Pusat Perbelanjaan (Mal) Siapkah Bertahan di Era New Normal?

Pusat perbelanjaan (mal) merupakan bisnis yang terkena dampak parah Pandemi Covid-19. Strategi apa yang akan diambil di Era Normal ini?


1
1 point

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luas bagi segala hal. Pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia sejak Maret 2020 memberi dampak besar bagi ekonomi di Tanah Air. Terutama pada sektor bisnis banyak yang akhirnya terpaksa gulung tikar karena tak bisa bertahan di tengah hantaman Pandemi Covid-19. Salah satu diantaranya adalah pusat perbelanjaan (mal) yang merupakan bisnis yang terkena dampak parah Pandemi Covid-19. Alasannya Bisnis pusat perbelanjaan (mal) membutuhkan kerumunan massa. Itu sebabnya pusat perbelanjaan (mal )termasuk sektor yang paling terdampak Pandemi Covid-19.

https://travel.tribunnews.com/2018/07/22/10-pusat-perbelanjaan-terbesar-di-dunia-surga-belanja-yang-tak-selesai-dikelilingi-dalam-sehari

Pusat Perbelanjaan (Mal) sebelum Pandemi Covid-19

Sebelum terjadinya Pandemi Covid-19, salah satu sektor riil yang cukup potensial adalah properti dan sektor pusat perbelanjaan (mal). Setidaknya dari data yang ada, sektor ini secara kapitalisasi pasar di tahun 2020 mencapai Rp251 triliun. Sebanding dengan 6% total kapitalisasi 9 sektor industri yang ada di Indonesia. Namun sayang akibat Pandemi Covid-19 kondisinya berubah dan kondisi bisnis retail masih tertolong dengan tingginya tingkat pertumbuhan transaksi yang berasal dari bisnis E-Commerce. 

Akan tetapi perkembangan pusat perbelanjaan (mal) sebelum Pandemi Covid-19, sudah terdampak dengan online shopping serta bisnis E-commerce. Akan tetapi, hal ini dengan cepat pusat perbelanjaan (mal) bisa beradaptasi menjadi tempat leisure, entertainment, dan culinary destination

Sebuah peristiwa memang selalu hadir dengan dua kondisi yaitu positif dan negatif. Seperti itu juga yang terjadi pada bisnis properti dan sektor pusat perbelanjaan (mal). 

Pusat Perbelanjaan (Mal) masa Pandemi Covid-19

Pusat perbelanjaan (mal) dalam pertama kalinya ditutup 3 bulan lebih dari April sampai pertengahan Juni tutup total atau terbuka terbatas, sesuai dengan aturan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yaitu Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta secara efektif dan selama pemberlakuan PSBB, sejumlah aktivitas perkantoran, tempat hiburan, termasuk pusat perbelanjaan akan ditutup untuk sementara waktu.

Dengan adanya Pandemi Covid-19, memang dampak negatif cukup terasa pada bisnis pusat perbelanjaan (mal).  Terlebih ketika pemerintah membuat kebijakan seperti : (1) Penerapan PSBB  (Pembatasan Sosial Berskala  Besar) (2) Konsep kerja dengan model Work From Home. Jelas kondisi bisnis pusat perbelanjaan makin terpuruk.

Buntut dari kedua kebijakan tersebut dan ditambah adanya Pandemi Covid-19 terlihat pada beberapa data sebagai berikut:

  1. Terjadinya penurunan cars traffic antara 10-15%
  2. Pertumbuhan shopper traffic pun mengalamai penurunan dari 10% menjadi tinggal 7%
  3. Terjadi penurunan tingkat hunian pusat perbelanjaan (mal) dari 10-11% secara rata-rata untuk pusat perbelanjaan (mal) yang ada di Indonesia.

Tidak  bisa di pungkiri, memang beberapa perubahan telah terjadi dalam bisnis retail modern yang ada di Indonesia.  Sebelum pandemi Covid-19 saja sebenarnya tren perubahan transaksi konsumen sudah  bergeser ke model transaksi business Ecommerce. Jadi ketika pandemi Covid-19 terjadi justru kondisi inilah yang makin membuat bisnis yang di lakukan dengan model business Ecommerce makin meningkat.

Beberapa hal yang mempengaruhi selain masalah pandemic Covid-19 adalah sebagai berikut:

  1. Terjadinya penurunan daya beli masyarakat/ konsumen secara langsung ke pusat perbelanjaan (mal);
  2. Terjadinya perubahan secara lingkungan dan inovasi dalam berbelanja;
  3. Adanya tren yang mempengaruhi bisnis secara Online vs bisnis secara Offline. Kesemua itu pada akhirnya memang membawa pengaruh pada model bisnis retail modern yang ada di Indonesia.

