Internal Manajemen MatchDNA: Penggunaan Struktur, Budaya, dan Kontrol

MatchDNA merupakan perusahaan sekaligus jasa yang bergerak dibidang jasa matchmaking yang dikenal sama dengan nama perusahaannya yaitu, MatchDNA.


0

Sinopsis

MatchDNA merupakan perusahaan sekaligus jasa yang bergerak dibidang jasa matchmaking yang dikenal sama dengan nama perusahaannya yaitu, MatchDNA. MatchDNA, aplikasi yang akan membantu menemukan pasanganmu melalui kecocokan DNA setiap individu. Rebecca Webb, dahulu merupakan seorang scientist yang meneliti suatu pengetahuan sains yang khususnya bergerak pada bidang struktur DNA mutation. Ia bertemu dengan James Whittling pada masa kuliahnya. Saat itu James menemukan studi kasus tentang kecocokan DNA pada semut dalam mencari pasangannya. Rebecca tertarik untuk menggeluti bidang tersebut bersama James dan akhirnya menemukan solusi permasalahannya dalam menemukan pasanganmu berdasarkan hasil DNA. 

Silih waktu berganti, Rebecca membentuk organisasi bernama MatchDNA untuk mengembangkan penemuan nya tersebut menjadi sebuah bisnis jasa aplikasi dan menduduki jabatan sebagai seorang CEO. Pada awal masa MatchDNA dirilis, ia merupakan sosok yang dikagumi oleh banyak orang karena ia membawa keberuntungan bagi individu lainnya dengan temuan nya tersebut dalam membantu mencapai titik kebahagiaan. Ia bekerja keras membangun perusahaan MatchDNA dengan mengikuti konferensi pers, seminar sebagai layaknya seorang CEO. Hari-hari, ia merasa puas dengan hasil yang membanggakan itu, sebagai CEO walaupun banyak orang yang memandang remeh jabatannya tersebut. Bagaimana tidak, Rebecca yang dahulu merupakan seorang peneliti kini berubah 180 menjadi seorang CEO yang merupakan suatu pekerjaan yang ditekuni oleh seorang pebisnis. Bagi orang lain, mereka khawatir bahwa dengan Rebecca menjadi CEO, ia belum menerima pengetahuan yang mendalam mengenai proses jalannya sebuah bisnis dan struktur perusahaan. Ia kerap mendapatkan kritik dari rekannya bahwasanya ia tidak memiliki kompetensi sebagai seorang CEO yang kemungkinan membawa kerugian profit bagi perusahaan dan lebih cocok untuk kembali meneliti yang sudah menjadi bagian dari dirinya tersebut.  

Tidak berhenti sampai situ saja, rekan-rekannya berusaha untuk menurunkan Rebecca dengan melakukan voting tertutup bersama board of directors lainnya. Sebagian orang menilai bahwa kinerja Rebecca kurang memuaskan sebagai seorang CEO yang hanya berfokus untuk melebarkan bisnis nya tersebut ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak membayangkan kemungkinan-kemungkinan lainnya yang bisa terjadi dan karakternya yang mengintimidasi karyawan nya yang tidak sejalan pemikirannya.

Analisis 

Melalui salah satu Series The One (2021) ini, dapat dilihat bagaimana terbentuknya MatchDNA (perusahaan penyedia jasa berupa aplikasi perjodohan). Tidak hanya itu, bagaimana CEO perusahaan mampu melewati berbagai masalah yang dihadapinya juga ditampilkan di series ini. Dalam suatu perusahaan tentu saja terdapat struktur yang mempermudah jalannya suatu entitas. Struktur organisasi menurut Jones and George (2016: 279) adalah sistem formal yang meliputi pekerjaan dan wewenang antara jabatan dimana dapat mengkoordinasikan dan memotivasi anggota perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Setiap perusahaan tentunya memiliki struktur yang berbeda yang mengikuti dari kebutuhan serta tujuan dari perusahaan tersebut. Adapun struktur organisasi yang ada di MatchDNA dapat dilihat yaitu:

