Potret Kesenjangan Gender Dalam Film Hidden Figures (2016) dan Analisis Berdasarkan Perspektif Islam

Ketika identitas gender menjadi alasan untuk mendiskriminasi perempuan, bagaimana menurut perspektif ajaran Islam?


1
1 point

Trailer Film Hidden Figures (2016)

Hidden Figures merupakan film adaptasi dari kisah nyata yang mengisahkan tentang bagaimana perjuangan tiga wanita keturunan Afrika-Amerika yang menjadi kaum minoritas dan berjuang melawan diskriminasi masalah seksisme dan rasisme di Amerika Serikat pada tahun 1960-an, termasuk di lingkungan kerjanya, di NASA. Ketiga wanita tersebut adalah Katherine Goble, Mary Jackson, dan Dorothy Vaughan. 

Sumber: cnnindonesia.com

Katherine Goble sebagai tokoh utama dari film ini merupakan ahli matematika dalam geometri analitik. Berkat keahliannya, Katherine ditugaskan untuk membantu Tim Tugas Luar Angkasa di mana tim ini mayoritas dikuasai kaum pria. Ia menerima banyak perlakuan diskriminasi, baik dari rekan kerja maupun sistem organisasi. Misalnya, ia harus berlari sejauh 800 meter hanya untuk pergi ke kamar mandi karena kamar mandi di gedungnya hanya diperuntukkan untuk karyawan kulit putih, serta ketika ia dilarang oleh kepala teknisi, Paul Stafford, untuk mengikuti rapat yang hanya berisi kaum lelaki karena tidak pernah ada dalam sejarah bahwa perempuan mengikuti rapat tersebut.

Sumber: kompas.com 

Sementara itu, Mary Jackson merupakan ahli di bidang teknik yang pernah ditolak menjadi teknisi di NASA, kecuali bila ia mampu lulus dari jurusan yang hampir semua mahasiswanya adalah laki-laki dan pendidikan tinggi yang dikhususkan bagi mahasiswa kulit putih. 

Sumber: cnnindonesia.com 

Sedangkan Dorothy memiliki peran sebagai supervisor di departemen yang hanya membawahi wanita kulit hitam dan ia selalu dipersulit untuk mendapatkan jabatannya secara permanen oleh atasanya karena warna kulitnya. 

Masalah diskriminasi gender dan rasial yang terjadi kala itu salah satunya karena Amerika Serikat masih menerapkan hukum Jim Crow yang membedakan warga kulit putih dan berwarna. Mulai dari memisahkan pekerjaan, perguruan tinggi, fasilitas umum, bahkan termos kopi sekalipun. Hidup di masa kesetaraan gender dan ras masih awam dibahas, ketiga wanita tersebut mampu melampaui sejarah dan membuktikan bahwa wanita juga mampu unjuk kemampuannya dan berhak mendapatkan kesempatan serta hak yang sama dengan laki-laki. 

Analisis Berdasarkan Jurnal

Berdasarkan film tersebut, konflik antara Katherine Goble dengan kepala teknisi, Paul Stafford, selanjutnya akan dikaji lebih lanjut melalui poin-poin penting dalam jurnal Business Ethics in Islam (Salim, 2018), The Relationship Between Emotional Intelligence (EI) and Organizational Citizenship Behavior (OCB): The Moderating Role of Islamic Work (Haider, 2015), dan Progressive Islam and Women’s Religious Leadership (Worthington, 2016).

Jurnal Etika Bisnis Islam (Saleem, 2018)

Menurut Muhammad Saleem, Maimoona Saleem, dan Ayaz Khan mengemukakan bahwa sistem ekonomi selama ini sebagian besar dipengaruhi oleh norma dan nilai sosial-moral serta metafisik sehingga gagal memainkan peran operasional dalam mengarahkan perilaku manusia dalam peristiwa ekonomi. Untuk itu, harus diimbangi dengan sistem ekonomi Islam yang berlandaskan Al-Quran dan Hadis agar dapat mewujudkan kesejahteraan warga negara. Berikut beberapa konsep dari jurnal tersebut yang relevan dengan film Hidden Figures, yakni:

