Pengelolaan Chernobyl yang Berujung Malapetaka, bak Buah Simalakama.

Pengelolaan struktur dan budaya organisasi serta kontrol dan perubahan organisasi pada malam kejadian di Chernobyl.


0

Sudah 35 tahun silam bencana Chernobyl terjadi di kawasan Pripyat-Ukraina yang pada dokumenternya dilaporkan hanya memakan 30 orang korban jiwa, dan juga meninggalkan kawasan Ukraina dan Belarusia sebagai zona eksklusi, sampai sekarang belum diketahui berapa korban jiwa sebenarnya dan bagaimana nasib para relawan yang berkorban dalam menanggulangi bencana Chernobyl. 

Tragedi Chernobyl tidak akan pernah terungkap dan akan terkubur dalam misteri dunia, kalau tidak berkat mini series Chernobyl yang dirilis oleh HBO yang bekerja sama dengan Sky UK pada tanggal 6 Mei 2019 untuk episode satunya dan berakhir di episode kelima pada 3 Juni 2019. Mendapatkan rating yang sangat memuaskan yaitu 9.4/10 dalam IMDb membuat fIlm Chernobyl ini menjadi pencarian utama di internet saat 2019, tidak sampai di situ, pemerintah Ukraina membuka Chernobyl sebagai objek wisata ekstrem yang banyak diminati pada kala itu. Mini series ini menceritakan kembali ledakan Chernobyl pada pukul satu dini hari tanggal 26 April 1986. Ledakan itu berasal dari reaktor nomor empat PLTN Chernobyl yang pada saat itu bertepatan diadakannya uji keamanan. PLTN Chernobyl sendiri memiliki struktur organisasi sebagai berikut :

PLTN Chernobyl

Kontrol yang dimiliki Viktor Bryukhanov sangat tidak berpengaruh apa-apa terhadap keputusan tentang ledakan Chernobyl ini, tetapi sebenarnya dia bisa menghentikan uji keamanan pada saat adanya penundaan, tetapi dia sudah menyerahkan semua wewenang pada Nikolai Fomin dan Anatoly Dyatlov yang dianggap ahli dengan PLTN, dengan mengikuti saran dari Anatoly Dyatlov uji keamanan yang berujung malapetaka tidak bisa dihentikan lagi, ibarat nasi sudah menjadi bubur itulah penggambaran yang pas untuk bencana yang terjadi.

Di ruang kendali reaktor, terjadi konflik dikarenakan Dyatlov mengambil keputusan yang gegabah serta tidak berdasarkan prosedur yang tepat, sehingga membuat after the fact dari kejadian ini semakin memburuk, terlebih Dyatlov memberikan informasi yang salah kepada Fomin dan Viktor Bryukhanov, tetapi berhubung informasi yang salah itu yang diinginkan mereka, jadi mereka menutup mata dan tidak menindaklanjuti untuk mencari tahu masalah yang sesungguhnya terjadi, sehingga menambah masalah baru lagi.

Diduga adanya informasi yang kurang dan salah yang tersampaikan ke komite pusat, untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi,  komite pusat Moscow segera membentuk Komite pemulihan Chernobyl dan anggotanya dipilih langsung oleh Mikhail Gorbachev (Presiden Uni Soviet) dengan struktur sebagai berikut :

Komite Pemulihan Pasca Bencana Chernobyl 

Pembentukan komite pemulihan Chernobyl bisa dikatakan darurat dan dadakan tetapi hasil kerja mereka sangat cepat,  walaupun terbatasnya informasi yang tersedia itu tidak menghentikan langkah mereka untuk tetap mencari alternatif-alternatif penanggulangan masalah,  masalah berdatangan dan tak henti hentinya menyambut komite pemulihan Chernobyl sehingga menimbulkan banyak korban jiwa dan penderitaan yang tak ada ujungnya.

