Emily in Paris “The Manager as a Planner and Strategist”

Serial Emily In Paris, merupakan cerita yang menggambarkan kehidupan Emily Cooper sebagai seorang Marketing Executive dalam menghadapi tantangan pekerjaannya. Emily


0

Sinopsis Emily in Paris dari Sudut Pandang Permasalahan Organisasi

Serial Emily In Paris, merupakan cerita yang menggambarkan kehidupan Emily Cooper sebagai seorang Marketing Executive dalam menghadapi tantangan pekerjaannya. Emily menjadi perwakilan dari firma pemasaran Gilbert Group untuk bergabung dengan tim firma pemasaran Savior di Paris. Hal ini dilakukan karena Gilbert Group berhasil melakukan akuisisi terhadap firma pemasaran Savior di Paris. Ia dipercaya perusahaannya untuk membagi pandangan pemasaran dari sudut pandang Amerika Serikat ke karyawan di Paris. Emily yang bekerja di bidang pemasaran dituntut untuk mengubah strategi media sosial mereka agar lebih menarik. seperti Instagram, Twitter, Snapchat, dan lainnya.

Firma perusahaan Savior bisa dikatakan memiliki ambisi untuk melayani klien dari merek tertentu, dengan menawarkan sesuatu yang bernilai kemewahan. Hal ini bisa terlihat dari beberapa merek seperti parfum De L’Heure, adibusana Pierre Cadault, dan arloji Fourtier senilai 2 juta euro, yang di mana menjadi peluang agensi Savior untuk memasarkan merek dari klien tersebut.

Emily berusaha meyakinkan tim Savior Paris mengenai pertimbangan sudut pandang baru, yang di mana tentu ia memiliki pula latar belakang berbeda karena terpengaruh gaya budaya dan kebiasaan orang Amerika. Emily menyadari bahwa program pemasaran Savior perlu revolusi baru untuk bisa memikat pasar yang kian dinamis perubahannya. Dalam hal ini, pada awal serial, digambarkan bahwa Emily memiliki kunci strategi paling utama untuk bisa memperkuat hubungan antara suatu merek dengan pasar – konsumen. Strategi ini berupa optimalisasi pemanfaatan media sosial, Emily berambisi untuk meningkatkan followers Savior di Media Social dengan metode pemasaran eksternal.

Emily berhasil memberikan pandangan dan ide campaign yang cemerlang pada beberapa client seperti, antoine sebagai pemilik perusahaan parfum Maison Lavaux, yang idenya ditentang aoleh sylvie selaku atasanya yang menganggap idenya terlalu condong terhadap budaya Amerika, namun pada akhirnya Antonie menyadari ide tersebut merupakan ide yang brilliant yaitu membuat voting di twitter sehingga masyarakat yang akan memutuskan slogan campaign parfum terbarunya. Emily juga mempertemukannya dengan pemilik hotel Randy Zimmer yang akan mendirikan Hotel Zimmer di Paris sehingga Maison Lavaux dapat berkolaborasi dengan Hotel Zimmer. Selain itu ada client lain yaitu Hassen Brand Tempat Tidur, Emily kembali memberikan ide cemerlangnya tentang konsep campaign produk tersebut..

Emily semakin ingin membuktikan bahwa dirinya mampu memberikan kontribusi yang baik untuk kantor barunya ini. Dan hal itu benar-benar di buktikan dengan kepuasan para klien saat menggunakan ide pemasarannya yang baru dan segar.

Seperti postingannya di sosial media tentang produk kliennya dan kemudian di retweet oleh pemilik brand tersebut. Atau pada saat Emily menangani sosial media sebuah rumah busana terkenal. Awalnya ia ditolak mentah-mentah oleh desainer pemilik rumah busana tersebut (Piere Cadault) karena ia memakai bagcharm yang “Ringarde” atau norak.

Ringarde Bagcharm Emily Cooper

Emily with ‘Ringarde’ Bagcharm

Dengan berbagai cara ia mencoba menemui desainer tersebut untuk mengubah pikirannya dan kemudian berhasil membawa rumah busana tersebut menjadi kliennya. Walapun emily menemui banyak tantangan untuk mengembalikan kepercayaan diri Piere Cadault karena dipermalukan oleh designer lain Grey Space di Malam Amal, pada akhirnya emily berhasil membuktikan kepercayaan Piere Cadault dengan idenya yang Out of the box di Paris Fashion Week.

Visi dan Misi

Firma Marketing Savoir memiliki Visi untuk menjadi Firma Marketing terbaik di Paris dalam bidang “Luxury dan Branded Things”

Firma Marketing Savoir memiliki Misi memberikan ide marketing dan konsep marketing terbaik bagi client dan dapat meningkatkan penjualan/ profit.

