Menelaah Strategi Perang Pasifik Lewat Serial TV The Pacific

Menganalisis strategi perang antara Amerika dan Jepang melalui perbandingan Four Tasks Management, Managerial Roles dan Management Thought


0

https://youtu.be/wgh3GFE9OT0

Merupakan serial TV yang terdiri dari 10 episode dan dipersembahkan oleh HBO pada tahun 2010 lalu. The Pacific diangkat dari berdasarkan kisah nyata mengenai keadaan perang dunia 2 di daerah pasifik antara Amerika Serikat dengan Kekaisaran Jepang. Hal itu terjadi karena serangan angkatan udara Kekaisaran Jepang ke pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour yang membuat kerugian besar baik material maupun korban jiwa dari pihak Amerika Serikat. Serta pada akhirnya Gedung Putih resmi menyatakan perang terhadap Kekaisaran Jepang pada tanggal 7 Desember 1941.

Dalam serial TV The Pacific menggambarkan secara nyata keadaan angkatan laut Amerika Serikat (US Marine) bertempur dari pulau ke pulau yang awalnya dikuasai oleh pasukan Kekaisaran Jepang. Melalui pertempuran itulah, pasukan Amerika Serikat secara perlahan mulai mendekati Jepang. Sebab kala itu, dominasi kekuasaan Jepang sangat luas di area pasifik, hanya Australia yang masih mampu bertahan dari kejamnya serangan pasukan Kekaisaran Jepang. 

Kondisi itu kemudian dimanfaatkan oleh pihak Amerika Serikat sebagai tempat transit bagi pasukannya. Mulai dari situlah, kemudian pasukan Amerika Serikat mulai menyerang satu per satu pulau yang dikuasai oleh Kekaisaran Jepang.

Diperankan oleh 3 tokoh utama yaitu Robert Leckie, Eugene Sledge, dan John Basilone. Berbagai macam pertempuran telah mereka hadapi, mulai dari pertempuran di Guadalcanal, Peleliu, Iwo Jima, Okinawa. Robert Leckie merupakan seorang yang religius. Hal itu dibuktikan lantaran dirinya seringkali mengunjungi gereja.

Eugene Sledge, merasa kecewa karena kondisi kesehatannya menghalangi impiannya bergabung ke dalam Pasukan Amerika Serikat. Eugene sendiri diketahui menderita lemah jantung setelah diperiksa oleh ayahnya. Sehingga ia memutuskan untuk menemui sahabatnya bernama Sidney Philips yang diketahui akan segera diterjunkan ke medan perang.

Singkat cerita, pada 7 Agustus 1942 para marinir Amerika Serikat telah sampai di Guadalcanal yang sedang dikuasai oleh Jepang. Sebelumnya, para marinir Amerika diberikan pidato penyemangat agar mereka dapat bertempur dengan kegagahan dan rasa cinta tanah air. Setelah sampai di pulau itu, para marinir berjalan perlahan menuju ke dalam hutan. Dalam perjalanannya mereka menemukan banyak sekali mayat pasukan Amerika yang bertugas sebelum mereka.

Kemudian para pasukan Amerika itu membuat lubang sebagai tempat perlindungan sekaligus bertahan. Pada malam harinya terjadi pertempuran antara kapal perang Amerika dengan Jepang di dekat pantai. Dalam pertempuran itu setidaknya terdapat 4 kapal Amerika yang tenggelam sehingga kapal perang sisanya terpaksa mundur. Hal itu menjadikan situasi yang tidak menguntungkan bagi para pasukan Amerika yang sudah berada di Guadalcanal, sebab mereka tidak akan mendapat suplai amunisi yang cukup dan bantuan. 

Para pasukan Amerika-pun bergegas untuk menggali lubang untuk pertahanan di Sungai Aligator karena berdasarkan informasi dari mata-mata, tentara Jepang akan melintasi sungai tersebut. Malamnya, para pasukan Amerika melihat pergerakan dari tentara Jepang, pertempuran sengit-pun tidak bisa terhindari. 

Keesokan paginya, para pasukan Amerika berhasil menghabisi para tentara Jepang yang jumlahnya sangat banyak, bergeletakan bak daun jatuh. Leckie dan pasukan Amerika lainnya tampak senang atas keberhasilan mereka. Beberapa tentara medis-pun memeriksa satu per satu mayat dari tentara Jepang. Dari situ mereka menemukan satu orang yang masih hidup, niat baik tentara medis Amerika harus dibalas pahit. Mereka terkena bom bunuh diri yang dilakukan oleh tentara Jepang yang masih hidup itu. Alhasil, kedua tentara medis tersebut mati seketika.