  • Freedom of Work and Enterprises: menjelaskan bahwa manusia bebas untuk mencari pekerjaan dan dapat mengadopsi profesi apa pun sesuai pilihannya sendiri selama tidak melanggar norma/moral kebaikan. 
  • Equity and Not Equality: menjelaskan bahwa setiap manusia berhak untuk diperlakukan secara adil untuk mendapatkan kesempatan, sumber daya, dan pendapatan berdasarkan kemampuan mereka masing-masing

Konsep

Katherine Goble

Paul Stafford

Freedom of Work and Enterprises

Akibat budaya dan hukum yang berlaku di AS yang tidak memberikan kesempatan wanita berkulit berwarna untuk menduduki suatu jabatan/proyek tertentu, menyebabkan Katherine kesulitan untuk mengembangkan bakatnya. Hanya karena identitas gender dan rasnya, ia dipersulit Paul Stafford untuk mendapatkan data dalam menyelesaikan tugasnya. Paul Stafford juga enggan memberikan peran penting dalam proyek menghitung peluncuran astronot ke orbit dan kepulangannya karena tidak ada dalam sejarah bahwa perempuan mengemban tugas tersebut. Namun, berkat rekognisi dari direktur The Space Task Group, Katherine dapat menghadiri rapat yang hanya berisi pria dan membuktikan bahwa dia lah sosok penting dari suksesnya proyek tersebut. 

Atas dasar hukum dan budaya yang kental akan sistem sosial patriarki, Paul Stafford dengan identitas gender sebagai pria memiliki kesempatan kerja dan mengembangkan kemampuannya dengan lebih mudah daripada Katherine. Atas dasar itu juga, Paul Stafford membatasi kesempatan kerja untuk Katherine tanpa mempertimbangkan kemampuannya. Paul Stafford memandang Katherine hanya dari identitas gender dan ras nya saja tanpa memandangnya sebagai manusia yang memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. 

Equity and Not Equality

Katherine harus menempuh banyak kesulitan untuk mendapatkan kesempatan dan sumber daya yang sama didapatkan oleh kaum pria. Ia tidak diberikan kesempatan untuk mendapatkan promosi dan jabatan permanen, tidak mendapatkan fasilitas toilet di gedung tempat ia bekerja, ia tidak boleh menghadiri rapat yang hanya dihadiri kaum pria, dan karena alasan warna kulitnya, ia disediakan termos kopi terpisah dengan rekan kerja berkulit putih lainnya. 

Sebagai atasan Katherine, Paul Stafford tidak memperlakukan Katherine dengan adil karena tidak memberikan kesempatan, sumber daya, dan feedback yang sesuai dengan kemampuan Katherine. Alih-alih memberikan kesempatan Katherine untuk mengembangkan kemampuannya, ia membatasi Katherine untuk mendapatkan dan menyelesaikan proyek serta membatasinya untuk mendapatkan rekognisi atas hasil pengerjaan laporannya dengan melarang Katherine untuk mencantumkan penulis laporan. Bahkan ia memberikan beban kerja yang sangat berat dengan sumber data yang dibatasi oleh Paul untuk dikerjakan Katherine. 

Jurnal Emotional Intelligence (EI) dan Organizational Citizenship Behavior (Haider, 2015)

Menurut Syed Nadeem Abbas Haider dalam jurnalnya mengemukakan bahwa terdapat hubungan antara Emotional Intelligence (EI) dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan peran moderasi Islamic Work Ethics (IWE). Manajer perlu memahami EI dan OCB karyawan karena mereka memiliki kebutuhan psikologis yang mendalam untuk secara praktis menerapkan praktik keagamaan dalam kehidupan profesional mereka sehingga mereka dapat secara sukarela memperbaiki iklim kerja organisasi. Hal ini tentunya dapat membantu organisasi dalam meningkatkan engagement karyawan dan menurunkan tingkat turnover di organisasi. Beberapa konsep yang dapat digunakan untuk dibahas lebih lanjut dengan film Hidden Figures, antara lain: 

