BILLIONS : WHAT IS SUCCES WORTH


0
PLAY HARD, PLAY CLEAN, BE CAREFULL OUTTHERE!

Film Serial Billions mengisahkan tentang Robert “Bobby” Axelrod seorang miliarder yang dikenal sebagai king of hedge funding dengan perusahaannya yaitu Axe Capital. Bobby dalam menjalankan bisnis perusahaan memanfaatkan insider trading dalam setiap aktivitas investasinya dan memiliki relasi kuat dengan pejabat kepolisian.. Axe capital kadang menggunakan perusahaan investasi lain untuk melakukan transaksi bisnis seperti disaat melakukan perdagangan saham Pepsum Pharmaceutical menggunakan perusahaan lain yaitu Century Capital, Old Oaks Investment dan Quaker Ridge dimana kega perusahaan itu terkait dengan Bobby. Selain menjalankan bisnis saham Bobby juga melakukan kegiatan social yaitu diantaranya membantu keluarga rekan-rekan bisnisnya yang meninggal saat peristiwa 9/11 terutama pemberian bea siswa untuk anak-anak dari rekan bisnis tersebut. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai pemilik perusahaan satu-satunya yang masih hidup walupun menimbulkan kecurigaan kenapa Bobby bisa selamat dalam kejadian 9/11 tersebut. Hal lainnya dia juga membeli sebagaian kepemilikan Capparello’s Pizzeria restaurant milik Bruno dikarenakan restaurant tersebut kesulitan dalam keuangan.

Dalam episode 1 Bobby Axelrod menyadari bahwa kejaksaan sedang menyadap dia melalui Danny Margolis yang datang mengunjungi Bobby dan mencoba menggali informasi tentang insider trading, tetapi Bobby mengenali tanda-tanda orang yang gugup dan secara halus meminta Danny untuk datang di lain waktu. Bobby menelepon Hall informannya , dan membenarkan bahwa tampaknya Danny dijadikan informan Kejaksaan. Dia menyarankan Bobby untuk menyelamatkan dirinya dengan mengorbankan orang lain. Bobby setuju dan memutuskan untuk mengatur pertemuan dengan Mike Dimonda reporter The Journal memberikan informasi tentang Steven Birch dan perdagangan di Arcadian Railroadl dengan harapan kejaksaaan tidak akan focus ke Axe Capital

Di Episode 2 Bobby menyadari akan dijadikan target dalam penyelidikan sehingga ia mempersiapkan “pasukannya” untuk menghadapai investigasi dari kantor Kejaksaan AS. Hall seorang mata-mata kepercayaannya di minta untuk menyusupkan informan di kantor kejaksaan yaitu seorang pegawai yang memiliki rahasia kelam dalam hubungan asmara serta sorang clearing service sehingga setiap pergerakan Chuck dan rekan-rekannya dalam diketahui.Orrin Bach penasehat hukumnya juga dipersiapkan untuk menyusuan sanggahan terhadap setiap upaya hukum yang akan dihadapi. Mike “Wags” Wagner: COO Axel Capital dan tangan kanan Axelrod dipersiapkan untuk mengawasi para ansalisis yang bekerja di Axe Capital. Untuk melihat kesiapan timnya dalam menghadapi kejaksaan Bobby melakukan simulasi dimana Departemen Kepatuhan Axe Capital berpura-pura sebagai tim Securities and Exchange Commission(S.E.C) dan menginterogasi seluruh karyawan dan hal ini mampu melihat mana karyaawn yang dapat menghadapi tekanan dan menyimpan rahasia, dimana salah satu karyawan atas nama Victor Mateo berkinerja buruk dan tidak berhasil dalam simulasi tersebut dan memutuskan untuk menjadikannya contoh dan memecat Victor di tempat. Tapi hal ini disesalkan Wendy karena dapat menjadi boomerang sehingga Bobby meminta Wendy untuk meredam kemarahan Victor dan menawarkan bekerja di perusahaan koleganya.

