Analisis SWOT, Five Forces, dan Strategi Bisnis pada Joa Confectionery dalam serial drama Hello, Me! (2021)

Mengulas strategi Joa Confectionery dalam serial drama Hello, Me! (2021) menggunakan analisis SWOT, Five Forces, dan Level of Strategy


0

Sinopsis

Hello, Me adalah drama Korea tahun 2021 yang bercerita tentang Ban Ha-ni seorang wanita muda berusia 37 yang secara ajaib bertemu dengan dirinya yang berusia 17 tahun yang datang dari masa lalu.  Dalam drama ini, diceritakan bahwa Ban Ha-ni awalnya bekerja sebagai pegawai lepas yang bertugas menjaga stan produk makanan ringan dari Joa Confectionery di pasar swalayan.  Lalu akhirnya, Ban Ha-ni menjadi pegawai kontrak di bagian Pengembangan Produk Baru di kantor pusat Joa Confectionery.  

Joa Confectionery digambarkan sebagai sebuah perusahaan produsen makanan ringan yang cukup ternama, sudah berdiri selama 60 tahun dan memiliki konsumen yang loyal karena cita rasa cemilan Joa yang sangat disukai oleh konsumen.  Han Ji-man adalah Presiden Direktur Joa Confectionery.  Sedangkan Han Ji-sook (adik Han Ji-man) dan Yang Do-yoon (anak Han Ji-sook) adalah Direktur di Joa Confectionery.  Oh Ji-eun, istri Yang Do-yoon adalah Manajer Unit Pengembangan Produk.

Dengan kesuksesan besar Joa Confectionery, bukan berarti perusahaan tidak pernah menghadapi masalah dalam bisnisnya.   Salah satu masalah yang dihadapi oleh Joa Confectionery adalah menurunnya penjualan “Stroberi Joa” yaitu salah satu cemilan yang mereka produksi.  Di episode tujuh digambarkan Han Ji-Man menanyakan kepada Yang Do-yoon dan Oh Ji-eun mengapa penjualan Stroberi Joa menurun.  Ternyata terdapat perubahan pada rasa Stroberi Joa setelah mereka mengganti pemasok bahan baku stroberi dan konsumen tidak menyukai perubahan cita rasa tersebut. 

Oh Ji-eun mengatakan perusahaan terpaksa mengganti pemasok yang telah 10 tahun bekerja sama dengan mereka karena pemasok tidak dapat memenuhi tenggat waktu pengiriman, padahal saat itu mereka harus segera memproduksi jenis cemilan baru. Yang Do-yoon juga menambahkan bahwa mereka sudah menurunkan harga jual Stroberi Joa namun tanggapan konsumen tidak berubah, penjualan tetap turun.

Han Ji-man berpendapat, menurunkan harga bukan solusi dan akan percuma karena konsumen tidak menyukai rasanya, bahkan hal tersebut mempertaruhkan reputasi perusahaan. Menurut Han Ji-sook, konsumen akan kembali lagi menyukai Stroberi Joa dan penjualan akan kembali stabil karena konsumen Joa adalah konsumen yang loyal.  Han Ji-man tidak setuju, karena hal tersebut berarti menyalahgunakan loyalitas konsumen.

Han Ji-man meminta Oh Ji-eun untuk menghubungi pemasok lama dan meminta mereka untuk memasok kembali untuk Joa Confectionery.

             

source: Netflix

Berikutnya digambarkan ketika tim Pengembangan Produk Baru datang ke perkebunan stroberi pemasok lama.  Namun, pimpinan pemasok mengatakan bahwa mereka hendak mengganti tanaman lain dan tidak akan menanam stroberi lagi.  Pimpinan pemasok enggan untuk memasok untuk Joa Confectionery lagi karena merasa dikhianati oleh Joa Confectionery yang memutus kontrak secara sepihak setelah 10 tahun bekerja sama.  

Di saat genting tersebut, Ban Ha-ni mencoba untuk membujuk Pimpinan pemasok dan para pekerjanya dengan menyajikan berbagai hidangan berbahan baku stroberi dari perkebunan tersebut.  Ban Ha-ni mengatakan, berbagai hidangan tersebut termasuk cemilan Stroberi Joa terasa sangat enak karena bahan baku stroberi dari perkebunan pemasok ini sangat berkualitas, sehingga akan disayangkan jika cita rasa stroberi ini hilang karena pemasok mengganti tanaman yang akan diproduksi.  Pimpinan pemasok merasa tersentuh oleh tindakan dan perkataan Ban Ha-ni dan akhirnya bersedia untuk memasok kembali untuk Joa Confectionery.

