The Social Network (2010), Kisah Kelam Berdirinya Facebook

Sebagai jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook merupakan sebuah penemuan bisnis yang revolusioner. Tapi, dalam perjalanannya, terdapat kisah kelam. Seperti apa?


9
1 share, 9 points

The Social Network merupakan film drama biografi yang disutradarai oleh David Fincher dan ditulis oleh Aaron Sorkin, bercerita tentang kisah berdirinya Facebook dan berbagai tuntutan hukum yang mengiringinya. The Social Network berhasil memenangkan tiga penghargaan Oscars, termasuk kategori Best Adapted Screenplay, dan digadang-gadang sebagai salah satu film terbaik di era 2010.

Trailer The Social Network (2010)

Sinopsis

Berawal dari rasa kekesalan setelah putus dengan pacarnya, mahasiswa Harvard bernama Mark Zuckerberg membuat sebuah situs iseng bernama Facemash yang me-ranking tingkat keatraktifan mahasiswa perempuan Harvard berdasarkan vote pengunjungnya. Situs Facemash kemudian menjadi viral di lingkup mahasiswa Harvard dan merusak server kampus. Perilaku Mark membuatnya dihukum, namun, aksi Mark justru menarik perhatian dari Cameron dan Tyler Winklevoss serta rekan bisnisnya, Divya Narendra. Mereka bertiga mengajak Mark untuk membangun sebuah situs bernama Harvard Connection, yakni situs eksklusif untuk mahasiswa Harvard yang ditujukan untuk berkoneksi dan berkencan sesama almamater.

Di saat bersamaan, terinspirasi dari aksi kenakalannya, Mark mengajak sahabatnya, Eduardo Saverin, untuk mendirikan situs jejaring sosial bernama Thefacebook. Eduardo pun memberikan sokongan dana sebesar $1.000 untuk membuat server. Kemudian, secara cepat, Thefacebook menjadi populer di kalangan mahasiswa Harvard. Hal ini menyebabkan si kembar Winklevoss dan Divya marah karena merasa ide mereka dicuri oleh Mark. Eskalasi kemarahan mereka bertambah karena waktu itu pula, proyek Harvard Connection terhenti.

Seiring dengan membesarnya Thefacebook ke kampus ivy league lainnya seperti Yale dan Stanford, Mark dan Eduardo bertemu dengan entrepreneur muda bernama Sean Parker. Setelah meeting bersama Sean, Sean tertarik dengan ide Thefacebook. Sean menyarankan agar namanya diubah menjadi ‘Facebook’ dan menyarankan agar kantor Facebook dipindah ke Palo Alto, California. Sementara Mark sibuk pindahan, Eduardo mengurus business development Facebook di New York. Setelah itu, Sean bergabung dengan Facebook dan berjanji untuk mengekspansi Facebook ke dua benua. Beberapa bulan kemudian, saat berlomba dayung perahu ke London, si kembar Winklevoss menemukan bahwa Facebook telah melebarkan sayap ke kampus elit Eropa, seperti Oxford dan Cambridge. Mereka bersama Divya pun menuntut Mark atas pencurian properti intelektual dan membawanya ke meja hijau.

Sementara itu, Eduardo merasa terganggu dengan kehadiran Sean yang seakan-akan mengambil alih hak keputusan bisnis Facebook. Di saat yang sama, Sean juga merasa bahwa Eduardo kurang terlibat dalam perkembangan bisnis Facebook. Karena terjadi konflik antara Mark, Sean, dan Eduardo, Eduardo pun membekukan rekening kantor. Akhirnya, konflik pun ‘terhenti’ sejak Eduardo diberitahu Mark bahwa Facebook telah mendapatkan sokongan dana sebesar $500.000 dari seorang angel investor. Namun, Eduardo ‘dijebak’ oleh kesepakatan yang memungkinkan kepemilikan sahamnya di Facebook terdilusi dari 34% menjadi 0,03%, dimana pemilik saham lainnya tetap mempertahankan persentase kepemilikannya. Selain itu, nama Eduardo sebagai salah satu co-founder juga dihapus dari masthead. Merasa ditipu dan dijebak, Eduardo pun marah besar, melabrak Mark dan Sean di kantor baru Facebook dan mengancam untuk menuntut mereka berdua. Ironisnya, beberapa saat kemudian, Sean ditangkap polisi karena ketahuan membawa kokain di sebuah pesta.