Dengan konsekuensi yang mereka hadapi, Valery Legasov, Boris Shcherbina dan Ulana Khomyuk tetap memberikan yang terbaik untuk pemulihan Chernobyl, karena kontrol diberikan penuh oleh Mikhail Gorbachev untuk pemulihan Chernobyl, jadi aset yang dimiliki oleh Uni Soviet seperti informasi, tentara, rakyat sipil dan teknologi yang dibutuhkan mudah diakses serta didapatkan oleh komite pemulihan bencana Chernobyl.

Wewenang ini tak membuat mereka gelap mata untuk bertindak semena-mena. Apapun langkah yang telah diambil dan akan diputuskan mereka tetap melaporkannya kepada Mikhail Gorbachev yang memang sebagai pemimpin dan pengambil keputusan dalam komite ini.

Langkah awal yang dilakukan adalah mengukur tingkat radiasi menggunakan  alat ukur dosimeter, lalu memadamkan api di dalam inti reaktor menggunakan boron dan pasir yang tidak disangka menyebabkan ketidaksengajaan menciptakan lava yang bisa menembus tabung uap pada waduk di basement yang akan menimbulkan ledakan uap berkekuatan dua magneto (setara bom atom di Hiroshima dan Nagasaki) yang bisa memicu ledakan tiga PLTN di 20 km sekitar PLTN Chernobyl. Apabila ledakan ini terjadi bisa meluluh lantakan semua yang ada di benua itu. 

Meskipun sudah berhasil mencegah ledakan uap, mereka harus menghadapi masalah kelangsungan hidup pada zona eksklusi, ingin mendapatkan cerita selengkapnya dari perjuangan mereka, ayo nonton langsung mini series Chernobyl 2019 melalui platform kesayangan Anda. 😉

Managing Organizational Structure and Culture

Struktur dan budaya organisasi merupakan hal penting dalam menjalankan suatu organisasi agar terlaksananya tujuan. Pada mini series Chernobyl, diceritakan dua kubu organisasi yang berperan dalam terjadinya bencana Chernobyl dan satunya kubu yang memulihkan pasca bencana. Struktur dan budaya dari dua kubu ini pun berbeda karena pembentukannya dan sifat individu yang tergabung dalam organisasi yang bersangkutan. Penjelasan lebih lanjut, tertera di bawah ini :

Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah sistem formal tugas dan hubungan pelaporan pekerjaan yang menentukan bagaimana karyawan menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi

Keterangan

Lingkungan Organisasi

Terdapat dua lingkungan organisasi yang berbeda pada mini series ini, yaitu PLTN Chernobyl dan Komite Operasi Pemulihan Pasca Bencana. Kedua organisasi tersebut sangat bertolak belakang. PLTN Chernobyl memiliki lingkungan organisasi yang kurang baik, karena organisasi ini memiliki rencana terselubung dan tidak transparan ketika bencana terjadi. Sebaliknya, Komite Operasi Pemulihan Pasca Bencana memiliki visi dan misi yang jelas dan memang bertujuan untuk menangani kekisruhan di Chernobyl. Organisasi ini berjalan beriringan dalam melaksanakan tugasnya, meskipun terdapat kendala di tengah-tengah penyelesaian.

Strategi

Strategi yang digunakan untuk menangani bencana Chernobyl ini adalah strategi pemulihan. Berikut strategi yang dilakukan Komite Operasi Penanganan Pasca Bencana untuk menuntaskan bencana ini:

  • Menempatkan seseorang yang ahli dalam bidangnya 

  • Memanggil pemadam kebakaran untuk memadamkan api

  • Menggunakan pasir dan boron untuk memadamkan api pada inti reaktor

  • Melakukan evakuasi kota serta, seluruh hewan yang masih hidup dalam zona radiasi harus dimusnahkan, serta menghancurkan hutan

  • Mendapatkan semua nitrogen cair yang tersedia di Uni Soviet untuk menurunkan suhu dan menunda pelelehan

  • Membangun struktur pertahanan di sekeliling PLTN

  • Menggunakan robot dan bio robot untuk menutup atap reaktor menggunakan batu grafit

