Struktur Organisasi, Budaya, serta Kontrol dalam Perusahaan Samsan Tech

Menilik susunan dari struktur perusahaan yang dimulai hanya dari satu orang


0

Samsan Tech merupakan salah satu perusahaan rintisan yang terdapat dalam serial televisi Start-Up. Serial televisi ini tayang sekitar bulan Oktober tahun 2020 lalu. Serial ini menceritakan perjalanan sekelompok anak muda yang membuat perusahaan rintisan atau yang kerap disebut startup. Pada awal berdirinya, nama dari perusahaan ini bukanlah Samsan Tech, Nam Do San sebagai pendiri perusahaan ini memberi nama dengan Do San Tech. Do San Tech akhir nya diubah menjadi Samsan Tech saat Nam Do San merekrut 2 orang programer yaitu Lee Chul San dan Kim Yong San. Nama Samsan Tech diambil dari nama ketiga pemuda ini ‘San’, maka jadilah Samsan Tech. Samsan Tech ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi. Dengan anggota dari perusahaan kecil tersebut yang cuman 3 orang, mereka berusaha untuk mendapatkan investor agar Samsan Tech dapat terus berdiri. 

Setelah kurang lebih 2 tahun, tidak ada satupun investor yang mau berinvestasi pada Samsan Tech, selama ini dana yang diperoleh hanya dari orang tua nya Do San. Orang tua nya pun sudah kewalahan untuk membiayai segala kebutuhan perusahaan tersebut. Akhirnya Nam Do San mengambil keputusan untuk mengikuti suatu acara yang diadakan oleh SandBox, yaitu perekrutan keanggotaannya yang angkatan 12. SandBox sendiri merupakan semacam organisasi yang didalamnya terdapat perusahaan-perusahaan investor yang berkompeten dalam berinvestasi. SandBox juga menaungi para perusahaan rintisan, semua perusahaan rintisan yang masuk kedalam SandBox, umumnya pasti mendapatkan investor dan akan dibimbing hingga menjadi perusahaan yang besar.

Samsan Tech yang berhasil masuk kedalam SandBox akhirnya merekrut 2 anggota baru yaitu Seo Dal Mi sebagai CEO dan Jeong Sa Ha sebagai desainer. Sehingga Samsan Tech memiliki struktur sebagai berikut:

Dengan struktur perusahaan Samsan Tech yang sangat sederhana, mereka berjuang dan berusaha untuk menjadi perusahaan rintisan yang sukses dengan membuat produk-produk dalam bidang teknologi, lebih tepat nya yaitu dalam bidang Artificial Intelligence (AI).

ANALISIS FAKTOR STRUKTUR, BUDAYA DAN KONTROL ORGANISASI

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi

Dalam organisasi terdapat beberapa hal yang berpengaruh dalam struktur dari suatu organisasi. Menurut Jones dan George (2020) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi struktur organisasi yaitu lingkungan dari organisasi, strategi, teknologi, dan sumber daya manusia. 

Keempat hal tersebut mempengaruhi suatu perusahaan dalam menyusun struktur organisasi nya. Tabel dibawah ini merupakan identifikasi dari struktur organisasi yang terbentuk dalam Samsan Tech.

Faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi

Identifikasi terhadap Samsan Tech

Lingkungan Organisasi

Samsan Tech memiliki lingkungan organisasi yang fleksibel. Hal ini terlihat dari bentuk kantor yang didesain agar anggota organisasi merasa nyaman sehingga dapat bekerja semaksimal mungkin. Lingkungan yang fleksibel ini diciptakan karena Samsan Tech merupakan perusahaan Start-Up yang mana membutuhkan konsentrasi yang tinggi dalam bekerja untuk menciptakan suatu inovasi.

Strategi

Perusahaan Samsan Tech menggunakan strategi diferensiasi, yang mana berfokus pada inovasi produk untuk memuaskan konsumen. Sehingga dalam perekrutan dibutuhkan SDM yang memiliki kreativitas tinggi dan mampu berinovasi serta mampu mengikuti perkembangan zaman.

Teknologi

Untuk teknologi, Samsan Tech telah difasilitasi oleh SandBox. Fasilitas ini berupa kantor beserta alat-alatnya seperti laptop, komputer, dan juga alat tulis. Selain itu SandBox juga menyediakan beberapa fasilitas seperti ruang konsultasi, ruang rapat dan juga kantin.

Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia yang dimiliki Samsan Tech cukup baik, tetapi kurang proporsional. Hal ini terjadi karena perekrutan SDM tidak dilakukan dengan prosedur yang baik dan benar.

Faktor Pembentuk Budaya Organisasi

Budaya yang terdapat dalam organisasi juga merupakan salah satu hal yang penting agar terciptanya kerjasama yang baik dan tercapainya tujuan organisasi. Dijelaskan dalam Buku Contemporary Management budaya organisasi adalah keyakinan, harapan, nilai, dan norma yang mempengaruhi hubungan dari anggota organisasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan organisasi.

