Mendalami Suksesnya Perusahaan Barro melalui Struktur, Budaya, dan Kontrol Organisasi

Membedah berhasilnya Barro sebagai perusahaan mesin pencarian nomor 1 di Korea dari sisi struktur, budaya , dan kontrol organisasi yang ada.


0

Sumber: JiahJava.com

SINOPSIS

Serial search www yang menceritakan perjuangan tiga wanita karir dalam menjalankan perusahaannya mengalami berbagai macam tantangan. Dengan dipecatnya Bae Tammi sang kepala departmen Sistem Pencarian Unicon, justru menimbulkan masala baru. Tammi yang sempat menolak tawaran Barro perusahaan web pencarian sejenis Unicon, akhirnya mengiyakan tawaran pekerjaan tersebut. Tammi pun tidak luput menggandeng 2 karyawannya dari Unicon untuk Pindah Ke Barro. Langkah Tammi yang sangat berani ini mendapat sambutan dari sang Direktur Barro 

Saat pertama kali Tammi menginjakan kaki ke kantor Barro, Tammi dan kedua rekanya begitu kaget dengan suasana kantor yang sangat santai, penuh dengan fasilitas game, bahkan tidak ada satu orangpun yang berpakaian formal. Tidak hanya itu, Barro pun menerapkan budaya kerja yang cukup unik yaitu dengan memberikan nama samaran atau anama alias pada setiap karyawannya dan tidak diperbolehkan memanggil dengan jabatan. Seperti halnya sang CEO yang memiliki nama panggilan di kantor Brian, seluruh karyawan memanggilnya Brian tanpa imbuhan formal seperti “Bapak” atau “Direktur”. Tammi dipekerjakan sebagai pimpinan tim TF yang memiliki fokus pada pengembangan web Barro. Tammi dibantu dengan 3 karyawan dari Barro yang bernama Alex, Jenie, dan Scarlet. Bagi Tammi ini bukan kali pertamanya bertemu dengan Scarlet atau Cha Hyeon mereka berdua sempat menempuh pendidikan SMA di satu sekolah yang sama dan menjadi rival Tammi saat Tammi masih di Unicon. Scarlet dengan berani menentang keputusan Brian mengangkat Tammi sebagai pimpinan tim dan dirinya dimasukan juga ke dalam tim tersebut. Scarlet pun menjadi tantangan pertama Tammi di Barro

Sebagai seorang pimpinan tim ia melakukan pendekatan dengan komunikasi intrapersonal untuk membujuk Scarlet dan akhirnya menghasilkan kesepakatan kerjasama antar keduanya. Tammi yang bergabung dengan Barro diberi nama panggilan Tammy, dan dua rekannya mendapat nama baru yaitu Josseph dan Elie. Mereka mengawali tugas pertama sebagai tim TF dengan arahan langsung dari direktur Barro. Visi Tammi adalah menjadikan Barro sebagai Perusahaan Pencarian Nomor 1 di Korea Selatan. Rapat pertama dilakukan bersama dengan Brian sebagai pengenalan perusahaan dan rekan kerja pada tim Tammy. Rapat dilakukan dengan group discussion dimana Tammy bersikap terbuka dengan berbagai usulan yang diberikan rekannya. Sejak episode 2 serial www ini telah memperlihatkan cara kerja Tammy dalam memimpin timnya. Dimulai dari penentuan strategi iklan, penguatan citra Barro, issue issue yang menjatuhkan Barro hingga pengembangan fitur baru Barro, keputusan diambil oleh pemimpin tim yaitu Bae Tammi. Terbukti Tammy mampu membawa timnya menjalankan Barro dengan meningkatkan index jumlah pelanggan signifikan. Namun, dalam sebuah bisnis pasti diwarnaj dengan lika liku begitu pula dengan Barro, saat terjadi kasus pemalsuan algorithma Barro ditekan oleh berbagai lapisan masyarakat dan sebagai bentuk tanggung jawab sang direktur, Brian mengundurkan diri dari posisinya. 

