Konflik Internal dan Eksternal Joonsu Food dalam mempertahankan Merk Global

Menjadi no 1 pada merk Global tidak selamanya mudah, mempertahankan sangat sulit dilakukan oleh Joonsu food tetapi selama manajemen masih satu visi dan misi masalah


0

Kkondae Intern merupakan drama Korea yang yang disutradarai oleh Nam Sung – Woo dan penulis naskah Shin So-ra. Menceritakan Joonsu Food yang awalnya tidak dikenal dengan terobosan Produk Mie Ayam Super Pedas dalam 2 tahun dapat menjadi Perusahan Pengekspor Produk terbanyak dalam 2 tahun dan mencapai 200 miliar total penjualan.

 

Sinopsis

Joonsu Food memiliki Ceo yang bernama Nam Goong pyo sudah melalang melintang di Korea Sebagai salah satu perusahaan makan terbaik di korea dengan direksi dan karyawan yang ia percaya ia mampu menjadi Merk Global. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan Produk Makanan Mie Instan. Produk terbaik yang dimiliki oleh Joonsu Food adalah Mie Ayam Super Pedas dimana dalam 2 tahun penjualan setelah dirilis menghasilnya ekspor sebanyak 200 miliar untuk seluruh dunia. Dalam drama ini banyak sekali permasalahan yang terjadi berkaitan dengan perusahaan. Dalam faktor penangan sumber daya dimana terjadi pegawai kontrak yang tidak di angkat oleh Joon Su food sebagai pegawai tetap padahal sudah 5 tahun dia bekerja sebagai pegawai kontrak. Adanya senioritas yang tinggi dari atasan terhadap bawahan baru sehingga sangat sulit untuk bawahan merasa nyaman di kantor dan sulit untuk belajar yang berhubungan dengan kemajuan perusahaan. Untuk yang selanjutnya dalam bidang pemasaran di dalam drama ini kita melihat banyak hal yang dilakukan oleh JoonSo Food untuk bisa mencapai merk atas dimana Joon So Food memiliki banyak pembeli di seluruh dunia, produk yang diciptakan sangat disenangi oleh masyarakat global. Untuk bisa masuk ke pasar global salah satu hal yang dilakukan dengan membuat produk yang dimodifikasi sesuai budaya makanan negara tersebut. Untuk masuk dalam pasar india perusahan membuat Mie Pedas Sayuran dimana negara india tidak suka untuk memakan ayam dalam lebih suka produk vegetarian. Pemasaran yang dilakukan dengan membuat Iklan dan dibintangi oleh artis india dimana dalam iklan tersebut sangat menggambarkan nuansa india.

Sumber : dramaqu.asia 

Yang kedua pada saat Joon Su membuat produk baru dengan Mie Gurita Pedas dia melakukan pemasaran yang saat ini sedang trend untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat. Dengan membuat konten yang viral sehingga masyarakat korea menilai positif produk tersebut dan meningkatkan penjualan produk baru tersebut. Dan berani untuk masuk ke pasar negara baru dengan produk baru. Yang selanjutnya pada sisi Inovasi kami menemukan bahwa untuk bisa terus bertahan dan menjadi produk global perusahaan harus terus berinovasi dan menciptakan produk yang setara dengan Produk sebelumnya sehingga menciptakan pilihan untuk konsumen  

Joonsu food tepat dalam memilih seorang manajer diwaktu-waktu urgent, dengan keahlian manajer barunya disaat manajer lamanya mendapat penangguhan, manajer yang ditugaskan oleh perusahaan utamanya di departemen penjualan dan pemasaran mampu memperoleh kontak bisnis dengan perusahaan malaysia. Yang mana kontrak bisnis tersebut sebenarnya diragukan karena adanya produk yang bisa dibilang tidak lagi menjadi trend pada waktu itu, namun dengan keahlian dan ilmu serta pengalaman yang tidak diragukan dari manajer baru tersebut, alhasil Joonsu food mampu mendapatkan kontrak kerjasama tersebut.

Namun disaat produk dari Joonsu food mulai dikenal oleh masyarakat dengan inovasi-inovasinya, faktor internal dan eksternal perusahaan memang tidak dapat dihindari. Hal ini akibat dari kurangnya kontrol dari Joonsu food, seperti pemilihan subkontraktor yang kompeten dan teliti sehingga tidak ada kesalahan dan kegagalan seperti yang terjadi pada produk yang memiliki kandungan berbahaya. Sehingga membuat reputasi perusahaan menjadi jelek serta minat masyarakat dalam membeli produk turun drastis.

