FIVE FORCES AND SWOT ANALYSIS – MONEY HEIST


0

Synopsis 

Sebuah serial drama dengan tema perampokan dengan latar belakang negeri spanyol. Kisah dua kelompok yaitu tim perampok yang dipimpin oleh “The Professor” (Sergio) dan tim kepolisian yang dipimpin oleh “Inspektor” Raquel Murilo. Kedua tim memiliki leader yang menggambarkan gaya manajemen yang berbeda khususnya dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Di dalam serial diceritakan masing – masing kelemahan dan kelebihan dari proses manajemen yang berlangsung di antara kedua tim yang bersebrangan beradu strategi untuk memenangkan langkah untuk memuluskan tujual dari tim. Diceritakan tim kepolisian yang dipimpin oleh Raquel Murilo, seorang inspektur dengan pengalaman tinggi yang memiliki keahlian negosiasi yang baik dan tingkat kedisiplinan sangat tinggi, namun keterbatasan ruang gerak akibat standar prosedur operasi membuat Manager terbatas dan tidak dapat mengambil keputusan untuk situasi diluar prosedur. Sementara itu tim perampok yang dipimpin oleh The Professor, yang diceritakan sebagai sosok yang sangat sempurna, memiliki perencanaan yang tenang, sangat matang sebagai sosok manager yang baik, namun kembali jatuh kedalam bias ketika memiliki conflict of interest dan tidak memiliki informasi yang cukup dalam pengambilan keputusan. 

VISI Tim Perampok

Mengambil uang / kekayaan negara dan mendistribusikan langsung ke sektor-sektor perekonomian dan rakyat sebagai bentuk protes terhadap sistem.

MISI Tim Perampok

  • Merampok Kantor percetakan uang

  • Hanya mengambil uang yang dicetak sendiri saat operasi perampokan dijalankan

  • Melakukan operasi perampokan tanpa pertumpahan darah (sipil maupun kepolisian)

SWOT ANALYSIS

The Five Forces Model

•The level of rivalry among organizations in an industry.

Sejak awal dari series ini telah menunjukan adanya persaingan antara kelompok perampok vs kelompok kepolisian. Kelompok perampok sudah menyatakan perlawannya sejak awal dengan menyusun strategi perampokan matang-matang agar pihak kepolisian tidak bisa menghalangi misi mereka dan dengan mudah menghalangi renacana Profesor. Profesor mempersiapkan tim nya dengan orang-orang yang memiliki kekuatan pada bidang masing-masing. Profesor juga memastikan betul siapa yang memimpin kasus ini  dari Tim kepolisian sehingga Profesor mengetahui dengan jelas siapa lawannya. Sedangkan, Tim Kepolisian tidak mengetahui jelas siapa yang menjadi lawan mereka karena Profesor sendiri tidak memiliki catatan kepolisian dan para anggota perampok menggunakan seragam dan topeng yang menutupi wajah mereka.

•The potential for entry into an industry

Melihat keberhasilan Profesor dan Tim dalam perampokan Badan Percetakan Uang Spanyol dapat menjadi potensi bagi kelompok perampok yang lain untuk melakukan aksi yang sama mungkin di tempat yang berbeda. Pada film ini juga menunjukkan bagaimana sebenarnya pertahanan suatu negara dapat dilemahkan dengan berbagai taktik yang digunakan oleh Profesor pada saat melawan kelompok Polisi. Berbagai kelemahan Tim kepolisian juga terlihat jelas pada proses negosiasi antara Profesor dan Tim Kepolisian yang di pimpin oleh Raquel sehingga hal ini juga dapat menjadi ilmu baru buat para Perampok diluar sana.

•The Power of Large Suppliers

Pada film ini terlihat adanya Power of Large Suppliers karena Profesor menggunakan para sandera untuk dapat bekerja membantu kelompok perampok dalam menyelesaikan misinya. Para sandera sudah dibagi-bagi dalam bidang masing-masing agar misi dapat terselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan dan menghasilkan output sesuai target.  

•The Power of Large Customers.

Pada film ini tidak terlihat adanya Power of Large Customers karena sejak awal Profesor sudah memiliki target hasil perampokan ini akan diberikan ke siapa aja dan akan digunakan untuk apa saja sehingga kekuatan besar kecilnya customers tidak akan mempengaruhi seberapa uang yang harus di cetak oleh Profesor dan Tim Perampok. 

•The Threat of Substitute Products.

Pada film ini tidak terlihat adanya ancaman dari substitute products karena Profesor dan tim sudah menentukan target produk yang akan mereka rampok yaitu dengan mencetak uang sehingga barang berharga lainnya tidak akan menjadi ancaman atau mengalihkan mereka dari target awal.

