Analisis Struktur Organisasi, Budaya dan Kontrol Perusahaan Joonsu Food Pada Serial Drama Kkondae Intern 2020

Evaluasi dan perbaikan terhadap kesalahan pembagian tugas, penerapan culture yang lebih baik serta tindakan kontrol perusahaan demi pencapaian tujuan bersama


0

Sinopsis

Film garapan sutradara x menceritakan seorang pemuda yang mendapatkan pengalaman magang pertamanya setelah lulus kuliah di salah satu perusahaan ternama di korea. Ga yeol menjadi pemagang termuda di perusahaan ongol food dan langsung bekerja di departemen penjualan dan pemasaran yang dikepalai oleh Lee Man Shik. selama dia bekerja di ongol food ga yeol chan tidak diperlakukan sebagaimana adilnya pekerja. Di korea memang sangat terkenal dengan senioritas di antara karyawan magang dengan karyawan tetap dan karyawan magang dengan bos departemen. Ga yeol chan diperlakukan sangat tidak manusiawi bahkan jam kerja melewati karyawan yang tetap. Ditambah lagi ga yeol chan diberikan tantangan oleh lee man shik untuk menenangkan seseorang yang sedang konflik dengan perusahaan ongol food. Naas bagi ga yeol chan orang yang ia temui bunuh diri setelah lama ia menemukan dan menenangkan dia. Sehingga ga yeol chan dituduh membunuh musuh lee man shik. Sehingga ga yeol chan dirundung oleh satu kantor bahkan Lee Man Shik menghina dia di depan karyawan lain. Sehingga dia merasa bersalah dan tidak kuat. Akhirnya mengundurkan diri dari ongol food bahkan ingin bunuh diri.

Beruntung bagi ga yeol chan dia tidak menyerah dan ingin menemukan pekerjaan yang tepat untuk dia bisa melewati semua ini. Lima tahun berlalu tidak disangka ga yeol chan menjadi sangat sukses di perusahaan joon so food. Bahkan produk mie yang ia ciptakan (mie ayam super pedas) menjadi produk dengan nilai ekspor tertinggi di korea pada 2020. Sehingga pencapaian tertingginya dia diberi amanah oleh CEO Joonsu Food untuk menjadi manajer departemen penjualan dan pemasaran. Hal ini tidak lain berkat kerja keras dia selama ini dan mampu menembus beberapa konsumen yang ada di luar maupun dalam negeri untuk membeli produk mie ayam super pedas. Banyak yang tidak suka dengan keberhasilan yang dicapai karena direktur pelaksana atau anak direktur utama merasa tersaingi dan takut jabatan direktur utama akan direbut oleh ga yeol chan. Namun ga yeol chan hampir tidak memiliki celah untuk ditaklukan. Namun berdasarkan pencarian oleh ketua pelaksana dan direktur pelaksana ternyata Lee Man Shik adalah musuh Ga yeol Chan dan diharapkan dapat membuat Ga yeol chan melakukan kesalahan dan kecerobohan. 

Kebetulan perusahaan sedang membuka lowongan pekerja magang dengan jangka waktu 6 bulan dan langsung masuk di departemen yang dapat berhubungan langsung dengan ga yeol chan. Pada saat wawancara seluruh eksekutif beserta ga yeol chan memilih beberapa karyawan magang dan disini saat direktur pelaksana memasukan karyawan yang dapat menjadi rintangan ga yeol chan untuk bisa bekerja dengan baik dan benar. Setelah melalui penyeleksian masuklah 3 karyawan magang , lee tae ri dengan karakteristik yang sangat unik dan memiliki keberanian namun sangat tidak disukai oleh ga yeol chan. Yang kedua Joo Yoon soo dengan karakteristik yang terlalu jujur dan sok tahu sehingga ga yeol chan merasa tersaingi bahkan bukan karyawan magang yang ia mau. Dan karyawan magang ketiga diselipkan Lee Man Shik dan ini adalah musuh utama ga yeol chan karena dia sangat kaget mengapa dapat bertemu lagi. Lee Man shik memang diutamakan untuk membuat ceroboh ga yeol chan dan merusak beberapa kontrak- kontrak kerja sehingga dapat menurunkan kinerja ga yeol chan. 

