Menilik Aspek Manajerial dari Tokoh Seo Dal-Mi dan Won Sang Soo dalam Serial Drama Start-Up

Perbandingan Four Tasks Management, Managerial Roles dan Behavioral Management Theory pada Tokoh Seo Dal-Mi dan Won Sang-Soo sebagai CEO Perusahaan


0

Sinopsis

            Start-Up merupakan serial televisi Korea yang mulai ditayangkan pada Oktober 2020 lalu, yang menceritakan tentang beberapa perusahaan rintisan yang berusaha membangun usaha nya menjadi besar dan mampu bersaing di pasar. Drama ini dimulai dengan pertemuan antara Seo Dal-Mi, Nam Do-San, dan Won In-Jae yang masuk dalam naungan SandBox dalam memulai perusahaan rintisan. SandBox adalah sebuah organisasi sebagai wadah perusahaan rintisan yang mana setiap tahunnya mengadakan sebuah program inkubasi bisnis untuk dijadikan perusahaan rintisan yang sukses. SandBox ini seperti Silicon Valley yang ada di Amerika Serikat.Terdapat banyak sekali jenis perusahan yang bersaing di sana. Di Episode 13, 14 dan 15 diceritakan tentang persaingan dua perusahaan yaitu, persaingan antara perusahaan rintisan Cheongmyeong Company yang dipimpin oleh Seo Dal Mi dan perusahaan besar Morning Group yang dipimpin oleh Won Sang Soo. Kedua perusahaan ini bersaing dalam bidang teknologi, yaitu menciptakan mobil yang dapat melakukan kemudi otomatis.

Seo Dal-Mi

         Seo Dal-Mi, yang hanya berlatar belakang pendidikan lulusan sekolah dan tidak berkuliah, berasal dari keluarga broken home, ayah dan ibu nya berpisah saat ia dan kakak nya masih bersekolah. Dal Mi kemudian tinggal dengan ayahnya dan hidup sederhana, dengan keseharian nya bersekolah serta membantu ayahnya untuk memasarkan suatu produk melalui brosur yang dimana produk nya berupa sebuah aplikasi yang dapat mempermudah untuk pemesanan makanan secara online. Dengan keseharian nya yang dilakukan bersama ayahnya, Dal Mi pun memiliki daya juang yang tinggi serta pemikiran yang kreatif. Setelah ayahnya meninggal, Dal Mi tinggal bersama nenek nya dan membantu nenek nya berjualan sembari kerja sampingan. Alhasil karena riwayat pendidikan Dal Mi yang hanya lulusan sekolah saja, maka Dal Mi tidak pernah diangkat menjadi karyawan tetap dalam perusahaan walaupun kinerja yang ia lakukan sangat baik. 

                Dal Mi bertekad untuk membuat perusahaan nya sendiri dengan merintis nya dari nol. Dal Mi kemudian mengikuti suatu acara yang diselenggarakan oleh Sand Box yaitu perusahaan tempat dimana semua perusahaan rintisan / Startup memulai karir nya. Dal Mi pun berhasil menjadi CEO dari sebuah perusahaan yang bernama Samsan Tech yang terdiri dari 3 orang yaitu Nam Do San, Lee Chul San, dan Kim Yong San yang ketiganya merupakan CTO (Chief Technology Officer) perusahaan serta merekrut satu orang lagi yaitu Jung Sa Ha sebagai seorang desainer. 

               Perjalanan startup mereka pun dimulai, sampai pada akhir nya Samsan Tech memenangkan sebuah kompetisi di Sand Box dan berhasil menarik investor ke perusahaan nya, salah satunya yaitu Alex Kwon, seorang pengusaha perusahaan 2STO di Amerika. Alex Kwon ingin berinvestasi di Samsan Tech, tetapi dengan syarat ia mengambil 3 orang CTO Samsan Tech yaitu Nam Do San, Lee Chul San, dan Kim Yong San untuk dikontrak selama 3 tahun di Amerika. Persyaratan tersebut akhirnya membubarkan Samsan Tech karena kehilangan CTO nya. Dal Mi pun berhenti menjadi CEO Samsan Tech dan bergabung dengan perusahaan kakaknya (Won In Jae) yaitu In Jae Company. Dal Mi menjadi COO (Chief Operating Officer) di In Jae Company. Seiring berjalannya waktu, In Jae Company berkembang sangat pesat dan memiliki kinerja yang baik. In Jae Company memutuskan untuk memecahkan perusahaan dan mendirikan Cheongmyeong Company sebagai bisnis baru. Akhirnya, Seo Dal Mi menjadi CEO di Cheongmyeong Company.  Cheongmyeong Company adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang kemudi otomatis dengan produk yang mereka namakan “Tarzan”.

