Pelanggaran Khmer Merah dalam First They Killed My Father, dan Bagaimana Perspektif dalam Islam

First They Killed My Father rilis tahun 2017, dan menceritakan dari sisi seorang anak berusia 7 tahun bernama Loung Ung.


1
1 point

First They Killed My Father adalah film berdasarkan kisah nyata, berlatar pada masa Perang Vietnam. Film ini menceritakan seorang anak bernama Loung Ung yang berusia 7 tahun dimana ia, ayah dan ibunya, serta 6 saudaranya yang lain mengalami masa-masa buruk di bawah kepemimpinan Khmer Merah yang berkuasa di Kamboja pada tahun 1975 hingga 1979. Setelah kemenangan Vietnam atas Amerika Serikat dalam Perang Vietnam, Pasukan Amerika Serikat mulai angkat kaki dari Vietnam, dan negara tetangganya, Kamboja. Ayah Loung adalah seorang tentara untuk Pasukan Bersenjata Nasional Khmer, kecewa karena terlalu percaya AS dan kini pasukan Khmer Merah semakin mendekat. Menyamar sebagai pekerja pelabuhan, keluarga Loung harus mengikuti instruksi untuk dipindahkan ke kemah konsentrasi dimana prinsip kelas sama rata, prinsip kepemilikan dihilangkan, tidak ada bank, tidak ada jual beli, dan larangan memakai produk Barat. Penggunaan obat pribadi dilarang dan akan ada hukuman mati bagi yang melanggar.

Di kemah konsentrasi, keluarga Loung dan keluarga yang lain dipaksa untuk bekerja, membuat irigasi , memanen hasil panen, dan sebagainya. Meskipun hasil panen melimpah tetapi penduduk kemah tetap kekurangan makanan dikarenakan hasil panen dikirim ke garda terdepan untuk prajurit perang. Kedua kakak laki-laki dan satu kakak perempuan Loung harus dikirim untuk menjadi prajurit Khmer Merah, tetapi kakak perempuannya meninggal karena kelaparan. Ayah Loung mulai diketahui identitas aslinya, dan dibawa untuk membangun jembatan dekat Prey Svay, yang sebenarnya dibawa untuk dieksekusi.

Setelah kejadian ayah Loung dibawa oleh prajurit Khmer Merah, kakak laki-laki, kakak perempuan, serta Loung diberitahu ibu mereka untuk pergi ke arah yang berbeda untuk menjadi prajurit Khmer Merah. Sesampainya di kemah, Loung dilatih untuk menggunakan senapan, merakit bom dan ranjau darat, serta bertarung tanpa senjata. Di kemah juga, Loung dengan anak-anak yang lain diajarkan propaganda. Di kemah pelatihan, Loung mendapat banyak makanan dan hidup lebih aman. Loung pun mengetahui saat ibu dan adik bungsunya dibawa oleh tentara Khmer Merah. Pada akhirnya, pasukan Vietnam menyerang bagian utara Kamboja, dan memenangkan pertempuran. Loung pun bisa bertemu dengan kakak-kakaknya kembali.

Apa itu Khmer Merah?

Khmer Merah merupakan partai komunis yang terbentuk di Kamboja pada tahun 1967, dan mulai berkuasa pada tahun 1975 hingga 1979. Kelompok ini dipimpin oleh Pol Pot, dimana saat kepemimpinannya sarat dipenuhi oleh kekerasan dan kebrutalan serta aksi represif. Masyarakat Kamboja diharuskan untuk kerja paksa, dan pada masa ini dipenuhi dengan kelaparan, wabah penyakit, kemiskinan, penyiksaan, dan eksekusi. Diperkirakan sekitar 1,5 juta hingga 3 juta orang meninggal pada masa ini, sekitar sepempat penduduk Kamboja pada masa itu. Khmer Merah menargetkan pegawai pemerintah, tentara oposisi, tokoh agama seperti biksu, hingga guru, dokter, insinyur, dan cendekiawan yang lain.