Di kantor, Oh Ji-eun melaporkan keberhasilan negosiasi tersebut kepada Han Ji-man dan dewan direksi.  Oh Ji-eun juga mengajukan proposal kepada perusahaan untuk memperbaiki kesalahan perusahaan yang telah secara sepihak memutus kontrak dengan cara membayarkan kompensasi kepada pemasok lama, serta menetapkan harga bahan baku sesuai kesepakatan dengan pemasok.  Oh Ji-eun mengatakan bahwa proposal tersebut adalah demi masa depan Joa Confectionery yang sudah selama 60 tahun memproduksi cemilan sehat dan enak untuk konsumen.  Joa Confectionery harus mau mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan, dan menjadi panutan bagi rekan bisnis mereka.  Hal ini adalah balasan yang dapat perusahaan berikan pada konsumen yang sudah membeli dan menyukai cemilan Joa dan nilai yang harus dijunjung oleh Joa Confectionery ke depannya.

Visi dan Misi Joa Confectionery

Visi : Menghasilkan produk makanan ringan yang sehat dan enak serta membuat bahagia orang yang memakannya.

Misi   : 

  1. Menghasilkan produk berkualitas dengan harga yang terjangkau
  2. Selalu berinovasi dengan mengembangkan produk baru yang disukai konsumen
  3. Selalu menjaga kepuasan konsumen, salah satunya dengan cara menindaklanjuti keluhan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.

Analisis SWOT Joa Confectionery

Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi lingkungan perusahaan baik lingkungan eksternal dan internal perusahaan tersebut untuk mencapai suatu tujuan bisnis tertentu. SWOT merupakan akronim dari kata: kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam lingkungan perusahaan tersebut.


Analisis Five Forces Joa Confectionery

Analisis Five Forces adalah suatu model yang diciptakan oleh Michael Porter, seorang ahli dan profesor di Harvard University pada tahun 1979 yang bertujuan untuk menggambarkan kerangka sebagai analisis pengembangan suatu bisnis. Istilah ini lebih terkenal sebagai Porter’s Five Forces. Porter’s Five Forces ini terdiri dari 5 aspek yaitu:

  1. Level of rivalry in an industry
  2. Potential for new entrants
  3. Power of large suppliers
  4. Power of large customers
  5. Threat of substitute products


                                   

                                               Porter’s Five Forces (sumber: visual-paradigm.com)

Strategi level korporat, bisnis, dan fungsional berdasarkan analisis SWOT dan Five Forces

                                         

                                                          sumber : business-to-you.com


Jones & George dalam Contemporary Management (2020) mengungkapkan bahwa Michael Porter yang mengembangkan model Five Forces, juga mengembangkan teori tentang bagaimana manajer dapat memilih strategi level bisnis, yaitu rencana untuk mencapai keuntungan kompetitif dalam pasar atau industri khusus. Adapun strategi level bisnis tersebut terdiri dari Strategi Level Korporat, Strategi Level Bisnis, dan Strategi Level Fungsional.

Bias Kognitif Dalam Mengambil Keputusan JOA Confectionery

Melihat laporan penjualan produk Stroberi Joa yang terus menurun, Han Ji-man (pemilik perusahaan Joa Confectionery) langsung menanyakan kepada manajernya Oh Ji-eun dan Yang Do-yoon, apa yang menyebabkan penjualan produk Stroberi JOA terus menurun. Menurut mereka hal tersebut terjadi karena Perusahaan mengganti pasokan bahan baku stroberi dari perkebunan yang lain yang menyebabkan rasa dari produk menjadi berbeda. Perusahaan mengganti pemasok stroberi karena perusahaan pemasok stroberi yang biasa sedang bermasalah. Mereka terlambat dalam memenuhi pasokan ke Perusahaan Joa Confectionery. Melihat hal tersebut, menurut Han Ji-man, seharusnya para manajernya tidak langsung mengganti perusahaan pemasok stroberi.

