Analisis Internal MatchDNA: Motivasi, Kinerja, dan Kepemimpinan

Guna menghadapi masalah dari perilaku karyawan yang dapat dilihat dari bagaimana motivasi, kinerja, dan model kepemimpinan.


0

Sinopsis

The One (2021) merupakan salah satu serial Netflix yang telah hadir selama Maret 2021. Serial ini membahas mengenai bagaimana pembentukan dan berbagai masalah yang menerpa perusahaan MatchDNA. MatchDNA merupakan perusahaan besar yang bergerak pada bidang teknologi yang berfungsi untuk mempertemukan satu orang dengan pasangannya sesuai dengan DNA mereka, dimana ini berarti pasangan tersebut dapat dikatakan “match” dan akan saling jatuh cinta karena DNA mereka memiliki sel yang sama. MatchDNA yang dipimpin oleh Rebecca Webb yang juga merupakan Founder bersama dengan James Whiting, telah tersebar ke lebih dari 100 negara dan telah mempertemukan lebih dari 20 juta pasangan. MatchDNA dikembangkan saat Rebecca melihat potensi dari penelitian yang dilakukan oleh James, dan ingin mengembangkan penelitian tersebut agar dapat membantu orang-orang dalam menemukan pasangan yang sesuai secara DNA. MatchDNA mampu direalisasikan karena jerih payah Rebecca dalam mencari investor dan mampu membuat investor percaya pada proyeknya, dimana investor tersebut adalah Damien Brown. 

Orang-orang yang merupakan internal dari MatchDNA terdiri dari berbagai jabatan seperti board of directors, CEO, executive vice president, executive assistant, serta berbagai department (legal, IT, dan media). Rebecca Webb selaku CEO dari MatchDNA merupakan manajer yang baik dalam melakukan pekerjaannya, dapat dilihat bagaimana ia mampu membuat perusahaannya menjadi perusahaan yang besar dan berprofit tinggi. Namun, bukan berarti kemampuan Rebecca bekerja dengan baik ini menjamin hubungannya dengan karyawan serta rekan kerjanya akan sebaik pekerjaannya. Karyawan dan rekan kerjanya memiliki pandangan yang tidak terlalu menyenangkan terhadap Rebecca. Hubungan Rebecca, baik dengan Damien Brown, James Whiting, dan Charlotte Driscoll tidak dapat dikatakan baik atau harmonis. Hubungan yang tidak baik ini mengakibatkan kurangnya keselarasan dalam perusahaan. Tidak hanya itu, kemampuan Rebecca dalam memimpin mampu membantu perusahaan miliknya dalam pencapaian tujuan, namun menurut Charlotte, Rebecca yang memiliki background seorang ilmuwan tidaklah pantas untuk menjadi CEO. Dipandang rendah oleh Charlotte dan hubungan buruk dengan Damien membuat Rebecca ingin membuktikan bahwa ia layak dan tidak akan mundur dari posisinya.

Oleh karena itu perlu diketahui apa yang menjadi masalah dari perilaku karyawan tersebut yang dapat dilihat dari bagaimana motivasi, kinerja, dan model kepemimpinan. 

