Narcos S2E4, Dilema Kartel Medellin

Episode keempat musim kedua Narcos membawa kita ke mimpi Pablo Escobar, di mana istrinya ditembak dua kali oleh Kolonel Carrillo.


0

Episode keempat musim kedua Narcos membawa kita ke mimpi Pablo Escobar, di mana istrinya ditembak dua kali oleh Kolonel Carrillo. Hal ini merupakan pertanda kalau Escobar mulai sadar kalau dia bukanlah orang yang tidak dapat disentuh seperti sebagaimana ilusi yang ia yakini selama ini. Dalam melawan Carillo, Escobar menggunakan seseorang bernama David sebagai tumbal untuk memanipulasi media dengan menyebarkan cerita buruk tentang Kolonel Carrillo. Namun usaha ini ternyata tidak berhasil. 

Fernando Duque, seorang politisi Kolombia, memberitahunya bahwa strateginya belum berjalan, ceritanya belum menyebar, dan Presiden Gaviria hanya menyangkal insiden itu pernah terjadi. Pablo yang marah mulai menulis surat kepada editor semua surat kabar arus utama di Kolombia. Sementara Escobar sibuk menulis suratnya, Kartel Cali mulai memetakan rencana wilayahnya, membuat rencana untuk pindah ke Miami. Namun Duque memberi tahu Escobar bahwa meskipun suratnya ditulis dengan sangat baik, tidak ada satu pun surat kabar yang mau menerbitkannya.

Di sinilah kita mulai melihat berbagai pihak—selain pemerintah—yang mulai merencanakan kejatuhan Escobar. Yang pertama, ada Murphy yang mengingatkan kita tentang bagaimana Pablo telah bekerja sama dengan sekelompok komunis gerilya untuk merebut istana yang menyimpan bukti fisik terhadap kejahatan-kejahatan dia sebelumnya. Tampaknya tindakan tersebut mendatangkan amarah sekelompok ekstremis sayap kanan, dipimpin oleh Castaños bersaudara, yang kebetulan juga anti-komunisme. Mereka bertemu dengan Judy Moncada dan Pacho dari Kartel Cali dan memutuskan untuk membentuk aliansi dengan mereka. 

Yang kedua, Limón mulai bosan dengan seluruh agenda yang berkaitan dengan mempertaruhkan hidupnya dengan membantu kegiatan terorisme ini. Dia menemukan Maritza, yang bersembunyi di sebuah peternakan di antah berantah, dan meminta maaf karena membahayakannya, menyarankan bahwa mereka berdua bisa berlindung dengan memberi tahu Search Bloc akan lokasi Escobar. “Ini adalah kesempatan Anda untuk mendapatkan visa dari Amerika sehingga Anda bisa pergi dengan putri Anda,” ucap Limón kepada Maritza.

Kembali ke Medellín, Peña mendapat telepon dari seorang teman mucikari yang meminta untuk bertemu dengannya; ternyata itu jebakan. Rupanya dia adalah “teman dari teman” Maritza, yang duduk di tempat tidur menunggu untuk berbicara dengan Peña. Dia skeptis sampai Maritza mengucapkan kata-kata ajaib: “Saya tahu di mana menemukan Pablo Escobar.” Keesokan harinya Limón menelepon Maritza dengan alamat akuntan yang akan dikunjungi Pablo hari itu. Maritza menelepon Peña dengan alamat; Meskipun Carrillo agak skeptis, Peña meyakinkan tim bahwa mereka dapat mempercayainya.

Pada intinya, Kartel Medellin, tim operasi Pablo Escobar, pada titik ini benar-benar dalam kondisi berantakan. Di episode yang berjudul “The Good, The Bad, dan The Dead” ini, Narcos berhasil mengeksplorasi dengan baik bagaimana sejumlah faktor berkontribusi dalam mempersulit kinerja Medellin, yang sedikit banyak terpengaruhi oleh kehidupan Pablo Escobar yang sedang berada dalam titik rendah. Sesekali Narcos menjadi sedikit macet dalam semua informasi dan detail yang perlu disampaikan untuk melakukan kisah keadilan Pablo Escobar, tetapi episode ini sangat jelas. Ini merupakan hal penting karena ini adalah episode integral dari plot musim kedua, di mana Pablo Escobar diperlihatkan bertransformasi dari sosok pria dalam pelarian menjadi seorang pria yang sekali lagi berhasil mengambil kendali.