Setelah kejadian itu, tampak beberapa tentara Jepang yang masih hidup keluar dari semak-semak dan memberikan serangan kejutan. Leckie dengan sigab mengarahkan senapannya ke arah tentara Jepang tersebut. Hingga tersisa satu tentara Jepang saja dan dipermainkan oleh pasukan Amerika. Leckie-pun dengan berani langsung menembak mati tentara Jepang itu hingga tewas.

Pasukan Amerika kembali ke tempat awal mereka tiba di pulau itu. Di sana mereka beristirahat sembari mengobati beberapa luka mereka akibat pertempuran sebelumnya. Tak lama berselang, terlihat sekelompok marinir dari divisi 7 sedang menuju suatu tempat. Sorenya, Leckie sedang bersantai dengan anggota regunya sambil membaca surat dari keluarga mereka masing-masing. Lantas, atasan mereka menghampiri mereka dan memerintahkan untuk bergerak maju.

Oktober tahun 1942, masih di Guadalcanal, terlihat Leckie sedang berjaga dengan beberapa rekannya di parit pertahanan. Sesekali mereka tampak bercanda dan melepas tawa untuk mengisi kebosanan tatkala berjaga.

Tentara Amerika  VS Tentara Jepang

Tentara Amerika

Sumber: https://jambi.tribunnews.com/2017/10/15/neraka-perang-pasifik-ini-kondisi-yang-dihadapi-tentara-as-saat-melawan-jepang-pada-perang-dunia-ii 

Pasukan dari tentara Amerika, sebelum memulai perang sudah di perbekali persenjataan yang lengkap dan seluruh tentara dipersiapkan dengan sedemikian rupa. Tepatnya pada episode 5 dan 6, bercerita mengenai perjuangan pasukan Amerika Serikat merebut Pulau Pavuvu yang berada di sebelah selatan dari Pulau Papua, tepatnya pada Juni tahun 1944. Eugene, salah seorang pasukan AS, akhirnya tiba di pulau tersebut. Eugene sendiri tergabung dalam kompi K, tepatnya di regu mortir. Di pulau itu lah, Eugene mendapatkan pelatihan terakhirnya sebelum nantinya diterjunkan ke medan pertempuran yang sesungguhnya.

Bulan September 1944 di Peleliu, seluruh tentara Amerika akan menghadapi tentara Jepang. Dalam kesempatan ini, Eugene yang baru pertama kali mengikuti perang terlihat sangat gugup. Setelah semua siap, seluruh tentara Amerika menuju Peleliu dan satu per satu kendaraan perang mulai diturunkan. Namun mereka telah disambut oleh serangan dari tentara Jepang. Tentara Amerika tetap bertahan hingga sampai mendarat di tepi pulau. Regu Eugene telah selamat dan terus bergerak maju, sedangkan regu Leckie masih berjuang di pinggir pulau. Sesaat kemudian regu Leckie berhasil bergerak maju.

Regu Eugene dan Snafu sudah berada di depan pertahanan Jepang. Tentara Amerika terus berjuang dengan menggunakan senjata yang mereka miliki hingga pada akhirnya senjata mereka habis dan mereka mundur. Namun tidak lama, datanglah tank Amerika yang akhirnya dapat menghancurkan tank Jepang dan menghancurkan sebagian gedung pertahanan Jepang.

Setelah berhasil membuat hancur tank dan sebagian gedung pertahanan Jepang, tentara Amerika kemudian berhasil istirahat. Namun, tentara Amerika kehabisan perbekalan seperti air minum. Meskipun ada saluran air, tentara Amerika sudah mengetahui jika saluran air tersebut sudah diberikan racun sehingga dilarang meminumnya meskipun kehausan.

Akhirnya pimpinan pasukan menyuruh untuk ke seberang landasan udara. Setelah semua siap dan senjata sudah lengkap, tentara Amerika terus bergerak maju. Selama diperjalanan, tentara Jepang terus menyerang dan pada akhirnya mereka berhasil merebut pertahanan Jepang akan tetapi Leckie harus dibawa kembali menuju kapal untuk mendapatkan perawatan.

Tidak sampai disitu, tentara Jepang kembali maju menuju bukit yang merupakan tempat terbesar pertahanan Jepang. Sesampainya di bukit, Eugene dan tentara Amerika lainnya melakukan pengintaian untuk mengetahui posisi tentara Jepang. Saat tentara Amerika mengetahui posisi musuh, mereka ketahuan oleh tentara Jepang akan tetapi mereka berhasil lolos dan sang kapten segera menghubungi batalyon untuk mengabarkan jika bukit sulit ditaklukan karena dijaga dengan ketat. Namun saat kapten hendak menghubungi, radio komunikasi tidak berfungsi dan ia harus kembali ke batalyon. Pada akhirnya, mereka diurungkan untuk menyerang di bukit. 