Pertemuan pertama Ga Yeol Chan dan Lee Man Shik sangat tidak disangka namun ga yeol chan harus tetap profesional dan lee man shik berhasil mulai membuat ga yeol chan tidak nyaman. Momen ini dibuat ga  yeol chan untuk membalas semua hal yang telah lee man shik lakukan kepada ga yeol chan pada saat dia menjadi staff magang. Hari berlalu tugas pertama ga yeol chan setelah mendapatkan karyawan magang adalah bernegosiasi dengan mr bunghao dari china untuk bisa bekerjasama dalam mendistribusikan Mie super pedas dengan perusahaannya. Ga yeol chan membawa lee man shik , oh deun geun dan kim seung jin untuk bernegosiasi. Namun Lee man shik memulai aksi jahilnya untuk membatalkan kontrak dengan mr bunghou. Setelah melakukan banyak cara namun apa yang terjadi malah sebaliknya mr bunghao sangat menyukai lee man sih dan bahkan mr bunghou tanpa ragu menekan kontrak.

Selang beberapa bulan terdapat masalah pencemaran nama baik dari konsumen kepada produk mie ayam super pedas. Konsumen X merasa dalam produk mie yang ia beli di dalam bungkus ramen nya terdapat kecoa kecil. Konsumen tersebut membesar – besar kan permasalahan sehingga media memperburuk keadaan dan membuat Joon Soo Food tercoreng nama baiknya. Ga Yeol chan ditekan oleh para eksekutif untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin dikarenakan akan membahayakan penjualan produk dan membuat konsumen takut untuk membeli produk dari Joon Soo Food. dengan bekerja sama bersama team Ga yeol chan akhirnya mampu menyelesaikan permasalahan ini dengan menginvestasi langsung DNA kecoa oleh perusahaan pestisida yang sangat handal dan ditemukan bahwa Kecoa berasal dari studio apartemen dan menyebabkan Ga yeol chan harus di hukum karena dia yang menimbulkan permasalahan tersebut

Waktu skors yang diberikan oleh perusahaan membuat ga yeol chan tidak tinggal diam dan membuat inovasi dengan menciptakan Mie Gurita Pedas . CEO pun setuju dan mengembalikan posisi dari Ga Yeol chan. Namun pada saat puncak penjualan Mie Gurita Pedas dihadapkan permasalahan yang sangat ekstrem dimana ditemukan nya sebuah kandungan berbahaya. Ga yeol chan dituntut untuk dapat menyelesaikan secepat mungkin permasalahan ini. Dengan ia bekerja sama bersama team akhirnya permasalahan tersebut dapat terselesaikan

Dari sini bisa kita lihat budaya pekerja kantoran yang berada di korea menjunjung tinggi nilai senioritas dimana pekerja yang berada pada posisi bawah akan dihadapkan dengan berbagai tindakan yang kurang tepat. Memang pengalaman untuk mencapai posisi tersebut sangatlah tidak mudah namun apakah dengan melakukan balas dendam akan menyelesaikan masalah. Yang selanjutnya karakteristik untuk menjatuhkan lawan dengan mnggunakan cara yang licik yang dilakukan oleh Namgoong Joon so cara yang sangat tidak profesional dan tidak mencerminkan pimpinan yang kurang baik. Ada baiknya cara yang dilakukan untuk membuktikan bahwa dia pantas menjadi CEO dengan bekerja secara profesional dan benar sehingga atasan dapat memberikan amanah terhadap pekerjaan tersebut.