Won Sang Soo

           Won Sang Soo adalah CEO perusahaan besar yaitu Morning Group sekaligus anak dari Won Doo Jang pemilik dari perusahaan tersebut. Sebelumnya, Morning Group dipimpin oleh Won In Jae. Won In Jae adalah kakak kandung Seo Dal Mi sekaligus saudara tiri Won Sang Soo. Hal ini terjadi, karena ibu Seo Dal Mi dan Won In Jae menikah dengan Won Doo Jang setelah berpisah dengan ayah Seo Dal Mi dan Won In Jae. Saat Won In Jae menjadi CEO dari Morning Group, Won Sang Soo hanya menjadi asistennya. Melihat perkembangan perusahaan yang bagus dalam pimpinan Won In Jae, pada saat puncak kejayaan Morning Group, Won Doo Jang pun berusaha menyingkirkan Won In Jae (anak tirinya) dan berusaha menjadikan anak kandungnya Won Sang Soo sebagai CEO. Hal ini menjadikan Won In Jae kesal dan memutuskan untuk keluar dari Morning Group dan membuat perusahaan sendiri. Akhirnya Won In Jae memutuskan untuk masuk ke SandBox untuk memulai perusahaan rintisan dengan nama perusahaan In Jae Company. 

              Kejadian ini pun menjadikan adanya persaingan yang ketat antara Morning Group dan In Jae Company. Hal ini sangat terlihat dalam bidang kemudi otomatis Morning Group dengan Cheongmyeong Company yang merupakan anak perusahaan dari In Jae Company. Dalam proyek kemudi otomatis ini Won Sang Soo berlaku licik dengan bekerjasama dengan CTO Cheongmyeong Company yaitu Sin Hyeon dan Sin Jeong untuk melakukan peretasan data dan akhirnya mengambil Sin Hyeon dan Sin Jeong sebagai CTO Morning Group dalam kemudi otomatis.

Perbedaan Karakter Seo Dal-Mi (CEO Cheongmyeong Company) dan Won Sang Soo (CEO Morning Group) 

         Menurut Jones dan George (2020), seorang manajer perlu melakukan Four Tasks of Management berupa Planning, Organizing, Leading dan Controlling agar mendapatkan kinerja yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. 

Dalam drama Start-Up ini, Seo Dal-Mi dan Won Sang Soo memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam memimpin perusahaan mereka masing-masing, berikut perbedaan kedua karakter dalam Four Tasks of Management: 

Four Tasks of Management

Seo Dal-Mi

Won Sang Soo

Planning

Seo Dal-Mi memiliki perencanaan yang begitu matang dan tekad yang kuat. Hal ini terlihat dari perencanaan pembuatan kemudi otomatis yang dibuat sebelum Cheongmyeong Company berdiri

Dalam perencanaan, Won Sang Soo masih sangat kurang. Hal ini terjadi karena pembuatan kemudi otomatis ini dilakukan akibat ingin mengalahkan Cheongmyeong Company, maka Morning Group membuatnya juga. Sehingga pada dasarnya belum ada perencanaan akan hal ini.

Organizing

Seo Dal-Mi melakukan Organizing yang baik. Hal ini terlihat dari sistem kerja dan struktur organisasi yang baik dan lengkap.

Won Sang Soo belum melakukan organizing dengan baik. Hal ini terlihat dari struktur organisasi yang kurang lengkap yaitu programer. Won Sang Soo merekrut programer mendekati deadline waktu.

Leading

Seo Dal-Mi memiliki kemampuan leadership yang baik. Hal ini terlihat dari cara Seo Dal-Mi mengkoordinasi para anggotanya yang selalu melibatkan mereka dalam segala proses, sehingga mereka sangat mengerti akan misi dan visi perusahaan. Dal-Mi memimpin perusahaan tidak semata-mata hanya dengan memerintah, tetapi juga mendengarkan pendapat dari para anggota nya.

Won Sang Soo memiliki kemampuan memimpin perusahaan nya dengan kurang baik, hal ini dapat dilihat dari cara dia menyampaikan job desc kepada anggota nya. Won Sang Soo juga kurang teliti dan cepat merasa puas, alhasil dia tidak bisa mengarahkan para programer nya untuk bekerja lebih teliti agar tidak melewatkan hal yang sangat penting. 