Beberapa tahun kemudian, Mark bersaksi dalam proses deposisi tuntutan hukum dari Winklevoss bersaudara dan Divya, juga dari Eduardo. Kemudian, seorang pengacara yang membantu Mark menyarankan agar Mark mengalah dan membayar tuntutan ganti rugi kepada keempat orang tersebut, karena apabila kasus ini diteruskan, juri persidangan akan tidak mendapatkan simpati kepada Mark. Setelah itu, Mark setuju untuk membayar ganti rugi sebesar $65 juta kepada Winklevoss bersaudara dan menandatangani non-disclosure agreement. Mark juga membayarkan ganti rugi kepada Eduardo dengan nominal yang tidak di-publish. Nama Eduardo pun dikembalikan ke masthead Facebook sebagai co-founder.

Adegan saat Eduardo Saverin melabrak Mark Zuckerberg di kantor Facebook. Adegan ini banyak dipuji oleh kritikus karena akting pemerannya luar biasa.



Karakter Utama & Permasalahannya

Dari film berdurasi dua jam ini, Mark Zuckerberg memiliki konflik terhadap lebih dari satu tokoh kontra. Bagaimana arc dari karakter-karakter yang terlibat dalam konflik utama di The Social Network? Yuk, simak dalam penjelasan di bawah.

Mark Zuckerberg

Sumber: imdb.com 

Mark Zuckerberg, tokoh utama dari The Social Network, adalah founder dari Facebook. Sebagai mahasiswa Harvard yang jenius dan cemerlang, Mark digambarkan sebagai orang yang sedikit arogan. Mark sangat terdorong oleh pengetahuan dan ambisi yang besar untuk mengembangkan Facebook. Terkadang, ambisinya mendorong menjadi menghalalkan segala cara dan berujung kepada pengambilan keputusan yang kurang bijak. Seperti contohnya, Mark menyingkirkan Eduardo Saverin dari Facebook karena termanipulasi oleh ambisi Sean Parker.

Eduardo Saverin

Sumber: imdb.com 

Eduardo Saverin adalah salah satu sahabat terdekat Mark Zuckerberg dan co-founder dari Facebook. Bersama dengan Mark, ia membangun Facebook dari awal. Eduardo kerap menjadi advisor Mark dalam merintis Facebook. Walaupun begitu, seiring kemajuan Facebook, Eduardo menjadi disingkirkan dan dikhianati oleh Mark karena dianggap kurang terlibat di Facebook. Eduardo pun menuntut Mark untuk mengembalikan kepemilikan saham dan statusnya sebagai co-founder Facebook. 

Winklevoss bersaudara & Divya Narendra

Sumber: medium.com 

Cameron & Tyler Winklevoss, saudara kembar identik, merupakan mahasiswa Harvard yang pintar dan berprestasi. Mereka merupakan atlet mendayung dan kerap mewakili Harvard untuk berlomba. Bersama dengan Divya Narendra, mereka memiliki ide untuk membangun jejaring sosial Harvard Connections, dan merekrut Mark Zuckerberg untuk menjalankan ide ini. Sebelum sempat mengeksekusi, ide mereka akhirnya ‘dicuri’ oleh Mark, dan mereka berusaha untuk menuntut Mark ke jalur hukum.