Apa Pandangan Islam tentang Peristiwa dalam Film?

Menggunakan dua tokoh, yaitu Loung atau anak-anak dan masyarakat dengan Pasukan Khmer Merah atau Angkar, saya akan menganalisis berdasarkan tiga hal, yaitu Etika Bisnis dalam Islam, Model Kepemimpinan dalam Islam, dan Pandangan Islam terhadap Sumber Daya Manusia. Dalam Etika Bisnis dalam Islam, ada beberapa hal yang akan dibahas. Sistem ekonomi Islam menyatakan bahwa harus ada keadilan dan kesetaraan, serta alokasi sumber daya yang jelas. Islam juga menyatakan perlindungan terhadap aset kepemilikan pribadi, serta distribusi warisan. Dalam Islam menerapkan sistem zakat dan sadaqah, serta melarang menimbun harta, dan harus pada keadaan di tengah-tengah (moderation) dimana tidak mengutamakan harta atau akhirat. Etika bisnis dalam Islam juga mempunyai prinsip equity and not equality, yang berarti mendapat harta sesuai dengan kemampuannya. Orang-orang juga harus mempunyai prinsip kebebasan bekerja, sertia ekonomi berdasar nilai. Dalam film ini, keadilan dalam ekonomi tidak tercerminkan, tidak ada perlindungan aset sehingga tidak ada sistem distribusi harta warisan. Karena para masyarakat serba dibatasi asetnya, maka sistem zakat tidak ada, dan tentara malah menimbun persediaan makanan. Tidak ada prinsip moderation, serta semua orang bekerja keras tetapi tidak mendapat imbalan yang seimbang, bekerja secara paksa, serta aktivitas ekonomi dihilangkan.

Kepemimpinan dalam Islam mengandung kebutuhan kepemimpinan spiritual dan prinsip dasar kepemimpinan Islam. Dalam film, disebutkan Angkar adalah pemimpin dan tentara Khmer Merah menjadi kaki tangannya. Mereka tidak menciptakan nilai yang positif serta menghilangkan keseimbangan nilai spiritual. Tercermin dari aksi mereka yang mengeksekusi banyak pemuka agama. Prinsip dasar kepemimpinan Islam yang mencakup prinsip kesetaraan ada, tetapi tidak ada keadilan. Hubungan antara Tuhan, pemimpin, dan pengikut juga tidak ada dalam film. Serta kualitas kepemimpinan secara manusiawi dan spiritual sangat rendah.

Pandangan Islam terhadap Sumber Daya Manusia dalam film ini sangat banyak. Seleksi pekerja, dimana orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat tidak ada dikarenakan pasukan Khmer Merah merekrut banyak anak-anak untuk dijadikan prajurit, sehingga menugaskan ke orang yang tidak tepat. Selain itu, dikarenakan keterpaksaan, banyak dari anak-anak tidak menemukan kebebasan dalam melakukan tugasnya. Pemberian otoritas kepada anak-anak untuk dijadikan prajurit pun salah. Pemberian upah tidak memadai, meskipun nasib anak-anak di kemah pelatihan lebih baik daripada masyarakat di kemah konsentrasi. Namun, pemberian deskripsi pekerjaan jelas karena anak-anak hanya perlu melawan tentara Vietnam. Pada salah satu adegan film, pasukan Khmer Merah mampu menyeleksi anak-anak yang akan menjadi calon prajurit Khmer Merah, dan mereka dapat mempraktikkan kemampuan yang telah diajari. Tetapi para prajurit ini tidak diberikan kebebasan untuk mempertanyakan apa yang dilakukan oleh pemegang otoritas, tidak punya akses bebas terhadap fungsi pemimpin mereka, dan anak-anak asal direkrut begitu saja oleh pasukan Khmer Merah.

Tabel 1: Etika Bisnis dalam Islam


Masyarakat

Khmer Merah

Islamic Economic System

Sistem ekonomi yang adil tidak dirasakan oleh masyarakat.

