Pursuit of Happyness: Gelandangan Menjadi Miliuner

Diangkat dari kisah nyata perjuangan seorang ayah bernama Chris Gardner yang berjuang dalam mencapai kesuksesan di karier dan kehidupan pribadinya.


1
1 point

Synopsis

The Pursuit of Happyness adalah film yang bergenre drama biografi yang dirilis pada 15 Desember 2006. Film ini terinspirasi dari kehidupan nyata Chris Gardner, seorang pengusaha kaya raya yang berjuang dari nol bersama anaknya yang bernama  Christopher Gardner sebelum sukses. Kisahnya berawal dari Chris Gardner dan istrinya Linda Gardner yang tinggal di apartemen kecil bersama satu putra mereka, Christopher. Di usia 30-an tahun, Chris malah menghabiskan seluruh tabungan keluarganya untuk membeli franchise scanner tulang portable yang berfungsi untuk memindai kepadatan tulang. Mesin tersebut memang lebih bagus daripada X-ray karena  mesin tersebut dapat menghasilkan gambar dua kali lebih tajam dari sinar x-ray. Namun sayangnya, saat Chris berjualan door to door untuk menawarkan mesin ini kepada dokter-dokter praktek atau pun ke rumah sakit yang ditemuinya, mereka menyatakan bahwa harga dari mesin tersebut terlalu mahal. Akibatnya, mesin tersebut sulit untuk dijual. Padahal, Chris memiliki target untuk menjual minimal dua mesin dalam satu bulan untuk hidupnya dan membayar semua tagihannya.

Di tengah jalan, keluarga tersebut semakin terpecah karena banyaknya masalah-masalah. Hal tersebut karena Chris tidak sanggup membayar sewa apartemen tersebut dan juga memenuhi kebutuhan keluarganya. Sementara itu, istrinya Linda juga sambil bekerja sebagai buruh di laundry hingga harus mengambil dua shift supaya mendapat uang tambahan. Tagihan-tagihan keluarga mereka semakin menumpuk hingga menyebabkan Linda menyerah dan memilih untuk pergi meninggalkan Chris. Awalnya, Linda ingin membawa Christopher putra mereka namun hal tersebut tidak jadi karena permintaan Chris. Setelah Linda pergi, kehidupan Chris semakin kacau karena dia diusir dari apartemen dan bahkan mobil satu-satunya terpaksa diderek oleh petugas karena telah mendapatkan banyak sekali tilang. Untuk menebus mobilnya paling tidak dia harus menjual mesin dagangannya. 

Hingga akhirnya suatu hari, Chris Gardner bertemu dengan seorang pria yang mengendarai mobil ferrari merah. Dia pun bertanya “hei apa yang kau lakukan dan bagaimana kau melakukannya sehingga kau bisa memiliki mobil tersebut”. Lalu pria itu menjawab “aku bekerja sebagai seorang pialang saham, kau harus pandai bermain dengan angka, dan pandai dalam berinteraksi dengan orang lain”. Dari situlah, Chris mulai berfokus untuk menjadi seorang pialang saham. Chris melamar pekerjaan ke berbagai tempat, dan akhirnya, dia pun mendapat tawaran magang tanpa dibayar di perusahaan pialang saham bernama Dean Witter Reynolds. Perusahaan tersebut menjanjikan pekerjaan untuk anggota magang yang terbaik. Sayangnya, selama masa magang tersebut, uang yang dimiliki Chris semakin menipis. Chris dan putranya Christopher pun akhirnya terpaksa diusir dari rumah sewa mereka yang menyebabkan, mereka berdua harus tinggal di rumah singgah. Namun sayangnya, untuk mendapatkan tempat tidur di sana, mereka harus mengantri terlebih dahulu. Kadang kala mereka juga tidak mendapatkan tempat tidur yang mengakibatkan mereka terpaksa harus menggelandang. Bahkan, Chris dan putranya sempat tidur di toilet stasiun kereta. 

Kemiskinan yang dialami oleh Chris inilah yang semakin memotivasi dirinya untuk menjadi peserta magang terbaik di perusahaan tersebut. Chris pun tidak menyerah begitu saja, dia tetap berusaha dan di akhir cerita Chris pun berhasil menjadi peserta magang terbaik dan dapat menjadi karyawan di sana. Kegigihannya dalam berusaha pun akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa dan beberapa tahun kemudian, Chris berhasil mendirikan perusahaan pialang sahamnya sendiri yang diberi nama Gardner Rich. Saat itu, dia berani untuk menjual sebagian sahamnya dan mendapat jutaan dolar dari penjualan tersebut. Hal tersebutlah yang akhirnya membuat Chris benar-benar sukses.

