Melihat Analisis SWOT, Decision Making, dan Five Forces Model dalam Sitkom The East

The East mengajak penonton untuk mengetahui susahnya bekerja dibalik layar sebuah acara televisi yang dibalut dengan komedi didalamnya.


0

Sinopsis

The East merupakan sinetron komedi yang dikenal memiliki kisah yang unik. Serial tv yang menceritakan kinerja di belakang layar para kru tv untuk menyajikan berita dan informasi yang menarik dari dunia hiburan dari dalam maupun luar negeri berdasarkan fakta dan informasi. Program yang disajikan beragam, mulai dari infotaiment, berita, music, film, seni, dan lainnya. Dalam menyajikan informasi di televisi tersebut, setiap kru pasti memiliki tantangan tersendiri yang dapat berbeda setiap hari, bahkan setiap waktunya. Dalam serial ini, disajikan bagaimana para kru tersebut menghadapi tantangan dan menyelesaikan masalah yang terjadi, baik permasalahan dari luar maupun dari dalam internal organisasi. Baik permasalahan yang datang dari top management, maupun yang berasal dari bawah.

The East mengajak penonton untuk mengetahui susahnya bekerja dibalik layar sebuah acara televisi yang dibalut dengan komedi didalamnya. Melalui acara The East, kita dapat melihat bagaimana proses dari awal sebuah berita/acara dibuat sehingga siap untuk disajikan untuk pemirsa atau penonton. 

Komedi yang disajikan the east bukanlah komedi biasa melainkan komedi yang menyajikan pergaulan di dunia nyata atau keseharian ketika bekerja dalam sebuah perusahaan.

Dalam the east bagaimana digambarkan mempersiapkan program Entertainment News, seperti Executive Producer, Producer, Creative, Production Assistant dan tentu saja Host yang memandu program Entertainment News.

Berikut ini adalah beberapa pemeran dan karakter yang diperankan:

  • Dhewo (Kepala Departemen Produksi) diperankan oleh Sutan Simatupang: Galak namun tegas, menyukai Mutia, hobi bermain golf namun sebenarnya ia tak mempunyai bakat dalam bidang itu, Punya jargon kerja yaitu “Zero Mistake”.

  • Mutia (Eksekutif Produser) diperankan oleh Tara Basro: Tegas dan terkesan judes, pintar, dan cepat tanggap dalam mengerjakan pekerjaannya. 

  • Andika (Asisten Produksi) diperankan oleh Ge Pamungkas: Baik, namun mempunyai sifat penjilat kepada atasan, sering teledor dalam hal pekerjaan, menyukai Gista.

  • Dwi (Kepala Divisi) diperankan oleh Dwi Sasono: Perfect, hobi dalam bidang fotografi, tegas.

  • Gista (Produser) diperankan oleh Gista Putri: Gista di awal acara bekerja sebagai Produser Junior. Andika sempat patah hati, karena Gista sudah menikah.

  • Putri (Reporter Senior) diperankan oleh Ayushita Nugraha: Baik, berteman dekat dengan Gista, suka meledek Andika ketika salah tingkah.

  • Iren (Reporter Junior) diperankan oleh Sahira Anjani: Polos, apa adanya, sering dimanfaatkan oleh Andhika dan Fajar, punya kemampuan bela diri dan menari salsa yang luar biasa namun tak banyak orang yang mengetahuinya.

  • Fajar (Kameramen) diperankan oleh Tanta Ginting: Hobi tidur, tengil, suka pinjam uang dan makan gorengan, suka menyusahkan Andika, sering memanfaatkan Iren.

  • Lukman (Direktur) diperankan oleh Lukman Sardi: Atasan Mas Dhewo, yang tegas dalam pekerjaan.

  • Ikin (Office Boy) Diperankan oleh Andry Budiarsha: Office boy setengah baya, mengaku laki laki yg lincah dalam melamar kerja, memiliki kepercayaan terhadap mitos.

  • Caesar (Host Entertainment News) diperankan oleh Caesar Gunawan: Host yang mengaku ganteng sekali dibandingkan host Entertainment News yang lain.

  • Aubry (Host Entertainment News) diperankan oleh Aubry Beer: Host cantik Entertainment News yang percaya diri dan update fashion lifestyle.

