Cek Toko Sebelah The Series: Meninjau Aspek Manajemen dari Koh Afuk dan Erwin

Perbandingan Implementasi Kepemimpinan Manajemen Dua Karakter yang Berbeda dalam Satu Organisasi yang Sama


0

Sinopsis Cek Toko Sebelah The Series S1

Cek Toko Sebelah The Series merupakan serial drama komedi yang diproduksi oleh starvision plus. Sutradara serial ini adalah Ernest Prakasa yang merupakan sutradara versi Film dimana sudah lebih dulu sukses. Serial Cek Toko Sebelah menceritakan mengenai dilemma modernisasi bisnis keluarga yang berupa toko kelontong. Erwin anak koh afuk yang terbiasa dengan lingkungan perkantoran menilai bahwa toko kelontong miliki ayahnya perlu dimodernisasi. Sejumlah cara seperti penambahan CCTV, strategi pengelolaan sumberdaya,  hingga absen sidik jari dilakukan. Koh Afuk sendiri setuju dengan rencana Erwin yang terpenting tidak terlalu mengubah bentuk toko. Rencana yang dilakukan Erwin menghasilkan respon yang berbeda dari karyawan. Konflik antara Erwin dan para karyawan pun terjadi. 

Character’s Background:

  • Koh Afuk (Pemilik & Manajer Toko Jaya Baru)

Koh Afuk adalah pemilik toko kelontong yang sudah berumur. Pada usianya yang sudah tidak lagi muda, kondisi fisik koh afuk melemah. Koh Afuk ingin anak bungsunya (Erwin) melanjutkan usaha toko kelontong yang dirintis bersama mendiang istrinya. Koh Afuk termasuk konservatif dalam mengelola tokonya, pada episode __ Koh Afuk menyatakan enggan untuk mengubah tokonya secara mayor. Koh Afuk diceritakan jarang berinteraksi dengan karyawan, tetapi  baik pada karyawan, tidak terlalu mengintervensi tugas saat jam kerja, dan memperlakukan karyawan seperti keluarga.

Erwin (Anak Ko Afuk & Calon Penerus Toko Jaya Baru)

Erwin adalah anak bungsu dari Koh Afuk yang merupakan seorang karyawan teladan dari sebuah perusahaan multinasional ternama yang sedang menikmati karirnya. Pada suatu waktu, Erwin mendapat tawaran promosi untuk bekerja di kantor Singapura, dan tentunya hal tersebut sangat menggembirakan bagi Erwin, namun ia harus menunda kesempatan tersebut dikarenakan ayahnya, Koh Afuk jatuh sakit dan sangat mengharapkan Erwin untuk meneruskan mengelola usaha toko kelontong keluarga mereka. Sehingga Erwin membuat kesepakatan dengan Koh Afuk untuk selama sebulan mengelola toko.

Perbandingan Karakter Sebagai Manajer 

Koh Afuk dan Erwin tentu memiliki karakteristik dan kecenderungan yang berbeda sebagai seorang manajer, dalam hal ini, akan dibahas karakter kepemimpinan dalam manajemen toko dilihat dari four task of management, managerial roles, dan pilihan management of thought.

Four Tasks of Management

Four tasks of management merujuk pada 4 fungsi utama dalam suatu sistem manajemen dan tugas utama yang perlu dilaksanakan dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang manajer. 4 tugas manajemen tersebut adalah planning, organizing, leading, dan controlling.



Koh Afuk

Erwin

Planning

Dalam hal merencanakan tujuan organisasi dan memilih jalan yang terbaik untuk mencapai tujuan, Koh Afuk tidak terlalu berbuat banyak.
Koh Afuk cenderung mengikuti sistem yang sudah terbentuk pada Toko Jaya Baru

Dalam planning, terutama misi organisasi, erwin mengutamakan modernisasi untuk membuat toko yang dipandang terlalu jadul lebih maju, contohnya dengan melakukan benchmark terhadap minimarket

Organizing

Upaya menentukan tugas masing masing individu untuk tercapainya tujuan organisasi yang dilakukan koh afuk adalah dengan membiarkan karyawan memilih pekerjaan nya masing-masing selama produktif. Koh Afuk cenderung membiarkan Toko Jaya Baru memiliki Open system

Selaras dengan tujuan planning Erwin, dia sangat menuntut karyawannya untuk mengikuti rencana-rencana yang sudah ditentukan, menempatkan karyawan pada posisi dan cara kerja yang Erwin rasa lebih baik. Sehingga dalam pelaksanaan pengorganisasian Toko Jaya Baru, Erwin menentukan bahwa karyawan harus menjaga SOP baru yang ditetapkan.