Sean Parker

Sumber: imdb.com 

Sean Parker adalah pendiri dari Napster, situs berbagi musik gratis yang sempat terkenal pada awal tahun 2000-an. Sean adalah orang pertama yang menyadari potensi besar dari Facebook, dan kemudian menjadi teman baik Mark. Sean kemudian memanipulasi Mark dalam setiap langkah bisnis Facebook, serta turut andil dalam menyingkirkan Eduardo Saverin karena dia tidak suka gaya manajerial Eduardo. Namun, Sean adalah pemuda yang problematik dan suka mencari masalah, yang dimana Mark menyadarinya di akhir film.



Analisis Teori Kepemimpinan Islami

Bentuk kepemimpinan Islami dalam berbisnis dan berorganisasi merupakan hal yang vital dan berdampak pada proses bisnis itu sendiri. Menurut jurnal Egel & Fry (2017), untuk menjalankan hal tersebut, maka diperlukan penerapan Islamic Leadership Model atau ILM agar seorang pemimpin dapat menjalankan fitrah Islami dalam kepemimpinannya. SLM atau Spiritual Leadership Model saja masih belum cukup. Dalam The Social Network, berdasarkan jurnal tersebut, penulis membandingkan kedua karakter yang berlawanan dalam gaya kepemimpinannya.


Konsep Spiritual Leadership

Mark Zuckerberg

Winklevoss bersaudara & Divya Narendra

Vision/Visi

Mark memiliki visi untuk membesarkan Facebook, menggunakan berbagai macam cara agar tujuannya tercapai. Mark memiliki tujuan yang jelas.

Tiga rekan bisnis ini memiliki tujuan untuk membuat wadah berkoneksi dan berkencan bagi mahasiswa kampus dengan membuat Harvard Connection. Namun, visi yang dimiliki masih belum begitu dapat dieksekusi, terlihat dari proyeknya yang terhambat. Mereka bertiga juga belum bisa menggaet Mark sampai-sampai Mark membuat bisnisnya sendiri dengan ide yang serupa.

Hope/Harapan

Mark memiliki keyakinan bahwa Facebook akan menjadi besar, dan ia akan melakukan apapun untuk mencapainya. Mark menganggap bahwa ide Facebook merupakan ide yang brilian, dan ia harus menjadikannya hal yang brilian pula.

Tiga rekan bisnis ini ingin menjadi terkenal dan mendapat reputasi dari proyek Harvard Connection. Hal ini terlihat dari bagaimana ambisi-ambisi mereka selalu terfokus kepada latar belakang keluarga yang terhormat dan memandang status.

Altruistic love/Welas kasih

Mark tidak menganggap welas kasih sebagai hal yang vital dalam kepemimpinannya. Hal ini terbukti dari bagaimana Mark hanya menggunakan orang lain untuk memenuhi ambisinya, yakni membuat Facebook menjadi besar. Ia dapat menyingkirkan siapa saja yang menurutnya tidak dapat dimanfaatkan lagi atau tidak sejalan lagi. Contoh nyatanya adalah Mark yang tidak merasa keberatan dalam menyingkirkan co-founder yang kebetulan adalah sahabatnya sendiri.

Tiga rekan bisnis ini menganggap satu sama lainnya sebagai teman, walaupun terkadang Winklevoss bersaudara masih menganggap Divya adalah rekan kerja yang asal bantu saja dan bersifat remeh. Hubungan mereka dengan Mark saat awal proyek Harvard Connection juga hanya sebatas partner bisnis, walaupun tidak seekstrem Mark.

Di dalam film ini, belum ada karakter yang menerapkan ILM dalam kepemimpinannya. Baik Mark Zuckerberg, Winklevoss bersaudara dan Divya Narendra, maupun Eduardo Saverin, semua masih menggunakan pendekatan kepemimpinan SLM. Walaupun semuanya tetap memandang nilai, tetapi mereka masih berfokus pada orientasi ambisi kesuksesan yang berpatokan kepada angka saja.  