Ingin mengetahui kisah inspiratif Chris Gardner dalam film The Pursuit of Happyness lebih lanjut? Teman-teman bisa saksikan di video berikut atau di Netflix!

Critical thinking

Dalam perspektif Al-Qur'an, sebuah kegagalan adalah ujian dari Tuhan. Seseorang yang sedang diuji, tentu dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk menjalani hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Kegagalan dapat mengeluarkan sisi terbaik dari diri seseorang dan kegagalan juga dapat membuka kunci kekuatan seseorang yang tersembunyi. Karena itu, apapun bentuknya, ujian harus dilalui dengan ketenangan jiwa, kepasrahan, dan optimisme. Tidak ada orang yang berhasil tanpa melewati ujian. Sedangkan menurut Bill Gates kegagalan itu adalah guru yang paling baik. Ia sangat setuju pada pendapat mitra terdekatnya yakni Paul Allen, bahwa setiap kegagalan mengandung benih kesuksesan berikutnya, jika kita mau belajar dari kegagalan tersebut.

Berikut gambar yang dapat menggambarkan seseorang yang hanya memikirkan kegagalan tanpa berbuat sesuatu dan seseorang yang menjadikan kegagalan tersebut sebagai jalan menuju suatu kesuksesan:

Sumber: https://www.brilio.net/wow/10-gambar-ini-bakal-membuatmu-menghargai-perjuangan-menuju-sukses-200320f.html#

Dari gambar diatas kita dapat melihat bahwa ternyata, pengalaman hidup yang dijalankan oleh Chris Gardner dalam film The Pursuit of Happyness merupakan langkah untuk menjadi orang yang sukses dari sebuah kegagalan. Hal tersebut dapat kita lihat dari kegagalan Chris Gardner yang telah menghabiskan seluruh tabungan keluarganya untuk membeli franchise scanner tulang portable yang merupakan salah satu langkah atau jalan untuk mencapai kesuksesan. Hal yang dilakukan Chris Gardner untuk mencapai kesuksesannya yaitu:

1. Tidak menyerah dalam mengejar apa yang diinginkannya

Chris Gardner percaya bahwa kesuksesan itu hanya tergantung pada usahanya, bukan karena nasib atau keberuntungan. Dia mempunyai mimpi yang sudah disimpan dan pasti akan direalisasikan. Segala usaha dilakukannya walaupun banyak terjadi penolakan terutama dari istrinya yang melarang dia untuk menjadi seorang pialang saham. Tetapi Chris Gardner tidak menyerah begitu saja untuk menjadi apa yang diinginkannya.

2. Tetap sabar menjalani hidup meskipun di tengah kesulitan

Chris Gardner mengalami satu titik kehidupan yang sangat sulit, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya dia harus berjuang sangat keras. Tidak hanya itu saja, karena Chris juga kehilangan rumahnya, mobil, sewa motel, dan akhirnya dia tinggal di tempat penampungan tunawisma. Chris dan putranya bahkan pernah menghabiskan satu malam di toilet stasiun kereta bawah tanah. Walaupun Chris Gardner merasakan kepahitan hidup, namun dia tetap sabar menjalaninya.

3. Belajar dari kesuksesan orang lain

Chris Gardner belajar dari seorang pria yang keluar dari mobil ferrari merah. Dia pun bertanya kepada pria tersebut “hei apa yang kau lakukan dan bagaimana kau melakukannya sehingga kau bisa memiliki mobil tersebut”. Lalu pria itu menjawab “aku bekerja sebagai seorang pialang saham, kau harus pandai bermain dengan angka, dan pandai dalam berinteraksi dengan orang lain”. Dari situlah Chris belajar dari kesuksesan orang lain.

Itulah beberapa langkah yang dilakukan Chris Gardner yang membuat kegagalannya itu berubah menjadi sebuah kesuksesan bagi dirinya dan keluarganya. Dan perlu diingat bahwa kesuksesan itu tidak mudah untuk dapatkan karena membutuhkan usaha, kerja keras, bahkan pengorbanan. Kerja keras adalah tonggak utama dalam mencapai kesuksesan tanpa adanya kerja keras dan di imbangi dengan doa maka jangan berharap apapun bisa terjadi.