Tentara Jepang

Sumber : https://kumparan.com/bagas-putra-riyadhana/tadamichi-kuribayashi-iwo-jima-dan-mimpi-buruk-bagi-sekutu 

Dalam mempertahankan serangan dari tentara Amerika, tentara Jepang mempersiapkan pasukan dan alat perang dan juga berbagai strategi. Namun pada saat tentara Amerika melakukan serangan balik, tentara Jepang sempat berhasil membuat tentara Amerika mundur. Akan tetapi tidak lama kemudian, tank Amerika berhasil membuat tank dan sebagian gedung pertahanan milik Tentara Jepang menjadi hancur. 

Tidak tinggal diam, tentara Jepang memiliki strategi lain yaitu bawah tanah. Dimana lokasi tersebut digunakan untuk sebagian tentara Jepang bersembunyi agar tidak mudah ditemukan oleh musuh dan sebagiannya lagi tetap berada di dalam gedung pertahanan. 

Strategi lainnya yang dimiliki tentara Jepang untuk mempertahankan pertahanannya adalah memberikan racun pada saluran air. Strategi itu dibuat supaya ketika tentara Amerika beristirahat dan kehabisan perbekalan tidak dapat minum di saluran air. Namun kembali lagi, strategi ini dapat dihindari oleh tentara Amerika dan pada akhirnya gedung pertahanan Jepang telah dapat dikuasai oleh tentara Amerika.

Tidak berhenti sampai disitu, melihat tentara Amerika bergerak menuju lokasi pertahanan besar Jepang di bukit, tentara Jepang terus melakukan penyerangan. Tentara Jepang mampu menjaga bukit dengan sangat ketat sehingga tentara Amerika mundur dan tidak jadi melakukan penyerangan.

Perbedaan Karakter Tentara Amerika dan Tentara Jepang Berdasarkan Analisis Four Task of Management

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, perlu memaksimalkan penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien dengan cara menjalankan Four Task of Management.

Gambar Teori Four Task Management

Berikut perbedaan Four Task of Management dalam series The Pacific episode 5 dan 6 antara tentara Amerika dan tentara Jepang:

Four Task of Management

Pihak Amerika

Pihak Jepang

Planning

Tentara Amerika mempersiapkan tentaranya dengan maksimal. Tentara Amerika melakukan pelatihan yang ketat dan mempersiapkan alat perang yang lengkap

Tentara Jepang mempersiapkan berbagai macam strategi diantaranya bawah tanah, memberikan racun pada saluran air, dan membuat bunker

Organizing

Pasukan tentara Amerika dibagi menjadi beberapa regu. Terdapat regu Eugene dan regu Leckie. Kedua regu tersebut bekerja saat baik sehingga mampu membobol pertahanan tentara Jepang

Tentara Jepang dibagi untuk menjaga pertahanan di gedung dan bukit. Penjagaan yang dllakukan oleh tentara Jepang sangatlah ketat dan menimbulkan perlawanan yang sengit

Leading

Seorang Kolonel sebagai pemimpin pasukan Amerika memutuskan untuk membatalkan serangan ke bukit karena sangat dijaga ketat oleh Tentara Jepang. Hal itu terpaksa dilakukan agar meminimalkan jumlah korban jiwa

Tidak dijelaskan secara spesifik mengenai pemimpin pasukan Jepang. Namun pemimpin tentara kekaisaran Jepang selalu menanamkan doktrin kepada pasukanya agar siap mati demi membela negara

Controlling

Setiap mendapatkan informasi, pemimpin selalu melaporkan informasi yang didapat untuk merumuskan strategi selanjutnya

Tentara Kekaisaran Jepang di buat kewalahan dengan serangan Amerika. Sehingga para pemimpin tentara Kekaisaran Jepang memutuskan membuat pertahanan yang sangat intensif di bukit agar sulit ditembus oleh Amerika

Tabel Analisis Four Management Task

Perbedaan Karakter Tentara Amerika dan Tentara Jepang Berdasarkan Analisis Managerial Roles 

Selain menjalankan Four Task of Management, organisasi atau perusahaan perlu membagi peran-peran yang dijalankan oleh seorang pemimpin. Berikut tabel dari Managerial Roles Identified by Mintzberg.