Analisis Teori Etika Bisnis Islami

Dalam berbisnis, hendaknya kita sebagai pebisnis memperhatikan etika yang berlaku agar tidak melanggar moral. Dalam penerapannya, akan lebih berkah lagi apabila etika bisnis yang diterapkan sesuai dengan kaidah Islam. Dalam jurnal yang disusun oleh Saleem et al (2018), dijelaskan bagaimana etika bisnis dapat dipandang dan dikorelasikan dalam Islam. Dalam tabel berikut, penulis membandingkan kedua tokoh utama yang saling bertolak belakang dalam penerapan etika bisnis Islami.


Konsep Etika Bisnis Islami

Mark Zuckerberg

Eduardo Saverin

Teori Moral

Dalam film ini, Mark kerap kali bersinggungan dengan batas moral. Seperti contohnya, kasus alegasi pencurian hak kekayaan intelektual oleh Mark yang dilayangkan dari Winklevoss bersaudara. Walaupun ada alegasi ini, Mark bersikeras kalau algoritma jejaring sosial yang digunakan Facebook adalah rancangannya sendiri, dan tidak mencuri dari Winklevoss bersaudara. Mark masih dapat dikatakan mencuri ide Winklevoss bersaudara, menyebabkan terjadinya pelanggaran moral walaupun ini belum tentu. Kemudian, dalam pengaruh Sean, Mark sempat menyingkirkan Eduardo yang dianggap tidak membantu lagi dalam pengembangan bisnis Facebook. 

Eduardo, dalam pengembangan bisnis Facebook, dapat dikatakan menunjukkan perilaku moral Islami. Usahanya dalam mencari eksekutif calon investor di New York, walaupun tanpa ada hasil, merupakan bukti ketekunan Eduardo dalam merintis Facebook. Kemudian, Eduardo sangat suportif terhadap Mark dan segala idenya, walaupun ia masih memegang idealismenya. Eduardo juga berusaha untuk tetap jujur dan fair dalam berbisnis, seperti contohnya, saat layangan tuntutan dari Winklevoss bersaudara datang, ia bersikeras kepada Mark untuk segera menyelesaikannya agar tidak ada masalah kedepannya.

Equity & not equality

Mark masih menerapkan moral yang berdasarkan not equality. Ini terbukti dari upaya Mark menyingkirkan Eduardo dari Facebook dengan menjebaknya menandatangani dokumen yang dapat mengecilkan kepemilikan saham Eduardo. Mark tidak melihat upaya Eduardo saat awal Facebook merintis, hanya memandang perkembangan pesat Facebook yang terjadi belakangan. 

Eduardo memiliki penerapan moral yang berdasarkan equity, dilihat dari upayanya membesarkan Facebook secara fair. Dukungannya terhadap Mark juga dapat dikatakan perilaku yang serupa.

Analisis Teori Manajemen SDM Islami

Dalam menjalankan sebuah bisnis, pengelolaan sumber daya manusia atau human resource management (HRM) adalah proses berkelanjutan yang penting bagi bisnis supaya dapat berjalan lancar. Jurnal yang disusun oleh Khan (2016) memberikan perspektif Islami dalam pelaksanaan HRM. Berikut adalah perbandingan yang dilakukan oleh penulis terhadap dua karakter utama yang memiliki perbedaan dalam proses HRM islami.


Konsep HRM

Mark Zuckerberg

Sean Parker

Seleksi Karyawan

Saat awal merintis Facebook, Mark memilih sahabatnya sendiri sebagai rekan bisnisnya, dan melakukan closed recruitment dalam pemilihan karyawan awal. Hal ini menunjukkan bahwa Mark memilih rekan kerja berdasarkan hubungan non profesional dan bukan karena skill yang dimiliki. Namun, seiring kemajuannya, Mark mulai melakukan seleksi ketat dengan tugas yang cukup menantang bagi calon kandidat untuk mendapatkan karyawan dengan kemampuan terbaik. Akhirnya, Mark melakukan penerapan Islam dalam menyeleksi karyawan. 