Analisis artikel “Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership (Eleftheria Egel and Louis W. Fry, 2017)”

Upaya pengembangan bisnis sangat membutuhkan penerapan kepemimpinan spiritual sebagai model kepemimpinan islam. Menurut Eleftheria Egel (2014) dalam jurnalnya yang berjudul “Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership” kepemimpinan Islam merupakan hubungan segitiga antara Tuhan, pemimpin, dan pengikutnya. Tuhan memberikan visi kepada para pemimpin dan membatasi kekuasaan mereka. Para pengikut bertanggung jawab kepada Tuhan atas perbuatan mereka dan berbagi tanggung jawab sebagai pemimpin. Kualitas kepemimpinan dalam hubungan ini adalah terkait dengan servanthood, stewardship, dan mutual consultation (Abeng, 1997; Ahsan et al., 2008).

Berdasarkan Konsep dari teori kepemimpinan spiritual diatas, kita dapat membandingkan karakteristik di antara 2 tokoh utama yang bertolak belakang dengan 3 unsur penunjang, yaitu vision (ihsan & falah), hope (iman & islam), dan altruistic love (rahmah) sebagai berikut:

Unsur Penunjang
Chris Gardner
Linda Gardner
Vision (Ihsan & Falah)
Chris Gardner bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang ia inginkan yaitu menjadi pialang saham dan membangun reputasi dirinya sampai ia berhasil lulus interview di perusahan pialang saham yang bernama Dean Witter Reynolds. Selain itu Chris Gardner juga ingin menjadi seorang ayah yang dikenal oleh anaknya. Karena Chris sendiri baru bertemu dan mengenal ayahnya saat usianya 28 tahun.
Linda Gardner sangat berharap suaminya Chris Gardner dapat menjual mesin scanner tulang portable untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga mereka dan dapat melunasi tagihan-tagihan yang sudah menumpuk. Bukan malah beralih profesi menjadi seorang pialang saham yang menurut Linda hal itu tidak akan tercapai dan membuang-buang waktu. Hal tersebut karena Linda tidak percaya pada kemampuan suaminya.
Hope (Iman & Islam)
Untuk mencapai tujuannya, Chris Gardner sangat bekerja keras untuk menjadi yang terbaik dalam magang di perusahaan pialang saham agar dapat menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Chris juga mengantar anaknya, Christoper ke sebuah tempat penitipan anak di kawasan Chinatown. Hal tersebut dilakukan Chris agar Christoper dapat mengenal sosok ayahnya.
Untuk mencapai tujuannya, Linda selalu mengingatkan suaminya Chris Gardner untuk dapat pulang kerumah tanpa membawa mesin scanner tulang portable agar dapat melunasi tagihan-tagihan yang sudah menumpuk. Linda juga bekerja sebagai buruh laundry untuk membantu masalah ekonomi keluarganya. Bahkan Linda mengambil dua shift di tempat ia bekerja.
Altruistic love (Rahmah)
Chris Gardner selalu sabar dalam menghadapi masalah-masalah yang menimpanya, berusaha tepat waktu saat akan bertemu seseorang, menghargai waktu orang lain, menjalankan perintah-perintah yang diberikan atasannya walaupun sedang sibuk, dan mampu menciptakan suasana yang harmonis dengan Christoper anaknya.
Linda Gardner tidak mampu melewati masalah-masalah ekonomi yang ada di keluarganya yang menyebabkannya meninggalkan Chris Gardner dan Christoper anaknya. Sehingga, dapat dikatakan bahwa Linda tidak mampu menciptakan hubungan yang harmonis dengan Chris Gardner dan Christoper anaknya.

Untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya Chris Gardner sangat bekerja keras untuk menjadi anggota magang yang terbaik di perusahan pialang saham yang bernama Dean Witter Reynolds agar dapat menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Tindakan yang dilakukan Chris Gardner ini sesuai dengan salah ayat Al-Qur'an yaitu:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Artinya:

“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Ra’d Ayat 11)


Analisis artikel “Islamic perspective on human resources (Shah Khan, 2016).”