Analisis SWOT

Strength 

  • Savoir memiliki diakuisisi oleh perusahaan Global yang berpusat di Chicago sehingga memiliki modal yang cukup kuat dan pasar yang lebih luas.
  • Savior memiliki Emily seorang Magister Pemasaran yang kreatif sehingga dapat membuat client tertarik. Dengan adanya Emily Savior bertransformasi menjadi perusahaan dengan konsep pemasaran eksternal.

Weakness

  • Sebelum Emily datang konsep dan ide marketing Savoir kurang fresh dan bersifat pemasaran internal kurang cocok di era digital saat ini. Selain itu Savior mematok biaya yang cukup mahal.
  • Sebagian besar karyawan diperancis memiliki motto “kerja untuk hidup” sehingga etos kerja kurang, dalam film ditunjukan dengan karyawan datang ke kantor siang dan pulang sebelum matahari terbenam. Budaya bekerja di Prancis menjadi weakness untuk mengembangkan perusahaan.

Opportunity

Dengan adanya Emily yang membawa sudut pandang Amerika dan ahli dalam bidang digital marketing dan social media, Savoir memiliki kesempatan untuk berkembang lebih baik, meningkatkan kepuasan client dan mendapatkan client lebih banyak

Threat

Ancaman datang dari kondisi internal perusahaan yaitu human resources dimana terdapat pola pikir dan budaya berbeda antara Bos dan Karyawan hal itu dapat menurunkan kinerja perusahaan karena tidak satu suara dalam memberikan pelayanan kepada client.

Screenshots:

Ide Emily dipakai oleh klien Hastens

Bos Emily datang pukul 11:15 AM

Analisis Five Forces

Level Rivalry in an Industry

Persaingan Firma Marketing di Perancis cukup ketat dan modern, dalam film digambarkan persaingan untuk mendapatkan client harus dengan mengeluarkan ide terbaiknya agar client tertarik.

Potential for New Entrance

Firma Marketing cukup mudah untuk masuk menjadi pendatang baru, karena modal yang diperlukan tidak besar asalkan memiliki skill dan ide kreatif dalam bidang periklanan dan dapat me-maintain relationship client dengan baik.

Power of Large Suppliers

Firma Marketing merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Jasa sehingga tidak bergantung kepada Supplier

Threat of Subtitute Product

Subtitute product dalam bidang marketing adalah dengan menggunakan influencer seperti pada Client Duree, yang tidak lagi menggunakan Savior karena dinilai terlalu kuno dan beralih dengan mengundang influencer dengan followers yang cukup tinggi dalam Acara Duree dengan memberikan merchandise dan influencer wajib memposting dan mengiklankan Duree di media social.

Screenshot:

Mantan client Duree complain mengenai kinerja Savior

Dan memutuskan untuk memilih alternatif pemasaran internal dengan menggunakan influencer

Corporate Level Strategy

Corporate Level Strategy Frima Marketing Gilbert Group yang berpusat di Chicago memutuskan untuk memperluas portofolio internasional mereka dengan mengakuisisi perusahaan mewah Prancis Savoir. Gilbert Group memiliki strategy untuk memperluas portfolio bisnisnya ke seluruh dunia.

Business Level Strategy

Differentiation Strategy

Gilbert Group adalah firma marketing yang berpusat di Chicago Amerika Serikat Perusahaan ini memiliki banyak pelanggan di Amerika dan mereka mewakili sejumlah merek mulai dari obat-obatan hingga fasilitas perawatan geriatri. Namun business level strategy Gilbert Group memutuskan untuk melakukan diferensiasi perusahaan dengan mengakuisisi Savior Firma Pemasaran yang bergerak dalam bidang barang mewah di Perancis.

Functional Level Strategy

Functional Level strategy Gilbert Group adalah menugaskan Emily sebagai perwakilan Gilbert Group di Chicago untuk memberikan sudut pandang Amerika dan mengoptimalisasi marketing Savior dengan menggunakan media social dan metode marketing terbuka. Gilbert Grup juga menerapkan kebijakan – kebijakan mengenai aturan/ batasan bekerja di Kantor Savior Prancis agar menjadi lebih disiplin dalam bekerja.

Tahapan Pengambilan Keputusan

Tahapan Pengambilan Keputusan

Recognize the need for a decision

Salah satu keinginan Bos Emily adalah bekerja sama dengan Piere Cadault, namun Piere Cadault mengalami Depresi karena dipermalukan oleh Grey Space di malam amal dan membatalkan acaranya di Paris Fashion Week, Emily bertanggung jawab untuk mengembalikan kepercayaan diri Piere Cadault dan tetap tampil di Paris Fashion Week.