Selain itu dalam proses perekrutan karyawannya joonsu food kurang objektif dalam melakukan penilaian di beberapa karyawan yang mendaftar, hal ini akibat adanya faktor kepentingan pribadi dari pihak joonsu food tersebut. Sehingga tindakan tersebut dapat dikatakan menyalahi aturan dan bisa di bawa ke jalur hukum, namun dengan berbagai pembuktian kinerjanya karyawan yang direkrut dengan cara seperti tidak dapat disalahkan begitu saja. Yang menjadi koreksi yaitu pihak perekrutnya tersebut.

Dalam manajemen perusahaan joonsu food memang peran pemegang saham tertinggi sampai terendah memiliki beberapa keistimewaan. Mereka bisa diangkat menjadi CEO perusahaan dengan melakukan pemilihan dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Namun hal ini malah menjadi kan masalah, karena adanya kesewenang-wenangan dari para pemegang saham tersebut terhadap bawahannya yang dianggap memiliki kompetensi baik, hal ini diperlukan keselarasan tujuan bersama dari semua pihak joonsu food untuk mencapai visi dan misi perusahaan agar perusahaannya dapat survive dan menguasai pasar global.

Visi Misi Joonsu Food

Visi Joonsu Food

  • Menjadi perusahaan yang mampu membuat Ramyeon dengan produk yang mengutamakan mutu dan kualitas dan menjadi pemimpin di industri pembuat ramyeon di seluruh negara

Misi Joonsu food

  • Mengembangkan Produk dengan bahan baku terbaik sehingga Mutu dan Kualitas yang dihasilkan dapat membuat Konsumen merasa Puas serta aman dalam mengkonsumsi makanan

  • Menciptakan lingkungan kerja yang displin , beretika, dan HUmanis

  • Bekerja secara konsisten dan tidak pantang menyerah untuk mencapai jaringan distribusi yang mendunia

SWOT Joonsu food :

Strength

  1. Mie Ayam Pedas Pertama di korea dan mampu menembus pasar Global dengan total penjualan sebanyak 200 miliar pada tahun 2020

  2. Konten Pemasaran yang sangat unik dan orisinil menyesuaikan dengan negara mana Produk tersebut dijual sehingga membuat mendapatkan respon yang baik dari Konsumen

  3. Iklan produk dilakukan dengan mengait artis yang kompeten dan terkenal (hye soo) sehingga banyak orang yang mengenalnya sehingga tertarik dengan produk yang diiklankan


Weakness

  1. Tidak profesional dalam merekrut pegawai magang dikarenakan konflik internal dimana hal tersebut sangat tidak profesional

  2. Kurang terobosan dalam membuat resep terbaru selain Mie Ayam Pedas

Opportunity 

  1. Pembuatan produk terobosan yang diharapkan dapat mencapai penjualan ayam pedas sehingga dapat mencapai semua jenis pencinta mie sehingga menjadi no 1 penjualan mie di korea

Threat

  1. Ancaman yang terjadi berasal dari eksternal dan internal, dari eksternalnya ketika suatu pesaingnya memiliki menu yang lebih enak seperti menu sup nasi ayam, apabila tidak melakukan inovasi baru maka perusahaan akan kalah bersaing di dunia industri yang sama. Sedangkan dari internalnya berasal dari seluruh pihak yang terkait dalam perusahaan, seperti pegawai yang bekerja tidak memiliki kompetensi dalam departemen pemasaran dan penjualan tetapi direkrut masuk ke bidang tersebut. Hal ini akan membuat kinerja perusahaan menjadi kurang efektif dan efisien.

  2. Adanya berita hoax tentang produk perusahaan yang mudah dan cepat tersebar luas di media sosial akan dapat merusak reputasi perusahaan


No.

Five Forces Model Joonsu Food

1

Level of rivalry in an industry

Tingkat persaingan dalam industri ramyeon ini dapat dikatakan sangat tinggi. Hal ini dibuktikan oleh adanya perusahaan lain dengan produknya, yang mampu menguasai pasar ramyeon dan menjadi pilihan utama pelanggan disaat produk ramyeon joonsu food mendapatkan pelanggaran akibat kandungan berbahaya didalamnya dan tidak bisa diterima masyarakat, sehingga menurunkan penjualan dari joonsu food.