Organizational structure

Dalam drama ini kita dapat melihat dan menilai bagaimana organizational architecture sebuah perusahaan Joonsu Food berjalan. Menurut Gareth R. Jones dan Jennifer M. George (2020) Organizational Architecture adalah struktur organisasi, sistem kontrol, budaya, dan sistem manajemen yang secara bersama-sama menentukan keefektifan dan keefisienan sebuah perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya. Jika kita pelajari lebih dalam terkait struktur organisasi perusahaan Joonsu Food dalam serial TV KKondae Intern, bahwa perusahaan ini telah menggunakan Functional Structure.

Menurut buku Jones & George Functional Structure adalah suatu struktur organisasi yang terdiri dari semua departemen dalam suatu organisasi membutuhkan untuk memproduksi barang atau jasanya. terdapat beberapa keuntungan mengelompokkan pekerjaan menurut fungsinya.

  1. Saat orang yang melakukan pekerjaan serupa dikelompokkan bersama, mereka dapat belajar dari mengamati satu sama lain dan sehingga menjadi lebih terspesialisasi dan dapat tampil di tingkat yang lebih tinggi. 

  2. Kedua, ketika orang-orang yang melakukan pekerjaan serupa dikelompokkan bersama, akan lebih mudah bagi remaja untuk memantau dan mengevaluasi kinerja mereka. Akhirnya, manajer menghargai struktur fungsional karena memungkinkan mereka membuat himpunan fungsi yang mereka butuhkan untuk memindai dan memantau lingkungan persaingan dan memperoleh informasi tentang bagaimana hal itu berubah.

Sesuai dengan teori yang ada di atas dimana di serial televisi tersebut ditampilkan kedua divisi yang disebutkan dalam scene film tersebut dimana divisi yang terdiri pokok permasalahan dan alur cerita dimulai pada divisi pemasaran dimana Ga yeol chan dan team sangat fokus untuk menghadapi masalah penjualan dan pemasaran. Sesuai dengan sinopsis yang ada di atas, staf departemen menginformasikan kepada ga yeol chan selaku manajer penjualan dan pemasaran setelah itu diteruskan kepada ketua pelaksana dan setelah itu didiskusikan oleh kedua direktur pelaksana baru dapat diputuskan oleh direktur utama. Divisi kedua sesuai dengan grafik di atas adalah manajer fungsi sumber daya manusia dimana di dalam film dia yang melakukan penyeleksian karyawan magang, Pemberian keputusan apakah karyawan tersebut diangkat menjadi karyawan tetap, pengolah data Key Performance dari masing-masing  divisi untuk diteruskan kepada bagian eksekutif sehingga dapat diputuskan karyawan mana yang akan dijadikan karyawan tetap Joonsu Food.alur struktur fungsional Sumber daya manusia juga hampir sama dimana staf SDM mengelola data dan memberikan rangkuman terkait kinerja karyawan, setelah itu dilaporkan kepada ketua pelaksana dan ketua pelaksana melaporkan kepada direktur pelaksana baru pelaporan yang sudah disetujui oleh direktur pelaksana dapat disampaikan dan diberikan keputusan mengenai konflik SDM.

Faktor yang mempengaruhi struktur organisasi

Organizational Environment

Lingkungan dari Perusahaan Joonsu Food perubahannya sangat cepat dimana Inovasi dan citra yang baik dalam penghasilan produk menjadi faktor kunci bertahannya dalam kompetisi antara perusahaan – perusahaan penyedia produk makanan cepat saji. 