Secara infrastruktur  memang terjadinya perubahan tersebut yang berkaitan dengan pola tren belanja secara online di pengaruhi oleh kondisi makro ekonomi Indonesia.  

Bisa di katakan saat ini pengguna Internet di Indonesia menjadi urutan 6 besar di dunia mengalahkan Jepang dan Rusia yaitu jumlahnya berkisar 65% dari jumlah penduduk Indonesia 267 juta jiwa.  Pola atau model aktivitas masyarakatnya yang suka swafoto, online shopping, e-commerce, e-tailing, social media, serta penggunaan mobile device, gadget, laptop adalah sebagai bentuk dari perubahan tren yang mempengaruhi culture changes.

Oleh karena itulah, karena tujuannya adalah untuk memaksimalkan kepuasan kepada konsumen maka pada akhirnya semua channel bisnis mesti diaktifkan agar kepuasan konsumen bisa di capai. Caranya tentu saja bisa dengan menggunakan beberapa channel yang menghasilkan istilah seamless shopping experience dari mulai toko fisik standalone, SMS, email, website, aplikasi mobile device, media sosial, public messenger, geo-targeting, sampai dengan pusat-pusat perbelanjaan (mal).

Dengan melihat perubahan yang terjadi dalam bisnis retail modern yang ada di Indonesia itulah, maka saat ini dan kedepan bagi para pelaku bisnis dalam sektor retail modern perlu melakukan beberapa strategi baru.

Adapun strategi baru yang bisa dilakukan yaitu sebagai berikut:

  1. Melakukan pengubahan strategi bisnis pusat perbelanjaan (mal) dengan optimalisasi kekuatan pembeli (konsumen) yang bertransaksi secara online. Caranya dengan membuat satu platform  yang bernama Virtual Mall (integrasi dari bisnis secara online dan bisnis secara offline serta offline dan online).
  2. Perlunya bagi para pengelola pusat perbelanjaan (mal) melakukan restrukturisasi dalam konsep penataan databaseperbelanjaan (mal)untuk semua  hal. Terlebih nanti pada saatnya tiba, bisnis perbelanjaan (mal) harus melakukan konsep virtual mall untuk memaksimalkan potensi konsumen.
  3. Menjadi satu hal yang penting saat ini dan kedepan untuk pengelola perbelanjaan (mal) melakukan implementasi sistem IT. Hal ini  penting di lakukan agar bisa memaksimalkan fungsi dan keunggulan mall sebagai salah satu media promosi dan penjualan produk.

Beruntung pada saat covid 19, transaksi bisnis yang berjalan dengan model. bisnis E Commerce cukup tinggi. Sehingga bisa di katakan tahun 2020 adalah tahun emas bisnis e commerce di Indonesia.  Sekedar informasi saja di tahun 2014 menurut Euromonitor jumlah  transaksi  E Commerce di Indonesia sudah mencapai US$1,1 miliar.

Memang jika melihat performance bisnis Ecommerce  yang ada di Indonesia, sebanyak 40% masih disumbangkan oleh perdagangan informal atau perdagangan sosial. Dimana dari jumlah  yang ada saat itu dari data yang di kelola ternyata 99% pelaku bisnis yang bermain di sektor  bisnis  Ecommerce adalah dari pelaku usaha mikro. 

Dan yang lebih mengejutkan lagi setengah dari pemain yang ada hanya memiliki bisnis online  tidak memiliki gerai di mall atau pusat  belanja. Padahal kita semua tahu, angka ekonomi digital  yang ada di Indonesia setiap tahun meningkat. Saat ini saja Indonesia sudah merajai peringkat pertama di Asia  Tenggara dengan nilai US$27 miliar.

Menarik memang bicara soal  bisnis  Ecommerce yang ada di Indonesia. Dan bukan tidak mungkin dengan terjadinya pandemi Covid-19. Jika selama ini pemain  industri retail khususnya pemain E Commerce kebanyakan dari pelaku bisnis yang tidak memiliki gerai. 

Maka kedepan hal ini bisa terjadi perubahan, mengingat dengan tren belanja yang saat ini terjadi maka pemilik gerai di perbelanjaan (mal) akan memaksimalkan potensi bisnis E Commercenya untuk mendukung bisnis offlinenya  yang mereka pasarkan di beberapa mall.