  • Beby (Asisten Produksi) diperankan oleh Laura Theux: Beby pertama kali muncul sebagai anak magang. Kemudian di beberapa episode selanjutnya, Beby muncul di opening di bagian featuring. Akhirnya, Beby menjadi pemain utama. 

  • Karin (Produser) diperankan oleh Karina Salim: Pintar, cantik, tegas, bersaing dengan Gista.

  • Mario/Rio (Creative) diperankan oleh Marlo Ernesto: tim Karin, lucu, akrab dengan Iren.

  • Gito/Gilang (Asisten Produksi) diperankan oleh Mike Ethan: tim Karin, cool, pintar, dan disiplin.

  • Clarissa (Creative) diperankan oleh Twindy Rarasati: tim Karin, cantik, selalu memuji Karin, orang yang dapat diandalkan, suka membaca zodiak.

Visi The East: menjadi perusahaan media yang menarik dan memberi kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.

Misi The East:

  1. membuat konten program yang kreatif, berkualitas, dan menghibur masyarakat.

  2. memberikan nilai tambah kepada stakeholder dengan menyajikan media yang inovatif.

  3. mengembangkan bakat-bakat terbaik dalam industri televisi.

  4. memberikan tontonan yang berkualitas sehingga memberikan inspirasi positif bagi keluarga.



SWOT Analisis

Strength

  • Sebagai sebuah perusahaan media yang makin berkembang dan diterima oleh semua kalangan dari anak-anak hingga orang tua.

  • Menyajikan tontonan yang berkualitas dan mendidik

  • Memberikan kemudahan bagi pemirsa untuk mengakses isi saluran dari youtube, instagram, website, dan siaran tv.

Weakness

  • Dikarenakan the east merupakan perusahaan baru dibidang media maka frekuensi jaringan terbatas pada kota-kota besar.

  • Kurangnya media promosi dan iklan.

  • Masih sedikit pada program anak dan film kartun

Opportunities

  • Seiring banyaknya pengguna internet, akan memudahkan bagi penonton mengakses dari internet.

  • Dikarenakan TV Swasta yang menyiarkan sinetron, menjadi peluang bagi The East untuk menyiarkan program pendidikan dan program anak muda (milenial).

  • Perkembangan gaya hidup masyarakat.

Threats

  • Banyaknya siaran situasi komedi di saluran TV lainnya sehingga nama the east tenggelam dibandingkan siaran lainnya.

  • sulitnya perizinan program tayangan yang dikeluarkan oleh KPI.

  • Bermunculan TV Swasta dan perusahaan media sebagai pesaing The East.


Five Force Model

Competitors in the industry

pasar dunia pertelevisian bisa digolongkan ke dalam pasar oligopoli, dalam arti banyak pesaing namun dalam jumlah yang masih terbatas.

barriers to entry into an industry

potensi pesaing masuk ke dalam dunia pertelevisian masih sulit karena membutuhkan modal yang besar, serta teknik promosi yang baik agar dapat bisa masuk ke dalam stasiun-stasiun tv lain yang telah mempunyai pemirsa.

the power of large suppliers

suppliers di dunia pertelevisian adalah talent-talent artis yang jumlahnya juga cukup banyak, sehingga the east hanya perlu mencari komposisi talent dengan acara yang terbaik untuk dapat menarik perhatian pemirsa.

the power of large customers

Customer (pemirsa atau penonton) mempunyai dampak yang besar bagi pasar pertelevisian. karena jumlahnya yang besar, dan seringnya ada efek domino (jika menonton satu film maka yang lain akan menonton juga) sehingga membuat the east harus dapat membuat tontonan yang dapat menarik perhatian.

the threat of substitute products

produk substitusi nya terbatas, namun mempunyai kekuatan yang besar di masing-masing stasiun tv. The East harus selalu memberikan tontonan yang mempunyai ciri khas yang berbeda dengan stasiun lain, dan sesuai dengan minat pemirsa.