Technology

Penggunaan teknologi dalam produksi Mie ramen dipastikan pabrik tertutup, memiliki standar Mutu dan kualitas internasional sehingga dapat menjamin produk yang dihasilkan

Penggunaan alat – alat yang paling mutakhir dalam produk ramyeon ayam super pedas sehingga produksi mie dapat di hitung berdasarkan data komputer dan dapat diukur dari data pasar yang diterima oleh pihak produksi

Pengembangan Inovasi Ramyeon Gurita pedas dan dapat diproduksi dengan sangat banyak dalam waktu yang sangat singkat

Human Resources

Pengadaan terjadwal selama 6 bulan sekali penerimaan karyawan magang dengan jangka waktu selama 6 bulan juga akan memudahkan regenerasi Sumber daya manusia dan memudahkan manager untuk bekerja sama dengan karyawan magang yang sudah diangkat tetap di departemennya

Strategy

Karena produk dari joonsu food adalah produk global maka strategy yang dilakukan juga termasuk strategi global dimana pada episode 2 untuk bisa masuk ke dalam pasar luar negeri teknik iklan dan produk yang dihasilkan mengikuti pasar dimana penjualan tersebut di jual. Contoh di dalam serial dimana untuk masuk ke pasar india menggunakan aktris india dan nuansa take videonya juga menggunakan latar belakang Taj Mahal dengan iringan lagu – lagu india dan produk yang dihasilkan Mie aya pedas tanpa ayam di dalamnya dikarenakan kebanyakan masyarakat india Vegetarian.

Di dalam ini tercermin bahwa perusahaan menggunakan strategi diferensiasi struktur yang dihasilkan fleksibel dan budaya organisasi menghargai inovasi

Budaya Organisasi

Menurut kami budaya organisasi pada perusahaan Joonsu Food adalah membuat produk dengan mutu yang baik 

Dalam buku Jones dan George Budaya organisasi sendiri terbentuk oleh beberapa faktor, seperti karakteristik masing-masing anggota kelompok, etika organisasi, hubungan antar anggota, dan terakhir yaitu struktur organisasi.  Kesalahan – kesalahan dapat didasari berdasarkan keempat faktor di atas dan menyebabkan tidak berjalan budaya organisasi dan menyebabkan perusahaan tidak mencapai tujuan organisasinya

budaya organisasi tidak akan bekerja dengan maksimal, sehingga tidak terjadi perubahan yang baik dalam organisasi. 

1. Karakteristik anggota organisasi

Karakteristik anggota Departemen Pemasaran dan Penjualan Joonsu Food

  • Tidak Teliti : di dalam suatu tim kurangnya pengecekan di antara satu sama lain menyebabkan permasalahan yang timbul pada episode 3 dimana kesalahan anggota departemen memberikan produk Mie kepada yang seharusnya rasa nya tidak pedas. Dan menimbulkan masalah di perusahaan

  • Senioritas : di korea atau di seluruh dunia sudah menjadi hal lumrah dimana karyawan yang memiliki pengalaman dan waktu lebih tinggi menjadi superior dan berhak untuk memperlakukan bawahan tidak sesuai dan bahkan diwajibkan mengerjakan pekerjaan yang tidak seharusnya dilakukan

  • Rajin : karyawan departemen semuanya memiliki time management yang baik dalam mengerjakan tugas sehingga tugasnya selesai tepat waktu

  • Bekerja secara team : di beberapa episode ditampilkan kerjasama yang baik dalam menghadapi masalah di departemen secara bersama – sama sehingga memudahkan team bekerja lebih baik

  • Yes Man : dimana karyawan di anggota tersebut selalu mengikuti apa yang diinginkan oleh manajer padahal belum tentu apa yang dipikirkan oleh Manajer juga selalu benar

Hal ini yang terjadi di perusahaan Joon su Food dimana ketiga pemagang ini pada awalnya banyak melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh manajer namun seiring berjalannya waktu ga yeol chan sebagai manajer mampu bekerjasama dan mulai mendengarkan saran dari bawahannya sehingga perubahan terjadi secara perlahan – lahan namun departemen penjualan di bawah Ga Yeol Chan selalu dapat menyelesaikan seluruh masalah yang melanda Team