Episode 2 Chuck memulai penyelidikan dengan timnya, mereka memutuskan untuk fokus Kate berbagi dengan Chuck teori kerja tim bahwa Stearn, analisis di Axe Capital menyuap seorang pejabat di Pepsum Pharmaceuticals untuk informasi mengenai produk eksperimental yang disebut “Vaccarazine”, enzim yang telah mereka uji di Iowa yang seharusnya memodifikasi jagung secara genetik sedemikian rupa sehingga sapi benar-benar dapat mencerna lebih mudah, dan ini merupakan pintu gerbang untuk membukan praktek bisnis di Axe Capital dan melibatkan FBI dalam penyelidikannya dan menahan Stern untuk menunjukkan tekanan terhadap Bobby. 

Bobby mengumpulkan pasukan dan menjelaskan bahwa dia kesal dengan penangkapan Stearn. Dia mendefinisikannya sebagai “serangan” terhadap perusahaan oleh “musuh yang tidak bermoral” yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk menutup bisnis perusahaan. Bobby menjelaskan bahwa dia tidak berencana untuk duduk-duduk, tetapi mereka semua akan melawan. 

Pengadilan dilakukan atas kasus Stern, Bryan memberi tahu hakim bahwa mereka akan membuktikan bahwa Stearn benar-benar terlibat dalam insider trading dan memberikan Grunwald $ 211.000 dolar sebagai imbalan untuk mendapatkan keuntungan di Axe Capital sebesar $ 89 juta dolar. Hakim Wilcox yakin ada terlalu banyak keraguan tentang apa yang ada di hati Stearn, dan karenanya menyatakan pembatalan semua dakwaan. Bryan mencoba memprotes, tetapi Hakim Wilcox mengatakan energi Distrik Selatan akan lebih baik dihabiskan dengan tidak berfokus pada perseteruan kecil Chuck. 

Kekalahan dalam penuntutan ini serta desakan dari Wendi untuk tidak menanganai kasus Axe Capital menjadi dilemma kembali karena di satu sisi Chuck sangat bergantung kepada istrinya dimana secara ekonomi istrinya memiliki kemampuan financial lebih besar disamping juga untuk memepertahankan rumah tangganya. Akhirnya Chuck melepas kasus tersebut untuk kemudian diserahkan kepada partnernya Bryan

Axe Capital kehilangan ratusan juta dolar karena perdagangan yang buruk dan meminta bantuan Wendy untuk memulihkan mentalnya dan isntingnya dalam perdagangan saham. Sesi psikologis dilakukan untuk menggali sisi buas Bobby dalam melakukan perdangangan saham termasuk cara-cara liciknya dengan memanfaatkan insider trading dan hal ini kemudian menjadi laporan rahasia sebagai Analisa Wendy. Tetapi hal ini terbongkar karena tanpa sengaja Chuck membuka laptop Wandy dimana passwordnya telah dia ketahui, hal ini menjadi amunisi baru untuk penyelidikan. Hal ini membuat chuck kembali tertarik untuk melakukan penyeledikan karena dia sudah terobsesi untuk mengalakahkan Bobby dan menyeretnya ke Penjara.

Dalam episode 12 menceritakan bagaimana Bobby mencari investor baru untuk menutupi kerugiannya, tetapi para investor tidak berminat karena kekhawatiran akan reputsi Axe Capital yang sedang menjadi sorotan dan sedang dalam penyeledikan kejaksanan US. Tetapi Bobby memang merupakan fund manager yang ulung dimana pada akhirnya dengan stylenya berhasilkan meyakinkan investor. 