Pemimpin tidak menciptakan sistem ekonomi seperti yang seharusnya.

Protection of Lawful Property

Masyarakat dipaksa untuk menyerahkan harta pribadinya.

Rezim Khmer Merah menghapuskan kepemilikan aset pribadi.

Distribution of Inheritance

Dihapuskannya aset pribadi membuat masyarakat tidak bisa mendistribusikan warisannya.

Warisan kekuasaan bisa didistribusikan ke orang atau pihak lain.

System of Zakat

Tidak ada harta.

Mempunyai harta hasil rampasan tetapi tidak ada zakat.

Storing Possession

Tidak ada harta yang ditimbun.

Menimbun makanan untuk prajurit di garda terdepan.

Equity and not Equality

Masyarakat diharuskan bekerja keras ketika kerja paksa tetapi tidak mendapatkan hasilnya.

Rezim dengan mudahnya mendapat kekayaan dengan cara merampas.

Freedom of Work

Mengalami kerja paksa.

Memaksa masyarakat untuk bekerja paksa.

Value Based Economics

Tidak ada ekonomi yang berarti, karena kepemilikan sama, dan hanya satu mata uang.

Bertransaksi dengan pihak luar.

Tabel 2: Model Kepemimpinan dalam Islam


Masyarakat

Khmer Merah

Foundational Principles of Islamic Leadership

Tertindas akibat penguasa.

Tidak memberikan pelayanan untuk rakyat, cenderung menindas rakyat.

Spiritual Leadership

Agama dilarang oleh Khmer Merah.

Pelarangan agama sehingga tidak melibatkan spiritual leadership.

Vision

Realisasi visi dilaksanakan oleh pihak berwenang.

Realisasi visi dilakukan tanpa mengenal dasar agama dan kemaslahatan masyarakat.

Hope or Faith

Masyarakat masih mempunyai keyakinan dan kepercayaan dalam agamanya.

Tidak ada keimanan yang ada.

Altruistic Love

Tidak diberikan altruistic love.

Tidak mempunyai ciri-ciri altruistic love (kebijaksanaan, sabar, rahman, pengampunan, welas asih).

Organizational Commitment and Productivity

Produktivitas tinggi tetapi tidak komitmen kepada organisasi karena keterpaksaan.

Komitmen kepada organisasi karena kekuasaan.

Tabel 3: Pandangan Islam Terhadap Sumber Daya Manusia


Masyarakat

Khmer Merah

Employee’s Selection

Pemilihan pekerjaan berdasarkan kemampuan bertahan hidup.

Pemilihan pekerjaan berdasarkan yang rajin, pintar, dan tangguh.

Avoiding Assigning to Wrong Person

Tidak ada pemberian penugasan kepada masyarakat biasa.

Penugasan kepada bawahan jajaran prajuritnya.

Granting Adequate Freedom

Tidak diberikan kepada masyarakat dikarenakan kerja paksa.

Tidak memberikan kebebasan kepada masyarakat, antara menjadi masyarakat di kemah konsentrasi atau menjadi prajurit Khmer Merah.

Sufficient Delegation of Authority

Tidak ada delegasi kewenangan yang diberikan, langsung diawasi oleh prajurit Khmer Merah.

Mempunyai struktur pangkat.

Adequate Salaries

Dibayar dengan gaji yang tidak cukup berupa makanan, terkadang hingga meninggal karena kelaparan.

Gaji yang didapat tidak seimbang tetapi imbalannya lebih baik dibandingkan masyarakat di kemah konsentrasi.

Job Description

Deskripsi pekerjaan bagi masyarakat ialah membuat irigasi, bertani, memanen, dan membangun rumah, serta menaati perintah prajurit Khmer Merah.

Deskripsi pekerjaan bagi pasukan Khmer Merah adalah berperang melawan Vietnam (menggunakan senjata, merakit bom, menanam ranjau darat, bertarung), serta mengawasi masyarakat di kemah konsentrasi.