Faktor Pembentuk Budaya Organisasi

Samsan Tech

Karakteristik Anggota Organisasi

Karakteristik anggota Samsan Tech:

  1. Seo Dal Mi sebagai CEO dengan karakter: Semangat, optimis, kreatif dan inovatif.

  2. Nam Do San sebagai CTO yang sangat ahli dalam bidang teknologi atau pemrograman yang memiliki sifat tekun dan pantang menyerah

  3. Lee Chul San sebagai CTO yang mengerti pemrograman dengan sifat humoris yang selalu mencairkan suasana kantor.

  4. Kim Yong San sebagai CTO yang mengerti pemrograman dengan sifat introvert.

  5. Jeong Sa Ha sebagai CMO yang ahli dalam hal desain dan juga mengerti akan tren pasar yang memiliki sifat perfeksionis dan baik tetapi memiliki gengsi yang cukup tinggi.

Etika Organisasi

Samsan Tech memiliki budaya fleksibel dan kekeluargaan dalam menjalankan perusahaan nya baik pada saat dikantor maupun saat berdiskusi di luar kantor. Panggilan formal terhadap rekannya juga kerap diterapkan. Samsan Tech selalu memikirkan tentang produk yang mereka buat, tidak semata-mata hanya karena menginginkan profit saja, namun sebisa mungkin untuk membantu dan mempermudah kehidupan masyarakat penggunanya. 

Hubungan Kerja antar Karyawan

Hubungan kerja antar karyawan di Samsan Tech sangat baik. Hal ini terjadi karena Nam Do San, Lee Chul San dan  Kim Yong San sudah berteman cukup lama, sehingga mereka dapat memahami satu sama lain. Selain itu kisah cinta Nam Do San dan Seo Dal Mi serta Lee Chul San dan Jeong Sa Ha juga sedikit mempengaruhi hal ini, karena dengan adanya hubungan antara mereka, apabila terjadi perbedaan pendapat mereka akan mendiskusikannya dan mencari solusi terbaik dari masalah tersebut.

Struktur Organisasi

Samsan Tech memiliki struktur organisasi yang datar. Hal ini menjadikan seluruh anggota organisasi dapat menyampaikan pendapat secara langsung kepada CEO tanpa harus ada supervisi dari manajer pertama atau manajer tengah.

Kontrol Organisasi


Kontrol organisasi merupakan cara seorang manajer dalam mengontrol organisasi nya agar dapat mencapai tujuan dari organisasi tersebut. Menurut Jones dan George (2020), terdapat tiga tipe dalam pengontrolan organisasi. Tiga tipe tersebut adalah:



Tipe Kontrol Organisasi

Samsan Tech

Feedforward Control

Input Stage: Ide Inovasi Produk 

  • Mengantisipasi adanya perusahaan yang meniru atau mengambil ide produk.

  • Berdiskusi mengenai program yang sesuai untuk dipakai, melihat juga kemungkinan program tersebut eror dan mencari solusi nya sebelum dipasarkan, agar tidak terjadi masalah setelah dipasarkan

Concurrent Control

Conversion Stage: Proses pembuatan produk yaitu pembuatan teknologi baru dalam bentuk sistem 

  • Mengantisipasi adanya virus pada teknologi yang digunakan dalam proses pembuatan

  • Menggunakan sumber yang sudah tersedia dengan semaksimal mungkin untuk kepentingan dari hasil produknya

Feedback Control

Output Stage: Berhasil menciptakan produk yang diinginkan

  • Melakukan quality control terhadap produk yang akan dipasarkan ke konsumen 

  • Memberi tanggapan terhadap kritik dan saran para konsumen terhadap produk Samsan Tech yang sudah dipasarkan

  • Mengevaluasi dan memperbarui produk mereka berdasarkan tanggapan yang diberikan para konsumen

Langkah Perubahan Organisasi

Terdapat empat tahapan dalam mengubah proses organisasi, yaitu:


Tahap Perubahan Organisasi

Samsan Tech

Menilai Kebutuhan Perubahan

  • Terjadi pada saat ingin merubah jabatan CEO dalam Samsan Tech. Do San yang pada awalnya menjadi CEO, dilihat kurang mumpuni dalam memimpin perusahaan.