Generate Alternatives

Emily memiliki pilihan untuk mengembalikan untuk membujuk Piere Cadault tidak membatalkan acaranya di Paris Fashion Week dan mengubah perspective piere cadault mengenai design mode Gray Space yang terinspirasi design mode Piere Cadault. Namun pada akhirnya Emily memiliki ide publicity stunt dengan membalas Grey Space di Paris Fashion Week

Asses Alternatives

Emily melakukan assesmet terhadap pilihana dengan melihat dan menganalisa bahwa Gray Space memiliki niat untuk menjatuhkan Piere Cadault, sehingga Emily juga harus melakukan Publicity Stunt untuk mengembalikan nama Piere Cadault.

Choose among Alternatives

Pada akhirnya Emily memutuskan menggunakan idenya yaitu publicity stunt dengan membalas Grey Space di Paris Fashion Week.

Implement the Choses Alternatives

Emily melaksanakan idenya sebelum Paris Fashion Week dimulai yaitu dengan membajak tempat Grey Space dan memanfaatkan situasi dimana banyak awak media yang meliput, Piere Cadault melakukan Fahion Show dengan gebrakan design terbarunya yang out of the box. Hal ini menimbulkan sentiment positif bagi karir Piere Cadault.

Learn From Feedback

Emily memutuskan untuk menjalankan ide berdasarkan pengalamanya pada insiden di malam amal, dimana Piere Cadault dipermalukan oleh Grey Space dengan melakukan pulicity stunt.

Proses pengambilan keputusan Emily sudah cukup baik, walaupun seharusnya Emily melakukan Analisa lebih jauh terhadap designer pesaingnya yaitu Grey Space yang ternyata berniat buruk terhadap Piere Cadault, akan dibahas lebih lanjut dalam Tabel dibawah ini

Legal

Tidak legal untuk dilakukan karena membajak tempat orang lain, namun hal ini diperlukan untuk menjadi pusat perhatian.

Ethical

Secara Ethic tidak etis untuk dilakukan, namun hal ini dilakukan untuk membalas designer Grey Space yang terlebih dahulu melakukannya.

Eonomical

Secara Economical sangat potensial karena mendapatkan sentiment yang positif dimata penggemar dan masyarakat.

Practical

Ide publicity stunt sangat practical untuk dilakukan di Paris Fahion Week, berkat ide Emily dan support system team lainnya.

Emily menemukan ide untuk mengembalikan nama Piere Cadault

Bias Kognitif

Jenis Bias Kognitif

Terdapat 2 Jenis Bias Kognitif :

1.Heuristic

Rule of thumb agar masalah cepat diselesaikan

2. Systematic Error

Human error yang mengakibatkan keputusan yang lemah.

Dalam Serial Emily in paris Bias Kognitif yang terjadi dalam pengambilan keputusan adalah Systematic Error, dikarenakan kompetensi Sylvie selaku bos Emily yang kurang dan memiliki selera yang kuno serta kurang adaptif dengan kondisi saat ini, sehingga pengambilan keputusan tersebut lemah.

Client Hasten tidak menyetujui ide Sylvie karena dianggap biasa dan kurang menarik

Beberapa Sumber Bias Kognitif :

Sumber dari Kognitife Bias yang mungkin terjadi dalam serial Emily in Paris adalah Illusion of Control dimana Sylvie Bos Emily manganggap bahwa keputusan mengenai konsep campaign Savior adalah yang terbaik, padahal konsep tersebut terkesan kuno dan mahal di mata Consumer, contohnya Consumer Duree yang tidak ingin menggunakan jasa Savior karena kuno dan mahal, namun Sylvie menganggap Duree lah yang tidak sesuai dengan Savior. Seharusnya Sylvie bisa mengikuti keinginan Duree sebagai consumer.

Group Decision Making

Jika waktu dapat diputar kembali yang seharusnya dapat dilakukan adalah metode Dialectical Inquiry, dikarenakan Savior terdiri dari individu yang bekerja sama dalam team. Sylvie seharusnya lebih bisa mendengarkan masing-masing anggota team mempresentasikan alternatif ide nya dan kemudian masing-masing individu mengkritik posisi pihak lain. Sylvie dapat menchallenge anggota team untuk menterjemahkan SWOT terkait dengan ide mereka. Tujuannya adalah untuk menemukan ide terbaik yang sesuai untuk client.

Kelompok I (Leaders R Us) :

1.  Arya Mabruri Nurfata
2. Desti Permata Sari

Referensi : 

1. Gareth R. Jones and Jennifer M. George, Contemporary Management, eleventh edition (2020, McGraw Hill Education);

2. https://www.netflix.com/


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format