Strategi level Korporat

Tim Kepolisian

Berfokus kepada standar operasi, tim kepolisian berfokus kepada kemampuan dalam tim. Tim Kepolisian menjalankan strategi level Korporat “Concentration on single industry”. Khususnya dalam scene “penyelamatan anak domba” yaitu misi menyelamatkan seorang anak diplomat yang menjadi tawanan tim perampok. Berupaya berfokus dalam penyelamatan tawanan dengan berbagai “cost” yang harus dibayar, dimanfaatkan dengan baik oleh tim perampok untuk mengendalikan lawan. Tidak menyadari kemampuan dan kelebihan yang dimiliki oleh tim perampok, bahkan ada kesan sedikit “meremehkan” kekuatan lawan, tim kepolisian cenderung overconfident dalam melaksanakan operasi. Beberapa kali strategi yang dijalankan oleh tim kepolisian sangat mudah dibaca dan dipatahkan oleh tim lawan. Meskipun tim kepolisian juga berupaya melakukan strategi international expansion dengan menggunakan kerabat dan orang tua dari anggota perampok dengan tujuan untuk mengganggu psikis dari tim, namun ternyata strategi ini tidak dapat berjalan dengan baik, karena kemungkinan ini telah masuk dalam perhitungan “the professor” saat perencanaan dan dipersiapkan dengan sangat matang pada tahap persiapan tim. Selain berperang dalam menghadapi tim perampok, tim kepolisian juga mendapatkan tekanan dari tim lain seperti tim intelijen. Beberapa kali terlihat tim kepolisian melakukan strategi “vertical integration” dengan memberikan kesempatan pada tim intelijen untuk melakukan keahlian mereka. 

Tim Perampok

Perencanaan matang serta pengetahuan yang sangat baik akan kondisi lapangan dan kondisi tim lawan dimanfaatkan dengan sangat baik oleh tim perampok yang dipimpin oleh “The Professor”. Tim Perampok dengan sangat sukses memegang kendali pertempuran karena telah dipersiapkan dengan sangat matang dan penuh perencanaan yang sangat detail. Tidak hanya teknik namun juga psikologis dan kondisi mental tim member, dimana tim perampok tidak diizinkan untuk saling mengenal jauh, memiliki hubungan pribadi dan menggunakan nama asli. Hal ini dilakukan untuk membentuk tim yang solid dimana pada struktur organisasi seluruh orang dianggap sama dan tidak ada yang lebih khusus dalam hubungan antar anggota organisasi.  Dalam hal teknis, Tim perampok menjalankan strategi level korporat “diversification” yaitu related and unrelated diversification, dan “International Expantion” yaitu multi domestic strategy dengan tujuan untuk membuat strategi yang dapat memproduksi aksi untuk mendapatkan tujuan tertentu dan meningkatkan market share.  Pada drama tersebut terlihat tim perampok dibawah kepemimpinan “the professor” sangat menguasai kondisi lapangan, mereka mengetahui kekuatan lawan dengan memainkan psikologis dari pemimpin lawan raquel murilo, menggunakan strategi untuk memasang penyadap pada tim lawan, bahkan melakukan tindakan – tindakan pengalihan sebagai upaya untuk menyamarkan aksi yang sebenarnya untuk mengalihkan perhatian lawan. Tindakan yang dilakukan juga melibatkan media, dan orang – orang yang berada diluar dari arena pertempuran seperti anggota keluarga dari inspektur raquel murillo, bahkan profesor yang menjalankan peran ganda melakukan hubungan personal dengan Inspektur untuk mengenal lebih jauh dan memahami kepribadian inspektur dengan tujuan untuk membaca psikologis dari lawan. Tim perampok juga melakukan pembentukan citra rampok dibawah topeng “dali” dengan kesan bahwa perampokan dilakukan untuk tujuan mulia yaitu membongkar tatanan keuangan yang dianggap tidak baik dan penuh kecurangan untuk membela orang yang tidak mampu / miskin. Tim perampok berhasil melakukan strategi global dengan melakukan strategic alliance dan join venture, pada drama ini diceritakan 2 orang dari kepolisian yaitu inspektor raquel murilo dan dari sandra yaitu monica yang pada akhirnya bergabung dengan tim perampok menjadi lisboa dan stockholm., Import : Strategi import dilakukan oleh tim perampok, yaitu import talent. Untuk memperkuat tim dan meningkatkan efektifitas perencanaan. Sepanjang film, tim perampok terus melakukan penambahan anggota tim untuk memperkuat tim. Salah satunya adalah martin, yang menjadi salah satu leader penting dalam tim.