Masalah dalam perusahaan

Dalam manajemen, motivasi merupakan hal terpenting dalam mencapai hasil yang optimal dari suatu individu dalam organisasi. Motivasi menunjukkan perilaku atau usaha yang dilakukan setiap individu untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam series The One, motivasi yang dimiliki yaitu Intrinsically motivated behavior. Perilaku tersebut ditimbulkan karena adanya kondisi yang menantang individu agar mencapai tujuan dari perusahaan (Jones dan George, 2016). Perusahaan MatchDNA dikembangkan menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan pasangan hidupnya. Perilaku karyawan di dalam series menunjukkan tingkat usaha yang baik dilakukan dengan membangun perusahaan agar dikenal dan diterima publik dengan menciptakan sebuah aplikasi perjodohan bernama MatchDNA. Terlihat dari bagaimana perilaku salah satu rekan Rebecca yang dari awal bersamanya membangun perusahaan MatchDNA. Karena perusahaan MatchDNA baru dibentuk memunculkan tindakan yang dapat menantang keberlangsungan dari MatchDNA seperti database yang luas dan terpercaya serta dana yang tidak mencukupi. Walaupun secara personal, dalam organisasinya mengalami masalah internal akibat dari tindakan sang CEO, Rebecca yang menimbulkan perpecahan dan berkurangnya performa kerja karyawan nya. Tingkat usaha yang ditimbulkan dari  Intrinsically motivated behavior sangat sejalan dengan visi dan misi dari perusahaan namun akibat dari tindakan CEO tersebut membuat salah satu manager bernama Charlotte, walaupun ia telah melaksanakan kewajiban nya membantu membangun perusahaan bahkan ketika Rebecca dalam kondisi yang terdesak, Charlotte lah yang membantunya untuk menyelesaikan rumor yang beredar tentang Rebecca namun terpatahkan ketika Rebecca mengancam Charlotte agar tidak mengkhianati baik dirinya maupun perusahaan. Sikap Rebecca tersebut menimbulkan suasana yang kurang nyaman dan berdampak bagi performa dari Charlotte dimana ia terpaksa melakukan tugasnya dan mendukung Rebecca sebagai layaknya seorang CEO. Begitupun dengan Damien yang menjadi sponsorship dari perusahaan MatchDNA. Damien, awalnya takjub dengan penemuan Rebecca dan James dan akhirnya menjadi donatur untuk membantu mendanai aplikasi MatchDNA beserta perusahaan nya, harus menerima ancaman dari Rebecca. Justru karena tindakan Rebecca tersebut membuat kurang rasa percaya Damien terhadap Rebecca yang menyebabkan Damien melakukan segala cara agar Rebecca turun dari jabatanya sebagai CEO. Perilaku inilah yang menyebabkan menurunnya performa dari karyawan nya.

Sementara untuk teori motivasi yang dianalisis diterapkan oleh MatchDNA lebih merujuk kepada Operant Conditioning Theory. Menurut Jones dan George (2016: 387), Operant Conditioning Theory yang dikembangkan oleh B. F. Skinner adalah teori dimana individu mencoba untuk berperilaku yang dapat mengarahkannya pada hasil yang diinginkan dan menghindari berperilaku yang dapat membuatnya mendapatkan hasil yang tidak diinginkan. Beberapa hal yang digunakan manajer yang menerapkan Operant Conditioning Theory ini yaitu:

  • Positive reinforcement, seperti memberikan karyawan kekuatan yang positif karena kinerja karyawan tersebut. Rebecca memberikan pujian dan motivasi terhadap James terkait penelitiannya untuk mendorong James lebih memaksimalkan penelitiannya terkait genetika. Tidak hanya itu, Rebecca bahkan memberikan kepercayaannya kepada James atas pencapaiannya dengan memimpin riset pada kantor pusat yayasan amal dengan fokus penelitian medis.

  • Negative reinforcement, berlawanan dengan positive reinforcement, disini karyawan melakukan tugasnya dengan baik agar tidak mendapatkan teguran atau hukuman dari atasan. Charlotte yang awalnya ingin mendukung Damien untuk menjatuhkan Rebecca dari posisinya, mengurungkan niatnya dan kembali mendukung Rebecca dimana hal ini karena ia merasa takut akan hukuman yang akan diberikan oleh Rebecca kepadanya. 

  • Extinction, yaitu membatasi perilaku yang tidak sesuai dari karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan efektif. Rebecca mengetahui bahwa Damien mengajak James untuk bekerjasama dalam menjatuhkannya. Karena Rebecca mampu membuat James untuk tidak bekerjasama dengan Damien, James pun mengurangi intensitasnya berkomunikasi dengan Damien dan kembali menjadi kubu Rebecca. 

  • Punishment adalah penggunaan hukuman saat perilaku yang tidak sesuai dengan fungsional organisasi terjadi. Ini merupakan cara terakhir yang sebaiknya dilakukan saat karena dapat memberikan dampak kepada penerima hukuman. Hukuman seperti menyebarkan gosip terkait kehidupan Damien pada salah satu jurnalis karena Damien berani bermain-main dengannya dilakukan oleh Rebecca guna membuat Damien jera. 