Ada beberapa tipe struktur organisasi yang dapat diterapkan suatu perusahaan yaitu ada struktur fungsional, struktur divisional yang sesuai dengan produk, pasar dan geografi, ada juga struktur matrix dan struktur tim produk. Diantara berbagai struktur yang ada, yang paling menyerupai struktur yang diterapkan oleh MatchDNA merupakan struktur fungsional. Struktur fungsional memiliki pengertian yaitu salah satu jenis struktur organisasi yang terdiri dari semua departemen yang ada dan dibutuhkan organisasi untuk memproduksi produknya. Dari struktur diatas dapat dilihat bahwa Perusahaan MatchDNA terdiri dari board of directors yang dimana terdapat beberapa orang namun karena terbatasnya informasi yang diberikan melalui series ini, hanya diketahui nama dari salah satu board of directors yaitu Damien Brown. Dibawahi oleh CEO (Chief Executive Officer) Rebecca Webb yang dimana memiliki banyak tugas karena memimpin MatchDNA. Lalu ada Executive Vice President yaitu James Whiting yang dimana juga merupakan penemu MatchDNA bersama dengan Rebecca Webb. James juga merupakan salah satu pemegang saham yang memiliki suara dalam RUPS. Selanjutnya, Josh Lee, seorang Executive Assistant yang membantu berbagai urusan Rebecca. Charlotte Driscoll, dari Legal Department, bertugas untuk menangani segala urusan perusahaan terkait dengan segala hal yang terkait dengan penanganan isu legal perusahaan. Yasmiin merupakan salah satu anggota dari IT Department yang dimana karena keterbatasan informasi yang diberikan pada series ini, hanya diinformasikan salah satu departemen ini. Pada Media Department, tugas yang dilakukan adalah membantu bertanggung jawab pada pemberitaan terhadap MatchDNA. 

Organizational Culture

Budaya organisasi merupakan suatu sistem menunjukkan kepercayaan dan sikap perilaku manusia yang membedakan bagaimana individu dengan individu lainnya  berinteraksi satu sama lain didalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan suatu organisasi. (Jones and George, 2016) Budaya perusahaan dibentuk oleh 4 faktor utama yaitu karakteristik dari anggota organisasi, etika Organisasi, hubungan kerja antar karyawan dan struktur Organisasi. Dengan adanya budaya organisasi dapat menciptakan kesadaran untuk melakukan prioritas bersama dibandingkan keputusan pribadi serta membentuk sikap dan perilaku yang baik saat bekerja sehingga mendapatkan hasil yang optimal.

Sumber: Jones and George (2016: 302)

Karakteristik dari anggota organisasi

Karakteristik sudah melekat pada setiap individu sejak dilahirkan maupun karena faktor lainnya yang dapat membentuk yang disebut sebagai watak atau sifat manusia. Dalam series, setiap anggota organisasi memiliki karakteristik; percaya diri, pekerja keras, ambisius dan kompak. Terlihat dari tokoh utama, Rebecca, yang sangat ambisius dan bekerja keras demi membangun hasil temuan nya tersebut agar berhasil menarik perhatian market yang ditargetkan. Rebecca sangat percaya diri saat melakukan konferensi pers dengan baik sehingga dirinya sangat dikagumi oleh banyak orang. Begitupun dengan para karyawannya yang bekerja keras membantu nya dalam membangun perusahaan MatchDNA dan membantunya menangani masalah-masalah eksternal yang dapat mengganggu jalan bisnisnya tersebut. Dalam masa awal berdirinya MatchDNA, terlihat kekompakan antara Rebecca dengan para karyawannya dengan menggelar pesta untuk merayakan keberhasilan Rebecca dalam membangun perusahaan MatchDNA. Sikap saling percaya satu sama lain terjadi dalam pertemuan tersebut berlangsung. Belum muncul perbedaan pendapat antar karyawan. 