Teknologi

Teknologi yang digunakan untuk menangani bencana ini adalah:

  • Robot “Joker”

  • Nuklir

  • Helikopter

  • Mobil tank tentara dan mobil citizen

  • Dosimeter sebagai alat pengukur

  • Satelit radio dan handy talkie

  • Kamera, perekam suara, dan kaset

  • Telepon genggam

Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam bencana Chernobyl adalah:

  • Valery Legasov merupakan seorang wakil direktur Institut Kurchatov yang diminta bantuan untuk menangani bencana ini. Dia adalah orang yang ahli di bidang nuklir. Pengetahuannya membuat dia menentukan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan.

  • dibantu oleh Ulana Khomyuk, seorang fisikawan nuklir dari Minsk, dia juga merupakan orang yang ahli pada bidang nuklir. Investigasi yang dia lakukan sangat membantu dalam menemukan data-data yang dibutuhkan.

  • Boris Shcherbina merupakan wakil ketua dewan menteri yang diberi tanggung jawab penuh dalam penuntasan bencana Chernobyl.

  • Mikhail Gorbachev sebagai presiden Uni Soviet sekaligus pemimpin dari komite penanganan pasca bencana.

  • Pemadam kebakaran salah satunya Vasily Ignatenko merupakan tim pertama yang mencoba menangani bencana tersebut.

  • Para pekerja tambang yang dipimpin oleh Andrei Glukhov bertugas untuk membuat terowongan di bawah beton landasan untuk pemasangan pendingin lava dan juga memperkuat beton landasan.

  • Amanenko, Bezpalov, dan Baranov sebagai sukarelawan untuk menyelam ke basement agar dapat  membuka segel, dan memompa air keluar dari area tersebut.

  • Dyatlov merupakan Asisten Kepala Teknisi PLTN Chernobyl, dan dia yang bertanggung jawab penuh pada malam kejadian tersebut.

  • Toptunov, Akimov, Perevozschenko sebagai petugas pengendali reaktor pada malam kejadian.

Budaya Organisasi

Budaya organisasi merupakan kumpulan dari nilai, norma, dan standar perilaku manusia yang mengontrol bagaimana individu dan kelompok berinteraksi satu sama lain didalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan suatu organisasi.

Budaya organisasi yang dibangun pada miniseries Chernobyl ini adalah sebagai berikut:

Faktor Pembentuk Budaya Organisasi

Keterangan

Karakteristik Anggota Organisasi

  • Legasov adalah seorang  yang terstruktur dimana dia  memiliki wawasan yang sangat luas  dalam bidang nuklir, sehingga dia bisa membuat keputusan apa yang akan dia ambil, serta dia orangnya jujur dilihat saat dia berani menceritakan kebenaran yang terjadi meskipun hal bahaya akan mengancamnya.

  • Boris Shcherbina adalah seorang wakil ketua dewan menteri, yang mana membuat dia dapat memimpin anggota dengan jiwa leadershipnya, dan dia dapat mempengaruhi seseorang terlihat saat scene dia mempengaruhi orang untuk menjadi sukarelawan untuk melakukan hal yang sangat berbahaya.

  • Ulana Khomyuk  adalah seorang yang berani, dia berani menegur seorang Profesor Legasov karena keputusan yang salah dibuatnya, serta dia berani untuk mencari tahu kebenaran yang terjadi di Chernobyl dengan menyelidiki melalui para korban.

Etika Organisasi

Adanya miskonsepsi  antar tim, pada saat persidangan seharusnya Boris Shcherbina satu pemikiran dengan Legasov dan Ulana Khomyuk untuk menceritakan kebenaran yang terjadi,  sehingga bisa saling mendukung antar satu tim.

Hubungan Kerja antar Karyawan

  • Hubungan Legasov dan Shcherbina di awal sempat tidak baik, dikarenakan adanya perbedaan pendapat diantara kedua orang tersebut terkait yang terjadi di Chernobyl, lalu hubungan mereka membaik pada saat   Shcherbina melihat jelas apa yang terjadi di Chernobyl.