Dengan melakukan berbagai hal tersebut, Rebecca mampu membuat karyawannya untuk kembali memihak padanya dan bekerja dengan baik. Namun, penerapan negative reinforcement dan extinction membuat karyawannya memiliki rasa tidak suka terhadapnya dan diam-diam berkeinginan untuk menusuknya dari belakang. 

Dalam hal kepemimpinan, peranan seorang pemimpin dalam organisasi sangatlah penting dalam mengarahkan kelompok untuk menjalankan tugas yang diberikan sehingga tujuan dari organisasi dapat terlaksana dengan baik. Tugas seorang leader juga memberikan inspirasi dan motivasi kepada anggotanya apabila dalam kondisi yang kurang nyaman di dalam organisasi nya bekerja. Seorang leader memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda tergantung perilaku yang mempengaruhi nya. 

Rebecca, dalam series The One diceritakan sebagai CEO dari perusahaan bernama MatchDNA. Rebecca memiliki wewenang untuk mengarahkan dan memastikan bahwa tugas anggota nya dapat berjalan sesuai dengan target yang diinginkan. Begitu juga ia adalah seorang expert dalam bidang keilmuan sains yang menjadi kelebihan nya membangun perusahaan. Melihat sikapnya tersebut, model kepemimpinan nya termasuk dalam trait model dimana dipengaruhi oleh beberapa karakteristik yaitu Intelligent, Expertise, Dominance, dan Self-confident. Intelligent, karena kemampuan Rebecca dalam mengatasi masalah dengan cepat di saat dirinya menghadapi rumor pada masa kejayaan nya dan mengarahkan karyawan nya untuk segera membantunya menutupi rumor negatif tentang dirinya. Expertise, Rebecca merupakan ahli dalam bidang keilmuan sains seperti yang ditunjukkan dalam series, ia dan rekannya, James menemukan pencocokan DNA untuk menemukan pasangan hidup. Tidak perlu diragukan lagi kemampuan nya dalam menemukan solusi terbaik untuk mengembangkan penelitian nya tersebut dari human error. Dominance, ia memiliki sikap yang terlalu dominan sebagai seorang leader hingga dirinya tidak mau mengakui apabila harus turun jabatan. Sikapnya yang tidak mau kalah membuatnya sering menggunakan kekuasaan tersebut untuk mengancam siapa saja yang menghalangi nya dalam memimpin perusahaan yang telah ia bangun. Self-confident, sikap tersebut memang sangat diperlukan untuk seorang pemimpin. Rebecca sangat percaya diri dalam membangun perusahaan nya tersebut. Ia sangat yakin bahwa penemuan nya akan mempengaruhi banyak individu. Rasa kepercayaan dirinya lah yang menimbulkan karyawan nya semakin termotivasi melihat sang CEO mampu membimbing karyawan nya dalam menemukan solusi yang terjadi dalam perusahaan.

Untuk Contingency Models of Leadership menganut Fiedler’s Contingency Model. Fiedler’s Contingency Model merupakan suatu model yang ditemukan oleh Fred E Fiedler mengenai kepemimpinan yang bergantung dari karakteristik pemimpin dan situasi (Jones dan George, 2016). Model ini menjelaskan dua bentuk kepemimpinan: berorientasi pada hubungan dan berorientasi pada tugas, serta keadaan yang banyak menuai keberhasilan. Gaya kepemimpinan Rebecca berdasarkan task oriented dimana ia sangat mengawasi tugas yang dilakukan karyawan nya agar tidak ada lagi kesalahan atau dampak buruk yang dapat menjatuhkan perusahaan. Ia sangat memantau karyawan nya apabila ada yang menjatuhkan nya, maka ia akan memberikan penalti pada karyawan yang melanggar aturannya walaupun dengan perilaku yang tidak wajar seperti bentuk ancaman.

