Melihat Kembali Strategi Bisnis dan Pengambilan Keputusan pada Law Firm Pearson Hardman

Mike akhirnya mampu membuktikan bahwa meskipun tidak pernah kuliah ia mampu bersaing dan akhirnya dipekerjakan sebagai seorang Lawyer handal


0

Sepintas, Suits tampak datar. Semuanya bersih dan monokrom, rapi, tanpa cacat sedikitpun. Tapi begitu kita menyimak dialognya, kita akan dikejutkan dengan content khas Newsroom dan konflik ala White Collar. Juicy drama with clever dialogue.

Suits memotret perspektif lain dalam dunia hukum. Jika John Grisham, CSI dan Criminal Minds memotret sisi hukum pidana, Suits mengambil sudut pandang hukum perdata. Penonton bisa tahu apa saja UU yang berpengaruh dalam sistem hukum perdata USA. Mulai dari perundang-undangan tentang kepailitan, real estate, pinjaman bank, merger dan akuisisi dan seabreg aturan lainnya. Penulis skenario Suits juga cerdas meramu dunia corporate lawyer dengan konflik kepentingan dan asmara antar tokoh sehingga penonnton tidak bosan dan pusing dengan padatnya perdebatan dan adu argumentasi. Kekurangan Suits, seperti halnya Newsroom dan Criminal Minds, adalah minimnya humor dan candaan. Ada konflik, persahabatan, loyalitas dan ikatan keluarga, tapi kurangnya bumbu humor dan joke segar terkadang membuat serial ini terlalu berat dinikmati dan membuat penonton tergoda untuk switch ke serial lain yang lebih menghibur, seperti Glee atau Big Bang Theory.

Duet Harvey Specter & Mike Ross

Mike Ross (Patrick J. Adams) adalah seorang penerima beasiswa untuk menjadi mahasiswa ilmu hukum di Universitas Harvard, namun ia dikeluarkan karena menjual hasil tes matematika. Mike kemudian menjadi kurir bersepeda. Hidup Mike berubah setelah berhasil mengelak dari operasi tersembunyi untuk mengedarkan narkoba, Mike kemudian menjadi pengacara di Pearson Hardman setelah menemui Harvey Specter (Gabriel Macht), salah satu corporate lawyer, yang tersohor dengan kemampuannya memufakatkan negosiasi dan masalah dengan cepat, akurat, dan menguntungkan semua pihak. Karir Mike terhalang oleh kebijakan perusahaan yang mengharuskan Harvey merekrut lulusan sekolah hukum Harvard sebagai associate, namun Mike akhirnya mampu membuktikan bahwa meskipun tidak pernah kuliah ia mampu bersaing dan akhirnya dipekerjakan sebagai seorang Lawyer handal. Suits kemudian berlanjut dengan berfokus pada Mike dan Harvey yang menyelesaikan kasus hukum sambil tetap menjaga rahasia Mike. Setiap episode berfokus pada satu kasus hukum dan tantangannya sambil memeriksa lingkungan kerja perusahaan, hubungan pribadi Mike dan Harvey, dan masalah yang berasal dari kurangnya gelar Mike.

PEARSON & HARDMAN LLP

Sumber: suits.fandom.com

Pearson Hardman LLP (kemudian secara tidak resmi dikenal sebagai Pearson) adalah salah satu dari tiga firma hukum besar di New York City. Didirikan pada tahun 2003 oleh Daniel Hardman dan Jessica Pearson setelah mereka mengambil alih kendali atas Gordon Schmidt Van Dyke, Hardman beroperasi sebagai pemimpin perusahaan sampai dia ditangkap karena menggelapkan uang dari perusahaan dan kliennya. Setelah terungkap bahwa dia menggunakan uang itu untuk mendanai perselingkuhan dengan seorang rekan dan menipu istrinya yang menderita kanker, Hardman diperas untuk mengundurkan diri dan menyebut Jessica sebagai kesuksesannya pada tahun 2007, dibawah ancaman mengungkap perselingkuhannya, istrinya, dan Jessica menjadi mitra pengelola terbaru perusahaan. Perusahaan berkembang selama lima tahun ke depan. Namun, ketika Alicia Hardman meninggal karena kanker payudaranya pada tahun 2012, Hardman kembali ke firma tersebut, menciptakan irisan dalam dinamika perusahaan dan berhasil menyingkirkan Jessica sebagai managing partner, meskipun kepemimpinannya sangat singkat setelah dia digulingkan oleh Harvey Specter dan rekannya, Mike Ross.