Business Level Strategi

Tim kepolisian dan tim perampok dalam hal bisnis level strategi menjalankan strategi yang sangat berbeda. Dimana tim kepolisian menjalankan strategi low cost, yaitu dengan pengorbanan sekecil mungkin dan efek yang ditimbulkan harus sekecil mungkin untuk mendapatkan hasik yang baik, dengan mempertimbangkan keselamatan sandera, anggota tim, keamanan publik dan kondisi politik. Sehingga meski beberapa leader pada tim kepolisian memiliki kemampuan yang baik seperti raquel murilo, dan allicia siera, namun seluruh kemampuan leadership mereka harus gugur karena keterbatasan dan aturan operasi, sehingga membawa tim kepolisian ke titik “stuck in the middle”.  Sementara itu tim perampok melakukan aksi dengan dasar strategi diverensiasi yaitu terus melakukan tindakan yang berubah – ubah, dinamis dan terus berkembang, dengan tujuan untuk mengulur waktu selama mungkin dan melakukan pengalihan pada lawan agar tindakan tidak terbaca. 

Dinilai dari view functional level strategi, kedua tim cukup seimbang di sisi marketing pricing, terlihat sepanjang film diceritakan kedua tim saling adu negosiasi dengan kemampuan yang seimbang, begitu juga pada sisi human resource : tim kepolisian yang diisi oleh tenaga terlatih bisa mengimbangi tim perampok yang telah dipersiapkan dengan matang dari sisi kemampuan dan mental oleh professor selama berbulan bulan. Satu perbedaan yang terlihat nyata adalah sisi operation, sisi kepolisian berulang kali harus kalah dikarenakan keterbatasan dari lingkup operasi tim kepolisian dimana tim harus beroperasi sesuai dengan SOP dan mempertimbangkan berbagai faktor seperti keselamatan publik, keselamatan tim, keselamatan area sekitar, bahkan politik harus kalah cepat dan efektif dalam beradu strategi dengan tim perampok yang lebih dinamis dan lincah dalam pengambilan keputusan.

Decision Making Process

Dalam proses untuk pengambilan keputusan diantara kedua tim yang bersebrangan, terdapat 3 proses yang dilakukan oleh 3 orang berbeda. Yaitu Raquel murilo sebagai inspektur, The Professor, dan Alicia Siera. Dimana ketiga orang ini memiliki kapasitas sebagai manager selaku pengambil keputusan namun dengan gaya yang berbeda. Dengan detail sebagai berikut : 

  • The Professor

Didukung oleh perencanaan yang sangat matang yang dipersiapkan dalam waktu panjang, penguasaan kondisi lapangan dan standar operasi dari tim lawan, serta tim yang siap dalam melaksanakan misi. Ditambah kondisi yang tidak terikat pada prosedur dalam beroperasi, professor dapat berimprovisasi dengan mudah dalam proses pengambilan keputusan. Menggabungkan antara programmed decision sesuai rencana yang telah disusun dalam menentukan keputusan dan non programmed decisions dengan bertumpu kepada intuisi dan keahlian professor dalam berkomunikasi, professor berulang kali menunjukan improvisasi  dan perubahan dalam rencana setelah bernegosiasi dan melihat kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan rencana awal, disertai adanya reasoned judgement untuk penentuan keputusan dalam serangkaian proses dari aktivitas kegiatan yang dilakukan. 

  • Raquel Murillo

Senior Inspektur di tim kepolisian yang berpengalaman di bidangnya. Karakter kuat dari Raquel Murilo adalah kedisiplinan dan kemampuan negosiasi yang baik. Dimana dalam beroperasi, tim kepolisian telah memiliki tim terlatih yang beroperasi wajib sesuai dengan standar prosedur. Tim kepolisian juga berada ditengah tekanan bahwa mereka harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti keselamatan tim, keselamatan sandera, keselamatan publik sekitar area, dan situasi politik di negara. Pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh tim kepolisian yang dipimpin oleh Raquel Murillo adalah Programmed Decision, dimana seluruh keputusan yang diambil mengacu kepada ketentuan. Contohnya : pertimbangan hubungan baik dengan negara tetangga, dimana anak dari salah seorang diplomat turut menjadi tawanan. Sehingga meskipun memiliki intuisi yang cukup tajam, tim kepolisian tidak dapat mengambil keputusan yang bersifat non programmed decision, karena keterbatasan dan limitasi yang ada. 