Leading

Hal serupa juga sama dilakukan dalam memimpin karyawannya. Cara Koh Afuk memimpin adalah dengan kekeluargaan. Tidak memberikan rasa takut atau khawatir pada karyawannya

Gaya kepemimpinan Erwin dapat dikatakan cukup tersentralisasi pada dirinya, dimana perubahan-perubahan yang dilakukan adalah untuk kemajuan toko jaya baru dan menuntut karyawan untuk sepenuhnya mematuhi arahannya.

Controlling 

Dalam hal mengontrol kinerja karyawan, koh afuk melakukan dengan cara konservatif dengan melihat bahwa pekerjaan yang ada di toko selesai.

Dalam monitor dan evaluasi kinerja karyawan, Erwin melakukan dengan cara yang sedikit rigid, pekerjaan yang dilakukan harus sesuai dengan arahan dan metode yang diminta oleh Erwin.


Managerial Roles

Managerial roles merupakan peranan-peranan yang dimiliki oleh seorang manajer dalam kesehariannya melaksanakan tugas-tugasnya dalam mengelola aktivitas bisnisnya. Pada 1973, seorang akademisi dari Kanada, Henry Mintzberg, mengelompokan managerial roles ke dalam beberapa kategori yang hingga saat ini masih relevan dan dijadikan pedoman dalam mengamati managerial roles sebagai berikut:


Merujuk pada kategori managerial roles tersebut, dapat dilihat kecenderungan peran manajerial Koh Afuk dan Erwin sebagai berikut:

Managerial Roles

Koh Afuk

Erwin

Interpersonal Roles

Dalam Interpersonal roles, Koh Afuk berperan sebagai Figurehead dan Liaison. Hal tersebut tercermin dalam sejarah koh afuk merintis toko jaya baru dengan karyawan-karyawannya yang sudah dianggap keluarga dan begitu pula dari karyawannya yang sangat menghormati dan memiliki ikatan erat dengan Koh Afuk, dan juga komunikasi yang mereka miliki sangat baik dan tidak mengganggu kinerja toko secara keseluruhan.

Dalam Interpersonal roles, Erwin cenderung berperan sebagai Leader. Hal ini terlihat dari sikap erwin yang sangat mengutamakan kemajuan dan modernisasi toko untuk kinerja yang lebih baik, seperti memasang CCTV, absen sidik jari, dan penerapan sistem karyawan teladan.

Informational Roles

Dalam Informational roles, Koh Afuk berperan sebagai Monitor, dimana ia cenderung lebih memperhatikan kinerja toko pada standar umum, dan mengutamakan penilaian dan komunikasi kepada karyawannya dengan baik, sehingga manajemen toko terintegrasi. 

Dalam Informational roles, Erwin berperan sebagai Spokesperson, dimana Erwin sangat merepresentasikan dirinya sebagai manajer toko tidak hanya kepada karyawannya namun juga pada pihak-pihak luar seperti supplier, dan terutama pelanggan toko.

Decisional Roles

Dalam Decisional roles, Koh Afuk berperan sebagai Negotiator. Hal ini terlihat dari Koh Afuk yang sangat proaktif dalam melibatkan karyawannya untuk ikut membantu memberikan masukan untuk perkembangan toko.

Dalam Decisional roles, Erwin berperan sebagai Entrepreneur dan Resource Allocator. Hal ini sangat tercermin dalam keputusan erwin menciptakan ide-ide baru dan mengimplementasikannya, seperti penerapan karyawan teladan, dan juga sebagai resource allocator terlihat dari penataan layout toko yang lebih dimodernisasi agar lebih baik.