  • Emotional Intelligence (EI): merupakan kemampuan seseorang yang memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi keadaan emosinya sendiri dan secara efektif menilai keadaan orang lain. Orang dengan tingkat EI yang tinggi dapat menggunakan emosi dirinya dan orang lain untuk memenuhi tujuan diri sendiri dan organisasi dengan penuh semangat. 
  • Organizational Citizenship Behavior (OCB): merupakan serangkaian kegiatan sukarela yang dilakukan oleh seorang/kelompok karyawan untuk memperbaiki iklim kerja organisasi. Orang dengan tingkat OCB yang baik menunjukkan suatu hasil dari dedikasi individu terhadap organisasi. 

Konsep

Katherine Goble

Paul Stafford

Emotional Intelligence

Di hari pertama kerja, Katherine menyadari bahwa rekan kerjanya tidak menyambut dengan baik. Namun, hal ini menjadi motivasi bagi Katherine untuk dapat membuktikan kemampuannya. Ia juga mendapatkan beban kerja yang tinggi, termasuk mengerjakan tugas atasannya, serta perlakuan diskriminasi di tempat kerjanya. Ada suatu waktu di mana Katherine meluapkan emosinya kepada direktur tim Space Task Group atas perlakuan diskriminasi yang ia terima. Mengetahui bahwa direktur menanggapi dengan positif, Katherine mengelola emosinya untuk mendorong kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapatnya untuk mendapatkan kesempatan kerja. Dengan banyaknya tekanan tersebut, Katherine mampu mengidentifikasi emosi orang lain dan mengelola emosinya dengan baik untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuannya. 

Paul Stafford kurang mampu menilai keadaan orang lain. Hal ini direfleksikan melalui perilaku Paul yang tetap membatasi kesempatan Katherine dalam menyelesaikan proyeknya bahkan setelah mengetahui potensi yang dimiliki Katherine. Paul lebih mengedepankan egonya sebagai atasan dan identitas gendernya sebagai lelaki daripada melibatkan empati terhadap posisi dan kondisi Katherine sebagai wanita yang tidak memiliki kesempatan yang sama dengannya. Dibandingkan Katherine, Paul memiliki tingkat EI yang lebih rendah. Hal ini direfleksikan melalui scene di mana Paul tidak mampu meregulasi emosinya sehingga kalah cepat dengan Katherine dalam menemukan jawaban perhitungan lintasan orbit saat di ruang rapat secara tepat.

Organizational Citizenship Behavior 

Meskipun mendapatkan perilaku diskriminasi, hal ini tidak menyurutkan Katherine untuk fokus dalam menyelesaikan tugasnya. Sering kali, ia bekerja lembur untuk mencari jawaban dari proyek timnya. Bahkan ia secara sukarela mengajukan diri untuk terlibat dalam menghitung lintasan astronot yang tidak hanya bisa diselesaikan melalui perhitungan angka namun juga menciptakan rumus baru. Hal ini mengindikasikan bahwa Katherine memiliki tingkat OCB yang tinggi terhadap organisasi. 

Dalam menjalankan pekerjaannya, Paul Stafford hanya melakukan apa yang ditugaskan oleh direktur, tidak lebih dari itu. Pun, tugas Paul sebagian dilimpahkan Katherine untuk diselesaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa Paul kurang memiliki inisiatif dan perilaku OCB sehingga tidak memiliki peran dalam membentuk iklim kerja organisasi yang baik. 