Controlling

 Dengan pengalaman yang Seo Dal-Mi dapatkan pada saat ia masih di Samsan Tech, Dal-Mi memiliki kontrol yang sangat bagus terhadap Cheongmyeong, hal ini terlihat juga saat data dari perusahaan Cheongmyeong diretas dan mau dipublikasikan oleh media, Dal-Mi mampu membalikan keadaan dengan mencari siapa pelaku dari peretasan tersebut.

Won Sang Soo memiliki kontrol penuh terhadap perusahaan nya, namun bukan berdasarkan pengalaman yang dia dapat, tetapi karena dia anak dari Won Doo Jang. Sang Soo terkadang masih kesulitan dan mudah tertekan dalam situasi tertentu.

         Selanjutnya, berkaitan dengan Managerial Roles. Menurut Mintzberg, seorang profesor dari McGill University, ia mengatakan dalam riset nya bahwa terdapat 3 type of role dari seorang manajer. 

Berdasarkan gambar diatas, tiga tipe dari Managerial Roles itu adalah decisional, interpersonal, dan informational, yang mana dari setiap tipe itu memiliki spesifikasi masing-masing. Untuk menjelaskan 3 tipe managerial roles dalam tokoh Seo Dal-Mi dan Won Sang Soo dalam drama ini, dijelaskan dalam tabel berikut:

Type of Role

Seo Dal-Mi

Wong Sang Soo

Decisional

Setelah gagal saat menjadi CEO Samsan Tech, Seo Dal- Mi mengerti dan memahami bagaimana dunia bisnis. Dalam peranan sebagai pengambil keputusan, di aspek Entrepreneur terlihat dari ide dan gagasan kreatif yang menjadi inovasi baru. Untuk aspek Disturbance Handler terlihat pada tindakan yang diambil Dal-Mi saat terjadi peretasan data. Sedangkan untuk Resource Allocator terlihat saat CTO perusahaan mengeluarkan diri secara tiba-tiba, sehingga Dal-Mi harus mencari pengganti dengan waktu yang sangat singkat. Dan yang terakhir adalah negotiator, aspek ini terlihat dari cara Dal-Mi bernegosiasi dengan In  Jae dalam melakukan proyek kemudi otomatis ini.

Wong Sang Soo cukup mengetahui tentang dunia bisnis karena dia merupakan anak dari pemilik perusahaan besar yang sukses. namun dalam segi entrepreneur Sang Soo kurang kreatif dalam mencari dan mengemukakan ide dan gagasan nya. Dia hanya mengikuti arahan ayahnya yang ingin bersaing dengan Cheongmyeong Company dalam kemudi otomatis. Sedangkan dari segi Disturbance handler, Sang Soo juga masih belum bisa mengambil keputusan nya sendiri untuk kebaikan perusahaan yang dia pegang. Sang Soo terkadang hanya menurut saja dengan apa yang dikatakan bawahan nya, terutama programer nya. Selanjutnya dari segi Resource Allocator, Sang Soo masih kekurangan programer untuk perusahaan nya, jadi dia menarik programer yang keluar dari Cheongmyeong Company. Dalam hal Negotiator Sang Soo memiliki pemikiran yang licik, hal tersebut dapat dilihat saat dia ingin menjatuhkan Cheongmyeong Company dengan cara menyewa satu media untuk meliput kasus tentang peretasan di perusahaan saingan nya itu.

Interpersonal

Seo Dal-Mi adalah seseorang yang cerdas, kreatif, inovatif, optimis dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Selain itu, pengalaman manajerial Seo Dal-Mi sebagai CEO sebelumnya juga mendukung Seo Dal-Mi untuk menjadi CEO yang handal di Cheongmyeong Company

Dalam hal manajerial sebenarnya Won Sang Soo sangat kurang. Hal ini terjadi karena ia menjadi CEO bukan karena kemampuannya melainkan karena ia anak dari Won Do Jang. Selain itu, ia juga kurang berpengalaman dan proyek kemudi otomatis ini hanya didasari atas dendam. 

Informational

Seo Dal-Mi memiliki peranan Informasional yang baik. Dalam Peran monitor, hal ini terlihat dari informasi dan pengetahuan Dal-Mi mengenai ide kemudi otomatis yang ia miliki. Dalam hal Disseminator terlihat pada berhasilnya Dal-Mi menyampaikan idenya ke para anggotanya. Sedangkan untuk Spokesperson, terlihat dari cara penyampaian Dal-Mi ke eksternal perusahaan yaitu tender dan juga media berupa iklan.