Pengunduran diri Brian ini menimbulkan berbagai macam gejolak, seperti kepercayaan diri karyawan yang menurun dan posisi Direktur yang kosong menjadikan Barro hampa. Dan terpaksa posisi Brian digantikan oleh Kevin Wakil Direktur Barro. Berbeda dengan Brian, Kevin cenderung tidak mau mendengarkan bawahan dan berorientasi pada target marketing fee yang didapatkan dari portal iklan di web Barro. Konflik semakin menjadi saat pemerintah Korea mencoba menekan pembeeitaan dengan memberikan imbalan pengahapusan pajak dan biaya listrik lebih rendah. Paham dengan hal ini Tammy mencoba untuk menghubungi Brian, untuk meyakinkannnya kembali Ke Barro. Tammy membewa setumpuk petisi yang ditandatangani oleh Karyawan Barro yang menolak pengundur diri Brian. Karena faktor urgensi Brian pun akhirnya kembali ke Barro dan menjabat sebagai direktur kembali. Seperti dengan etika perusahaan Barro tetap memperjuangkan kebebasan berpendapat dalam menulis berita. Keputusan Barro ini pun mendapatkan dukungan serupa dari Unicon. Dengan perjuangan yang tidak mudah akhirnya Bae Tammi mampu membawa Barro mencapai visinya dengan menggeser Unicon sebagai perusahaan web pencarian dengan pelanggan terbanyak. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama antar individu serta penerapan sistem kerja di Barro. 

Sumber: Youtube The Swoon


Berikut beberapa analisa tentang struktur dan budaya organisasi yang di terapkan oleh Barro. 

STRUKTUR ORGANISASI BARRO 

Berbeda dengan perusahaan lain Barro justru mencoba menciptakan budata kerja baru dengan memberikan nama alias atau nama panggilan bagi seluruh karyawannya. Sehingga antara atasan dan bawahan tindak ada jarak karena perbedaan jabatan. Namun, tetap mengedepankan komunikasi secara sopan dan saling menghormati satu sama lain.


Direktur Barro


Ming Hong Jo atau yang akrab disapa Brian merupakan direktur Barro, karakternya yang tenang, santai, namun kritis ini sangat dicintai oleh karyawannya. Terbukti saat Brian mengundurkan diri hampir 90% karyawan menolak pengunduran diri Brian dengan membuat petisi. Saat terjadi kekosongan kursi direktur, Kevin sebagai Wakil Direktur mengambil kendali sebagai Direktur sementara. Berbeda dengan Brian Kevin cenderung keras kepala dan otoriter.



Dalam drama search www ini, Brian sengaja membentuk satuan unit tugas baru yang dikepalai oleh Bae Tammi dan memasukan Cha Hyeon (Scarlett) dalam tim tersebut, tim ini dinamakan Tim Task Force.


Bae Tammi nama panggilan: Tammy


Bae Tammi sebagai pimpinan Task Force Team, dengan ambisinya menggeser Unicon Tammi melakukan berbagai perubahan di perusahaan barunya ini. Hal pertamanya yang ia rubah adalah value Barro sebagai perusahaan web portal dengan durasi pencarian tercepat. Barro lebih cepat menjadi slogan baru dan value baru yang terus dimatangkan agar Barro mencapai posisi puncak. Dalam menjalankan tugasnya Tammi dibantu oleh Cha Hyeon (Scarlett), Scarlett ditunjuk oleh Brian untuk menjadi wakil pimpinan tim.

Cha Hyeon, nama panggilan: Scarlett 


Dengan kesepakatan kerja yang jelas Scarlett pun bersedia bergabung dengan tim TF yang dipimpin Tammi. 


Brian sebagai Direktur memiliki wewenang untuk menentukan tim yang akan bergabung dengan Tammy yang diberinama TF Team. Dalam menjalankan misinya Tammy dibantu dengan beberapa rekan diantaranya Joseph dan Ellie yang merupakan karyawan Tammy saat di Unicon 


Selain Joseph dan Ellie, tim TF ini juga beranggotakan Alex dan Jennie yang merupakan karyawan Barro. Alex memiliki pengalaman dalam bidang marketing sedangkan Jennie memiliki kemampuan dalam bidang IT sistem. Sebelum bergabung Tammy Alex dan Jennie ditugaskan oleh Brian untuk menjadi 
bawahan Scarlett.


FACTORS AFFECTING ORGANIZATIONAL STRUCTURE

Sumber: Slideshare.net

- Organizational Environmental

Dalam menjalankan bisnisnya yang bergerak dibidang portal web digital harusnya berita atau artikel yang diunggah bersifat transparant dan bebas atau tidak memihak. Dengan adanya tekanan penghapusan kebijakan privasi oleh pemerintah, hal ini sempat mengganggu ekosistem kerja Barro. Tantangan dunia digital yang dinamis harus mampu ditangani oleh Barro. Barro berupaya terus memperbarui portal web mereka mengikuti trend dan berinovasi agar menjadi yang terdepan. Value Barro harus terus dijaga dari waktu ke waktu, karena value perusahaan merupakan pembeda terbesar suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Value ini harus dijaga oleh seluruh individu dalam organisasi. 

