Analisis Struktur, Budaya, dan Kontrol Organisasi Jangga Group di Itaewon Class


0

Sinopsis 

Pada serial Drama Korea Itaewon Class, bukan hanya kedai Danbam saja yang diceritakan perjuangan bisnisnya, namun ada kompetitornya dalam kompetisi bisnis di dunia kuliner yakni perusahaan Jangga. Diceritakan bahwa Jangga merupakan perusahaan yang memimpin kompetisi dalam dunia kuliner dalam serial Itaewon Class. Dipimpin oleh seorang Presdir bernama Jang Dae-Hee, perusahaan Jangga menjelma sebagai perusahaan yang menyediakan restoran yang memiliki banyak cabang, dengan cabang di jalan Itaewon sebagai cabang yang paling terkenal. 

Di dalam seluruh alur cerita serial drama ini, diceritakan bahwa perusahaan Jangga adalah perusahaan besar yang bertumpu pada kehebatan memimpin sang Presdir Jang Dae Hee. Karena didirikan secara partnership antara Jang Dae Hee dan mendiang ayah dari Kang Min-Jung, pengisi jabatan struktural direksi diisi oleh orang-orang terdekat kedua keluarga tersebut. Hal ini dibuktikan dengan beberapa jabatan struktural  direksi yang di jabat oleh Jang Geun Won (putra dari Jang Dae Hee) sebagai direktur, Jang Geun Soo (Putra Jang Dae Hee) sebagai direktur, dan Kang Min-Jung (putri co-founder perusahaan Jangga) sebagai Direktur Eksekutif. Sebagai seorang PRESDIR, Jang Dae Hee berharap putra sulungnya Jang Geun Won menjadi suksesi kepemimpinannya. Namun sayang, karena memiliki tabiat yang buruk, Jang Geun Won mendapatkan banyak masalah yang dihadapi, sehingga anggota direksi dan investor perusahaan Jangga memiliki masalah ketidakpercayaan terhadapnya, sehingga anggota direksi mencoba mencari sosok lain yang bisa memimpin perusahaan Jangga.

A picture containing text, indoor, wall, monitor  Description automatically generated

A picture containing text, indoor, person, wall  Description automatically generated

Gambar  1 Proposal penurunan Presdir Jang Dae Hee
Sumber: https://k-adramanov.blogspot.com/

Seperti yang disebutkan diatas, perusahaan Jangga sangat bertumpu PRESDIR Jang Dae Hee, sehingga seluruh keputusan semuanya berada ditangannya. Hal ini menyebabkan budaya organisasi yang terkesan otoriter karena seluruh kehendak, keputusan yang mewakili perusahaan Jangga dibuat dan diputuskan secara sepihak oleh Jang Dae Hee. Selain dalam budaya pengambilan keputusan, Jang Dae Hee juga membangun budaya yang kurang sehat dengan membangun citra sebagai pemimpin yang menakutkan. Maksudnya adalah apapun yang tidak sesuai dengan keinginannya, akan berakibat pada pemecatan. Sebagai contoh, pada episode 1, diceritakan bahwa Park Sae-Roy berkelahi dengan Jang Geun Won semasa sekolah, karena tidak terima anaknya dipukuli, Jang Dae Hee memecat ayah Park Sae-Roy yang kebetulan adalah staf senior perusahaan Jangga. 

A picture containing text, indoor, person, person  Description automatically generated

A picture containing text, person, person, indoor  Description automatically generated

Gambar 2 Pemecatan Park Sung-yeol, Ayah Park Sae-Roy
Sumber: https://k-adramanov.blogspot.com/

Selain membangun budaya organisasi yang otoriter dan semena-mena, Jang Dae-Hee juga mengaplikasikan budaya organisasi yang menekankan pada hasil, serta menghalalkan segala cara walau caranya kurang terpuji. Sebagai contoh, pada episode 11 dan 12 yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, Jang Dae Hee menjalin Kerjasama dengan JM Holdings untuk menjatuhkan kedai DanBam dengan menawarkan investasi “bodong” sehingga kedai DanBam yang dipimpin Park Sae-Roy harus mencari cara untuk menutupi kerugian akibat penipuan investasi tersebut. Selain itu, contoh lain yang menggambarkan perusahaan Jangga menghalalkan segala cara ada pada episode 12, Ketika dalam final kompetisi Kedai Terhebat yang disiarkan TV kenamaan pada serial tersebut, perusahaan Jangga membeberkan fakta bahwa Hyun-Yi (kepala dapur kedai DanBam) adalah seorang Trangender dengan maksud untuk menjatuhkan mentalnya sebelum bertanding. 