2. Etika Organisasi

Menurut George dan Jones Etik Organisasi adalah moral, nilai, kepercayaan dan aturan yang menetapkan cara yang tepat bagi organisasi dan anggotanya untuk berhubungan satu sama lain dan dengan orang di luar organisasi. Kesalahan yang kami temukan dalam film ini penyelewengan atasan maupun karyawan tetap dalam memperlakukan karyawan magang yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan. Hal ini sangat tidak baik dan sangat tidak profesional bahkan tidak berhubungan dengan kinerja kantor seperti membeli makan siang kantor, membelikan sarapan karyawan kantor hal ini tidak baik dilakukan terus menerus 

3. Hubungan antar anggota

Pada awalnya hubungan antara anggota organisasi Joons Food kurang baik dimana banyak miskomunikasi yang terjadi pada awal awal karyawan magang bergabung dengan tim pemasaran dan penjualan. Hal ini tercermin pada saat Kim Seung Jin yang dipercaya untuk memberikan kepada lansia di daerah busan malah memberikan tanggung jawab kepada Lee Man Shik. karena Lee Man Sik ternyata memiliki mata yang Minus maka Lee Man Shik salah membagikan kepada Lansia di daerah busan sehingga hal tersebut sangat mengerikan karena rentan untuk Lansia memakan makanan yang sangat pedas. Namun hal ini dapat diperbaiki seiring berjalannya waktu. Dengan waktu 6 bulan karyawan tetap mulai mempercayai karyawan magang dan mulai mengerjakan secara tepat secara tugas team. Bahkan dengan kondisi kondisi yang sangat sulit dihadapi oleh Ga yeol chan selaku manager tetapi Tim nya solid mampu menyelesaikan tugas dengan baik dan benar sehingga mendapatkan apresiasi dari direktur utama

4. Struktur organisasi

Dari yang kami temukan dalam seria drama ini struktur organisasi yang digunakan oleh Joonsu Food adalah struktur fungsional dan sentralisasi. Dimana secara bentuk struktur fungsional menurut kami tidak terdapat kesalahan. Bahkan Ga Yeol chan dan tim memang spesial dalam bidang pemasaran dan penjualan. Hal ini perusahaan menempatkan orang – orang di tempat yang tepat dan di bidang tepat maka bergabungnya orang – orang yang berbakat di bidangnya akan memudahkan Tim Departemen penjualan dan pemasaran bekerja dengan baik dan benar bahkan tercermin pada setiap masalah seluruh team bahu membahu dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. 

Di dalam serial TV ini sentralisasi ditunjukan saat Ga Yeol chan pada saat berinovasi membuat produk baru harus dengan persetujuan oleh direktur utama hal ini bukan tidak lain mematikan inovasi dari ga yeol chan namun dengan persetujuan oleh direktur utama akan menyebabkan permasalahan ditanggung bersama sama apabila terjadi sesuatu yang tidak sesuai dan kontrol yang dilakukan lebih mudah daripada melakukan desentralisasi di perusahaan Joonsu Food,

Control perusahaan Joonsu food:

Kontrol organisasi merupakan cara yang dilakukan perusahaan untuk menilai proses bisnis perusahaan yang bertujuan untuk menghasilkan output dan memberikan laporan pertanggungjawaban manajemen terhadap suatu perusahaan (Jones & George, 2020). 

Perusahaan Joonsu food memiliki tiga tipe kontrol yang dilakukan selama menjalankan bisnisnya, diantaranya yaitu