  • Alicia Siera

Alicia Siera adalah pemimpin dari tim kepolisian setelah Raquel Murilo dipecat dan bergabung ke tim Perampok. Di tim yang sama namun dalam kondisi yang berbeda membuat Alicia Siera lebih leluasa dalam proses pengambilan keputusan. Pada kondisi ini diceritakan bahwa Raquel Murilo tertangkap kembali oleh tim kepolisian dan menjadi kunci negosiasi alicia siera dengan professor. Alicia Siera berhasil mengkombinasikan programmed and non programmed decision dengan baik. Contoh reason judgement yang dilakukan adalah negosiasi yang dilakukan dengan professor yang diketahui memiliki hubungan dengan Raquel Murilo, yang akan menjadi kelemahan tim perampok yang dipimpin oleh “The Professor”.

Tahapan Proses Pengambilan Keputusan

Proses tahapan pengambilan keputusan dalam film Money Heist berulang kali terjadi, terlihat pada beberapa episode tahapan pengambilan keputusan dengan the classical model dan the administrative model muncul. Dimana pada the classical model, manager atau pengambil keputusan dianggap mampu menganalisa setiap faktor yang akan mempengaruhi hasil dari pengambilan keputusan. Sebagai contoh : The Professor yang selalu melakukan negosiasi dengan gaya santai dan menggali lawan dengan pertanyaan – pertanyaan seputar pribadi yang tidak berhubungan dengan tujuan negosiasi, hal ini dimaksudkan untuk membaca psikologis dari lawan negosiasi. Ini merupakan salah satu dari proses pengumpulan informasi, The Professor juga sangat teliti mempertimbangkan keputusan tertentu dan efek yang akan terjadi setelahnya. Seperti pada episode dimana salah satu sandera tertangkap melakukan call keluar untuk memberikan kode kepada kepolisian. The Professor menolak usulan untuk menghukum sandera dengan pembunuhan sebagai pelajaran bagi sandera lain, dengan mempertimbangkan faktor image “perampok Dali” yang memang akan diperkenalkan sebagai sosok yang baik yang melawan pengusasa yang dianggap tidak pro rakyat lemah. 

Meskipun demikian sebagai seorang manusia, The Professor yang dikisahkan sangat tenang, ahli negosiasi, ahli menganalisa masalah, dan menutup segala kemungkinan kegagalan termasuk yang dikarenakan oleh mental dengan rencana seperti membuat aturan dilarang memiliki hubungan pribadi dengan sesama anggota tim dan dilarang menggunakan nama asli. Namun ternyata hal ini justru terjadi antara “The Professor” dan inspektor yang bergabung dengan tim perampok. Hubungan personal antar anggota ini mempengaruhi psikologis dan kemampuan professor dalam pengambilan keputusan.  Sebagai contoh adalah ketika professor mendengar suara tembakan di sambungan pesawat telepon, ketika Raquel Murilo tertangkap oleh tim kepolisian. Seketika itu Profesor berfikir bahwa Raquel Murilo dieksekusi tembak ditempat. Dikarenakan adanya hubungan personal dengan Raquel Murilo hal ini menyebabkan bias dalam pengambilan keputusan, yang membuat Professor keluar dari profile dan rencananya, Seperti yang dijelaskan pada teori bounded rationality dan incomplete information. Ketidaklengkapan informasi kejadian yang terjadi, kekacauan pikiran professor saat mendengar suara tembakan, hubungan personal dengan raquel murilo, menjadi hal yang menjelaskan faktor Risk, uncertainty, Ambiguous information. Sulitnya kondisi professor untuk mengkonfirmasi fakta kejadian dikarenakan waktu dan jarak serta ego pribadinya untuk mengutamakan Raquel Murilo menunjukan teori time constraint and cost serta satisficing. Hal ini semua membawa professor untuk membuat kebijakan yang dapat membahayakan keberhasilan operasi dan keselamatan tim. Inilah cost yang harus ditanggung oleh tim sebagai akibat dari ketidakmampuan manager dalam pengambilan keputusan yang tepat. 

Untuk mengantisipasi hal ini, tim kami melakukan analisa dan menyimpulkan bahwa seorang manager harus dapat memisahkan antara kepentingan pribadi dalam pengambilan keputusan agar tidak terjadi conflict of interest, yang akan sangat sulit dihindari oleh manager. Seperti The Professor yang sebenarnya sejak awal telah menyadari hal ini namun gagal mempertahankan aturannya sendiri yaitu dilarang memiliki hubungan pribadi dengan sesama anggota tim hingga jatuh kedalam bias in decision making. Jika kondisi memungkinkan bagi professor untuk mengulangi proses pengambilan keputusan, maka yang harus dilakukan professor adalah berfokus kepada policy untuk tidak memiliki hubungan dengan sesama anggota member, ataupun jika hubungan dengan sesama anggota member tidak dapat dihindari, professor harus tetap netral dan tidak terpengaruh dalam pengambilan keputusan dan mengutamakan kepentingan tim sehingga professor menjadi manager yang baik seperti diawal – awal cerita dimulai. 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format