Dalam sisi control, perusahaan Jangga menggunakan Clan Control system. Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Contemporary management, Bab 11 tentang Organizational Control and Change, Clan Control didefinisikan sebagai kontrol yang diberikan pada individu dan kelompok dalam suatu organisasi dengan nilai, norma, standar perilaku, dan harapan bersama. Fungsi Kontrol ini sepenuhnya dilakukan oleh Jang Dae Hee selaku Presdir. Kontrol ini mencakup control output atau produk yang dikeluarkan, control manajemen dan kepemimpinan. Hal ini bertujuan untuk menstandarisasi output atau produk yang dikeluarkan oleh perusahaan Jangga selaku pelaku bisnis kuliner.

Mengenal Struktur Perusahaan Jangga 

Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dalam bisnis kuliner, Perusahaan Jangga memiliki struktur yang matang sebagai sebuah perusahaan. Perusahaan ini mengaplikasikan struktur organisasi berdasarkan fungsinya. Sebagaimana dijelaskan pada bab 10 buku Contemporary Management tentang “Managing Organizational Structure and Culture”. Functional Structure sendiri didefinisikan sebagai struktur organisasi atau perusahaan yang terdiri dari semua departemen yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang atau jasa (Gareth R. Jones, 2020).

Gambar 3 Functional Structure
Sumber: Contemporary Management 11th Edition
Ilustrasi: Penulis

Gambar 4 Struktur Oganisasi Perusahaan Jangga
Sumber: Berbagai Sumber
Ilustrasi: Penulis

Dalam ilustasi diatas, memperlihatkan struktur organisasi pada perusahaan Jangga. Dalam ilustrasi di atas, memperlihatkan pembagian jabatan struktur berdasarkan fungsi fungsi khusus yang dipimpin oleh direktur-direktur. Pada serial Drama Korea Itaewon Class ini, tidak menampilkan atau menjelaskan departemen-departemen yang berada dalam struktur organisasi perusahaan Jangga. Hanya Direktur Perencanaan dan Strategi yang dipimpin oleh Oh Soo Ah yang diketahui nomenklatur dan Tugas pokok dan Fungsinya, selain itu tidak disebutkan.

Analisis Struktur, Budaya dan Kontrol Perusahaan Jangga

Tabel 1 Analisis Struktur, Budaya dan Kontrol perusahaan Jangga

Kategori

Implementasi pada Perusahaan Jangga

Keterangan

Kritik

Struktur Organisasi

Functional Structure

Pembagian tugas merata sesuai fungsi yang dibutuhkan oleh perusahaan Jangga, sehingga setiap direktur memimpin departemen departemen.

Dengan menempatkan anggota keluarga sebagai suksesi tanpa melihat kemampuan dan kapasitas dapat menimbulkan konflik internal dan ketidakpercayaan antar direktur perusahaan. Hal ini tercermin dengan ketidakpercayaan para direktur dan berusaha untuk menumbangkan Jang Dae Hee dari jabatannya karena dinilai mementingkan hubungan keluarga dibanding kepentingan perusahaan 

Budaya Organisasi

Otoritarian

Faktor pembentuk budaya yang paling kuat pada Jangga adalah struktur organisasi dan hubungan antar karyawan. Struktur yang memungkinkan Jang Dae Hee menerapkan pola piker pribadi disebar dan implementasikan oleh seluruh karyawan. Hubungan antar karyawan berkontribusi meningkatkan budaya otoritarian sehingga ada rasa takut akan atasan. 

Walau pembagian sudah dilakukan dengan baik, kiranya dalam pengambilan keputusan mestinya melibatkan pandangan semua anggota pembuat keputusan. Tidak mengambil keputusan sepihak. Hal ini mengakibatkan ada sekat antara Presdir Jang dengan Direktur-Direktur yang lain

Kontrol Organisasi

Clan Control 

Clan Control memungkinkan penerapan norma, keyakinan dan kebiasaan yang diterapkan oleh pemimpin perusahaan melekat pada gaya perusahaan. Clan Control memberikan dampak positif pada perusahaan pada ranah standarisasi yang sesuai dengan keinginan dari Presdir Jang yang memiliki pengalaman dan standar tinggi akan produk.

Kontrol yang berfokus pada satu orang dan tidak di tanamkan secara baik akan menghilang apabila adanya pergantian kepemimpinan. Hal ini ditakutkan oleh para pemegang saham apabila Jang Dae Hee turun dari jabatannya sebagai Presdir perusahaan Jangga. Walaupun memiliki sikap yang arogan, standarisasi yang dilakukan Presdir Jang Dae Hee nyatanya bisa mempertahankan perusahaan. Ketika isu bahwa Jang Dae Hee akan mundur dari jabatan dan Jang Geun Won akan menggantikan, perusahaan memaksa untuk Jang Dae Hee tetap memimpin sampai adanya pemimpin yang memiliki standarisasi yang sama.