Won Sang Soo memiliki kemampuan yang sedikit dalam hal monitoring pekerjanya untuk meningkatkan performa perusahaan nya. Dari segi Disseminator, Sang Soo juga tidak terlalu detail menyampaikan ide-idenya kepada bawahan nya. Kemampuan Spokesperson dari Sang Soo tidak terlalu mencolok di serial tv ini, karena memang perusahaan nya sudah di cover oleh perusahaan ayahnya.

        Seiring berkembang nya zaman, teori-teori tentang manajemen pun mengalami beberapa perubahan.

Bila kita ambil acuan salah satu teori tentang management yaitu Behavioral management theory yang menjelaskan tentang bagaimana seharusnya seorang manajer berperilaku untuk memotivasi karyawan nya dan mendorong mereka untuk bekerja dengan tekun dan maksimal untuk mencapai tujuan dari suatu perusahaan, kita dapat melihat perbedaan yang sangat signifikan dari Seo Dal-Mi dan Won Sang Soo. Berikut perbedaan dari keduanya ditinjau dari Behavioral management theory,

Management Thought

Seo Dal-Mi

Won Sang Soo

Behavioral Management Theory

Perilaku Seo Dal-Mi sebagai seorang pimpinan di Cheongmyeong Company memberikan contoh yang sangat baik kepada para karyawan nya. Dal-Mi tidak hanya memerintah karyawan nya saja, namun ikut andil dalam hal memberikan masukan dan kritik yang membangun untuk tujuan perusahaan. Sebagai salah satu contoh saat Cheongmyeong Company ingin mengikuti pameran besar mengenai Artificial Intelligence, saat itu para karyawan Dal-Mi hampir tidak ada yang optimis bisa memenangkan pameran tersebut, namun Dal-Mi sebagai pemimpin tetap optimis mengikuti nya, walaupun kedepannya bisa memungkinkan ada nya kegagalan, tetapi Dal-Mi bisa menjadikan kegagalan tersebut menjadi pelajaran untuk kedepannya 

Won Sang Soo sebagai pimpinan di Morning Group tidak dapat memberikan contoh yang baik untuk para karyawan nya. Tujuan yang ingin dicapai pun bukan untuk keberlangsungan perusahaan nya, tetapi didasarkan hanya untuk dapat menyaingi Cheongmyeong Company dalam teknologi kemudi otomatis. Sang Soo juga tidak dapat mengambil keputusan dengan baik, dengan maksud untuk mengalahkan saingan nya, Sang Soo malah berlaku licik dan curang terhadap saingannya. 

Solusi

       Berdasarkan penjabaran dari perbedaan kepemimpinan dari 2 karakter di atas, berikut solusi dalam hal four tasks of management yang seharusnya dilakukan kepada 2 karakter tersebut agar dapat memimpin perusahaan nya dengan lebih baik lagi. 

Four Tasks of Management

Seo Dal-Mi

Won Sang Soo

Planning

Perencanaan yang dilakukan Seo Dal-Mi sudah bagus, namun dikarenakan pendidikan Dal-Mi yang tidak tinggi terkadang ide-ide random yang disampaikan oleh Dal-Mi agak sedikit kurang masuk akal bahkan seperti hanya asal bicara saja dan membuat para karyawan nya bingung. Sebaiknya penyampaian ide-ide tersebut bisa disampaikan dengan lebih baik lagi dan lebih realistis. 

Sebaiknya Wong Sang Soo melakukan perencanaan dengan didasarkan atas tujuan dari perusahaan yang ia pimpin, tidak semata-mata karena hanya ingin mengalahkan Cheongmyeong Company

Organizing

Seperti yang dijelaskan diatas, organizing dari Seo Dal-Mi terhadap perusahaan nya sudah sangat bagus, dia bisa mengatur semua karyawan perusahaan nya dalam bidang nya masing-masing.

Seharusnya Wong Sang Soo bisa melakukan organizing dengan lebih baik, Sang Soo bisa melakukan rekrutmen terlebih dahulu untuk mengisi posisi programer yang masih kosong di perusahaan nya saat itu, baru setelah itu mulai mengerjakan produk yang sedang ia buat

Leading

Seo Dal-Mi melakukan leading sudah sangat tepat, dengan memberikan perintah yang tidak seperti memerintah, sehingga karyawan nya dapat menyampaikan pendapat nya dengan leluasa.