Gambar Pembagian Peran Managerial

Berikut perbandingan Managerial Roles Identified antara Tentara Amerika dan Tentara Jepang:

Managerial Roles Identified

Pihak Amerika

Pihak Jepang

Decisional

Dalam pengambilan keputusan, pihak Amerika terlihat sangat berperan sebagai Disturbance Handler. Hal itu dibuktikan saat menyerang pertahanan Jepang di Pulau Pavuvu. Walaupun Jepang menerapkan pertahanan sebaik mungkin, pihak Amerika berusaha mencari celah dengan menyusun beberapa strategi untuk menghancurkan pertahanan Jepang. Amerika juga mengimplementasikan peran sebagai Resource Allocator. Dimana Amerika membagi tentaranya ke dalam beberapa regu yang memiliki tugas berbeda yang tentunya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk merebut Pulau Pavuvu dari tangan Jepang

Pihak Jepang dalam hal ini mengimplementasikan peran entepreneur dalam membendung serangan Amerika. Walaupun jumlah tentara yang terbatas, namun pihak Jepang cukup memberikan perlawanan sengit lewat ide-ide mereka seperti meracuni air di sungai, membuat jebakan, serta sistem pertahanan bawah tanah agar sulit terlacak oleh Amerika. Selain itu mereka juga memainkan peran Resource Allocator

Lewat pembagian tentara ke beberapa pos pertahanan. Serta mengkonsentrasikan tentaranya di bukit karena dinilai sebagai tempat strategis dalam membaca pergerakan tentara Amerika yang mendekat.

Interpersonal

Mengimplementasikan peran leader lewat rasa sangat berani untuk melakukan penyerangan balik dan selalu mengikuti apa yang diperintahkan oleh pemimpin pasukan.Eugene yang merupakan tentara yang baru pertama kali maju di medan perang dengan gagahnya mengikuti arahan sehingga mampu melawan musuh

Tentara Jepang memiliki prinsip hidup yang begitu kuat. Mereka lebih memilih mati daripada menanggung malu. Hal itu sangat menguatkan peran Figurehead. Dimana para atasan tentara memilih mati dengan cara menusuk dirinya menggunakan samurai. Hal itu kemudian ditiru juga oleh bawahan-bawahan mereka. Terlebih para atasan tentara seperti kolonel dan sebagainya, memiliki jiwa leader yang kuat. Mereka sangat patuh dan taat dengan atasan mereka (dalam hal ini adalah kaisar Jepang). Jika kaisar memerintahkan sesuatu. Maka itu sudah menjadi keputusan bulat yang harus segera diambil.

Informational

Tentara Amerika sangatlah informatif. Mereka mendapatkan informasi melalui tentara mereka yang bertugas di barisan terdepan (Monitor). Nantinya informasi itu akan mereka teruskan (Disseminator)

kepada batalyon terkait kondisi mereka. Dari setiap informasi tersebut, tentara Amerika mampu membuat strategi yang efektif untuk menyerang Jepang

Beberapa tentara Jepang yang ditugaskan di barisan depan mencoba memantau pergerakan tentara Amerika. Dalam hal ini, jelas mereka menerapkan peran monitor. Serta nantinya mereka akan menyebarluaskan informasi yang diperoleh ke atasan mereka dan regu lainnya (Disseminator). Tujuannya sangat jelas, yaitu agar mampu membaca dan membendung serangan dari pihak Amerika 

Tabel Analisis Four Managerial Roles

Perbedaan Management Thought antara Tentara Amerika dan Tentara Jepang

Teori manajemen terus mengalami perubahan seiring berkembangnya zaman. Dalam The Evolution of Management Thought terdapat beberapa teori seperti scientific management, administrative management, behavioral management, management science, dan organizational environment.

Gambar Kronologi Evolusi Teori Manajemen

Pada series The Pacific, terdapat teori ilmu manajemen. Teori ini merupakan manajemen yang menggunakan strategi kuantitatif secara tepat untuk membantu pimpinan dalam memaksimalkan penggunaan sumberdaya. Salah satu manajemen yang tergambar pada series ini adalah Administrative Management Theory dan Behavioral Management Theory. Dalam hal ini, memberikan informasi yang penting kepada seorang pimpinan terkait kondisi yang sedang terjadi untuk pengambilan keputusan. Berikut perbedaan dari kedua tentara:

Pihak

Management Thought yang dianut

Alasan

Amerika

Dalam hal ini Amerika menganut Administrative Management Theory. Sebab pihak Amerika selalu memanfaatkan alat seperti radio sebagai bentuk efisiensi untuk menjadi tujuan perang yaitu kemenangan