- Strategy

Penentuan tujuan dan sasaran Barro dilakukan oleh direktur dengan breakdown tiap tim namun tetap dalam 1 garis besar yang sama yaitu menjadikan Barro leading Web Portal Company. Pemimpin tim bertanggung jawab dalam menentukan strategi timnya yang dibreakdown dengan membagi tanggung jawab tiap individu sesuai dengan kemampuannya. Tammy membagi tugas timnya secara rata dan secara berkesinambungan dilakukan evaluasi. Tidak hanya itu, evaluasi strategi tingkat korporat pun dilakukan dengan oleh direktur dengan meninjau strategi yang dijalankan setiap tim.

- Technology

Sebagai perusahaan IT Barro selalu melakukan inovasi terutama dalam kualitas mesin pencariannya. Barro mengedepankan teknologi yang up to date dalam menjalankan bisnisnya. Tak hanya teknologi Barro pun memperbarui design ruang kerja dengan perpaduan teknologi dan kenyamanan karyawan membuat karyawan Barro loyal terhadap perusahaan ini. Inovasi Barro tidak hanya dilakukan pada fitur Barro saja namun juga inovasi sistem komunikasi digital dan iklan untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Sebelum peluncuran fitur baru Barro memiliki tim dewan penijau yang menilai kelayakan fitur tersebut.


Interior Design Barro Head Quarter


- Human Resource 

Pada drama ini tidak digambarkan secara jelas tentang peranan HRD dalam sistem human resouce. Namun, dengan adanya alur cerita dimana Tammy dizinkan memasukkan rekan kerja Unicon ke Barro menandakan bahwa Barro terbuka bagi siapa saja yang memenuhi kualifikasi kerja Barro dan penanggung jawab yang jelas. Dalam hal ini Tammy, Tammy berupaya mengoptimalkan kemampuan timnya dengan memberikan projek individu dan nasihat nasihat. Sama halnya dengan Brian, Brian sebagai direktur Brian mengoptimalkan kinerja karyawannya dengan memberikan saran dan nasihat pada setiap pengambilan keputusan. Langkah Brian menempatkan Tammy sebagai kepala tim merupakan suatu tindakan yang sangat tepat. Dinilai dari jam terbang dan pengalamannya Tammy sangat memenuhi kualifikasi seorang pemimpin tim. Brian mampu melihat potensi kerja sama yang optimal dengan menyatukan Scarlet dan Tammy karena perbedaan pendapat mereka justru mampu menimbulkan skenario perencanaan yang bervariasi. Brian pun secara terbuka memberikan kepercayaan pada Tammy untuk menempatkan rekanannya sebagai partner team pada tim TF. Kemampuan seorang penhendali sumber daya manusia dalam perusahaan memainkan peran penting dalam sisi optimalisasi kinerja perusahaan. Perusahaan yang berhasil berasal dari sumber daya manusia yang berkualitas.


SOURCES OF AN ORGANIZATION’S CULTURE


Sumber: Slideserve.com


- Employment Relationships

Di dalam drama ini seorang pemimpin memegang kendali yang besar dalam menjalin relasi antar rekan kerja. Relasi yang dijalin bersifat non formal namun sopan dan saling menghargai. Brian sang Direktur pun menetapkan target pencapaian tim TF dan pembawannya yang santai membuat karyawannya nyaman untuk berdiskusi apapun dengan Brian. Brian tidak ragu untuk memberikan apresiasi pada setiap karyawan yang berhasil mencapai target, Brian sering mengundang karyawannya untuk  makan bersama. Namun, pembawaan Brian yang terkesan santai ini terkadang kurang mematik motivasi kerja karyawannya.

Sama halnya dengan Brian, Tammy yang menjalin hubungan intrapersonal dengan rekan 1 timnya. Tammy selalu terbuka menerima saran dan sering pula mendujung saran dari rekan satu timnya. Tammy yang ambisius membuat rekan kerja satu timnya pun bekerja sepenuh hati untuk mencapai ambisi bersama. Disaat rekannya bekerja hingga larut Tammy pun turut bekerja lembur bersama mereka. Sebagai pemimpin Tammy mendorong semangat kerja bawahnnya tidak hanya melalui komunikasi namun juga contoh perilaku.

- Organizational Culture

Budaya organisasi Barro termasuk dalam budaya adaptive. Value yang dibentuk Barro berhasil menmbawa Barro ke posisi 1 portal web dengan pelanggan terbanyak. Budaya kerja yang serius tapi santai ini terbukti membuat karyawan Barro semakin loyal terhadap perusahaanya. Hal ini terbukti saat Cha Hyeon dan Alex yang beberapa kali mendapat tawaran kerja dari Unicon, namun mereka memilih setia terhadap Barro. 