  1. Feedforward control

Kontrol yang biasa dilakukan perusahaan pada tahap proses input dan sangat bermanfaat untuk mengantisipasi serta meminimalisir terjadi suatu permasalahan di kemudian hari yang akan mengganggu jalannya operasional perusahaan. Dalam melakukan feedforward control Joonsu food utamanya manajer perusahaan sebenarnya sudah sangat baik, dimana saat perusahaan akan meluncurkan produk barunya yaitu mie gurita pedas, manajer perusahaan bersama stafnya melakukan beberapa observasi terkait pengolahan mie dengan rasa yang enak serta yang diminati oleh konsumen, bukan hanya memperhatikan rasa saja namun joonsu food juga meninjau mengenai tekstur mie, ketebalan dan sampai pengemasannya yang baik. Namun terdapat juga kesalahan feedforward control yang dilakukan joonsu food ini seperti tidak adanya tindakan antisipasi atau planning yang bisa dilakukan jika terjadi suatu permasalahan mengenai beredarnya berita palsu di media dan masyarakat, sehingga gampang sekali bagi pihak-pihak yang ingin menjatuhkan citra joonsu food untuk menjalankan tujuannya. Hal ini terbukti dari beredarnya berita palsu mengenai kecoa yang berada pada kemasan mie produksi joonsu food di masyarakat yang beberapa jam saja sudah dapat menurunkan penjualan perusahaan dan merugikan joonsu food.

  1. Concurrent control

Kontrol yang lakukan pada tahap konversi dan biasa digunakan untuk memberikan informasi kepada seorang manajer perusahaan apabila terjadi suatu permasalahan agar dapat ditangani dengan sesegera mungkin. Dalam tahap ini perusahaan lebih utamanya manajer joonsu food melakukan kontrol terhadap beberapa penjualan yang menurun akibat adanya permasalahan seperti konsumen yang diberitakan meninggal dunia setelah mengkonsumsi mie ayam pedas, dengan mengecek secara langsung kondisi dari beberapa lansia yang terlanjur membeli produk mie ayam pedas dan memastikan bahwa mereka berada dalam kondisi yang sehat, selain itu joonsu food juga secara langsung membagikan mie dengan rasa lainnya untuk menggantikan mie ayam pedas yang mungkin bisa saja membuat lansia sakit apabila mengkonsumsinya. Adapun kesalahan yang dilakukan oleh joonsu food dalam tahapan control ini dimana terlalu ceroboh terhadap karyawannya sehingga salah mendistribusikan mie dengan rasa yang tidak sesuai dengan permintaan pelanggan.

  1. Feedback control

Tahapan kontrol yang digunakan perusahaan untuk proses evaluasi program kerja serta memberikan informasi pada manajemen perusahaan untuk memperbaiki kinerjanya setelah adanya feedback dari pelanggan atau masyarakat yang mengkonsumsi produknya. Kesalahan kontrol yang dilakukan joonsu food adalah tidak melakukan pengecekan secara rutin dan berkala pada perusahaan sub kontraktornya utamanya terkait mesin dan beberapa masalah lainnya dari taeson food seperti keuangan sehingga untuk melakukan perbaikan mesinnya saja taesoon food kesusahan, dimana kecerobohan ini sangat merugikan pelanggan dan baru disadari oleh joonsu food setelah berita beredar di media mengenai perusahaan taesoon food sebagai perusahaan subkontraktor joonsu food telah melakukan kesalahan dengan adanya kandungan karsinogen yang terlalu tinggi dan berbahaya jika dikonsumsi manusia dan meracuni orang yang mengkonsumsinya. Dalam hal ini joonsu food seharusnya melakukan kontrol sebelum produk nya sampai di tangan pelanggan, karena walaupun ini bekerjasama dengan perusahaan lain namun kontrol dari kedua belah pihak terkait harus selalu menjadi tanggungjawab bersama demi tercapainya tujuan perusahaan.