2

Potential for new entrants

Dalam beberapa situasi tertentu, sebenarnya sangat mudah bagi pendatang baru untuk memasuki pasar ramyeon ini dan menjadi pesaing dari joonsu food, karena disaat joonsu food mendapatkan masalah seperti adanya berita tentang kakek tua yang meninggal akibat memakan ramyeon ayam pedas, adanya kejadian kecoa dalam kemasan ramyeon dan adanya kandungan berbahaya dalam ramyeon, pasti beberapa masalah tersebut mendapat reaksi negatif dari pasar dan disaat itu maka dapat dikatakan pendatang baru akan mudah masuk serta menjadi produk pilihan dari masyarakat. Namun disisi lain akan sangat sulit masuk apabila tidak dapat bersaing dengan inovasi produk baru yang dipasarkan oleh joonsu food.

3

Power of large suppliers

Setelah kejadian yang menimpa Joonsu Food akibat adanya kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan subkontraktornya yaitu Taeseon. CEO Joonsu Food berencana untuk memproduksi ramyoen nya sendiri dan tidak lagi menggunakan atau menyewa subkontraktor lagi, hal ini didukung oleh adanya fasilitas yang memadai yang sudah dimiliki oleh Joonsu Food. Tentu hal ini akan mempengaruhi kekuatan pihak lain seperti suppliers yang ingin masuk dan melakukan kerjasama dengan Joonsu food.

4

Power of large customers

Kekuatan dari pelanggan ini bisa berasal dari faktor yang dilakukan oleh joonsu food terhadap produknya, seperti penentuan rasa ramyeon yang tidak sesuai kesukaan pelanggan akan memiliki penjualan sedikit, adanya penetapan harga ramyeon yang bisa dijangkau oleh hampir semua kalangan membuat pelanggan menjadi penentu grafik penjualan perusahaan.

5

Threat of substitute products

Ancaman produk pengganti ramyeon ini sangat banyak, karena joonsu food bergerak pada bidang dan  pasar yang memiliki banyak produsen ramyeon di korea maupun produk luar yang berhasil memasuki pasar korea. Segmentasi pasar joonsu food juga hampir sama dengan segmen perusahaan ramyeon lain. Sehingga yang perlu diperhatikan oleh joonsu yaitu tetap meminimalisir adanya kegagalan dan kesalahan yang membuat perusahaan mendapat reputasi buruk dari pasar dan selalu lakukan inovasi dengan memprediksi serta membaca kebutuhan pasar.

Strategi level korporat, bisnis dan fungsional berdasarkan swot dan five forces model:

1. Strategi Level Korporat

Sesuai dengan analisis swot dan five forces model untuk strategi level korporat Joonsu food lebih condong menggunakan International expansion, diantaranya sebagai berikut:

  • Multi-domestic strategy

Joonsu food dalam strategi pemasarannya menciptakan produk ramyeon sesuai dengan selera pasar, baik itu untuk pasar korea maupun negara lainnya seperti india. Dimana di india joonsu food menyesuaikan selera masyarakat india dengan rasa ramyeon yang di buat oleh joonsu food seperti pasar india perusahan membuat Mie Pedas Sayuran. Sedangkan untuk di pasar dalam negeri sendiri joonsu food lebih cenderung ke rasa-rasa ramyeon yang pedas karena kebanyakan orang korea suka dengan makanan pedas, dengan beberapa tambahan rasa seperti gurita dan aneka bahan makanan yang berasal dari laut lainnya. Jadi penyesuaian terhadap kebutuhan dan keinginan pasar sudah dilakukan oleh Joonsu food sebagai cara untuk melakukan peningkatan dalam penjualan produknya.

  • Global strategy

Terkait strategi tingkat global ini joonsu food melakukan pemasaran dengan mengekspor produknya ke beberapa negara seperti china, malaysia dan india. Manajer perusahaan dalam melakukan strategi ini yaitu dengan cara melakukan kontrak bisnis secara resmi dengan pihak dari perusahaan lain di negara tersebut. Sehingga diharapkan dengan penjualan ke tingkat global produk ramyeonnya akan lebih dikenal oleh masyarakat dan dapat memenuhi permintaan konsumen global.