Segera setelah pemecatan Hardman, Allison Holt dan Robert Zane (dengan bantuan Hardman sendiri) mengajukan 45 kasus berbeda terhadap Pearson Hardman, menyadari fakta bahwa perusahaan tidak memiliki sumber daya keuangan yang diperlukan untuk menangani beban kasus. Jessica kemudian menghapus nama Hardman dari perusahaan, secara tidak resmi mengganti namanya menjadi Pearson. Namun, tindakan Hardman menyebabkan Jessica menggabungkan perusahaan dengan pengacara Inggris Darby International Edward Darby, menciptakan Pearson Darby.

Perusahaan ini diganti namanya menjadi Pearson Darby Spectre setelah promosi Harvey menjadi partner nama, segera diganti menjadi Pearson Spectre saat merger dibatalkan, Pearson Spectre Litt saat Louis Litt menjadi partner nama, Spectre Litt saat Jessica pergi, Zane Spectre Litt saat Robert Zane bergabung , diubah namanya lagi menjadi Zane Spectre Litt Wheeler Williams dan saat ini dikenal sebagai Litt Wheeler Williams Bennett.

Visi:

Menjadi Kantor Hukum yang andal dengan mengkedepankan Profesionalitas, Komitmen, Amanah, dan Berintegritas.

Misi:

  1. Menjadi Kantor Hukum andalan yang membantu pelaku ekonomi dalam pertumbuhan dan peningkatan ekonomi.
  2. Ikut berkomitmen dalam penegakan hukum (Law Enforcement).
  3. Ikut berpartisipasi dalam pembangunan hukum dengan upaya memberikan Program peningkatan pengetahuan dan budaya tertib hukum dalam masyarakat.


Trailer serial Suits



Analisa SWOT Law Firm Pearson Hardman 

Sumber: pinterest.com

Merujuk Jones, and George (2020). “Contemporary Management” bahwa setelah visi, misi dan tujuan organisasi ditetapkan, maka perlu dibuat rumusan strategi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.

Dalam mengembangkan strategi (korporat, bisnis, dan fungsional), diawali dengan menganalisa faktor baik itu internal maupun eksternal dari organisasi yang dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi, dengan menggunakan metode Analisa SWOT dan The Five Forces Model. 


Analisa SWOT adalah bagian proses perencanaan bisnis untuk membantu menyusun strategi agar manajer memulai dengan langkah yang benar dan mengetahui arah yang akan dituju, meliputi identifikasi faktor internal organisasi, kekuatan (Strength-S) dan kelemahan (Weakness-W) dan peluang eksternal (Opportunity-O) dan ancaman (Threat-T) yang dapat mempengaruhi organisasi sekarang maupun kondisi yang akan datang.


Melihat pentingnya tahapan tersebut, maka Analisa SWOT untuk kasus Law Firm Pearson Hardman dalam Serial TV Suits dapat dirinci sebagai berikut:



The Five Forces Model Law Firm Pearson Hardman 

Porter mengidentifikasi terdapat lima faktor utama yang dapat mempengaruhi keuntungan perusahaan jika memiliki persaingan dalam industri yang sama, sehingga perlu mendapat perhatian khusus untuk dapat mengatasi ancaman tersebut.


Berikut kami sampaikan analisa The Five Forces Model pada Law Firm Pearson Hardman:




Strategi Level Korporat, Bisnis dan Fungsional dari Law Firm Pearson Hardman

Pada umumnya, strategi bisnis pada sebuah perusahaan bisnis dapat terbagi atas 3 Tingkatan utama yaitu Strategi di Tingkat Korporasi (Corporate Level Strategy), Strategi di Tingkat Unit Bisnis (Business Unit Level Strategy) dan Strategi di Tingkat Fungsional (Functional Level Strategy). Strategi Korporasi berfokus pada menentukan bisnis mana yang harus dijalankan oleh perusahaan. Strategi Bisnis mengembangkan keunggulan kompetitif dalam segmen bisnis sedangkan Strategi Fungsional beroperasi pada tingkat unit kerja untuk memastikan bahwa setiap unit kerja memiliki strategi untuk mendukung bisnis perusahaannya.