Jurnal Islam Progresif dan Kepemimpinan Spiritual bagi Perempuan (Worthington, 2016)

Menurut Lisa Worthington dalam jurnalnya mengemukakan bahwa banyak gerakan Muslim Progresif yang muncul untuk menunjukkan bahwa Islam bisa adil dan inklusif. Ia juga menyatakan bahwa wewenang bersama memungkinkan posisi kepemimpinan terbuka untuk semua yang berarti perempuan juga dapat mengambil peran kepemimpinan tersebut. Hal ini merefleksikan gerakan menuju nilai individualisasi dalam praktik keagamaan Islam untuk mengelola pengembangan otoritas dan kesetaraan gender. Adapun beberapa konsep dari jurnal tersebut yang relevan dengan film Hidden Figures, yaitu:

  • Shared Authority and Women’s Experience: menjelaskan bahwa siapa pun dengan bakat atau kepemimpinan yang mumpuni dapat menempati peran kepemimpinan. 
  • Individualisation and Religion in Modernity: menjelaskan bahwa religiusitas yang baru bersifat individual dan privat pada tiap masing-masing insan dalam membebaskan diri dari batasan patriarkal, budaya, dan etnis yang memisahkan individu dari komunitas mayoritas. 

Konsep

Katherine Goble

Paul Stafford

Shared Authority and Women’s Experience

Katherine harus melalui banyak perlakuan diskriminasi untuk dapat menuangkan bakat dan kepemimpinannya. Meskipun demikian, ia dapat membuktikan bahwa dengan bekal kecerdasan dan kemampuan dalam dirinya, ia mampu mendapat pekerjaan yang diduduki mayoritas pria serta membuat rekannya bergantung padanya karena hanya Katherine yang ahli dalam bidang tersebut.

Paul Stafford membatasi kesempatan Katherine untuk memiliki peran dalam proyek peluncuran astronot dengan alasan tidak ada protokol yang mengatakan bahwa perempuan dapat mengikuti rapat pentagon. Sehingga Paul melibatkan bias dalam merumuskan solusi konflik. Ia tidak mengakui bahwa perempuan dapat menempati peran kepemimpinan dan memiliki bakat yang sama bahkan melebihi kaum pria. 

Individualisation and Religion in Modernity

Berkat bakat dan keahliannya, Katherine mampu menembus batasan budaya patriarki dan menjadi ikon dalam mengubah pandangan dan perlakuan diskriminasi terhadap perempuan di lingkungan kerja. Setelah pencapaian tersebut, kesempatan kerja menjadi lebih mudah. Ia dipercaya untuk melakukan perhitungan dalam misi Apollo 11 ke Bulan dan pesawat ulang-alik. Atas terobosannya dalam bidang penjelajahan antariksa, NASA mendedikasikan gedung komputasi bernama Katherine G. Johnson sebagai bentuk penghormatan terhadapnya. 

Paul Stafford hanya terkurung dalam hukum dan sistem sosial patriarki tanpa berusaha untuk melibatkan empati dan moral dalam berperilaku. Tanpa usaha tersebut, Paul terbukti tidak dapat mengelola sistem kepemimpinan dalam mengembangkan otoritas yang lebih efektif, yaitu otoritas berbasis kemampuan. 

Berdasarkan analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa film Hidden Figures mengangkat isu kesenjangan gender dan ras di lingkungan kerja. Meskipun setting film digambarkan pada tahun 1960-an, nampaknya isu ini masih relevan dengan masa sekarang. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), per Februari 2020 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan lebih rendah daripada laki-laki dengan TPAK perempuan berjumlah 54,06% dan TPAK laki-laki berjumlah 55,50%. Rendahnya partisipasi perempuan tersebut dikarenakan diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi, baik mulai dari perekrutan, selama bekerja, maupun setelah bekerja. Salah satu bentuk diskriminasi perempuan tersebut adalah adanya kesenjangan gaji antara perempuan yang lebih rendah daripada laki-laki. Menurut data dari BPS, hingga Februari 2019 rata-rata upah buruh laki-laki sebesar Rp3,5 juta sedangkan rata-rata upah buruh perempuan sebesar Rp2,3 juta. Dan masih banyak bentuk diskriminasi terhadap perempuan di lingkungan kerja. Berbagai masalah tersebut akan menghambat kemajuan dan peningkatan peran serta partisipasi perempuan dalam ekonomi dan ketenagakerjaan. 