2. Strategi Bisnis

Pada strategi bisnis perusahaan Joonsu Food menggunakan Differentiation strategy, yang mana produk ramyeon diproduksi berbeda serta memiliki keunggulan dari produk pesaingnya. Joonsu food selalu mengutamakan kualitas dari rasa, tekstur ramyeon dan sampai memperhatikan ketebalan dari ramyeon tersebut. Manajer dari perusahaan Joonsu food selalu memiliki ide yang brilian untuk selalu memperhatikan hal-hal kecil tersebut, dan untuk menciptakan rasa dilakukan beberapa observasi di laboratorium untuk menemukan komposisi rasa yang benar-benar pas sesuai dengan selera masyarakat. Selain rasa, tekstur dan ketebalan ramyeon, perusahaan joonsu food juga membuat desain yang menarik pada packaging ramyeon nya, hal ini terlihat dari beberapa kemasan ramyeon yang bagus dan menarik seperti jenis ramyeon gurita pedas memiliki desain gambar gurita yang lucu. Seperti terlihat dibawah ini:

Sumber: noonadi.blogspot.com

3. Strategi Fungsional

Marketing 

Dari segi marketing Joon So Food menggunakan pendekatan budaya dimana iklan dari setiap dipasarkannya produk Joonsu food food berbeda beda hal ini berarti sesuai dengan Global strategi yang dilakukan oleh Joonsu food dimana saat perusahaan siap untuk melakukan strategi global berarti pemasaran yang dilakukan juga harus dengan strategi yang memikirkan selera dan budaya internasional sehingga produknya dapat dikenali dan menghasilkan penjualan terhadap produk tersebut, yang selanjutnya pada saat terjadi penurunan penjualan perusahaan diakibatkan terdapat kandungan berbahaya terhadap produk nya Joon su Food membuat Campaign yang menyatakan bahwa produk tersebut sudah sehat dengan cara menjajakan secara langsung di setiap departemen store yang ada di korea beserta karyawan Joon So food hal ini direncanakan agar masyarakat yang dapat diberitahu secara langsung oleh karyawan dari Joonsu food sehingga jabar buruk yang beredar dapat segera hilang dan yang selanjutnya untuk dapat meningkatkan kepercayaan di dalam pasar Joon So food juga fokus mengekspor pasar yang ada di china. Ekspor yang dijalankan oleh Joon So Food berhasil dan produknya sangat laris sehingga pelan pelan masyarakat menerima hal tersebut. Yang selanjutnya bekerjasama dengan artis ternama untuk mengiklankan produk ditambah dengan konten yang sangat menarik sehingga masyarakat ingin membeli dan komunikasi produk antara Joon so Food dapat terjaga dan dapat meningkatkan penjualan

Human Resource

Pada Sumber daya manusia disini kita melihat strategi yang dilakukan oleh Joon so food untuk menekan biaya pada gaji tetap karyawan dengan memperkerjakan karyawan Magang dan Karyawan kontrak. Dan diseleksi secara profesional. Cara ini menurut kami sangat baik untuk perusahaan dimana kinerja karyawan magang dan karyawan kontrak setara dengan karyawan tetap tetapi tunjangan dan fasilitas yang didapatkan berbeda. Hal ini juga memudahkan Joonsu food untuk mempekerjakan karyawn tetap dimana dengan kinerja yang suda terbukti pada karyawan magang dan kontrak sudah terbukti maka Joonsu Food tidak perlu lagi untuk membina dari nol lagi. Pembiayaan terhadap magang dan karywan kontrak menyeleksi kanidat terbaik untuk bisa bekerja di Joonsu Food

Operating

Memiliki pabrik yang sangat canggih dan sesuai standar internasional akan menghasilkan produk yang terbaik dibanding produk kompetitor. Dengan penerapan TQM dapat menghasilkan produk yang sangat efisien dan sesuai standar internasional

Artikel ini telah di cek antiplagiarism via website https://www.duplichecker.com/

Nama anggota : 

  1. Bella Aprilia S
  2. Tubagus D. Achmad

Referensi

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.

Serial Televisi Drama Korea Kkondae Intern 2020 (Netflix.com) 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
thedreamteam

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format