Orrin, Hall, dan Bobby membahas risikonya jika penyelidikan ini berlanjut karena ditemukannya bukti baru akibat bocornya sesi psikologis antara Bobby dan Wendy. Hall bertanya kepada Bobby bagaimana ini terjadi ketika mereka sangat berhati-hati. Ax mengaku sudah membeberkan hal tersebut kepada Wendy dalam satu sesi terakhir. Bobby memanggil Wendy dan dengan amarahnya menyatakan bahwa Wendi telah mengkhianatinya dan hal ini tentu saja dibantah. Akhirnya Wendi tahu bahwa Chuck telah menggunakan laptop tanpa seizinnya dan melihat hasi report sesi psikologis Bobby. Wendi sangat marah dan mengusir Chuck dari rumah. Beberapa hari kemudian Bobby memanggil Wendi dan menyatalan permohonan maafnya dan menawarkan Wendi Bonus $5 Juta Dollar sebagai bentuk kesetiaanya. Wendi menantang apakah dia berani melakukan transfer dana tersebut segera dimakan kemudian Bobby memerintahkan Wags untuk melakukan transfer. Tapi ternyata itu merupakan taktik Wendy dimana dia memang berniat keluar dari Axe Capital karena dia mengetahui intrik dan pengaruhnya terhadap keluarganya. Keluarnya Wendi ini tentu saja mengejutkan Bobby dimana dia tidak menduga hal tersebut akan terjadi.

Visi & Misi

SWOT Analysis

Five Forces

Strategic Level

Tahapan Pengambilan Keputusan Yang Dihadapi

Pengusaha Axelrod berhadapan dengan situasi Non Programmed Decision Making.

Ia dalam tekanan di luar kegiatan rutin, dimana Axe Capital mengahadapi ancaman usahanya ditutup akibat kerap melakukan perdagangan saham ilegal.  Ancaman pertama datang saat karyawan andalannya ditangkap oleh kejaksaan negeri New York bagian selatan.  Karyawan tersebut bernama Dollar Bill dan diduga melakukan inside trading di bidang farmasi melalui petani bahan baku vaksin yang dijadikan informan.

Seorang Axelrod dengan kekuatan finansialnya bersedia melakukan apa saja untuk menghentikan gerak Rhoades mencari kasus.  Axelrod ingin bebas mengadakan perdagangan saham tanpa diganggu dengan cara apapun.

Selanjutnya Axelrod sebagai seorang pengusaha terbiasa mengandalkan intuisi atau perasaan dalam mengatasi kasus. Axelrod terkadang dikuasai amarah dan secara spontan bisa memecat karyawan atau membongkar kantor akibat merasa dimata matai atau disadap.

Dalam proses menyelesaikan masalah, Axelrod banyak menggunakan classical model, dimana terbentuk asumsi dari sejumlah peristiwa yang menjadi sistem untuk mengambil keputusan terbaik atau optimal (optimum decision).

Recognise the need for decision

Mencari keuntungan tanpa diganggu oleh kejaksaan negeri bagian selatan yang dipimpin oleh Rhoades.

Generate alternatives

Bertaktik mundur dari kegiatan bisnis perdagangan saham agar tidak tertangkap oleh kejaksaan. Perlahan menarik saham saham yang sudah ditanam mulai dari perusahaan Telkom.

Kemudian mulai mencari kepercayaan lagi ke banyak perusahaan untuk menanamkan dana yang ingin dilipat gandakan.

Assess alternatives

Legality: 

Menjalankan perdagangan saham legal namun sulit mendapatkan keuntungan besar. 

Melanjutkan perdagangan saham ilegal dengan memperoleh informasi dari berbagai pihak. Menggoreng saham dengan membentuk opini melalui pembelian obyek yang dijual oleh perusahaan IPO.

Agar tetap ilegal, mencari cara agar Jaksa Negeri selatan, New York, Chuck Rhoades dipecat.

Menggembosi tim investigasi Rhoades dengan menawarkan pekerjaan kepada anak buah Rhoades yang cerdas yaitu Bryan dengan pendapatan lebih tinggi.