Tentara Amerika selalu membawa radio komunikasi saat berperang menyerang Jepang. Hal tersebut tergambar jelas pada episode 5 dan 6. Dimana pada waktu posisi mereka terjepit dan berhasil lolos dari serangan tentara Jepang pada saat melakukan pengintaian untuk mengetahui posisi tentara Jepang, pemimpin mereka segera menghubungi batalyon untuk mengetahui keputusan yang akan dilakukan selanjutnya. Mendengar informasi tersebut, tentara Amerika mendapatkan arahan untuk mundur dan membatalkan penyerangan

Jepang

Sementara Jepang menerapkan Behavioral Management Theory dalam memanejemen tentaranya agar mencapai level tertinggi dan berkomitmen penuh kepada negara. Hal itu dicerminkan melalui tradisi Harakiri

Terbukti selama peperangan di pasifik raya. Banyak dari tentara Jepang yang memilih gugur secara terhormat dengan cara mengorbankan nyawanya. Misalnya saja dengan meledakkan bom bunuh diri ke tentara dan tank Amerika. Tak hanya itu, angkatan udara Jepang juga kental dengan Kamikaze atau serangan bunuh diri yang dilakukan awal pesawat Jepang dengan menabrakkan pesawatnya ke Kapal-kapal Perang Amerika.

Tabel Analisis Management Thought

Saran dan Solusi untuk Masing-Masing Negara

Berdasarkan pemaparan yang di atas, terkait manajemen dalam perbedaan tentara Amerika dan tentara Jepang berikut saran dan solusi yang dapat penulis berikan.

Aspek

Pihak Amerika

Pihak Jepang

Task of Management

Dalam planning yang dimiliki tentara Amerika sudah baik. Akan tetapi akan lebih baik jika lebih ditingkatkan lagi dengan mempersiapkan strategi yang tidak mudah diketahui oleh musuh. Selain itu, penting untuk mempersiapkan perbekalan alat tempur yang lengkap dan melatih para tentara agar siap di medan perang. 

Pembagian regu dalam berperang merupakan hal terpenting. Regu dibagi bertujuan untuk saling melindungi. Setiap regu perlu mengangkat satu pimpinan agar memudahkan untuk berkomunikasi. Hal tersebut telah dilakukan oleh tentara Amerika, dimana terdapat regu Leckie dan regu Eugene. Regu Eugene telah berhasil maju terlebih dahulu untuk menyerang musuh lalu diikuti oleh regu Leckie

Dari segi tentara, Jepang memang kalah jumlah. Maka hal itu sebenarnya bisa disiasati dengan peralatan perang dan strategi yang efektif untuk menahan laju tentara Amerika. Selain itu, sosok pemimpin dalam perang sangat dibutuhkan untuk membantu mengkoordinasi seluruh pasukan. Serta mendoktrin agar mereka tidak mengorbankan nyawa. sebab hal itu akan sangat merugikan pihak Jepang, walaupun hal itu sudah menjadi prinsip kuat bagi setiap orang Jepang kala itu

Managerial Roles

Sebuah mengambil sebuah keputusan harus diambil dengan cepat dan tepat supaya dapat sesegera mungkin mendapatkan strategi baru 

Harus berpikir lebih matang sebelum memutuskan. Pilihan bunuh diri bagi tentara Jepang bukanlah hal yang terbaik yang dilakukan, sebab hal itu sama saja dengan membuang sdm yang ada. Maka harus dicari sebuah alternatif agar mereduksi hilangnya nyawa tentara, misalnya saja dengan strategi perang gerilya, atau penggunaan persenjataan yang taktis

Management Thought

Jangan selalu bergantung pada canggihnya alat atau senjata. Terkadang tentara harus memiliki kemampuan individu yang baik seperti bela diri atau kemampuan tempur jarak dekat lainnya. Sehingga itu akan sangat membantu disaat tentara Amerika dihadapkan dalam situasi yang berbahaya tanpa adanya bantuan apapun

Penting bagi Jepang dalam memberikan pelatihan perang secara komprehensif bagi setiap tentaranya. Dan lebih baik tidak menggunakan tradisi harakiri yang sudah sangat melekat pada budaya orang Jepang. Lebih baik menggunakan cara lain, seperti bertempurlah sampai titik darah terakhir dan menggunakan persenjataan yang memadai agar bisa menyaingi tentara Amerika

Rock Star Squad:

Bima Indra Permana

Atika Raisa Fitri M

Artikel ini telah dicek antiplagiarism via website www.duplichecker.com

Sumber:

Jones, Gareth R., George, Jennifer M.. 2020. Contemporary Management Eleventh Edition. US : McGraw-Hill Education.

https://www.warhistoryonline.com/featured/7-surprising-facts-hbo-miniseries-pacific.html (Gambar Thumbnail)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
bimaindra01

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format