Pengelolaan sumber daya manusia dalam islam selalu berpedoman pada aturan yang ada di dalam Al Quran dan Hadist. Islam mengedepankan dan menekankan prinsip kesejahteraan dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya manusianya. Dalam Al Quran sudah dijelaskan bahwa sumber daya manusia adalah sebuah potensi yang dapat dikembangkan untuk menjalankan tugasnya menjadi khalifah Allah SWT. Berdasarkan jurnal ini, kita dapat membandingkan karakteristik di antara 2 tokoh utama yang bertolak belakang sebagai berikut:

Kriteria
Chris Gardner
Linda Gardner
Consultation Principle
Chris Gardner selalu memberitahukan kepada istrinya Linda Gardner mengenai pendapatnya maupun kegiatan apa saja yang akan ia lakukan. Walaupun terkadang pendapat Chris ditolak oleh istrinya.  Hal tersebut terbukti dari sikap Linda yang tidak setuju jika suaminya Chris bekerja sebagai seorang pialang saham.
Linda Gardner juga menceritakan tentang tindakan yang akan dilakukannya kepada suaminya Chris Gardner. Walaupun Chris menolak pendapatnya tersebut, Linda tetap melakukannya. Hal tersebut terbukti dari sikap Linda yang tetap memilih untuk meninggalkan suaminya dan anaknya walaupun sudah dihalangi oleh suaminya Chris.
Integrity
Saat mesin scanner tulang portable yang Chris tawarkan tidak berfungsi dengan baik dan menyebabkan konsumennya menunda pembeliannya hingga mesin tersebut berfungsi kembali. Chris menerima, menyadari hal tersebut, dan berjanji untuk memperbaiki alat tersebut agar dapat berfungsi kembali.
Setelah kondisi rumah tangga mereka mulai tidak membaik Linda memilih untuk meninggalkan suami dan anaknya. Dari hal tersebut kita dapat melihat bahwa Linda tidak dapat menerima kesalahan atau tidak mengakui kesalahannya waktu itu saat dia dan suaminya menghabiskan seluruh tabungan keluarganya untuk membeli franchise scanner tulang portable yang menyebabkan kondisi ekonomi keluarga mereka memburuk.
Assigning Responsibilities
Chris Gardner memilih untuk mengerjakan tugasnya sendiri karena pada posisi ini Chris ditinggalkan istrinya sehingga dia harus mengerjakan urusannya dan anaknya sendiri. Dia membagi tugas untuk mengantarkan anaknya ke penitipan, magang, dan diselingi dengan menawarkan mesin scanner tulang portable.
Linda Gardner hanya fokus pada tugasnya yaitu bekerja menjadi buruh di laundry. Bahkan dia merasa terganggu dan tidak dapat meluangkan waktunya untuk menjemput dan mengantar anaknya ke tempat penitipan. Dia hanya sesekali saja menyempatkan untuk memasakkan anaknya atau mengantar jemput anaknya dari tempat penitipannya.

Setelah menonton dan menganalisa film The Pursuit of Happyness, kita dapat menarik kesimpulan bahwa dalam islam semua keputusan itu harus diambil melalui musyawarah. Hal tersebut dapat kita lihat dari Chris dan Linda yang menceritakan pendapat mereka. Hal yang mereka lakukan ini sesuai  dengan salah ayat Al-Qur'an yaitu:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

Artinya:

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (Ali-Imran Ayat 159)

Analisis artikel “Business Ethics in Islam (Saleem, Maimoona, Ayaz Khan, and Muhammad Saleem, 2018)”

Etika bisnis dalam Islam merupakan perilaku atau akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam menjalankan bisnis sehingga bisnis tersebut dapat berjalan dengan baik dan benar. Prinsip utama dalam etika berbisnis menurut pandangan islam adalah kejujuran. Kejujuran merupakan syarat fundamental dalam kegiatan bisnis. Prinsip utama dalam etika berbisnis menurut pandangan islam adalah kejujuran. Kejujuran merupakan syarat fundamental dalam kegiatan bisnis. Nilai-nilai Islam yang dimaksud bersumber pada salah ayat Al-Qur'an yaitu:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An Nisa Ayat 29)

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat Al-Qur'an tersebut adalah larangan penipuan dalam berbisnis. Jika dilihat dari film The Pursuit of Happyness, Chris Gardner tidak melakukan penipuan dalam bisnisnya. Karena dapat kita lihat bahwa Chris Gardner jujur atau memberikan secara jelas kekurangan atau kecacatan dari mesin yang ia tawarkan. Pada situasi saat itu mesin yang ditawarkan Chris Gardner tidak dapat berfungsi dengan baik. Walaupun sangat membutuhkan biaya untuk hidupnya Chris Gardner tidak berniatan untuk menipu. Akhirnya langkah yang dilakukan selanjutnya oleh Chris Gardner adalah memperbaiki mesin tersebut hingga dapat berfungsi lagi tanpa menipu orang lain. 