Saran mengenai struktur organisasi, budaya,  dan kontrol untuk perusahaan Joonsu Food:

  1. Struktur organisasi

Sesuai dengan penjelasan rinci yang sudah dipaparkan sebelumnya mengenai struktur organisasi yang ada dalam perusahaan joonsu food sebenarnya sudah sangat bagus, namun ada beberapa hal yang perlu lebih diperhatikan oleh joonsu food yaitu adanya tindakan dari manajer perusahaan terkait didalamnya yaitu divisi pemasaran dan penjualan yang perlu untuk ditinjau ulang, dengan seorang manajer yang perlu memutuskan pembagian tugas kepada para staf magangnya secara bijak dan sebaiknya tidak melakukan pembagian tugas atau pekerjaan yang terlalu menyimpang dari keahlian maupun kewajiban karyawannya, seperti menyuruh untuk membeli makanan atau minuman yang dengan sengaja untuk tujuan yang tidak benar. Selain itu yang perlu adanya koreksi dan perbaikan yaitu mengenai perluasan pekerjaan dan pengayaan pekerjaan, dimana karyawan tetap maupun magang perlu diberikan kepercayaan secara penuh dengan mengadakan beberapa event seperti karyawan diberikan proyek yang perlu diselesaikan dalam jangka waktu yang ditentukan atau dengan mengadakan kompetisi pengembangan produk namun dengan cara sehat, hal ini diharapkan mampu meningkatkan pola pikir, keterampilan, kinerja dan tanggung jawab dari setiap staf. Hal lainnya juga perlu dipertimbangkan ulang mengenai pembagian tugas antara manajer pemasaran dan penjualan ga yeol chan terhadap tiga staf magangnya yang tercermin dalam episode 7 pada saat ga yeol chan dan pemagang pergi ke Mokpo untuk melakukan beberapa research produk baru yang akan diluncurkan perusahaan, disana ga yeol chan sebagai seorang manajer sebaiknya tidak memberatkan sebelah pihak saja dari pemagangnya untuk menyelesaikan laporan atas penelitian yang dilakukan, namun sebagai manajer yang baik ia perlu bijaksana dan bekerja keras juga untuk menyelesaikan tujuan perusahaan secara adil dengan para staf magangnya tersebut.

  1. Budaya organisasi

Terkait budaya organisasi perusahaan joonsu food yang perlu adanya perbaikan yaitu pada tindakan senioritas dan ketelitian dari semua pihak terkait dalam perusahaan. Dalam hal ini semua perilaku yang tercermin dari seorang karyawan maupun manajer sampai dengan ceo merupakan sebuah nilai dan norma yang terkandung dalam perusahaan, lalu menjadikannya sebagai perilaku yang diulang-ulang dan disebut sebagai culture. Sebagai salah satu perusahaan ramen terbesar yang berada di korea tentunya tindakan senioritas ini sebaiknya tidak dilakukan apalagi oleh orang yang berpendidikan dan memiliki jabatan, karena hal tersebut tidak akan membawa dampak positif dan tidak memberikan benefit apapun kepada perusahaan. Namun akan malah memberikan dampak buruk berupa kebencian terhadap atasannya yang suka meremehkan kemampuan yang dimiliki stafnya, hal ini bisa diperbaiki mulai dari prinsip diri mereka masing-masing serta prinsip kepentingan yang diemban mengenai lebih mengutamakan kepentingan bersama (joonsu food) disamping kepentingan pribadinya. Selain itu terkait ketelitian terhadap beberapa hal utamanya proses produksi dan pemasaran produk ramen yang perlu untuk diperhatikan dari semua pihak dalam perusahaan ceo, manajer dan karyawan supaya tidak lagi ada miskomunikasi antar anggota yang bisa menyebabkan insiden fatal serta merugikan perusahaan.

  1. Sistem kontrol

Tindakan kontrol ini bisa dilakukan mulai dari tahap sebelum proses produksi dilaksanakan, tahapan selanjutnya pada saat proses produksi dan tahapan penjualan atau distribusi produk sampai ke tangan konsumen. Joonsu food dalam sistem kontrol sebenarnya sudah cukup baik untuk proses produksi dalam perusahaan, research produk, inovasi-inovasi terhadap produk mie nya, dll. Namun yang sebaiknya lebih diperhatikan ulang yaitu pada saat melakukan kerjasama dengan perusahaan lain yang berkaitan dengan proses produksi serta distribusi kepada masyarakat, supaya kontrol yang dilakukan joonsu food bisa membuat proses produksi mitra kerjanya menjadi lebih baik dan meminimalisir terjadi kesalahan. 