Ethicalness: 

Memperkerjakan tim khusus internal audit dalam kantor untuk mengawasi kegiatan perdagangan saham yang membahayakan Axe Capital.  Perdagangan saham ilegal jangan sampai tercium kejaksaan.

Economic Feasibilities:

Mundur dari bisnis saham dan kehilangan kepercayaan klien akibat tersangkurt kasus, membuat karyawannya kehilangan banyak komisi dan menganggur.  Bahkan banyak yang mengundurkan diri pindah ke perusahaan hedge fund lain.

Selain itu bekerja tanpa informan sempat membuat Axelrod salah langkah dan kehilangan 2 kali lipat dari 430 juta dollar.  Axelrod kehilangan insting bisnis dengan investasi saham Bio Lance yang gagal keluar izin BPOM nya 

Practicality:

Sistem perdagangan saham yang lebih hati hati tentu membuat perusahaan jauh dan sulit untuk meraih keuntungan besar seperti biasanya.  Karyawan membutuhkan seseorang yang mampu menganalisa lebih dalam dan tepat dengan intuisi kuat.

Choose among alternatives

Kegiatan dalam Axe Capital fokus untuk menambah kekayaan modal dari waktu ke waktu dengan melihat pergerakan saham. 

Tidak memiliki waktu untuk mencari informasi dalam misi menjatuhkan Rhoades agar tidak mengganggu lagi.

Yang dilakukan adalah menyewa pengacara agar menyingkirkan Rhoades.

Implement the chosen alternative

Bersikeras inside trading adalah metode terbaik untuk melipat gandakan uang.  Meminta pengacara perusahaan mencari cara apapun untuk menjatuhkan Rhoades dari jabatan strategisnya.  

Berhasil membuat Rhoades dipecat adalah satu satunya cara yang dapat membuat Axe Capital leluasa melakukan banyak tindakan ilegal dalam berdagang saham.

Learn from feed back

Semua pihak baik internal maupun external meyakini bahwa Axelrod jangan diganggu dalam melakukan kegiatan bisnisnya.  Axelrod dapat menggunakan uangnya untuk melakukan apa saja.  

Axelrod mengolah dana Yayasan Kepolisian dalam pembelian saham dan sering memberikan keberhasilan. Kepolisian adalah teman dekat Axelrod sehingga sering memberi bocoran.

Selama ini kegiatan bisnis Axelrod lancar jika Rhoades tidak mencari prestasi utnuk naik jabatan.  Sehingga internal perusahaan Axelrod setuju Rhoades yang harus disingkirkan.

Penjelasan Bias Kognitif

Heuristic: Axelrod memiliki tujuan simpel, dirinya hanya ingin Rhoades tidak lagi menjabat. Ia ingin bisa bebas meraih keuntungan dengan cara apapun tanpa diganggu Rhoades sebagai Jaksa Negeri bagian selatan New York.

Sumber Kognitif Bias dan Pengambilan Keputusan
  1. Prior Hypothesis Bias: Persepsi atas tendensi yang mendasari keputusan pada keyakinan diri, walaupun peristiwa menunjukkan bahwa keyakinan tersebut salah
  2. Representativeness: Pertimbangan yang didasari tendensi untuk mengeneraliasi secara tidak tepat dari contoh kecil atau satu peristiwa saja.
  3. Illusion of Control:Penafsiran atas tendensi meyakini kemampuan seseorang secara berlebihan bahwa dirinya dapat mengontrol keadaan atau kegiatan.

Inilah metode yang tanpa sadar digunakan Axelrod.  Ia menemukan keahlian anak magang yang mampu menganalisa perusahaan dan situasi melalui perkembangan berita. 

Axelrod sempat hilang keyakinan pada intuisi bisnis sahamnya karena ia dalam keadaan buntu, tidak bisa bebas melakukan perdagangan ilegal agar tidak terciduk kejaksaan.  Di saat itu, ia merasa butuh mata dan intuisi baru dalam menganalisa pasar dagang secara jernih.