Sumber: Intrepretasi Penulis

Saran Struktur Organisasi, Budaya, dan Kontrol yang Bisa Diterapkan Perusahaan Jangga

Tabel 2 Saran Struktur Organisasi, Budaya, dan Kontrol yang Bisa Diterapkan Perusahaan Jangga

Kategori

Implementasi pada perusahaan Jangga

Keterangan

Struktur Organisasi

Allocating Authority: decentralization of authority

Allocating Authority: decentralization of authority

Penulis menyarankan agar Perusahaan Jangga untuk mulai menerapkan desentralisasi otoritas, di mana Jangga memberi direktur dan karyawan hak untuk membuat keputusan penting tentang bagaimana menggunakan sumber daya organisasi. Meskipun begitu, desentralisasi otoritas tidak bisa diterapkan terlalu sering, karena dapat menyebabkan kurangnya komunikasi antar fungsi atau divisi; yang kemudian dapat menghambat kerja sama dan kinerja organisasi.

Budaya Organisasi

Melakukan perubahan pada 4 faktor yang mempengaruhi budaya perusahaan:

  1. Characteristics of organizational members
  2. Organizational ethics
  3. Organizational structure
  4. The employment relationship
  1. Characteristics of organizational members

Anggota-anggota organisasi, dalam hal ini para karyawan dan direktur Perusahaan Jangga, baik yang sudah ada dalam perusahaan dan yang akan direkrut di kemudian hari, harus memiliki nilai, kepribadian, dan etik yang selaras dengan nilai baru perushaan, yaitu mengedepankan kepercayaan terhadap anggota perusahaan, juga koordinasi dan integrase antarindividu atau antardepartemen. Seiring dengan berjalannya waktu, karyawan Perusahaan Jangga yang sudah bekerja di Jangga namun merasa tidak cocok dengan budaya baru yang diterapkan akan pergi meninggalkan perusahaan.

  1. Organizational ethics

Jang Dae Hee diharapkan dapat memberikan otoritas kepada para direktur departemen untuk membuat keputusan terbaik menurut mereka. Begitu juga dengan karyawan. Mereka diharapkan memiliki kewenangan untuk membuat keputusan-keputusan berdasarkan kewajiban dan tanggungjawab mereka. Semua keputusan itu berpedoman kepada konsep baru perusahaan, seperti yang disebutkan pada poin 1. Dengan direktur dan karyawan terus-menerus membuat pilihan tentang yang benar, atau etis, untuk dilakukan, maka secara natural, nilai-nilai etika dapat tertanam ke dalam budaya organisasi.

  1. Organizational structure

Dengan mendesentralisasikan otoritas dan memberdayakan karyawan, Perusahaan Jangga dapat menetapkan nilai-nilai yang mendorong dan menghargai kreativitas atau inovasi, tidak lagi berpaku dan patuh sepenuhnya pada perintah Jang Dae Hee.

  1. The employment relationship

Jangga dapat menerapkan promosi di dalam perusahaan dengan mempertimbangkan keterampilan yang dimiliki karyawan, tidak hanya berdasarkan kepada hubungan darah dan hubungan personal lainnya. Dengan begitu, ini akan mendukung nilai dan norma yang kuat yang membangun loyalitas, menyelaraskan tujuan karyawan dengan organisasi, dan mendorong karyawan untuk bekerja keras untuk maju dalam organisasi.

Kontrol Organisasi

Clan Control dengan perubahan pada tipe-tipe kontrol pada tahapan kontrol

Standar Jang Dae Hee sudah bagus untuk memastikan baiknya output perusahaan dengan menggunakan Clan Control. Namun, pada tahapannya, penulis menyarankan perubahan yang merujuk kepada konsep di buku Contemporary Management karya Jones & George (2020), di antaranya:

  1. Input stage: Feedforward control

Memastikan bahwa orang-orang yang bekerja di Perusahaan Jangga adalah orang-orang dengan kualitas terbaik untuk berbagai peran pekerjaan, tidak terkecuali dengan anaknya sendiri, yaitu Jang Geun Won dan Jang Geun Soo. Ini dapat mengurangi kemungkinan Perusahaan Jangga dalam mempekerjakan orang yang tidak memiliki keterampilan atau pengalaman yang diperlukan untuk bekerja secara efektif, yang mana akan mengganggu conversion stage nantinya.

  1. Conversion stage: Concurrent control

Melakukan kontrol terus menerus dalam proses yang sedang berjalan. Dalam kasus ini, Perusahaan Jangga dapat terus menerus mengevaluasi progress mereka dalam pembuatan keputusan—misalnya pembuatan keputusan yang tidak etis untuk menjatuhkan pesaing (DanBam). Terlihat dalam berbagai keputusan tidak etis tersebut, Perusahaan Jangga malah tidak mendapatkan simpati dari pelanggan/masyarakat. Sebaliknya, Perusahaan Jangga seharusnya dapat berfokus untuk terus berinovasi dalam kualitas dan diversifikasi produknya, juga dalam strategi pemasaran. Jika DanBam semakin diminati semenjak Ma Hyun Yi menjadi pemenang di Kedai Terhebat, maka Jangga dapat berinvestasi lebih pada koki mereka—bagaimana rasa masakan dapat lebih lezat lagi dari sebelumnya dan menjadi pemimpin lagi di industri tersebut.