Berikutnya datanglah satu adegan terpenting di sini, yang diatur layaknya sebuah jaring penuh rahasia dan kebohongan. Pada dasarnya, Limon meyakinkan Maritza bahwa apabila mereka menyerahkan Pablo Escobar, mereka berdua bisa bebas dan selamat. Sehingga Maritza berbicara dengan Peña dan meyakinkannya Peña akan klaimnya dalam mengetahui di mana Escobar berada, lalu dia membawa informasi itu ke Carrillo dan Messina. Mereka mengatur penangkapan Escobar dan semua rencana terlihat sempurna.

Begitulah, hingga rencana aktualnya benar-benar dijalankan. Pasukan Search Bloc pun beraksi kecuali Peña dan Murphy, yang tidak diizinkan oleh birokrasi untuk menemani penyerbuan itu. Murphy dan Peña yang malang telah bekerja sangat keras dalam kasus ini, dan mereka terus mengalami kesulitan.

Kemudian, saat Carrillo dan anak buahnya berhenti ke lokasi yang diberikan Maritza, mereka disergap. Dan kemudian, terjadilah sebubah plot twist besar: Ternyata Limón kecil yang sekilas tampak tidak bersalah itu benar-benar menggunakan Maritza sebagai umpan, dan Carrillo serta anak buahnya berjalan langsung menuju penyergapan.

Tiba-tiba sebuah bom mobil meledak dan sebuah truk menghalangi orang-orang itu untuk melarikan diri. Dari sana, anak buah Escobar menembak mati anggota Search Bloc satu per satu, sampai hanya Carrillo yang tersisa, hampir tidak bernapas. Akhirnya, Pablo Escobar berdiri di atas Carrillo yang terluka. Dia membuatnya menatap wajahnya, dan kemudian menembaknya, dengan peluru yang sama yang diberikan Carrillo kepada David kecil untuk dikirim ke Escobar. Dan kemudian, Escobar terus menembak. Dan menembak. Dan menembak.

Escobar sekali lagi mengklaim posisi kekuasaan, mengalahkan saingan terbesarnya, Kolonel Carrillo. Namun masih ada ancaman besar lainnya yang tidak dia ketahui. Don Berna membawa Peña untuk bertemu dengan Judy dan Castaños bersaudara. Lalu mereka mengucapkan hal berikut kepada Pena: “Musuh dari musuh saya adalah teman saya.”

Kembali ke kediaman Escobar, Tata jelas tahu tentang rencana kecil yang jahat ini, karena dia menunggu dengan sabar di balik jendela untuk suaminya. Malam itu mereka menikmati secangkir kopi sambil memandang dengan penuh kasih ke mata satu sama lain, sama sekali mengabaikan fakta bahwa Escobar baru saja membunuh seorang pria secara brutal. Sedang di kantor polisi, baik Murphy dan Messina berusaha menghibur Peña, mengatakan kepadanya bahwa bukan salah dia mempercayai info Maritza juga bukan salahnya Kolonel Carrillo meninggal.

Presiden Gaviria, di sisi lain, tahu bahwa negara meminta kehadirannya. Sang wakil Menteri, Sandoval, setuju bahwa semua orang mencari kambing hitam; tetapi dalam gerakan yang mengejutkan, dia menjadi sukarelawan, mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab atas segalanya.

Struktur Organisasi Kartel Medellin

Dalam mencapai tujuan suatu organisasi, seorang manajer bertugas untuk membuat dan menetapkan struktur dan hubungan kerja antar karyawan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien. Terdapat beberapa faktor tertentu yang dapat mempengaruhi desain dan struktur dari suatu organisasi tersebut, diantaranya adalah :


The Organizational Environment

Bisnis narkoba yang dijalankan oleh Pablo merupakan suatu aktivitas illegal yang banyak mendapatkan pertentangan dari banyak pihak. Hal ini membuat cepatnya lingkungan eksternal berubah dan semakin besar ketidapastian yang terdapat di dalamnya. Hal tersebut membuat Pablo sebagai seorang manajer yang mengatur jalannya bisnis, mendapatkan banyak masalah yang akan dihadapi. Pablo harus berhadapan dengan hukum yaitu pihak kepolisian, pihak pemerintah yang banyak menentangnya, dan juga masyarakat Kolombia yang mulai takut akan keberadaan gembong narkoba miliknya.