Di dalam serial TV Suits, strategi yang dapat digunakan oleh Law Firm Pearson Hardman adalah sebagai berikut:



Merekrut Lawyer tanpa gelar dari sekolah hukum

Associate Lawyer adalah salah satu posisi dalam sebuah Law Firm. Dalam beberapa firma hukum, Associate Lawyer dapat dikatakan entry level seorang lawyer untuk dapat berkarir dalam industri jasa hukum. Dibawah supervisi Senior Partner, Associate Lawyer akan banyak mengambil peran dalam mengerjakan sebuah kasus. Karena perannya tersebut, seorang Associate Lawyer wajib memiliki kualitas yang baik. Untuk itu, dalam merekrut Associate Lawyer, Law Firm harus benar-benar selektif, terutama dalam proses pengambilan keputusan untuk mempekerjakan Associate Lawyer atas nama firma hukum, karena akan mencerminkan kualitas Law Firm dalam Industri.


Jones dan George (2020), dalam bukunya Contemporary Management, menjelaskan langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan digambarkan dalam 6 langkah, yang dikenal dengan Six Stpes in Decision Making:

Sumber: Jones, and George (2020)


Dalam serial Suits, digambarkan ketika Harvey Specter mendapatkan promosi menjadi seorang Senior Partner di Law Firm Pearson Hardman, langsung ditugaskan oleh Jessica Pearson, Managing Partner Law Firm Pearson Hardman untuk merekrut satu orang Associate Lawyer. Kemudian Harvey Specter meminta kepada sekretarisnya, Donna Paulsen, untuk mengadakan interview kepada para kandidat. Ini bukanlah pekerjaan mudah, karena Law Firm Pearson Hardman memiliki standar yang sangat tinggi untuk setiap lawyer muda yang bergabung ke dalam firma. Syarat mutlak yang ditetapkan adalah pelamar wajib lulusan dari Harvard Law School, Sekolah Hukum terbaik di Amerika Serikat.

Ketika dilakukan rekrutmen dan interview kepada para kandidat di sebuah hotel di New York, secara tidak sengaja datanglah Mike Ross, seorang pengangguran yang sedang menjadi kurir narkoba yang sedang dalam kejaran polisi. Dengan memberanikan diri, Mike Ross menawarkan untuk menjadi Associate Lawyer dari Harvey Specter. Harvey Specter yang mengetahui Mike Ross membawa narkoba dan dalam kejaran polisi mulai menanyakan beberapa hal, sesuai dengan permintaan Mike Ross yang minta diuji kemampuannya. Mulai dari darimana Mike Ross mengetahui polisi yang sedang menyamar hingga pengetahuan hukumnya. Harvey Specter yang terkesan dengan kemampuan Mike Ross, tanpa berkonsultasi dengan Jessica Pearson, Managing Partner Pearson Hardman, dan tanpa mewawancarai kandidat lain, langsung menerima Mike Ross sebagai Associate Lawyer. Apa yang dilakukan Harvey Specter sangatlah berisiko, bahkan Harvey Specter rela untuk mengorbankan reputasinya, untuk menutupi latar belakang Mike Ross yang bukan lulusan Sekolah Hukum.


Proses pengambilan keputusan yang dilakukan Harvey Specter, jika digambarkan dalam teori Six Steps in Decision Making dapat dijelaskan sebagai berikut:



Kemampuan Mike Ross memang luar biasa, sebagai orang yang mempunyai “photographic memories”, Mike Ross memiliki daya ingat yang luar biasa. Hanya dengan sekali melihat atau membaca, akan terus tersimpan dalam ingatan Mike Ross. Termasuk litaratur hukum dan pasal-pasal dalam aturan hukum di Amerika Serikat. Hal ini yang menjadi pertimbangan utama Harvey Specter dalam merekrut Mike Ross. 


Cuplikan wawancara Mike Ross oleh Harvey Specter

Intuisi dan keyakinan yang mengesampingkan fakta

Dalam pengambilan keputusan, sangat mungkin terjadi apa yang disebut bias kognitif. Jones dan George (2020) menjelaskan bahwa terdapat empat sumber yang dapat menyebabkan kerugian dalam pengambilan keputusan oleh para manager, yaitu:


1.   Confirmation Bias, a cognitive bias resulting from the tendency to base decisions on one’s existing beliefs even if evidence shows that those beliefs are wrong.

2.   Representativeness Bias, a cognitive bias resulting from the tendency to generalize inappropriately from a small sample or from a single vivid event or episode.

3.   Illusion of Control, a source of cognitive bias resulting from the tendency to overestimate one’s own ability to control activities and events.