Problem Solving

Konflik yang terdapat dalam film The Pursuit of Happyness yaitu adanya masalah krisis ekonomi keluarga Chris Gardner yang menyebabkan keluarganya harus terpecah karena banyaknya tagihan-tagihan yang belum dilunasi. Selain itu Linda Gardner juga tidak dapat menerima kondisi seperti ini, dan memilih jalan keluar untuk meninggalkan suaminya dan anaknya. Maka, solusi dalam perspektif islam dari film The Pursuit of Happyness adalah sebagai berikut:

1. Sabar saat sedang ditimpa musibah

Diterangkan dalam salah satu ayat Al-Qur'an yaitu:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ * اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

Artinya:

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar (155), (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali) (156).” (Q.S Al-Baqarah Ayat 155-156)

Seharusnya Linda dapat bersabar dalam menerima cobaan ini seperti yang dilakukan oleh suaminya. Jika dalam masalah atau konflik ini Linda dapat bersabar maka keluarga mereka akan tetap utuh dan saling memperkuat satu sama lain untuk melewati masalah-masalah yang mereka hadapi. Sehingga nantinya mereka dapat keluar dari masalah tersebut dan menjadi orang sukses secara bersama-sama.

2. Mentaati suami

Diterangkan dalam salah satu ayat Al-Qur'an yaitu:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗوَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

Artinya:

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.” (QS. An Nisa Ayat 34)

Dari ayat di atas kita dapat mengetahui bahwa istri diwajibkan taat kepada suaminya. Tetapi jika suami memerintah kan untuk melakukan hal yang melanggar syariat islam, maka wajib hukumnya untuk menolak. Jika kita lihat dalam dalam film The Pursuit of Happyness Linda sebagai seorang istri kurang taat kepada Chris. Padahal perintah yang diberikan Chris ini tidak melanggar syariat islam. Hal tersebut dapat kita lihat dari penolakan Linda saat diperintahkan Chris untuk menjemput Christoper.

3. Tidak berlebihan saat berbelanja

Diterangkan dalam salah satu ayat Al-Qur'an yaitu:

وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

Artinya:

“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,” (QS al-Furqaan:67)

Dari ayat di atas kita dapat belajar bahwa membelanjakan harta yang berlebihan itu tidak baik. Tetapi jika terlalu sedikit juga tidak baik. Oleh karena itu, keduanya harus adil atau seimbang. Hal tersebut terjadi dalam konflik keluarga Chris dan Linda yang saat itu menghabiskan seluruh tabungan keluarganya untuk membeli franchise scanner tulang portable yang mengakibatkan kondisi ekonomi keluarga mereka memburuk. Jika Chris dan Linda tidak menghabiskan semua tabungannya untuk mesin itu pasti mereka masih memiliki tabungan untuk biaya keluarga mereka.

4. Saling mendukung 

Diterangkan dalam salah satu ayat Al-Qur'an yaitu:

وَذَكِّرْ فَاِنَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya:

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.” (QS. Adz Dzaariyaat Ayat 55)

Hal yang dapat kita ambil dari ayat diatas yaitu kita dianjurkan untuk selalu memperingati dan mendukung orang yang ada disekitar kita dalam hal kebaikan. Dalam kasus ini yaitu dalam keluarga Chris dan Linda yang harus saling mengingatkan dan mendung bukan malah sebaliknya. Karena jika mendapatkan dukungan dari keluarga atau bahkan pasangan pasti orang tersebut akan lebih bersemangat untuk melewati masalah-masalah yang sedang dihadapinya.

Penulis:

Milenia Mudillah 18/423473/EK/21797

Referensi:

Egel, Eleftheria & Fry, Louis. (2016). Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership. Public Integrity.

Shah, Khan. 2016. Qurtuba University of Science & Information Technology, Peshawar. "Islamic Perspective of Human Resource Management: Some Salient Features." The Dialogue Vol XI (I): (83-106)

Saleem, Maimoona, Ayaz Khan, and Muhammad Saleem. "Business Ethics in Islam." Dialogue (Pakistan) 13.3 (2018)

https://lifepal.co.id/media/pursuit-of-happiness-film-yang-ajari-kita-bangkit-dari-kebangkrutan/

https://www.youtube.com/watch?v=5xVuYhf8MvE

https://www.brilio.net/wow/10-gambar-ini-bakal-membuatmu-menghargai-perjuangan-menuju-sukses-200320f.html#


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format