Hari demi hari berlangsung, tidak sedikit karyawan yang membenci Rebecca yang malah membuatnya semakin tidak putus harapan hanya karena adanya kritikan dari orang disekitarnya yang menjatuhkan. Ia terus mencari cara untuk bertahan sebagai seorang CEO yang dapat diandalkan oleh orang lain. Sikap pantang menyerah nya juga ditunjukkan ketika ia mengambil database untuk membuktikan hasil temuan nya itu yang mengakibatkan runtuhnya persahabatannya. Dan juga ketika ia terpojokkan, ia akan mencari bukti-bukti yang menyudutkan nya dan menghilangkan nya dengan begitu mudahnya.

Etika Organisasi

Munculnya etika dalam organisasi berhubungan pengaruh dari moral dalam menentukan bagaimana orang mengambil keputusan dan menjalani hidup. Etika dalam organisasi sangat penting dilakukan agar menciptakan ketertiban dan keteraturan dalam perusahaan dan menjadi pedoman untuk setiap penyelesaian masalah internal maupun eksternal yang terjadi di dalam perusahaan. Dalam perusahaan MatchDNA, menerapkan rapat atau diskusi apabila ada suatu kendala yang harus segera diselesaikan bersama seperti usulan pergantian CEO atau rapat rutin yang membahas rencana perusahaan kedepannya. Adanya rapat ini berguna agar opini masing-masing orang tersampaikan dan menghasilkan keputusan yang adil dan terorganisir. Adapun budaya saling sapa-menyapa antar sesama karyawan juga diterapkan dalam series ini sebagai bentuk dasar etika dalam berorganisasi.

Hubungan kerja antar karyawan

Jika melihat kondisi yang terjadi dalam series, hubungan CEO dan karyawan tidak berlangsung baik. Padahal hubungan kerja antar karyawan merupakan hal yang krusial yang harus dijalin oleh setiap karyawan agar dapat mencapai tujuan perusahaan bersama-sama. Justru terjadinya masalah internal merusak hubungan kerja antar karyawan. Ini terjadi karena sikap Rebecca yang mendominasi keadaan setiap karyawan yang tidak sejalan dengannya.

Perseteruan antara Damien-Charlotte dan Rebecca merupakan salah satu contoh yang terjadi. Charlotte dan Damien berniat untuk menjatuhkan menurunkan Rebecca dari seorang CEO karena mereka melihat ketidak kompeten-an seorang CEO dalam menjalankan tugasnya. Menurut Damien, Rebecca lebih cocok menekuni bidang sebagai seorang peneliti. Ia tidak melihat sikap CEO dalam diri Rebecca yang bersikap seenaknya dalam bekerja. Opini tersebut disetujui oleh Charlotte dan beberapa board of directors saat rapat pemutusan masa jabatan CEO. Rebecca juga sering mengancam karyawan yang menghalangi jalan nya seperti yang terjadi dengan Charlotte yang harus kalah dalam beradu argumen karena dirinya diancam oleh Rebecca mengenai masa lalunya bersama Damien diketahui oleh keluarganya. Sama halnya dengan Damien yang situasinya terpojokkan karena berita negatif tentang dirinya tersebar ke publik. Munculnya berita tersebut disebabkan karena penilaian Damien terhadap Rebecca yang membuat Rebecca harus turun tangan untuk membalas perbuatan Damien tersebut.

Namun, tidak semua rekan dari Rebecca ia anggap sebagai musuh hanya beberapa dari mereka yang tidak sepaham. Jika terdapat karyawan yang menerima keputusan nya dengan baik, ia dapat bersikap peduli terhadap orang yang ia anggap menguntungkan baginya. 