  • Penentuan produk yang akan dibuat berdasarkan kebutuhan konsumen

Memutuskan Perubahan yang Akan Diciptakan

  • Keputusan diambil untuk merubah jabatan CEO pada Do San menjadi CTO, dan merekrut Dal Mi untuk menjadi CEO dari Samsan Tech

  • Setelah melakukan diskusi, dari beberapa alternatif akhirnya Samsan Tech memutuskan untuk menciptakan NoonGil, yaitu produk untuk membantu para tunanetra

Implementasi Perubahan

  • Dengan persetujuan dari Chul San dan Yong San, akhirnya Dal Mi direkrut dan menjadi CEO dari Samsan Tech 

  • Pembuatan NoonGil

Evaluasi Perubahan

  • Awalnya Lee Chul San meragukan Seo Dal Mi sebagai CEO karena latar pendidikan Seo Dal Mi yang hanya lulusan SMA. Setelah melihat kinerja Seo Dal Mi pada saat memimpin diskusi, mengambil keputusan dan presentasi produk di depan investor, akhirnya para anggota pun yakin bahwa mereka telah memilih CEO yang tepat.  

  • Melihat respon dari konsumen terhadap NoonGil, akhirnya Samsan Tech menambah fitur pengenalan obat.

KRITIK DAN SARAN

Struktur Organisasi Samsan Tech

Berdasarkan penjelasan mengenai struktur organisasi yang digunakan Samsan Tech, Samsan Tech menggunakan Functional Structure atau struktur fungsional. Menurut Jones dan George (2020), struktur fungsional adalah struktur organisasi yang terdiri dari semua departemen yang dibutuhkan dalam proses produksi barang atau jasa dari perusahaan tersebut. Pemilihan bentuk struktur organisasi yang dipilih Samsan Tech sudah benar, tetapi masih memiliki kekurangan. Sebagai perusahaan Startup, idealnya Samsan Tech memiliki setidaknya 5 bagian yaitu CEO (Chief Executive Officer), CTO (Chief Technology Officer), CFO (Chief Financial Officer), CMO (Chief Marketing Officer) dan COO (Chief Operating Officer). Samsan Tech telah memiliki CEO, CTO dan CMO. Untuk COO, di masa-masa awal pembentukan perusahaan biasanya peran ini diambil alih oleh CEO. Maka dari itu, dari struktur organisasi Samsan Tech memiliki kekurangan yaitu tidak adanya CFO dalam perusahaan. 

Akibat dari kesalahan ini terlihat pada saat pembagian saham, forecasting cost dan beberapa adegan dalam drama ini. Samsan Tech sangat kebingungan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keuangan, karena mereka belum ada yang mengerti dan berpengalaman dalam bidang tersebut. Di akhir cerita Samsan Tech pun terlihat bahwa hancurnya perusahaan berawal dari masalah keuangan yang mereka hadapi. 

Hal ini terjadi karena tidak dilakukannya proses perekrutan yang baik dan benar. Dalam pemilihan anggota Samsan Tech tergolong tergesa-gesa, karena memang hanya diberi waktu beberapa jam pada saat program keanggotaan di SandBox. Sehingga perekrutan hanya berdasarkan intuisi saja. Maka dari itu alangkah baiknya apabila Samsan Tech merekrut seseorang yang berpotensi untuk menjadi CFO dengan prosedur dan proses perekrutan yang baik dan benar.

Budaya Organisasi Samsan Tech

Dilihat dari serial televisi ini, budaya yang terdapat di Samsan Tech sudah cukup baik, karena apabila dilihat dari kinerja antar karyawan nya, hampir tidak terdapat perselisihan antara satu sama lain, walaupun ada pasti cepat terselesaikan. Namun terkadang budaya kekeluargaan yang Samsan Tech terapkan menjadikan Seo Dal Mi sebagai CEO kurang tegas dalam bertindak dan mengambil keputusan. Jadi, alangkah baiknya Samsan Tech menyusun SOP terkait peraturan dalam perusahaan dan juga tugas setiap bagian.

Selain itu, hubungan asmara antar karyawan terkadang juga menjadi masalah. Saat hubungan asmara yang terjadi dalam Samsan Tech sedang dalam kondisi baik, memang menguntungkan karena akan lebih mudah mendapatkan hasil yang sama dalam berdiskusi, namun alangkah lebih baik tidak membawa hubungan asmara dalam suatu perusahaan, karena dapat terlihat performa Samsan Tech sempat menurun akibat terjadi perselisihan asmara antara Dal Mi dan Do San. 

Kontrol Organisasi Samsan Tech

Untuk pengawasan atau kontrol Samsan Tech sudah cukup baik. Dilihat dari kinerja Dal Mi sebagai CEO yang dapat mengarahkan para karyawan nya dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan tujuan dari Samsan Tech. Dal Mi juga kerap memotivasi karyawan nya dan memberikan ide-ide kreatif apabila para karyawan mereka sedang bingung memikirkan tentang pengembangan produknya. Dal Mi juga sangat teliti mengenai tanggapan dari para konsumen nya, hal tersebut ia jadikan sebagai evaluasi untuk kedepannya.


Artikel ini telah di cek antiplagiarism via website https://www.duplichecker.com/

Nama anggota : 

  1. Selma Ferena 

  2. Muhammad Jodi Aprianda Fadhlan

Referensi

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.

Serial Televisi Drama Korea Start-Up.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Managers R Us

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format