  1. Output stage: Feedback control

Feedback control memberi manajer informasi tentang reaksi pelanggan terhadap barang dan jasa sehingga tindakan korektif dapat diambil jika diperlukan (Jones & George, 2020). Perusahaan Jangga dapat meminta pendapat pelanggan atas pelayanan dan produk mereka, sehingga mereka dapat mengetahui tindakan apa yang harus diambil untuk dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Hal ini juga dapat memberikan ilmu dan wawasan baru untuk strategi pengembangan dan pemasaran produk Jangga, sehingga mereka dapat bersaing dengan sehat dengan DanBam.

Sumber: Analisis Penulis

Tahapan Perubahan yang Sebaiknya Diterapkan oleh Perusahaan Jangga

Gambar 4 Empat Langkah dalam Proses Perubahan Organisasi
Sumber: Contemporary Management oleh Jones & George (2020)
lustrasi oleh Penulis

  1. Assess the need for change
    Berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya di atas, diperlukan adanya perubahan pada struktur, budaya, dan control organisasi pada Perusahaan Jangga agar terjadinya peningkatan performa organisasi. Masalah yang dinilai harus diubah dari Perusahaan Jangga adalah adanya budaya otoritarian yang diterapkan oleh Jang Dae Hee. Semua perintah dan pemikiran perusahaan hanya berfokus kepada Presdir Jangga, yaitu Jang Dae Hee. Sementara itu, semua direktur dan staff hanya tunduk, takut, dan mengikuti perintah Jang Dae Hee. Karena itu pula, Jang Dae Hee tidak memberikan kepercayaan penuh kepada karyawannya, terutama Jang Geun Won yang direncanakan sebagai penerusnya. Ini mengakibatkan kurangnya keterampilan yang dimiliki karyawan-karyawannya karena sedikitnya kesempatan yang diberikan Jang Dae Hee kepada karyawannya untuk berkemban, karena segala hal diurus oleh Jang Dae Hee. Hal ini menyebabkan sulitnya Perusahaan Jangga Group untuk menentukan penerusnya.
  2. Decide on the change to make
    Berdasarkan analisis di atas, maka penulis menyarankan untuk melakukan beberapa perubahan pada perusahaan Jangga, yaitu perubahan pada struktur, budaya, dan kontrol organisasi. Semua perubahan mengarah kepada Jang Dae Hee untuk memberikan kepercayaan lebih kepada para direktur dan staf/karyawannya untuk mengurus atau mengerjakan bagian mereka masing-masing. Jang Dae Hee juga harus bertindak sebagai leader yang baik, di mana tidak hanya memberikan perintah, namun peduli akan perkembangan karyawanya, memiliki sikap dan beretika baik, juga lebih membimbing semua elemen perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi dengan tetap memperhatikan etika bisnis.
  3. Implement the change
    Perubahan-perubahan yang disarankan untuk diimplementasikan pada Perusahaan Jangga sebaiknya dilakukan secara top down. Ini dilakukan karena orang pertama yang harus memiliki kesadaran akan perubahan besar di perusahaannya sendiri adalah Jang Dae Hee. Ia sangat disarankan untuk mengubah gaya kepemimpinan yang ia jalani selama ini, lalu mengubah budaya organisasi, kemudian mengubah kontrol organisasi. Setelah adanya perubahan konsep tersebut, maka budaya baru mulai bisa dibentuk, sehingga para direktur dan staf dapat bekerja lebih nyaman, efektif, dan dapat bertumbuh. Ini juga akan mempermudah Jang Dae Hee dalam memilih penerus yang berkompeten.
  4. Evaluate the change
    Untuk mengevaluasi penerapan perubahan pada Perusahaan Jangga, dapat dibandingkan situasi atau keadaan awal selum adanya perubahan dengan situasi perusahaan setelah diterapkannya perubahan. Perbandingan tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya adalah feedback dari karyawan, juga analisis performa karyawan. Dengan ini, kita dapat melihat apakah rekomendasi perubahan untuk Perusahaan Jangga berhasil atau tidak.

Referensi:

Jones, G. R., & George, J. M. (2020). Contemporary Management (Eleventh E). McGraw-Hill Education.

Oleh:

Profit Storm
– Fachrizal Anshori Budimansyah (NIU: 472031)
– Nadya Shafirah (NIU: 472082)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format