Struktur Organisasi

Struktur organisasi yang diterapkan oleh MatchDNA adalah struktur fungsional. Keuntungan dari struktur fungsional adalah dapat saling belajar dan bekerja sama satu sama lain karena memiliki tuntutan yang saling terkoneksi antar sesama departemen dan mempermudah CEO dalam mengawasi kinerja karyawan.  Terlihat dalam series bahwa hubungan antar Executive assistant dengan General counsel yang harus saling mem-backup rumor yang menyangkut tentang perusahaan. Contoh, executive assistant yang bertugas untuk menjadwalkan rencana pertemuan sang CEO dengan polisi sedangkan general counsel bertugas untuk menyambut tamu ketika CEO tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut. Secara tidak langsung mereka saling terikat satu sama lain jika CEO berhalangan hadir maka harus siap dengan perubahan yang terjadi.

Organizational Structure

jumlah pengguna dari aplikasi MatchDNA. Namun dapat dilihat bahwa struktur organisasi perusahaan cenderung ke arah tall organizations yang dimana berarti membuat manajer perusahaan tidak fleksibel dan pengambilan keputusan dapat mengambil waktu yang lama. Oleh karena itu sebaiknya perusahaan menerapkan flat organization agar memberikan manajer kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri dan mempercepat proses pengambilan keputusan.  

Organizational control 

Controlling atau pengawasan adalah proses dimana manajer memonitor dan mengawasi seberapa baik dan efisien organisasi dan karyawannya dalam bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan menerapkan pengawasan, manajer dapat mendapatkan feedback dari kualitas produknya yang dapat menentukan seberapa baik kualitas dari produk tersebut. Sistem kontrol dikatakan efektif saat mampu memberikan manajer peringatan sebelum masalah terjadi dan bagaimana manajer mampu merespon dan menyelesaikan permasalah tersebut. Dalam Series The One ini, MatchDNA telah mampu menggunakan sistem kontrol yang baik dimana dapat dilihat saat bagaimana perusahaan menghadapi dan mencegah masalah sebelum menjadi lebih buruk lagi. Agar MatchDNA tidak terkena dampak buruk dari berita negatif yang tersebar terkait CEO-nya, Rebecca dengan sigap membersihkan dirinya dari berbagai isu tersebut. Selain itu, Rebecca juga mampu membuat dirinya tetap berada diposisi CEO saat banyak pihak yang ingin menjatuhkannya. 

Sumber: Jones and George (2016: 318)

Dalam teorinya sistem kontrol terdiri dari tiga tahapan yaitu feedward control, concurrent control, dan feedback control.

Feedforward control
Dilakukannya antisipasi terhadap masalah sebelum terjadi (dalam masa input), sehingga masalah ini tidak akan terjadi conversion stage. Feedforward control yang dilakukan Rebecca seperti saat adanya berita buruk yang menerpanya, ia mengetahui hal ini akan berdampak kedepannya bagi MatchDNA. Oleh sebab itu ia segera membersihkan namanya dimana membuat berita ini tidak terlalu mempengaruhi pengguna MatchDNA.
Concurrent control
Dilakukan saat proses transformasi dimana dalam proses ini manajer dapat segera merespon terhadap masalah dengan langsung melakukan perbaikan. Concurrent control yang diterapkan seperti memantau bagaimana dampak pemberitaan terhadap dirinya mempengaruhi keuntungan perusahaan. Ini dilakukan Rebecca dengan tetap sigap memperhatikan keadaan luar perusahaan sehingga saat akan ada masalah terjadi ia dapat menyelesaikannya dengan cepat.
Feedback control
Dilakukan diakhir proses dimana kontrol ini memberikan manajer informasi mengenai kesalahan-kesalahan yang telah terjadi dimana akan berguna agar masalah yang sama tidak terjadi atau meminimalisir kemungkinan terjadinya di masa depan. Feedback control yang dilakukan Rebecca seperti menilai bagaimana kontrol yang telah dilakukan sebelumnya, apakah berhasil atau tidak sehingga saat dimasa depan akan ada masalah yang mirip, ia dapat memecahkan masalahnya sedari awal.