Sekedar memahami apa sejatinya bisnis E Commerce kenapa saat ini menjadi  begitu menarik untuk di lakukan.  Kita bisa membagi bisnis ini dalam 3 bagian  besar :

  • Model Bisnis C2C ( Consumer to Consumer ) : Prinsipnya mudah dimana konsumen menjual produknya kepada konsumen lainnya. Sehingga terjadi transaksi penjualan dan pembelian diantara konsumen
  • Model Bisnis B2C ( Businees to Consumer) : Contoh mudah dari jenis transaksi ini adalah Toko atau Gerai n Online. Dimana pemilik bisnis menjual produknya secara online kepada konsumen atau masyarakat umum.
  • Model Bisnis B2B ( Business to Business ) : Konsep bisnis ini memang tidak memiliki ceruk pasar yang cukup besar. Karena konteks dari bisnis ini adalah produsen produk menjual    barangnya kepada perusahaan atau corporate. Sehingga yang terjadi adalah pebisnis melakukan transaksi dengan pebisnis lainnya.

sumber : barantum

                           sumber: barantum

Pusat Perbelanjaan (Mal) masa New Normal

Pengunjung mal akan dibatasi maksimal 35 persen dari kondisi normal, serta melakukan. Penyemprotan disinfektan secara berkala di pusat perbelanjaan (mal).

Dan untuk Kembali menggairakan aktivitas ekonomi pemerintah Kembali membuka pusat perbelanjaan (mal) dimasa transisi menuju new normal dengan menerapkan aturan baru yang dikeluarkan oleh Kementrian Perdagangan yaitu aturan kebiasaan baru di pusat perbelanjaan (mal), yaitu dengan membatasi jumlah pengunjung dengan hanya maksimal 35% dari kondisi normal serta jika ada orang yang sakit atau suhu tubug diatas 37 derajat celcius dilarang masuk. Selain itu jugaPengunjung dan pedagang pun wajib mengikuti protokol kesehatan. Misalnya, menggunakan masker dan jaga jarak 1,5 meter dengan orang lain. Selain itu, pihak pengelola pusat perbelanjaan (mal) perlu memisahkan pintu masuk dan keluar pengunjung untuk menghindari kerumunan serta melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Mal di jakarta

https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/5edd95c13eb35/pro-kontra-normal-baru-di-pusat-perbelanjaan.

Solusi untuk pusat perbelanjaan (mal) di Era New Normal

Nah dengan akan mulai di berlakukannya konsep Era New Normal, danperbelanjaan (mal)akan mulai beroperasi kembali. Maka ada beberapa hal yang mungkin bisa di jalankan strategi bisnis terbaru bagi para pemilik  bisnis yang ada di pusat perbelanjaan (mal) yaitu:

  • Ada baiknya melakukan inovasi bisnis dengan mengoptimalkan konsep bisnis  E commerce. Karena konsep ini bisa memaksimalkan bisnis offline yang di jalankan di pusat perbelanjaan (mal).
  • Strategi pengubahan manajemen mall atau pusat belanja dengan implementasi sistem IT. Salah satunya adalaha  teknologi   yang di kenal dengan nama CRM ( Customer Relationship Management). Teknologi ini dimasa Era New Normal sangat membantu pengelola pusat perbelanjaan (mal) dalam mengoptimalkan tidak saja sales dan penjual tetapi juga bisa memaksimalkan kerja dari semua divisi yang ada di pusat perbelanjaan (mal). Baik itu pengelola ataupun tenant yang ada di pusat perbelanjaan (mal).
  • Jika pengelola ingin mengimplementasikan  sistem CRM ( Customer Relationship Management), maka cara paling mudah dan cepat adalah mencoba merestrukturisasi sistem dan tata kelola manajemen data yang ada dahulu dengan menggunakan sistem CRM ( Customer Relationship Management). Baru setelah itu coba di kembangkan alur kerja yang ada. Karena bukan tidak mungkin kedepan sistem CRM ( Customer Relationship Management) ini bisa menjadi sistem yang melengkapi model bisnis pusat perbelanjaan (mal) yang bersifat online dan offline.
  • Mengubah konsep pusat perbelanjaan (mal) menjadi community center, yaitu bagaimana menciptakan banyak kegiatan yang tidak hanya belanja di dalam pusat perbelanjaan (mal), yaitu yang menimbulkan kebutuhan orang untuk melakukan interaksi di dalam pusat perbelanjaan (mal) itu sendiri. Dalam hal ini pusat perbelanjaan (mal) menyediakan fasilitas selain tempat belanja, baik itu fasilitas olahraga, atraksi wisata, atraksi seni, hingga tempat edukasi.
  • Pengelola pusat perbelanjaan (mal) juga harus segera bertransformasi secara digital dan online. Promosi, membership, hingga urusan administrasi dilakukan secara digital untuk bertahan.
  • Menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mengikuti aturan yang diberlakukan oleh Pemerintah.

Nama: Riva Selviani Harahap (42P20077- SEMBA 42 C- MMJKT)


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
rivaselviani

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format