  • Hubungan Legasov dan Ulana Khomyuk di awal  sempat terjadi perdebatan terkait perbedaan rencana dalam penanganan Chernobyl, setelah penjelasan detail oleh Khomyuk terhadap Legasov akhirnya mereka dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Struktur Organisasi

Legasov dan Shcherbina memiliki kedudukan yang sama yaitu di bawah perintah komando Presiden Uni Soviet, sedangkan Ulana Khomyuk ada di bawah perintah Legasov.

Organizational Control and Change

Kontrol Organisasi

Kontrol organisasi adalah cara seorang manajer untuk mengatur jalannya aktivitas organisasi dengan memantau dan mengarahkan agar tujuan berjalan efektif dan efisien.

Tipe Kontrol

Keterangan

Feedforward Control

Input stage : penggunaan boron dan pasir memadamkan api di inti reaktor 

  • mengantisipasi penyebaran abu batu grafit yang bisa menyebabkan sindrom radiasi

  • mengantisipasi merambatnya api ke reaktor lainnya

Concurrent Control

Conversion stage : boron dan pasir berhasil memadamkan api  tetapi membentuk lava yang bisa menembus tabung uap dalam waduk di basement yang apabila bersentuhan akan menimbulkan ledakan uap berkekuatan dua magneto.

  • mengantisipasi dengan mengosongkan waduk dengan mengirimkan tiga orang penyelam untuk membuka panel pintu waduk

Feedback Control

Output stage: berhasil memadamkan api, tetapi lava lebih cepat dari perkiraan akan menembus landasan beton inti reaktor

  • mendapatkan semua nitrogen cair yang tersedia di Uni Soviet untuk menurunkan suhu dan menunda pelelehan

  • mengantisipasi dengan memasang penukar panas di bawah landasan beton dengan meminta bantuan para penambang dari tula untuk memasangnya melalui terowongan yang sedalam 12 km dari tanah.

Langkah Perubahan Organisasi

Perubahan organisasi adalah pembaharuan cara organisasi dalam beraktivitas sebagai respon organisasi terhadap perbaikan dan mengikuti tren pasar sesuai zaman yang berlaku. Terdapat empat langkah dalam melakukan perubahan organisasi. Langkah-langkah yang dilakukan Chernobyl untuk memperbaharui organisasinya adalah:


Proses Perubahan Organisasi

Keterangan

Menilai

  • Tidak adanya peraturan K3 dan SOP yang jelas terkait uji keselamatan Chernobyl

  • Tidak adanya peninjauan ulang terhadap kinerja karyawan PLTN Chernobyl

  • Budaya KKN yang masih diterapkan

  • Tidak transparan dalam memaparkan masalah

Menentukan

  • Membuat SOP dan peraturan K3 yang jelas lalu disahkan oleh pemerintah

  • Mengganti posisi karyawan yang tidak memiliki kemampuan dan kepiawaian sesuai dengan yang dibutuhkan

  • Menghapuskan praktik KKN

  • Terbuka untuk setiap persoalan yang terjadi agar dapat ditindaklanjuti seoptimal mungkin

Mengimplementasikan

  • Menjalankan SOP dan K3 sesuai dengan aturan yang berlaku

  • Mencari karyawan baru yang lebih kompatibel

  • Menolak adanya praktik KKN

  • Transparan setiap ada masalah yang terjadi

Mengevaluasi

  • Dengan adanya SOP dan K3 dapat meminimalisir kejadian dan korban jiwa

  • Dengan penggantian karyawan yang lebih kompatibel membuat perusahaan mudah mencapai tujuan organisasi

  • Dengan meniadakannya praktik KKN membuat perusahaan lebih “bersih” dan adil dalam menerima tenaga kerja

  • Dengan adanya transparansi masalah membuat semua pihak dapat terlibat dan mengetahui secara detail

Kritik dan Saran terhadap Struktur, Budaya dan Kontrol 

Struktur Organisasi

Struktur organisasi komite penanganan Chernobyl dibuat dengan sangat mendadak, hal ini membuat minimnya anggota dalam struktur tersebut, bencana yang sangat besar yang bisa menimbulkan banyak korban jiwa seharusnya dalam penanganan bencana yang seperti itu dibutuhkan banyak orang yang ahli dalam bidang tersebut dan dari pemerintah harusnya banyak yang lebih diberi tanggung jawab, bukan hanya Boris Shcherbina sendiri yang diberi tanggung jawab, sehingga keputusan atas saran dalam penanganan lebih efektif dan efisien.