- Organizational Ethics 

Barro menerapkan nilai etik pada setiap tampilan atau postingan berita di portalnya. Barro selalu mengedepankan kebijakan privasi pada sumber berita yang terkait dengan kasus perorangan, Barro tidak ingin merusak mental sebagaian orang dengan adanya penggiringan opini yang tidak benar. Barropun menjunjung aspek keadilan bagi setiap karyawan, mereka berhak atas apresiasi sesuai dengan dedikasinya, hal ini terlihat saat penentuan webtoonist yang direkrut Barro. Tidak peduli seberapa bagus karya webtoon nya, apabila sang Webtoonist bertindak seenaknya dan tidak menghargai orang lain, Barro tidak akan merekrutnya.

- Characteristics of organizational members

Karakteristik setiap pegawai dalam perusahaan Barro sangat berbeda-beda. Terlihat perbedaan di awal yang cukup mencolok dari Ca Hyeon sebagai karyawan lama di Barro, dan Bae Tammi sebagai karyawan baru Barro yang sebelumnya berada pada rival Barro yaitu Unicon. Sebenarnya karakter mereka berdua tidak ada yang buruk, perbedaanya Ca Hyeon sangat mencurigai dan berhati-hati dengan teman kerjanya yang ditakutkan menjadi mata-mata Unicon, ini dapat menghambat kemajuan perusahaan. Tetapi hal ini sangat wajar untuk periode awal mengningat kepindahannya yang cukup singkat. Sedangkan Bae Tammi memiliki karakter yang sangat tegas untuk maju, pandai melakukan terobosan-terobosan, serta selalu ingin bekerja baik dan jujur demi kemajuan perusahaannya.



ORGANIZATIONAL CONTROL

Kontrol Organisasi adalah cara dari seorang manajer menentukan seperti apa aktivitas organisasi mampu berjalan mencapai tujuan dari organisasi tersebut. Kontrol ini juga memantau dan melakukan arahan sudah sejauh mana efisiensi dari yang dilakukan oleh sebuah organisasi tersebut.

            Organizational control and culture. (Session 7.9) - online presentation

            Sumber: https://en.ppt-online.org/

Kontrol sistem yaitu metode yang dipakai guna menindak lanjuti metode yang digunakan dari kontrol organisasi seperti penetapan target, pemantauan, evaluasi dan umpan balik bagi sistem tersebut. Sistem ini disebut efektif jika sistem tersebut mampu memberikan info di awal pada manajemen jika terdapat peluang serta ada yang mengancam organisasi dan memberikan kesempatan bagi manajer untuk dapat mementukan hal apa yang harus dilakukan.

- Kontrol Feedforward

Pada perusahaan Barro mampu mengontrol adanya permasalahan ketidak percayaan antara karyawan lama dengan karyawang baru, terkait hadirnya karyawan baru yang berasal dari perusahan Unicon sebagai perusahaan pesaing Barro selama ini. Permasalahan ini dapat ditanggulangi di depan sejak awal dengan Bae Tammi memberikan keyakinan pertaruhan kepada Ca Hyeon, Bae Tammi siap keluar dari Barro jika tidak mampu mencapai target yang telah ditentukan dalam 6 bulan.

- Kontrol Concurrent

Pada kontrol ini, perusahaan Barro mampu menerapkannya pada perjalanan Barro menjelma menjadi perusahaan mesin pencarian nomor satu di Korea. Sejak pertama kali merekrut Bae Tammi, dan Menyusun berbagai macam strategi salah satunya sudah mengantongi tentang perusahaan Unicon dari Bae tutTammi hingga menjadi perusahaan mesin pencarian terbaik di Korea. 

- Kontrol Feedback

Adanya kepuasan dari pelanggan dalam menggunakan mesin pencarian Barro karena berbagai macam keunggulannya. Menjadi peringkat terasatas dalam daftar perusahaan mesin pencarian sudah menjadi salah satu feedback yang sangat baik bagi perusahaan dan menjadi laporan manajer.