Sebagai mantan entrepreneur, Sean telah memiliki pengalaman dalam menyeleksi karyawan. Saat bergabung dengan Facebook, Sean bersama Mark melakukan seleksi yang cukup ketat dan mendasarkan pemilihan kepada orang yang berkompeten. Seperti contohnya, pada tahun 2008, Facebook merekrut Sheryl Sandberg, mantan eksekutif Google, sebagai COO. Ini menunjukkan bahwa sedari awal, Sean telah menerapkan Islam dalam melakukan seleksi karyawan, berbeda dengan Mark.

Delegasi tugas

Saat awal merintis, Mark mendelegasikan seluruh urusan business development kepada Eduardo, termasuk pendanaan. Setelah Sean masuk dan menyingkirkan Eduardo, Mark mendelegasikan seluruh urusan business development kepada Sean. Fokus Mark adalah pengembangan software dan situs Facebook.

Sean mendelegasikan urusan pengembangan software dan situs kepada Mark. Sean, sebagai pengembang bisnis Facebook, kemudian mendelegasikan berbagai macam tugas kepada karyawan tetap maupun magang yang bekerja di Facebook secara jelas.

Upaya menghindari konflik kepentingan

Mark membangun Facebook bukan untuk kepentingan pribadinya (kekayaan, status). Walaupun Mark menjadi triliuner akibat Facebook, Mark bergerak hanya karena sadar akan potensi yang dimiliki oleh Facebook. Ia hanya ingin proyeknya menjadi besar dan sukses.

Sean ingin bergabung dengan Facebook karena ia melihat potensi Facebook yang bisa menjadi usaha dengan valuasi triliun. Melihat gaya hidupnya yang mewah dan bergelimang harta, tidak salah apabila diasumsikan bahwa Sean berusaha untuk meningkatkan kekayaan pribadinya dan status yang ia miliki dengan bergabung kepada Facebook. Hal ini menunjukkan bahwa Sean belum dapat mengesampingkan kepentingan pribadi.

Succession planning

Mark memiliki rencana yang ambisius, yakni membesarkan Facebook. Namun, idenya hanya terfokus kepada situs Facebook, dan ide pengembangan bisnisnya masih belum begitu tertata dengan matang sebelum Sean masuk ke Facebook. Mark hanya mengandalkan situs, membuatnya seperti going with the flow.

Sean sudah mengetahui rencana apa saja yang perlu dilakukan untuk membesarkan Facebook. Misalnya, saat Mark ingin ekspansi ke dua kampus, Sean langsung mengusulkan untuk ekspansi ke dua benua. Sean sadar akan potensi Facebook, yang menurut opini dia, muncul “once in a generation”. Sebagai mantan entrepreneur, ia sudah mengerti rencana dan strategi apa saja yang akan ia lakukan. Oleh karena itu, Sean telah menerapkan succession planning dalam pengembangan bisnis Facebook.

Analisis dari Perspektif Islam

Setelah menganalisis dari teori, bagaimana permasalahan yang terjadi di The Social Network apabila dilihat dari perspektif Islam?

Mark telah meninggalkan amanah kepada rekan bisnisnya

Mark Zuckerberg menyingkirkan Eduardo Saverin, co-founder Facebook, dengan sewenang-wenang. Mark juga meninggalkan proyeknya bersama Winklevoss bersaudara dan Divya tanpa kabar, meninggalkan amanahnya. Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam. Seperti dalam Surat an-Nisa (58),

۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Berdasarkan penggalan ayat tersebut, amanah yang telah diberikan kepada kita sebaiknya jangan dilanggar. Kita harus selalu bersikap adil dan menjalankan amanah dengan benar, terutama kepada rekan bisnis yang dimana mereka telah menaruh kepercayaan kepada kita.