Perubahan Organisasi

Berdasarkan analisis diatas, suatu perubahan dalam organisasi perlu diterapkan agar perusahaan bisa terus berkembang mengikuti tren yang ada sehingga menghasilkan hasil yang efektif dan efisien dari segi jasa yang ditawarkan hingga sumber daya manusianya. Untuk langkah-langkah dalam perubahan organisasi terdiri dari 4 proses yang dapat dilakukan antara lain; assessing the need for change, deciding on the change to make, implementing the change, dan evaluating the change.

Sumber: Jones and George (2016: 337)


  1. Assessing The Need for Change

Untuk mencapai hasil yang efektif dan efisien dalam perusahaan, yang perlu dilakukan adalah menganalisa masalah yang sering terjadi dalam suatu organisasi. Dalam perusahaan MatchDNA kendala yang ditemukan adalah  hubungan antar karyawan serta karakteristik dari anggota organisasi. Bahkan Rebecca sebagai CEO harus bisa belajar bagaimana bersikap dalam membangun hubungan antar karyawan yang tidak sependapat dengannya. Karena jika tidak, karyawan banyak yang pergi meninggalkan perusahaan atau menjadi musuh dalam selimut yang bisa saja menjatuhkan nya. Jadi perusahaan perlu sekali mengamati kinerja yang terjadi dalam perusahaan.

  1. Deciding on The Change to Make

Setelah menemukan permasalahan dalam perusahaan, langkah selanjutnya dengan merundingkan kendala apa yang banyak ditemukan dalam perusahaan serta mencari alternatif solusi agar bisa semakin berkembang dan diterima oleh masyarakat sebagai perusahaan yang dapat dipercayai. Dalam langkah 1 disebutkan bahwa permasalahan yang ditemukan adalah membangun kepercayaan antar sesama anggota dan membentuk keharmonisan dalam sebuah perbedaan (karakteristik individu).

  1. Implementing The Change

Langkah selanjutnya, tindakan yang cocok dilakukan oleh perusahaan adalah Bottom-up change, dimana mengidentifikasi suatu objek untuk mengamati pada bagian-bagian spesifiknya. Karena perusahaan MatchDNA baru saja dirilis, seorang manajer  semua departemen harus meningkatkan kerja sama untuk mengembangkan rencana perubahan organisasi secara terperinci. Dengan implementasi tersebut dapat mengurangi hubungan buruk antara Rebecca dengan karyawan. 

  1. Evaluating The Change.

Tahap terakhir dari perubahan organisasi adalah mengevaluasi apakah suatu tindakan berhasil diwujudkan atau tidak. Mengingat kendala terjadi adalah hubungan antar karyawan maka perusahaan MatchDNA dapat mengadakan pelatihan atau acara seperti jalan-jalan saat libur bersama untuk sekedar membangkitkan hubungan antar sesama karyawan. Dari pengadaan latihan maupun acara bisa mengenali dan bisa saling belajar satu sama lain sehingga tidak ada lagi kenyataan bahwa si A tidak berkompeten dalam pekerjaan nya. Dan bisa saling bekerja sama karena perusahaan MatchDNA memiliki struktur fungsional sehingga perlu setiap individu bergabung untuk mencapai tujuan perusahaan bersama.

Referensi:

Jones, G.R., dan George, J.M. (2016). Contemporary Management. 9th Edition, McGraw-Hill, New York.

Netflix. (2021). The One diakses pada 29 April 2021.

Artikel ini telah dicek anti plagiarisme pada https://searchenginereports.net/plagiarism-checker


Kelompok 4: Viking Raiders

I Gusti Agung Ayu Laksmi Kurnia Putri

Kahfiara Krisna Selia Putri



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format