ORGANIZATIONAL CHANGE

Perubahan Organisasi adalah langkah yang dilakukan sebuah perusahaan terkait kekurangan atau apa apa saja yang perlu dievaluasi dari perusahaan berdasarkan target perusahaan dan jaman yang terus mengalami perubahan tren. Berikut Perubahan yang dilakukan Barro mencangkup 4 tahap

  1. Menilai
    Belum adanya karyawan pada Barro yang bersifat keras dalam memiliki prinsip dan menentukan strategi perusahaan sehingga dapat tercapai visi Barro yang menjadi perusahaan mesin pencarian Nomor satu di Korea.
  2. Menentukan
    Direktur dari Barro mencoba menawarkan pekerjaan kepada Bae Tammi yang baru saja mendapat pemecatan dari Unicon karena adanya sebuah kasus. Hal ini dilakukan karena Barro pun mengerti sangat baiknya kinerja dari Bae Tammi di Unicon.
  3. Mengimplementasikan
    Masuknya Bae tammi ke Barro atas rekrutan terbaru dari direktur Barro langsung mmeberikan banyak perubahan dan memperbarui strategi-strategi yang digunakan Barro untuk dapat mencapai visi dari perusahaan.
  4. Mengevaluasi
    Evaluasi dari langkah perubahan yang dilakukan dari direktur Barro berbuah sangatlah baik, dalam waktu yang terhitung tidak lama Barro mampu menjadi perusahaan mesin pencarian terbaik di negara Korea.


SARAN

- Struktur Organisasi

Pada struktur organisasi perusahaan, di Barro terlihat sangat ringkas pada posisi-posisi yang ideal. Sehingga bisa jadi sangat kurang pilihan seorang karyawan, manajer, maupun direktur untuk melakukan diskusi tentang rencana-rencana yang akan dijalankan dari sebuah perusahaan maupun diskusi untuk melakukan permasalahan yang mucnul pada perusahaan. Sebaiknya Barro melakukan penambahan jumlah karyawan pada posisi-posisi yang baik, sehingga dapat semakin banyak muncul opsi melakukan diskusi. Misalkan seorang direktur bisa jadi mengumpulkan beberapa manajernya demi mendapatkan ide-ide terbaik untuk kemajuan perusahaan Barro. Dalam kasus Barro ini hanya terlihat besarnya pengaruh Bae Tammi dan Brian dalam melakukan terobosan-terobosan kemajuan Barro, dengan Ca Hyeon lebih terlihat sebagai pengkritik atau menyetujui dari terobosan-terobosan yang ada. 

- Budaya Organisasi

Pada budaya organisasi yang dijalankan pada perusahaan Barro ada yang dirasa kurang tepat. Mundurnya Brian sebagai direktur Barro ketika terjadi tekanan dari berbagai pihak luar seharusnya dapat di diskusikan lagi atau bahkan tidak terjadi. Budaya ini seakan membebankan suatu masalah pada satu pemeran saja, bukan di tanggung bersama untuk di diskusikan. Memang brian posisinya adalah seorang direktur yang memang seharusnya paling bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada suatu perusahaan, tetapi akibat mundurnya Brian dalam permasalahan ini membuat Barro menjadi lebih kesulitan untuk melanjutkan visinya. Terjadi banyak gejolak dalam organiasi ketika kosongnya kursi direktur. Jadi seharusnya Barro dapat lebih mengedepankan budaya diskusi dalam perencanaan lebih tinggi agar apa yang dilakukan dalam setiap pelaku bisnis di organisasi ini adalah benar dan dapat menjadikan Barro semakin baik kedepannya.

- Sistem Kontrol

Dalam tahap kontrol Barro sebenernya sudah sangat baik dalam menjalankannya. Sejak awal mampu menganalisa pelanggan, keadaan dalam perusahaan, serta mampu menganalisa permasalahan yang terjadi pada luar perusahaan. Kasus yang di alami perusahaan pesaingnya yaitu Unicon mampu di kontrol dan di respon dengan sangat cepat dan begitu baik oleh Barro, dengan merekrut salah satu pegawai terbaik Unicon yaitu Bae Tammi. Rekrutan ini tentu dapat menimbulkan control perusahaan yang semakin baik. Karena adanya Bae Tammi membuat control-kontrol yang dilakukan akan lebih terukur dengan mempertikbangkan kelemahan dan kekuatan dari Unicon. Hasilnya Barro mampu mengalahkan Unicon dengan mencatakan sebagai perusahaan mesin pencarian nomor satu di Korea dengan berbagai macam kontrol dan keunggulan yang disediakan sehingga mayoritas pengguna mesin pencarian di Korea nyaman dan sangat menyukai dengan mesin dari Barro.


Artikel ini sudah di uji anti plagiarism melalui website https://www.duplichecker.com

Kelompok 7 All Bosses Club:

- Camelia Dewi F

- Muh Rafa Subhannallah

Referensi:

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format