Keputusan yang diambil oleh para manajer Perusahaan Joa Confectionery hanya didasari pada satu informasi yang paling mudah mereka dapat dan pikirkan sehingga mereka tidak memahami secara utuh masalah yang sedang dihadapi. Hal tersebut biasanya disebut bias kognitif dalam mengambil keputusan. Para pengambil keputusan biasanya cenderung menggunakan pendekatan heuristik dimana hanya mengandalkan rasionalitas praktis dalam menginterpretasikan suatu informasi. Sikap tersebut menyebabkan kesalahan sistematis dalam pengambilan keputusan serta dapat menimbulkan dampak yang buruk. Kami mengidentifikasi terdapat dua sumber bias kognitif yang mempengaruhi keputusan manajer perusahaan tersebut yaitu:

Teknik Devil’s Advocacy Untuk Menyelesaikan Masalah Joa Confectionery

Sebenarnya Perusahaan telah melakukan usaha untuk menekan turunya laju penjualan yaitu dengan menurunkan harga produk tetapi hal tersebut tetap saja tidak membuat konsumen tertarik. Menurut Han Ji-man, upaya tersebut percuma dilakukan karena kualitas dari produknya memang sudah berubah. Apalagi apabila masalah tersebut tidak segera diselesaikan, maka perusahaan akan kehilangan pelanggan setianya dan akhirnya reputasi Perusahaan menjadi buruk. Solusi yang ditawarkan Han Ji-man adalah meminta para manajernya untuk menghubungi pemasok stroberi sebelumnya agar bersedia kembali untuk memasok hasil panen stroberinya.

Sebelum menemui perusahaan pemasok stroberi yang sebelumnya, Oh Ji-eun meminta staf nya untuk mencicipi apakah memang ada perbedaan di produk Stroberi Joa yang dulu dan sekarang. Ada staf yang mengungkapkan tidak ada perbedaan dan ada staf yang menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan di produk Stroberi Joa ini.

Melihat dampak yang dihasilkan dari kesalahan dalam mengambil keputusan tersebut cukup besar dan signifikan serta apabila waktu dapat diputar kembali, maka kami merekomendasikan Teknik Devil’s Advocacy untuk menyelesaikan masalah Perusahaan Joa Confectionery. Pada dasarnya proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu atau berkelompok. Apabila suatu perusahaan memiliki kapasitas yang besar dengan jumlah sumber daya manusia banyak, idealnya keputusan dibuat oleh kelompok karena memungkinkan seorang pengambil keputusan dapat memperoleh banyak informasi dari anggota kelompoknya untuk menghilangkan bias kognitif dalam mengambil keputusan. Selain itu, juga akan diperoleh alternatif-alternatif keputusan yang bersumber dari berbagai macam kompetensi dan latar belakang pengetahuan yang dimiliki oleh anggota kelompok. Namun keputusan dalam kelompok ini juga terdapat kelemahannya yaitu membutuhkan waktu yang lebih lama dan proses yang panjang. Hal tersebut terjadi karena adanya preferensi yang berbeda-beda dari setiap anggota kelompok.

Kembali ke Teknik Devil’s Advocacy untuk menyelesaikan masalah Perusahaan Joa Confectionery. Teknik ini dipercaya dapat menetralkan adanya bias kognitif dalam pengambilan keputusan terutama keputusan kelompok. Jones, dkk (2020) mendefinisikan Teknik Devil’s Advocacy sebagai teknik dalam pengambilan keputusan yang dirancang untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari keputusan tersebut sebelum diimplementasikan atau dengan kata lain untuk menilai dan memberikan masukan pemikiran kelompok/grup. Satu atau lebih orang dalam kelompok mengambil peran sebagai oposisi atas pendapat individu dalam suatu kelompok. Tujuan dari teknik Devil’s Advocacy adalah untuk check & balance atas alternatif keputusan yang akan diambil dengan mengidentifikasi semua alasan. Sehingga diharapkan para pembuat keputusan dapat berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Oh Ji-eun dan Yang Do-yoon selaku decision makers perlu melibatkan anggota timnya dalam proses pengambilan keputusan untuk mengurangi adanya bias kognitif pada keputusan yang diambil. Mereka dapat menerapkan Teknik Devil’s Advocacy dengan mengumpulkan anggotanya seperti Ban Ha-Ni, Cha Seung-Seok, Bang Ok-Joo, dll untuk memberikan alternatif-alternatif solusi sesuai kompetensi dan pengetahuan mereka. Dengan menerapkan teknik tersebut kemungkinan keputusan yang mereka ambil adalah mempertahankan perusahaan pemasok stroberi sebelumnya dan bersama-sama menyelesaikan masalah keterlambatan pasokan stroberinya.

Kelompok 3 (Lords of Business)

1. Ferdinand Luther

2. Yunarto Tri Wibowo

3. Ayoe Bientang Anggarie


Referensi:

1. Netflix

2. Contemporary Management 11th edition , Gareth R. Jones, Jennifer M. George


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format