4.   Escalating Commitment, a source of cognitive bias resulting from the tendency to commit additional resources to a project even if evidence shows that the project is failing


Sumber-sumber cognitive bias, dalam level grup atau individu:

Sumber: Jones and George (2020)


Apa yang dilakukan oleh Harvey Specter dapat dikategorikan sebagai confirmation bias, dengan penjelasan sebagai berikut:



Mekanisme terbaik dalam pengambilan keputusan

Apa yang dilakukan oleh Harvey Specter ketika merekrut Mike Ross sebagai Associate Lawyer sangat berisiko. Bagaimanapun, seorang lawyer haruslah seseorang yang telah menempuh pendidikan di sekolah hukum. Proses pengambilan keputusan yang individualistis, dan keberaniannya untuk memanipulasi latar belakang Mike Ross dapat dikategorikan sebagai sebuah fraud atau kecurangan. Pada episode 1 serial Suits, digambarkan bahwa Mike Ross bersedia untuk mendaftar di Harvard Law School, tetapi Harvey Specter memintanya untuk langsung bekerja.



Pada episode 10 diceritakan bahwa Law Firm Pearson Hardman mendapatkan pekerjaan dari klien nya, yaitu Drybeck Accounting untuk memecat salah satu SVP nya yang bernama Stan Jacobson, karena diduga telah memalsukan resume dan background-nya. Apa yang dilakukan oleh Stan Jacobson dikategorikan sebagai fraud, dengan konsekuensi yang cukup berat. Kejadian ini membuat Mike Ross khawatir bahwa apa yang dialami oleh Stan Jacobson pada suatu saat akan terjadi pada dirinya. Harvey Specter sebagai atasannya mencoba menenangkan Mike Ross, bahwa hal tersebut tidak akan terjadi pada dirinya.


Keputusan sepihak yang diambil oleh Harvey Specter, tanpa berkonsultasi dengan Jessica Pearson dan tanpa menyaring lebih banyak kandidat, membuat Mike Ross terus dihantui ketakutan suatu saat kebohongannya akan terbongkar, yang pada akhirnya membuat Mike Ross terus melakukan kebohongan untuk menutupi kebohongannya.


Keutamaan Group Decision Making


Proses pengambilan keputusan yang dilakukan secara bersama (Group Decision Making) seharusnya lebih diutamakan dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara individu (Individual Decision Making). Jones dan George (2020), menjelaskan setidaknya ada empat keunggulan dari group decision making:

  1. Lebih baik dibandingkan pengambilan keputusan secara individu;
  2. Mengurangi kecenderungan menjadi korban bias;
  3. Mampu mengkombinasikan kemampuan setiap anggota grup;
  4. Meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan pilihan-pilihan alternatif.

Sumber: thetvaddict.com 

Group decision making juga memiliki potensi kekurangan:

  1. Proses pengambilan keputusan cenderung lebih lambat
  2. Lebih sulit untuk mendapat persetujuan dan kesepakatan dari dua atau lebih anggota gtup, karena tiap anggota grup memiliki preferensi masing-masing.
  3. Dapat dirusak oleh bias-bias yang terjadi

Kami menyarankan langkah-langkah dan peran-peran berikut dalam melakukan group decision making:


Bagaimanapun, jika dilihat keutamaannya, proses pengambilan keputusan secara bersama atau group decision making memiliki lebih banyak keunggulan, dibandingkan secara individual. Dimana bisa memberikan lebih banyak insight dan pertimbangan, serta cenderung untuk mengutamakan kepentingan perusahaan dibandingkan kepentingan pribadi.



Artikel ini dibuat oleh : 


Team Kungfu Pandas

  1. Brian Paulus Hutama
  2. Iffan Arinanda
  3. Katarina Melia Indah Sari


Referensi:

  1. Gareth R.Jones, J.M.G. (2020). Contemporary Management (Eleventh Edition). McGraw-Hill Education.
  2. http://www.elysium-uk.com/site/aspire/suits-5-skills-the-discerning-gent-can-learn-from-harvey-specter/
  3. https://www.mycase.com/blog/2019/08/aba-2019-report-lawyer-demographics-earnings-tech-choices-and-more/
  4. https://www.linkedin.com/pulse/why-pearson-hardman-worst-law-firm-all-kinds-even-though-fauvel?trk=read_related_article-card_title
  5. https://www.linkedin.com/pulse/3-why-pearson-hardman-worst-law-firm-ever-even-though-martin-fauvel?trk=read_related_article-card_title
  6. https://suits.fandom.com/wiki/Pearson_Hardman
  7. https://www.thetvaddict.com/2016/09/15/suits-recap-season-6-episode-10-p-s-l-s06e10/



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Iffan

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format