Cuplikan Pengambilan Keputusan

Di dalam episode ini, terdapat pengambilan keputusan untuk menentukan cara dalam memberikan ospek kepada karyawan the east yang baru yang telah sesuai dengan teori yang terdapat di dalam Buku Contemporary Management dalam menentukan keputusan tersebut, tahapan yang dilakukan diantaranya:

  1. Menentukan kebutuhan dilakukannya pengambilan keputusan

Pak Lukman sebagai direksi menentukan karyawan seperti apa yang dibutuhkan oleh the east. Hal ini dijawab oleh Pak Dhewo bahwa ia membutuhkan karyawan yang berkualitas tinggi, bukan yang biasa-biasa saja.

  1. Mengumpulkan berbagai alternatif

di dalam meeting, Pak Dhewo bertanya kepada timnya usulan-usulan untuk sambutan karyawan baru tersebut. Banyak usulan yang dihimpun, diantaranya dari Gista, dari Andika, dll.

  1. Melakukan asesmen atas berbagai alternatif yang ada

di dalam meeting itu juga, masing-masing usulan akan dipertimbangkan kelebihan dan kekurangannya dan apakah usulan tersebut dapat menjawab kebutuhan yang telah ditentukan di awal.

  1. Memilih alternatif

Setelah berdiskusi, kemudian terpilihlah usulan yang diberikan oleh Gista, yaitu setiap karyawan baru harus menampilkan sesuatu di depan Pak Lukman secara langsung.

  1. Mengimplementasikan alternatif yang dipilih

Pak Dhewo menugaskan Andika untuk menyampaikan keputusan yang telah diambil sebelumnya, kepada karyawan baru. yaitu untuk menyiapkan performance (penampilan) di depan Pak Lukman.

  1. Belajar dari feedback

Dari satu tampilan yang disajikan dalam episode ini, Pak Lukman memberikan keputusan yang dominan dan tidak dapat diganggu oleh anggota tim yang lain, termasuk pak Dhewo. Dan keputusan yang diambil ternyata malah menimbulkan masalah sesuai yang akan diuraikan di pembahasan bias kognitif di bawah.

Cognitive Biases and Decision Making

Sumber bias yang terjadi dalam serial di episode ini adalah “Prior hypothesis bias”, yaitu bias yang menghasilkan keputusan yang didasarkan keyakinan yang kuat atas sesuatu, walaupun bukti dan kenyataannya berkata sebaliknya. Ketika dilaksanakan show atau ospek untuk pegawai baru, Pak Lukman sebagai direktur, meyakini bahwa si “anak baru” tidak berhasil memerankan “pocong” dengan baik, sehingga ia terpaksa harus menggunakan kostum tersebut selama 3 hari berturut-turut. Dan pada kenyataannya, banyak karyawan lain yang ketakutan melihat “pocong” si “anak baru” tersebut, bahkan sampai membuat pingsan presenter yang akan live membawakan berita. Hal ini tentunya membawa masalah bagi tim produksi.

Levels & Types of Planning

  1. Corporate-level plan

Sebagai salah satu perusahaan di Industri kreatif, open recruitment karyawan The East harus dengan cara yang kreatif dan secara tidak langsung akan menghasilkan produk yang berkualitas

  1. Business-level plan

The East membutuhkan manpower yang berprestasi

  1. Functional level plan

Membuat planning untuk penerimaan karyawan baru dengan cara audisi (test performance)

Jika waktu dapat diulangi…

Kami menyarankan agar The East melakukan group decision making untuk menghindari terjadinya bias kognitif, yang pada akhirnya menimbulkan masalah baru bagi the east sendiri. dengan dilakukannya group decision making, memungkinkan untuk mengumpulkan berbagai ide dan sudut pandang dari berbagai pihak, kemudian diantara alternatif tersebut dapat saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing. hal ini dapat dilakukan dengan metode brainstorming, yaitu adanya pertemuan antar manajer untuk membahas berbagai alternatif dan dapat melakukan pengambilan keputusan secara bersama.

Dibuat Oleh:

Tiger Commandos - Kelompok 5

- Mentari Maharani

- Amaryadi

- Mohammad Adi Prasantyo


Sumber

Jones, G.R., dan George, J.M. (2016). Contemporary Management. 9th Edition, McGraw-Hill, New York.

Youtube - The East Netmediatama


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
adiprasantyo

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format