Strategi

Dalam menjalankan bisnisnya, Pablo harus menyusun berbagai strategi strategis yang dibutuhkan untuk menjalankan struktur organisasinya. Seperti halnya dalam produksi, dibutuhkannya koordinasi yang baik antar divisi. Pablo harus benar-benar memastikan lokasi serta proses pengolahan narkobanya aman. Dalam hal distribusi Pablo juga harus memiliki beberapa strategi yang baik agar peredaran narkobanya tidak terjerat oleh pihak kepolisian.

Teknologi

Proses produksi narkoba yang dijalankan oleh Kartel Mendellin ini juga masih dilakukan secara tradisional. Bisnis narkoba Pablo tidak menggunakan teknologi terbarukan yang menelan biaya mahal, karena semuanya diproduksi oleh tenaga manusia, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi pun murah. Dalam pendistribusiannya, Pablo hanya berinvestasi pada beberapa kendaraan seperti mobil dan truk, beberapa alat komunikasi seperti handy talky (HT) dan telepon satelit, serta beberapa persenjataan untuk keamanan.

Human Resource

Dengan kondisinya yang semakin terdesak. Orang-orang kepercayaan Escobar semakin berimprovisasidalam bekerja. Kartel Medellin berjalan atas asas kekeluargaan sehingga sense of belonging terhadap para anggota sangat tinggi bahkan warga Medellin menganggap dia sebagai bapak.

Pembagian Fungsi pada Kartel Medellin

Dalam menjalankan bisnis kartel narkobanya, Pablo dan rekanan serta bawahannya menerapkan struktur fungsional dalam organisasinya. Menurut buku Contemporary Management (2020), struktur fungsional adalah struktur organisasi yang terdiri dari semua departemen dalam organisasi yang perlu memproduksi barang atau jasa. Terdapat beberapa keuntungan yang didapatkan dari mengelompokkan pekerjaan menurut fungsinya. Pertama, dengan menyatukan orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan serupa, mereka dapat belajar dari satu sama lain dan menjadi lebih profesional dalam bekerja di tingkat yang lebih tinggi. Terdapat rasa tanggung jawab yang saling terkait antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya, yang mendorong kerja sama fungsional. Kedua, ketika orang bekerja dalam pekerjaan serupa dikelompokkan secara Bersama, manajer lebih mudah untuk memantau dan mengevaluasi kinerjanya. 

Hal ini terlihat dalam melakukan proses produksi dan distribusi narkoba oleh Kartel Medellin, terdapat beberapa struktur fungsional yang memiliki tugas berbeda. Terdapat rekanan dan bawahan Pablo yang berfokus pada fungsi produksi, fungsi keamanan, hingga fungsi pendistribusian narkobanya. Di dalam organisasi Kartel Mendellin, tidak terdapat banyak pelaku bisnis. 

Fungsi produksi dipegang oleh Gacha, ia berperan dalam memproduksi kokain dari bahan bakunya untuk menjadi produk jadi. Sedangkan keamanan dipegang oleh masing-masing ketua wilayah.

Secara pembagian divisi, Grup Escobar menerapkan pembagian berdasarkan perbedaan geografis. Escobar merekrut para distributor daerah menjadi partnernya. Ia membaginya kedalam area jalur Kolombia, Amerika Tengah, Karibia, dan USA.

Budaya Organisasi

Budaya organisasi yang dibentuk pada Kartel Medellin adalah budaya kekeluargaan. bedarasarkan buku Contemporary Management (2020), terdapat 4 sumber dalam membentuk budaya organisasi.


Karakteristik Anggota
  • Pablo Escobar adalah pemimpin kartel, ia merupakan seorang yang mengedepankan kekeluargaan namun akan sangat kejam dalam memuluskan rencana bisnisnya. tak segan ia membunuh orang yang dianggap menghalangi keberlangsungan bisnisnya.
  • Gacha adalah rekan Escobar, ia merupakan pioneer danorang yang bertanggung jawab mengamankan jalur distribusi melalui Meksiko. Sangat keras terhadap setiap kesalahan yang ada dan menyukai inovasi akan hal-hal yang baru.
  • Ochoa Brothers salah satu anggota awal Kartel Medellin merupakan seorang pembisnis narkoba ulung.
  • Carlos Lehder berperan penting dalam upaya distribusi kokain ke Miami. Ia merupakan orang yang sangat keras dan ulung dalam membuat koneksi baru demi kelancaran bsinis kokainnya.
Etika Organisasi
Etika organisasi yang dijunjug adalah ekkeulargaan dan kesetiaan. setiap aktivitas yang dilakukan anggotanya wajib dikeathui oleh Pablo Escobar untuk pemantauan. Jika ada anggotanya yang main belakang maka kematian akan menjadi jawaban.
Hubungan Kerja Antar Karyawan
Hubungan kerja di Kartel Medellin awalya sangat baik, namun karena kematina satu persatu anggotanya oleh Search Bloc membuat Pablo Escobar memiliki trust issue terhadap orang-orang disekitarnya takut ia dikhianati.
Struktur Organisasi
Organisasi di pimpin oleh Pablo Escobar namun rekan2nya memiliki kedudukan sejajar dan agak di bawah dalam mengelola bisnis kokainnya.

