau hadiah dari perusahaan untuk menarik minat konsumen


  1. Etika bisnis terhadap pekerja

Perusahaan otomotif tetap memperhatikan lingkungan dan kesejahteraan pekerja. Selama Pandemi tidak ada PHK.


  1. Etika bisnis terhadap Pemerintah

Saat ini Pemerintah telah memberikan relaksasi keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk kendaraan bermotor sehingga diharapkan perusahaan mampu menyelesaikan kewajiban pajaknya.


3

Manufacturing operations

Digitalisasi proses bisnis masih partial dan belum sempurna 

Mayoritas industri otomotif sudah menyempurnakan kapabilitas digitalnya mulai dari sisi front-end, data analytics, dan cyber security dalam menjalankan proses bisnisnya.

4

Perilaku Konsumen

Penjualan produk kendaraan didominasi oleh kendaraan penumpang dengan kapasitas sedang (SUV) daripada kendaraan komersial

Penjualan dengan segmen kendaraan penumpang dengan kapasitas besar (7 seater) dan kendaraan komersial (ambulance & truk) lebih dominan karena di masa pendemi saat ini kebutuhan akan kedua segmen kendaraan meningkat akibat adanya PSBB seperti social distancing di dalam mobil sehingga membutuhkan mobil dengan kapasitas besar. Untuk segmen kendaraan komersial banyak peminat karena jumlah barang yang didistribusikan dalam skala besar juga meningkat akibat banyaknya konsumen online shop.

5

Lingkungan Pemasaran


Produk yang ingin diiklankan harus didasari dengan prinsip-prinsip kejujuran, tidak menyimpang, dan aman digunakan.

Meskipun sedang Pandemi produk yang ingin diiklankan harus tetap didasari dengan prinsip-prinsip kejujuran, tidak menyimpang (tidak ada pengurangan spesifikasi produk), dan aman digunakan serta ditambahkan sosialisasi protokol kesehatan. 

6

Product Strategy

Produk yang dipasarkan dan dijual berupa mayoritas kendaraan penumpang dengan kapasitas sedang dengan bahan bakar masih menggunakan energi fosil.

Segmen produk yang banyak diminati oleh konsumen di masa pendemi adalah kendaraan penumpang dengan kapasitas besar agar bisa menerapkan social distancing di dalam mobil. Namun di tengah kondisi tersebut, berhembus juga isu terkait lingkungan sehingga industri otomotif juga harus mengikuti bertransformasi untuk memulai memproduksi kendaraan ramah lingkungan seperti pengembangan mobil listrik.

7

Pricing Strategy

Produk dijual dengan harga normal atau tidak ada keringanan Pajak.

Pemerintah memberikan relaksasi keringanan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor. Adanya kebijakan ini diharapkan bisa mendorong penjualan yang terdampak pandemi COVID-19. Relaksasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021. Melalui adanya relaksasi tersebut perusahaan otomotif dapat meningkatkan penjualan.


8

Marketing Channel

Fasilitas produksi, distribusi, dan penjualan belum seluruhnya terintegrasi.

Membangun jaringan produksi, distribusi, dan penjualan yang terintegrasi agar bisa lebih efisien dan kompetitif. Hal tersebut dapat mempermudah akses konsumen dalam mendapatkan kendaraan yang diinginkan.


9

Promotion Strategy

Strategi promosi menggunakan elemen advertising, personal selling, publicity, dan sales promotion yang dilakukan secara offline seperti mengadakan pameran kendaraan bermotor dan memberikan discount jika datang langsung ke showroom/official dealer.

Akibat pandemi kunjugan ke showroom dan bengkel menjadi sepi. Kondisi tersebut mendorong distributor memperkuat strategi promosinya dengan sistem online. Selain itu, mereka juga memperkuat transaksinya melalui platform online untuk mengerek penjualan. Bentuk platform online yang sering digunakan adalah online expo atau virtual expo. Meskipun jumlah penjualannya tidak signifikan namun peminatnya bertumubuh karena konsumen mulai terbiasa dengan kondisi pandemic Covid-19


Stimulus Pemerintah Dibutuhkan Untuk Menyusun Strategi Marketing

Belum kunjung berakhirnya Pandemi Covid-19 ini bakal menimbulkan dampak yang besar, tidak terkecuali industri otomotif. Kondisi ini tentu harus dicarikan solusinya yang diharapkan dapat menstimulus pasar. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 telah melakukan relaksasi Pajak Penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditanggung Pemerintah pada tahun Anggaran 2021. Dengan aturan itu, Pemerintah memangkas PPnBM mobil baru hingga akhir 2021 ini dengan tarif yang turun berjenjang selama tiga bulanan. Diharapkan kebijakan ini dapat mengakselerasi pemulihan industri otomotif nasional sehingga berimbas ke pemulihan ekonomi nasional.

Berdasarkan PMK 20/2021, aturan insentif pajak PPnBM 0 persen mobil baru ini ditetapkan pada 25 Februari 2021 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pasal 2 PMK 20/2021 ini menyebutkan, pertama, insentif PPnBM mobil ini berlaku untuk jenis sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan kapasitas isi silinder sampai 1.500 cc.

Kedua, relaksasi PPnBM juga berlaku untuk kendaraan bermotor pengangkutan kurang dari 10 orang,  termasuk pengemudi sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi dengan sistem satu gardan penggerak 4x2 berkapasitas isi silinder sampai 1.500 cc.

Ketiga relaksasi PPnBMini berlaku jika jumlah penggunaan komponen yang berasal dari hasil produksi di dalam negeri yang dimanfaatkan dalam kegiatan produksi kendaraan bermotor minimal 70 persen

Sumber: http://indonesiabaik.id/infografis/relaksasi-ppnbm-beli-mobil-jadi-lebih-murah

Dengan stimulus yang diberikan oleh Pemerintah tersebut, seharusnya digunakan sebaik-baiknya oleh para dealer untuk memasarkan produknya ke konsumen. Diperlukan strategi marketing yang ampuh untuk menarik para konsumen sehingga dapat meningkatkan penjualan. Kabar baik dari Pemerintah tersebut harus disebarkanluaskan dan disosialisasikan diberbagai media massa baik online maupun offline. Selain itu, bisa juga dengan personal selling atau komunikasi langsung dua arah dengan konsumen agar relaksasi PPnBM dapat terinfokan dengan baik ke calon pembeli. Diharapkan dengan meningkatnya penjualan kendaraan bermotor, kinerja industri otomotif dapat menggeliat kembali


Yunarto Tri Wibowo (SEMBA 42C-MMJKT)

https://tirto.id/pukulan-berat-industri-otomotif-akibat-pandemi-covid-19-fAU7

https://industri.kontan.co.id/news/pajak-ppnbm-0-persen-sah-berlaku-21-mobil-diprediksi-turun-harga-puluhan-juta-rupiah

Business Foundations, a Changing World, Ferrel et al.


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Tito_Yunarto

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format