Sebaiknya Won Sang Soo memimpin perusahaan nya dengan cara lebih mengenal dan berbaur dengan karyawan nya, agar dapat mengetahui secara langsung kinerja dari para karyawan nya serta menyampaikan job desc dengan baik.

Controlling

Controlling Dal-Mi terhadap perusahaan nya sudah baik, dalam situasi tertekan pun ia bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Sebaik nya Won Sang Soo mengontrol perusahaan nya lebih didasarkan lagi dengan pengalaman yang ia punya, tidak semata-mata hanya karena ia yang memegang perusahaan. Seharusnya Sang Soo dapat berkonsultasi kepada ayahnya atau mencari mentor agar dapat memimpin perusahaan nya dengan lebih baik lagi 

Selanjut nya solusi yang dapat diberikan kepada 2 karakter di atas dari segi 3 type of role dari seorang manajer menurut Mintzberg adalah sebagai berikut.

Type of Role

Seo Dal-Mi

Won Sang Soo

Decisional

Sebenarnya Dal-Mi sedikit membuat kesalahan karena dengan sifat nya yang loyal terhadap para karyawan nya, Cheongmyeong Company akhir nya diretas dan pelaku nya adalah programer nya sendiri, namun Dal-Mi akhirnya mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi hal tersebut, dan programer yang melakukan peretasan tersebut keluar dari Cheongmyeong Company

Sebaiknya Won Sang Soo memperbanyak melakukan riset dan mencari referensi dalam bidang artificial intelligence, tidak hanya dengan mengikuti arahan dari ayah nya saja, maka dari itu dengan melakukan riset yang lebih, ia dapat mengeluarkan ide dan gagasan yang lebih baik lagi.

Interpersonal

Walaupun peranan interpersonal Seo Dal-Mi sudah baik. Seo Dal-Mi tetap perlu untuk terus belajar untuk mengupgrade informasi yang terus berubah seiring berjalannya waktu. Karena pada era global ini bertahan saja tidak cukup, perlu berkembang dan terus tumbuh.

Sebelum menjadi CEO, seharusnya Won Sang Soo telah menguasai informasi-informasi yang berkaitan dengan manajerial. Sebenarnya Won Sang Soo memiliki peluang yang besar untuk menjadi CEO yang baik, karena ia telah memasuki dunia bisnis lebih dulu daripada Seo Dal-Mi. Maka dari itu, alangkah baiknya apabila Won Sang Soo meningkatkan keinginannya untuk belajar lebih dalam demi keberlangsungan perusahaan. Walaupun perusahaan sudah besar, apabila CEO tidak kreatif dan inovatif maka akan tergerus oleh zaman dan dikalahkan oleh pesaing.

Informational

Seo Dal-Mi sudah cukup baik dalam peranan Informational. Perlu dipertahankan dan terus berkembang mengikuti zaman untuk dapat bertahan, untuk itu Seo Dal-Mi harus lebih aware terhadap segala kondisi baik di dalam ataupun di luar perusahaan.

Kurangnya pengetahuan dan informasi yang dimiliki oleh Won Sang-Soo menjadikannya kurang dapat menjadi monitor, disseminator dan spokesperson dalam menjalankan perusahaan yang akhirnya menimbulkan banyak masalah. Maka dari itu, Won Sang Soo harus mengasah lagi kemampuannya dalam menjadi CEO.

Solusi terakhir yaitu mengenai Behavioral management theory dari kedua karakter, berikut penjabaran nya.

Management Thought

Seo Dal-Mi

Won Sang Soo

Behavioral Management Theory

Seo Dal-Mi dari segi Behavioral management theory sudah sangat baik, karena ia mampu memberikan kritik dan masukan yang membangun bagi perusahaan nya. Sifat Dal-Mi yang optimis juga menjadi contoh yang baik terhadap para karyawan nya, dan membuat mereka bekerja dengan maksimal sesuai bidang nya masing-masing. 

Sebaiknya Won Sang Soo melakukan persaingan perusahaan dengan cara yang adil dan sportif. Seharusnya Sang Soo lebih menambah wawasan nya dalam hal strategi yang dijalankan agar sesuai dengan tujuan perusahaan nya, serta memberikan contoh yang baik terhadap para karyawan nya

Artikel ini telah di cek antiplagiarism via website https://www.duplichecker.com/ 

Nama anggota :

1. Selma Ferena

2. Muhammad Jodi Aprianda Fadhlan

Referensi

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.

Serial Televisi Drama Korea Start-Up.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Managers R Us

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format