Kontrol Organisasi

Kontrol organisasi adalah cara seorang manajer membuat organisasinya menjadi efisien dan berkualitas untuk menghasilkan produknya.

Berikut bagaimana Escobar mengontrol jalur pendistribusian kokainnya.

Feedforward Control
Menyogok para aparat pemerintahan untuk bekerjasama dengannya dengan imbalan keselamatan keluarga para polisi, jika melwan akan dibunuh.
Concurrent Control
Beberapa politisi jenggah dan melawan Escobar. Ada politisi yang dibunuh oleh Escobar namun DEA dan Search Bloc juga mulai membunuh para anggota Kartel Medellin. Escobar mulai berinovasi dalam produknya dan mendiversifikasikannya agar tidak mudah digagalkan DEA.
Feedback Control
Escobar menjadi buron seluruh Kolombia, ia kabur ke Panama dan mulai memahami bahwa ia harus dipenjara. Ia bernegosiasi dengan pemerintah untuk membuat penjara khusus untuknya yang sebenarnya adalah istana dan tahanan rumah untuk menghindari ekstradisi ke USA.

Saran Sturktur, Budaya, dan Kontrol Organisasi

Berikut sraan yang kami rangkum dalam bentuk tabel:

Sturktur
Struktur organisasi Kartel Medellin sebenarnya sudah sangat bagus, ia mengedepankann geografis. namun lebih baik jika di setiap geografi memiliki kewenangnnya masing-masing sehingga pekerjaan menjadi lebih fleksibel.



Akan lebih baik jika Escobar lebih mendiversifikasikan struktur organisasinya dan membuat Head dimasing-masing proses seperti Produksi, Keamanan, dan Distribusi. Karena Kartel ini kekuasaan sebatas wilayah dan setiap kepala daerah memiliki tanggung jawab hulu ke hilir di daerahnya masing-masing.
Budaya
Kartel Medellin perlu memperbaiki hubungan antar anggotanya dan bersikap lebih lunak terhdapa pemerintahan dengan asas suap. Permasalahan muncul karena Kartel Medellin lebih menyukai pembunuhan. 
Dalam buku Contemporary Management (2020), Adaptive culture sangat direkomendasikan untuk diterapkan akrenanilai dan norma perusahaan membantu membangun momentum dan tumbuh untuk mencapai tujuan organisasinya. Sehingga Adaptive Culture yang kuat sangat disarankan untuk Kartel Medellin
Kontrol
Berdasarkan buku Contemporary Management (2020), ada 4 tahap dalam kontrol organisasi

Sebaiknya dalam setiap membuat keputusan Pablo Escobar mengedepankan 4 langkah ini agar Kartel Medellin tidak semakin terpuruk oleh polisis dan lawan kartel lain.

Tahapan Perubahan Organisasi

Untuk memastikan Keberlangsungan bisnis Kartel Medellin, Pablo Escobar perlu menerapkan 4 langkah dalam proses perubahan organisasi.

Assess
Budaya organisasi: mengimplementasikan kekerasan daripada bernegosiasi

Struktur organisasi: Pembagian kerja tidak merata terhadap seluruh anak buahnya. Pablo masih memegang beban pekerjaan yg lebih besar dan kurang bisa membagi dengan rekanan maupun bawahannya

Sistem kontrol: kurangnya pengawasan terhadap pemimpin divisi pekerjaan tertentu. Hal ini terbukti saat ada salah seorang anak buah Pablo yg berusaha untuk berkhianat (limon) dan juga terdapat banyak sekali anak buah Pablo yg tidak bekerja secara maksimal dalam menjalankan tugasnya, hingga kelalaian salah satu anak buah Pablo yg menggunakan telepon satelit, sehingga bisnis terbongkar oleb kepolisian.
Decide
Budaya organisasi yang selama ini dijalankan perlu diperbaiki. Pablo seharusnya bisa lebih menerapkan komunikasi yang baik dengan sesama rekanan bisnis, maupun kepada pihak hukum dan politisi. Seharusnya Pablo bisa lebih bisa memilih untuk bernegosiasi untuk mencari winwin solution, agar permasalahan bisa selesai dengan jalur damai. Daripada harus melalui kekerasan dan berdampak pada peperangan serta kehilangan banyak sekali nyawa yg tidak bersalah.