Solusi dalam Perspektif Islam

  1. Meningkatkan Ketaqwaan
    Dalam ajaran Islam, perlindungan dan pemberdayaan dalam pemenuhan hak perempuan merupakan sebuah bentuk ketakwaan. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran Surah Al-Hujurat ayat 49 yang menyatakan bahwa:
                                                    Sumber: quran.kemenag.go.id
    Ayat tersebut menjelaskan bahwa Islam menunjunjung tinggi keadilan, kesejajaran, dan menolak segala diskriminasi atas jenis kelamin. Islam menempatkan perempuan sama dengan laki-laki, yang diukur menurut Allah hanyalah tingkat kualitas taqwanya.
     
  2. Meningkatkan Pemaknaan Tauhid
    Pemaknaan tauhid yang sejati mengandung gagasan tentang pembebasan manusia dari segala bentuk perendahan (subordinasi), diskriminasi dan penindasan atas martabat manusia (dignity). Pada sisi lain, secara teologis hal ini menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang terhormat dengan konsekuensi keharusan manusia memandang sesamanya sebagai makhluk yang mandiri (bebas) dan dalam posisi yang sama, setara dan diperlakukan adil. Kesetaraan, kemandirian dan keadilan merupakan makna dari kata “taqwa” yang telah berulang kali diungkapkan baik di dalam al-Qur’an maupun di dalam hadis. ( Husein Muhammad, 2015).
  3. Fokus Dalam Pengembangan Diri Masing-Masing Insan
    Setiap manusia dianjurkan untuk berusaha dalam menjalani hidup, tidak berpangku tangan dan bermalas-malasan, karena apa yang diperoleh oleh manusia baik laki-laki maupun perempuan adalah karena usahanya sendiri. Jika bersungguh-sungguh Allah akan memberi ganjaran yang setimpal, tetapi jika sebaliknya, menjalani hidup hanya dengan berpangku tangan Allah pun akan memberi ganjaran sesuai yang mereka usahakan.Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran Surah An-Nisa ayat 32 yang menyatakan bahwa:
                                                      Sumber: quran.kemenag.go.idAyat tersebut menjelaskan bahwa jangan mengangan-angankan keistimewaan yang dimiliki seseorang atau jenis kelamin yang berbeda dengan jenis kelaminmu, karena keistimewaan yang ada pada dirinya itu adalah hasil dari usaha sendiri, baik dengan bekerja keras maupun karena fungsi yang diembannya dalam masyarakat.

Dengan demikian, pada prinsipnya Islam tidak melarang perempuan untuk bekerja dan tidak mendukung diskriminasi terhadap perempuan. Melainkan Islam mengajarkan bahwa ada hal yang lebih penting dari sekedar identitas gender dan ras, yaitu nilai tiap individu dalam kebermanfaatannya terhadap diri sendiri dan sesama serta ketaqwaan tiap insan kepada Allah SWT. 

Referensi:

Saleem, Maimoona, et al. "Business Ethics in Islam." The Dialogue, vol. 13, no. 3, 2018, p. 327.

Haider, S.N.A. 2015. “The Relationship between Emotional Intelligence and OCB: The Moderating Role of Islamic Work Ethic (IWE)”. ASEAN Journal of Psychiatry, Vol.16 No. 1.

Worthington, Lisa. "Progressive Islam and Women’s Religious Leadership: Analysing the Emergence of New Models of Shared Authority." Journal for the Academic Study of Religion 29, no. 2 (2016), 167-181. doi:10.1558/jasr.v29i2.30882.

Priherdityo, Endro. 19 Maret 2021. Review Film: Hidden Figures. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20210319190521-220-619802/review-film-hidden-figures. Diakses pada 10 April 2021. 

Kuapadangtimur. 25 Mei 2017. Islam dan Kesetaraan Gender: Hubungan Pengoptimalisasi Potensi Kaum Perempuan Indonesia Menurut Ajaran Islam. https://sumbar.kemenag.go.id/v2/post/2055/islam-dan-kesetaraan-gender-hubungan-pengoptimalisasi-potensi-kaum-perempuan-indonesia-menurut-ajaran-islam.html. Diakses pada 10 April 2021. 

https://www.quran.kemenag.go.id/


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
NRatriiffat

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format