Organizational Changes Process

Berdasarkan beberapa kesalahan yang terjadi di dalam Struktur organisasi, Budaya Organisasi, dan Kontrol dalam organisasi maka perlu diadakan perubahn perubahan sehingga Perusahaan dapat bekerja secara efektif dan efisien


Organizational change process

1. Assess the need for change

  • Budaya Organisasi: Senioritas Yang dijunjung tinggi oleh karyawan lama kepada karyawan baru

  • Struktur organisasi: kurangnya pembagian kerja terhadap karyawan baru dimana banyak ditemukan pekerjaan yang dilakukan semata - mata mengerjakan apa yang diperintah oleh atasan dan tidak membuat karyawan baru berkembang

  • Sistem Kontrol: Peninjauan ulang kepada setiap Mitra dari Joonsu Food Dikhususkan kepada pemasok bahan utama pembuat Ramyeon dan seluruh perusahaan yang bekerja sama dengan Joonsu Food

2. Decide on the change to make

  • Budaya organisasi terkait senioritas perlu dihilangkan dengan cara saling menghargai antara karyawan dengan atasan, baik itu ceo maupun direktur pelaksana sampai dengan manajer harus bekerja sama satu sama lain dengan karyawannya tanpa memandang rendah jabatan mereka demi mencapai tujuan perusahaan.

  • Struktur organisasi terkait pembagian kerja seharusnya dilakukan dengan adil dan tidak memberatkan salah satu pihak, saling bantu membantu untuk menyelesaikan masalah dengan solusi yang terbaik.

  • Sistem kontrol perlu diperbaiki dengan cara melakukan pengecekan secara rutin dan berkala terhadap mitra kerja terkait, supaya terhindar dari adanya kesalahan dalam proses produksi dan tidak merugikan perusahaan maupun pelanggan. 

3. Implement the change

Dari masalah yang kami temukan sebaiknya dalam pengimplementasian perubahan perusahaan melakukan Top Up menurut George adalah Pendekatan revolusioner yang cepat untuk perubahan di mana manajer puncak mengidentifikasi apa yang perlu dilakukan berubah dan kemudian bergerak cepat untuk menerapkan perubahan di seluruh organisasi. Dengan perubahan dari Top Manajer dulu Karyawan akan mencontoh apa yang dilakukan oleh atasan dan perubahan akan lebih cepat , ditambah juga dengan pembuatan aturan perusahaan dari Top Management sehingga karyawan harus mematuhi hal tersebut.

4. Evaluate the change

Pada tahap evaluasi ini yang perlu dilakukan oleh joonsu food adalah melakukan penilaian secara berkala atau dengan mengadakan rapat bersama setiap minggu atau setiap bulan sekali untuk melihat apakah beberapa implementasi perubahan yang sudah dilakukan perusahaan berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan, sehingga apabila terjadi kekurangan atau kesalahan dalam menjalankan strategi maka dapat di perbaiki dengan cepat serta tidak menimbulkan masalah yang lebih berat.

Artikel ini telah di cek anti plagiarism via website https://www.duplichecker.com/

Nama Anggota The Dream Team:

  1. Bella Aprilia S

  2. Tubagus D. Achmad

Referensi:

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.

Serial Televisi Drama Korea Kkondae Intern 2020 (Netflix.com) / (Viu.com)

https://www.google.com/search?q=kkondae&sxsrf=ALeKk01feSGxHCpL18Iu5bRkK5m_MVo-GQ:1619797249763&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwihobj9pqbwAhUYIbcAHbp2DQsQ_AUoAXoECAEQAw&biw=925&bih=640#imgrc=qWhclt-QJJEP_M (Gambar thumbnail) 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
TheDreamTeam

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format