Management Thought

Management thought merujuk pada aliran-aliran dalam kerangka teoritis akan studi manajemen, terkait dari berbagai macam asumsi terkait perilaku dan sikap manusia dan organisasi tempat ia berada. Pemahaman terkait pemikiran manajemen terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan pemikiran manusia, lingkungan organisasi, interaksi antar manusia, dan lain-lain, yang dapat dilihat dalam satu timeline sebagai berikut:

Berdasarkan management thought tersebut, dapat dilihat kecenderungan Koh Afuk dan Erwin sebagai manajer toko kelontong jaya baru terkait pemikiran manajemen mereka seperti pada tabel berikut:


Koh Afuk

Erwin

Pilihan Management Thought

Behavioral Management Theory. Yaitu teori yang merujuk pada perilaku manajer dalam memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Teori ini cenderung bertitik berat pada interaksi seluruh personel dalam organisasi, dan terbukti dalam kasus Koh Afuk, dimana ia menaruh kepercayaan yang tinggi pada karyawannya untuk mengembangkan dan mencapai tujuan toko jaya baru.

Management Science Theory. Yakni teori yang merujuk pada penggunaan manajemen kuantitatif untuk memaksimalkan sumber daya organisasi, hal ini sangat tercermin pada erwin yang mengupayakan modernisasi toko agar dapat lebih menarik minat pengunjung, penyesuaian layout toko, pembaharuan SOP karyawan, penggunaan CCTV, absen sidik jari, dan lain sebagainya.


Pro & Kontra Kinerja Manajemen Toko Jaya Baru (Kepemimpinan Koh Afuk Vs Erwin)


Koh Afuk

Erwin

Pro

-Dapat membuat budaya organisasi yang membuat karyawan loyal

- dapat membuat karyawan produktif

- Kepemimpinan Koh Afuk tidak memberikan konflik  pada karyawan

Dapat membuat strategi untuk kemajuan perusahaan dan membuat penilaian kinerja karyawan dengan parameter yang jelas

Kontra

-Pertumbuhan Toko Jaya Baru cenderung stagnan

-Tidak ada inovasi atau pembaharuan pada toko jaya baru

-Tidak dapat menyesuaikan dengan budaya yang sudah terbangin di Toko Jaya Baru.


Solusi & Saran Managerial untuk Kinerja Toko yang Lebih Efektif & Efisien

Menurut Forbes (2015), terdapat 5 hal yang perlu jadi pertimbangan seorang pemimpin untuk membuat organisasi dapat berjalan efektif.

  • Membuat lingkungan leadership yaitu ketika merekrut seseorang salah satu kriteria yang perlu diperhatikan adalah memiliki selflessness tipe karyawan seperti ini akan memberikan loyalitas dan service oriented,  dan membentuk lingkungan kerja yang dapat saling mendukung (supportive).

  • Buat tim merasa nyaman Membuat tim merasa nyaman dan safe akan memberikan proses yang lebih efektif dibandingkan memberikan suasana yang mencekam. 

  • Mengelola secara aktif melalui adaptasi terhadap perubahan. Perubahan tetap ada oleh karena itu tim tetap diarahkan untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut

  • Melayani tim, seorang pemimpin yang bertindak melayani tim 

  • Eat The last

Selain membuat inovasi terhadap kemajuan Toko, 5 hal tersebut perlu diimplementasikan sehingga dalam memimpin tim atau karyawan dapat berjalan lebih efektif. Toko tetap memerlukan adaptasi terhadap perubahan, namun tidak melupakan budaya yang sudah terbangun di Toko juga sebagai soreang manager tidak melupakan 4 poin lainnya.


Artikel ini telah di cek anti plagiarism via website https://www.duplichecker.com/

Disusun oleh: Kelompok 3-Notorious Businessman:

  • Dhanesworo Arsojotegto Yuwonoputro

  • Fadilla Aulia Rahma


Referensi:

Ferrell, O. C., Hirt, G. A., & Ferrell, L. (2020). Business: A Changing World. Twelfth Edition. New York: McGraw-Hill Education.

Forbes (2015). URL:  https://www.forbes.com/sites/brentgleeson/2015/02/18/5-ways-to-lead-your-team-more-effectively/?sh=71f3be58767f


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format