Selecting Person and Ensuring Desired Performs

Tidak melalui proses seleksi dikarenakan bekerja secara paksa oleh pihak berwenang.

Pemilihan anggota Khmer Merah atau prajurit Khmer Merah berdasarkan kriteria pintar, rajin, dan tangguh serta dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Rights to Questioned the Authority

Tidak mempunyai hak untuk mempertanyakan tindakan otoritas yang berwenang, atau akan ada eksekusi.

Tidak berani untuk mengkritik atasan saat salah.

Access to Knowledge About State Functionaries

Minimal, karena terus diberikan propaganda.

Mempunyai akses apabila menjadi petinggi atau orang kepercayaan.

Employee Agreement

Tidak ada perjanjian ketika masyarakat dipekerjakan paksa.

Berdasarkan keinginan apabila ingin bergabung bersama pihak berwenang.


Sebenarnya, Apa Ada Solusinya?

Ya, tentu saja ada. Dalam kasus ini, segalanya dimulai dari pemimpin. Bisa diambil dari etika bisnis dimana sistem ekonomi seharusnya dijalankan dengan baik, pihak yang berwenang membuat peraturan tentang kepemilikan properti yang adil agar hasil pekerjaan orang-orang diterima sesuai kerja kerasnya, sehingga bisa terjadinya distribusi warisan. Dari harta yang ada, zakat dapat dijalankan. Larangan menimbun harta bagi individu atau kelompok, kebebasan untuk bekerja, dan mengadakan ekonomi berbasis nilai.

Kemudian, pemimpin juga harus menerapkan prinsip dasar dalam Islam, seperti kepengurusan, pelayanan, dan konsultasi bagi masyarakat. Kepemimpinan harus diliputi dengan keagamaan serta mempunyai visi yang sejalan dengan agama dan hajat orang banyak. Selain itu, pemimpin harus mempunyai rasa welas asih, kebijaksanaan, sabar, pengampunan, dan lainnya, serta dapat menggerakkan bawahannya untuk meningkatkan produktivitas.

Sumber daya manusia yang direkrut oleh pihak berwenang juga harus melewati tahap seleksi, mengadakan perjanjian kerja yang disetujui oleh kedua belah pihak, kemudian hindari penugasan kepada orang yang salah, memberikan kebebasan untuk melaksanakan tugas, mendelegasikan kekuasaan, memberikan upah yang layak, memberitahukan deskripsi pekerjaan yang akan dilakukan, memilih orang dan memastikan apakah orang tersebut melakukan pekerjaannya dengan baik atau tidak. Pemimpin juga harus memberikan hak kepada pengikutnya untuk mempertanyakan kewenangan pemimpin, dan menjadikannya sebagai fungsi kontrol. Dan yang terakhir, memberikan informasi apa saja yang dilakukan oleh pemimpin atau pihak yang berwenang sebagai fungsi transparansi.


Referensi:

College of Liberal Arts | University of Minnesota. n.d. Cambodia. [online] Available at: [Accessed 10 April 2021].

Egel, E. and Fry, L., 2017. Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership. Public Integrity, (19), pp.77 - 95.]

Encyclopedia Britannica. n.d. Khmer Rouge | Facts, Leadership, Genocide, & Death Toll. [online] Available at: [Accessed 10 April 2021].

Khan, S., 2016. Islamic Perspective of Human Resource Management: Some Salient Features. The Dialogue, XI(1), pp.84 - 97.

Saleem, M., Khan, A. and Saleem, M., 2018. Business Ethics in Islam. The Dialogue, XIII(3), pp.329 - 338.

Sumber gambar diambil dari:

https://www.filmaffinity.com/us/movieimage.php?imageId=377213525
https://medium.com/@RohanNaahar/first-they-killed-my-father-movie-review-angelina-jolies-most-mature-film-as-director-b7baaf15069d

https://www.netflix.com/id-en/title/80067522


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Mahestyaa

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format