Axelrod juga tidak yakin dengan tawaran analisa dari karyawan lamanya karena sama dengan dirinya, yaitu terbiasa mengikuti cara main inside trading.Ditambah beberapa analis sudah tersangkut kasus.

Axelrod kemudian menggunakan keahlian anak magang bernama Taylor untuk menarik keuntungan seperti yang diajukan oleh karyawannya yang bernama Mafee. Taylor berhasil melipat gandakan uang yang ditanam di perusahaan satelit karena keyakinan Taylor atas pidato CEO perusahaan itu yang menjelaskan tentang kontrak, persetujuan pemerintah dan rencana pengembangan atas perusahaan tersebut.

Taylor kembali digunakan untuk mendapatkan kemenangan dari Warkow dalam kompetisi poker di Alpha Club. Dalam momen ini Axelrod ingin mengalahkan Warkouw yang telah mengambil Wendy sebagai pegawai dan pendamping psikologisnya.

4. Escalating Commitment: Penilaian atas tendensi pemberian komitmen kepada sumber daya      tambahan sebuah proyek, meskipun terbukti proyek tersebut gagal.

Pengambilan Keputusan Secara Group

Sebagai seseorang yang memiliki rasa percaya diri tinggi maka pola pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan instruksi dari dirinya, tanpa melibatkan diskusi grup.

Karyawan sering dibuat bingung dengan alternatif yang diambil oleh Axelrod. Namun Axelrod sering menantang karyawan untuk melakukan apa yang ia arahkan.Apabila ada yang tidak berhasil menjalankan misi Axelrod, spontan dan agresif Axelrod akan memecat orang tersebut.

Bahkan dalam situasi terjepit, Axelrod mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan siapapun seperti saat membiarkan karyawan nya meninggal lebih cepat karena sakit kanker.  Axelrod tahu kesaksian karyawannya tersebut dapat menyeret dirinya ke pengadilan hingga penjara.

Pengambilan keputusan yang tidak membutuhkan waktu managerial lama dan pola menantang tim, seperti yang diterapkan Axelrod, memiliki kedekatan dengan konsep devil’s advocacy.

Kritisi Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan yang tidak dilandasi organizational learning dan ragam pilihan untuk menangani masalah, membuat Axe Capital hanya menjalankan kegiatan perdagangan saham dengan cara inside trading secara terus menerus tanpa kreatifitas baru.

Cara tersebut tidak mengasah kemampuan para manager analis untuk menjadi pialang yang legal. Terbukti cara mengolah saham mereka berbeda dengan Taylor anak magang yang selalu mengikuti perkembangan berita untuk menganalisa gerak saham, bukan dengan menggoreng dan membentuk opini publik.

Saran dan jelaskan tentang pengambilan keputusan kelompok (group decision making) yang paling sesuai pada masalah tersebut

Banyak momen dimana Axelrod bisa meminta saran dari para Analis saham untuk meraih keuntungan dengan cara aman.  Axelrod harus bisa merubah tingkat kesabarannya seperti ketika ia berbicara dengan psikolog Wendy saat ia berdiskusi dengan para analis.

Axelrod perlu menerapkan Diversity among Decision Maker, dimana opini dan pengalaman para analis dapat menjadi saran untuk mengambil keputusan.Kegiatan ini akan memakan waktu yang lama, namun bisa menambah kreatifitas perusahaan dan melatih tim Axe Capital untuk bekerja dengan cara legal dengan menggunakan creativity seperti mengkombinasikan unsur matematis dan psikologis.  

Melalui sistem organizational learning, lama kelamaan setiap individu dalam perusahan memiliki personal mastery dalam intuisi analisa saham yang tepat sehingga memberikan efek positif bagi perusahaan Axe Capital.

Source :

Netflix

Contemporary Management. Eleventh Edition. Gareth R Jones – Jennifer M George

Anggota Tim Maximus:

Femi Famela Fauzi

Zulham Anggia Nasution


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format