Terkait dengan struktur organisasi, seharusnya Pablo bisa membagi tugas dan pekerjaan dengan adil dan jelas agar bisnis dan proses produksi dapat berjalan dengan aman tanpa permasalahan karna kelalaian kecil dari salah satu anak buah atau rekanan Pablo.

Sistem kontrol: Pablo seharusnya bisa secara rutin melakukan pengecekan secara berkala terhadap pabrikan2 dan tempat distribusi narkobanya. Dan melakukan evaluasi serta komunikasi yang baik terhadap seluruh anak buah serta rekanannya, hal ini dilakukan agar memastikan bahwa anak buah atau rekanan Pablo merasa diperlakukan adil dan tidak melakukan kecurangan serta penghianatan
Implement
Kartel Medellin perlu melakukan Bottom-up Change dimana pendekatan gradual untuk perubahan. Setiap pemimpin regional perlu bekerja sama untuk mengembangkan rencana baru demi keselamatan Kartel Medellin.


Berdasarkan permasalahan tersebut, maka kartel mendellin perlu melakukan perubahan secara revolusioner. Perubahan secara revolusioner dilakukan karena adanya ketidakpastian dan perubahan yg cepat terhadap lingkungan eksternalnya. Maka dari itu dibutuhkan adanya penyesuaian atau adaptasi dengan cara melakukan perubahan secara besar dalam waktu yang cepat untuk menyesuaikan permasalahan2 yg muncul secara tiba2 (contoh: pernasalahan dengan kepolisian, politisi, masyarakat dll). Pablo dituntut untuk terus melakukan perubahan secara besar dan dalam waktu yg singkat agar bisnisnya tetap terus berjalan dengan aman dan stabil. Hal ini harus diimplementasikan oleh Pablo terlebih dahulu, untuk kemudian diterapkan dengan seluruh karyawan dan rekanan bisnis Pablo. Pablo sebagai pemimpin harus bisa memberikan contoh agar perubahan pada akhirnya bisa diikuti oleh seluruh pelaku bisnis dalam kartel mendellin.

Evaluate
Evaluasi yang perlu dilakukan oleh Kartel Medellin adalah peniali secara berkaa dalam setiap kebijakan yang diambil baik membuka jalur baru maupun pembunuhan para politisi lawan. Menilai dan mengvaluasi apakah keputusna ini menjadi backfire atau malah memuluskan bisnis Kartel Medellin.


Proses evaluasi harus dilakukan oleh Pablo secara berkala untuk memastikan bahwa struktur fungsional dari bisnis kartel narkobanya berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan tertentu. Seringkali terjadi, hanya karena satu kesalahan kecil dari anak buah Pablo, membuat seluruh operasi bisnis terbongkar oleh pihak kepolisian. Hal ini dapat berakibat fatal jika terus terjadi kedepannya. Aktivitas bisnis dapat berhenti secara permanen jika Pablo tidak melakukan control sevara berkala dan tidak dilakukanbya evaluasi kerja terhadap seluruh rekanan maupun anak buahnya. Pablo harus bisa mengevaluasi dan menerapkan perubahan agar bisnisnya dapat terus berjalan dan beradaptasi. Implementasi perubahan juga harus terus diperbaiki dan dikembangkan untuk dapat menyesuaikan dengan lingkungan eksternal bisnis. Selain itu, evaluasi harus terus dilakukan untuk melihat apakah inplementasi terhadap perubahan tetap selaras dengan tujuan bisnis narkobanya

Sumber

Jones, Gareth R., George, Jennifer M. 2020. Contemporary Management Eleventh Edition. US : McGraw-Hill Education.

https://www.netflix.com/watch/80025172?tctx=1%2C0%2C%2C%2C%2C


Penulis

- Deasy Rike Rahmawati

- Ramadhian Ekaputra


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format