Solusi

Analisis terhadap MatchDNA menemukan bahwa teori motivasi yang diterapkan adalah Operant Conditioning Theory. Dimana penggunaan teori ini telah tepat untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Namun, negative reinforcement dan extinction dapat membuat karyawan dan rekan Rebecca menjadi bersikap palsu didepannya. Negative reinforcement mendorong karyawan bekerja dibawah tekanan, lama kelamaan hal ini akan membuat karyawan bekerja dengan ketakutan dan dapat menimbulkan stres. Begitu juga dengan extinction, karyawan dapat merasa bahwa ia tidak diperlakukan seperti sebelumnya dan ia akan merasa telah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, teori yang akan lebih cocok untuk diterapkan adalah social learning theory. Social learning theory merupakan teori yang menekankan pada pengaruh perilaku orang lain yang mampu membuat seseorang menjadi termotivasi untuk melakukan hal tersebut. Dengan teori motivasi ini, melihat kerja keras Rebecca dalam membuat besar MatchDNA dan posisinya sekarang, maka karyawannya pun akan termotivasi dan secara tidak langsung mereka akan lebih memikirkan kepentingan perusahaan dan tidak mudah terombang-ambing oleh hal lain dan tetap fokus pada tujuannya. 

Menurut apa yang telah dikritisi diatas mengenai model kepemimpinan Rebecca, gaya serta sikap kepemimpinan nya tidak dapat diubah kecuali ia menyadari sikapnya yang mendominasi dan tidak mau diatur. Bahwa perilaku dapat berubah datang pada diri sendiri, namun Rebecca harus sadar bahwa kepemimpinan nya hanya akan mengurangi sumber daya manusia dalam perusahaan nya. Beberapa karyawan nya telah mengkritisi cara ia memimpin dan dianggap tidak berkompeten sebagai seorang CEO, maka dari itu solusi yang bisa diberikan untuk Rebecca adalah mengubah gaya memimpin nya saja. Trait model sangat cocok sebagai gaya kepemimpinan Rebecca hanya ia perlu menanamkan karakteristik kejujuran, toleransi terhadap kecemasan serta maturity. Ada nya sikap kejujuran dapat meningkatkan rasa saling percaya antara satu sama lain seperti saling terbuka antara Rebecca dengan Charlotte dari legal department mengenai kondisi yang dihadapi Rebecca terdahulu. Bahkan dengan sahabatnya sendiri, ia harus menipu nya demi bersih dari tuntutan yang justru membuat sahabatnya menjaga jarak dari dirinya. Sikap kejujuran harus sangat ia junjung tinggi untuk mendapatkan simpati dari rekan kerja lainnya. Sikap toleransi terhadap kecemasan sangat membantu Rebecca untuk tidak mengambil keputusan yang semakin membawanya ke dalam kebohongan. Sikap toleransi terhadap kecemasan ini membantu Rebecca menangani ketidakpastian dan pilihan yang sulit dalam organisasi. Jika ia mampu bersikap jujur dan toleransi terhadap kecemasan nya sendiri maka tidak ada kejahatan yang terjadi menimpa nya seperti membunuh sahabat nya sendiri demi mempertaruhkan penemuan nya itu. Selanjutnya adalah sikap pendewasaan, dimana sebagai CEO ia harus mampu mengontrol emosi nya , mengutamakan kebersamaan, mampu mengakui kesalahan yang dibuatnya dan tidak menyalahkan nya kepada orang lain. Dengan timbulnya sikap tersebut, Rebecca akan disambut hangat dengan karyawan nya dan tidak terjadi perseteruan yang menyebabkan perpecahan kubu. Selain itu, walaupun Rebecca memiliki kesalahan yang tidak dapat dimaafkan namun seharusnya dirinya mengakui kesalahan tersebut agar kesalahannya tersebut tidak semakin memberatkan penalti yang dia dapatkan apabila benar kejahatan telah terjadi. Ada baiknya untuk Rebecca bersikap rasional terhadap pilihan nya tersebut.

Referensi

Jones, G.R., dan George, J.M. (2016). Contemporary Management. 9th Edition, McGraw-Hill,

New York.

Netflix. (2021). The One diakses pada 7 Mei 2021.

Artikel ini telah dicek anti plagiarisme pada https://www.duplichecker.com

Kelompok 4: Viking Raiders

I Gusti Agung Ayu Laksmi Kurnia Putri

Kahfiara Krisna Selia Putri


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format