Struktur organisasi PLTN sudah cukup tetapi adanya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Dyatlov agar dia bisa naik jabatan dengan cepat, tanpa melihat risiko yang akan dihadapi, dan seharusnya di dalam struktur organisasi itu satu tim harus saling bekerja sama, tetapi tidak di PLTN, yang mana Dyatlov tidak mau mendengarkan masukan dari teman kerjanya seharusnya jika struktur organisasi ini menjalankan tugasnya dengan benar maka bencana Chernobyl ini kemungkinan tidak akan terjadi, harusnya PLTN memilih orang yang tepat untuk memimpin Chernobyl untuk menggantikan Dyatlov, agar kesalahan tersebut tidak dapat terulang lagi.

Budaya 

Budaya dalam organisasi komite penanganan Chernobyl masih harus ditumbuhkan rasa peduli pada masing-masing anggotanya, karena pada dasarnya dalam satu organisasi haruslah memiliki kepercayaan satu dengan lainnya bukannya malah asal memenjarai rekan kerjanya yang sedang bertugas jadi bisa dikatakan rasa ketidak percayaan ini menimbulkan terhambatnya untuk mencapai tujuan organisasi.

Budaya dalam organisasi PLTN sangat kurang karena masih menjalankan praktik KKN yang sangat merugikan, di sisi lain juga membuat suasana kerja bagi pekerjanya kurang kondusif karena tidak adanya hubungan yang baik antara atasan dan bawahan, selain itu atasan tak seharusnya berlaku  selalu menyalahkan bawahannya karena keteledoran keputusan yang diambil oleh dirinya sendiri.

Kontrol

Kontrol pada komite pasca bencana sudah hampir baik dilakukan, tetapi karena dikejar waktu membuat komite pada kontrolnya tergesa-gesa hingga sempat terjadinya misinformasi yang menimbulkan masalah baru lagi. Jadi ada baiknya saat mengontrol itu benar-benar dibuktikan dengan data yang akurat bukan hanya dari data yang tertulis dan disampaikan oleh petugas yang bersangkutan saja karena masih adanya probabilitas human error saat penyampaian informasi dalam keadaan yang mendesak.

Kontrol dalam manajemen PLTN chernobyl sangat kurang, bisa dilihat dari manajer tertinggi kurang adanya kontrol terhadap bawahannya saat malam kejadian bersamaan dengan diadakannya uji keamanan seharusnya seorang manajer ikut serta dalam pengujian itu sebagai pengawas terlaksananya uji keamanan, bukannya  memantau malah tertidur pulas di rumahnya dan dia melepas tanggung jawabnya begitu saja sebagai pimpinan tertinggi di PLTN Chernobyl.

Sumber:

Jones, Gareth R., George, Jennifer M. 2020. Contemporary Management Eleventh Edition. US : McGraw-Hill Education.

https://youtu.be/vntKopJeeuo

https://youtu.be/ocBVLMHK6c8

https://youtu.be/CjM_97uKedQ

https://youtu.be/qUGDOC4N3Ns

https://youtu.be/8drnfEFQdbE

https://youtu.be/jUUWRrj1YI8

https://youtu.be/9Ebah_QdBnI

Penulis:

The Mighty Shark

  1. Ni Made Arini Noviyanthi

  2. Nita Septa Dilla

  3. Tubagus Razab Darmawan

Artikel ini telah dicek anti plagiarisme via website www.duplichecker.com


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format