Pencurian hak intelektual orang lain

Ide Winklevoss bersaudara dan Divya merupakan ide yang sebenarnya mirip dengan Facebook, dan memang kebetulan Mark mendirikan Facebook setelah ia meninggalkan amanahnya di proyek Harvard Connection. Tidak heran apabila Mark dituduh telah mencuri properti intelektual orang lain. Perilaku ini bertentangan dengan apa yang tersadur di an-Nisa (29):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Berdasarkan penggalan tersebut, kita sebaiknya tidak memakan harta (atau hak) orang lain secara batil. Mark mengambil ide tanpa seizin Winklevoss bersaudara, yang dimana hal ini tidak boleh dilakukan.

Berbuat zalim kepada orang lain demi ambisi

Dari hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Perilaku dzalim merupakan perilaku yang dilarang dalam ajaran Islam. Dalam konteksnya sebagai ambisi semata, tidak boleh kita berperilaku jahat dan aniaya untuk mencapai tujuan yang diincar.



Solusi Dari Perspektif Islami

Di dalam setiap peristiwa, hendaknya ada hikmah yang dapat diambil. Akan ada pembelajaran bagi orang lain untuk memastikan hal serupa tidak terulang kembali. The Social Network membagikan kisah yang hendaknya dapat menjadi sebuah pembelajaran bagi setiap penontonnya. Berikut adalah hikmah dan solusi yang dapat dipetik dari film tersebut berdasarkan pandangan Islam.

Jangan khianati nilai dari pertemanan

Pertemanan merupakan sebuah hal bernilai yang harus dijaga. Jangan sampai gara-gara ambisi semata, kita menjatuhkan dan berperilaku jahat terhadap teman sendiri. Seperti disadur dari Al-Quran surat Fussilat (34):

‎وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.”

Menjadi ambisius memang baik, namun kita tetap perlu berperilaku baik

Sebagai pebisnis, kita memang harus memiliki tujuan dan visi yang jelas. Kerap kali, hal itu memunculkan ambisi. Ambisi merupakan hal yang bagus, namun, dalam pelaksanaannya, kita tetap harus mempunyai hati dan berperilaku baik.  Seperti disadur dari Al-Quran surat al-Qasas (77):

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Jangan menjadi arogan dan selalu bersikap tawadhu’

Sebagai umat Muslim, kita harus selalu tawadhu’ dan bersikap rendah hati. Kita tidak boleh menjadi arogan agar kita tidak termakan oleh ego yang muncul dari sikap tersebut. Seperti disadur dari Al-Quran surat an-Nahl (49):

وَلِلّٰهِ يَسۡجُدُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ مِنۡ دَآبَّةٍ وَّالۡمَلٰۤٮِٕكَةُ وَهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ

Dan segala apa yang ada di langit dan di bumi hanya bersujud kepada Allah yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan (juga) para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.

Hendaknya kisah dari The Social Network dapat memberikan hikmah. Semoga Allah SWT selalu memberikan kelancaran dan rezeki-Nya dalam segala hal yang kita lakukan.



Penyusun

Aditra Ananto Purnawan

18/426612/EK/21943


Referensi

Egel, Eleftheria, and Louis W. Fry. “Spiritual leadership as a model for Islamic leadership.” Public Integrity (2017).

Khan, S. "Human Resource Management: An Islamic Perspective". International Journal of Islamic Business & Management (2016)

Saleem, Maimoona, Ayaz Khan, and Muhammad Saleem. “Business Ethics in Islam.” Dialogue (Pakistan) (2018).

The Social Network (2010) - IMDb

The Social Network - Analysis - Dramatica

'The Social Network': 13 Lessons Entrepreneurs Can Take Away | HuffPost Life



  1. Ada berapa nominasi Oscars yang diperoleh The Social Network?

    1. 3
    2. 5
    3. 8
    4. 10
    Correct!
    Wrong!

Created on
  1. Quiz result

    You scored
    Correct!
    Share Your Result

Like it? Share with your friends!

9
1 share, 9 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
7
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
2
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format