Analisis dari Motivasi dan Leadership dari Jody dalam Filosofi Kopi The Series

Mengupas tuntas tentang leadership dan motivasi dari Jody di serial Filosofi Kopi


0
GoPlay Indonesia

Sinopsis

Filosofi Kopi The Series adalah serial film yang digarap oleh Sutradara Angga Dwimas Sasongko dan tayang pada bulan Agustus 2019. Serial Film ini mengangkat nilai persahabatan antara dua pemeran yaitu Ben yang diperankan oleh Chicco Jerikho dan Jody yang diperankan oleh Rio Dewanto. Diceritakan dalam film ini bahwa mereka telah memiliki kedai kopi di Jakarta dan sudah sangat terkenal di internet tapi mereka memiliki keinginan untuk membagikan kopi mereka kepada penggemar-penggemar kopi di luar Jakarta sehingga mereka melakukan perjalanan yang panjang untuk berjualan Filosofi Kopi di delapan kota besar di Indonesia. 

Mereka berdua mengajak karyawan-karyawannya untuk ikut dalam perjalanan tersebut tetapi keluarga dan teman-teman dari karyawan mereka awalnya tidak memberikan izin untuk pergi namun pada akhirnya mereka semua jadi ikut bersama-sama dengan Ben & Jody dalam perjalanan itu. Setelah perjalanan dilakukan, salah satu dari karyawan mereka yaitu Nana, dijemput oleh suaminya untuk pulang ke Jakarta sehingga posisi dari Nana akhirnya diganti oleh seorang karyawan baru yang bertemu dengan mereka setelah berada di kota selanjutnya Bandung. Awalnya Jody ragu untuk menerimanya namun oleh karena Ben yang mencoba untuk meyakinkan Jody sehingga karyawan baru itupun diterima. Ben dan Jody yang merupakan pemilik bisnis Filosofi Kopi ini adalah dua orang yang memiliki tipe dan karakter yang sangat berbeda satu sama lain sehingga dalam memimpin karyawan dan menjalankan bisnis tersebut, mereka melakukannya dengan cara yang berbeda. 

Jody yang selalu berpikir tentang cuan membuat Ben resah sehingga terkadang Ben mengambil beberapa keputusan yang berbeda dari Jody agar para karyawannya memiliki waktu untuk istirahat dari pekerjaan mereka.  Dan juga Ben merupakan pemilik serta barista utama dari Filosofi Kopi, dia sering membagikan pelajaran mengenai kopi kepada karyawannya agar mereka mendapatkan ilmu dari dia. Walaupun banyak masalah-masalah secara internal yang terjadi antara Ben dan Jody namun banyak juga kejadian dan permasalahan yang muncul pada bisnis mereka di setiap kota yang mereka kunjungi. Tetapi di akhir cerita merekapun tetap kembali solid untuk menjalankan bisnis mereka walaupun banyak halangan dan tantangan yang mereka hadapi. Dari film Filosofi Kopi ini, kita akan melihat dan mengulas bagaimana pemilik Filosofi Kopi memotivasi karyawannya serta gaya kepemimpinan seperti apa yang diterapkan dalam memimpin karyawan-karyawannya.


Identifikasi dan Kritik Permasalahan dari Filosofi Kopi

Pertama kita akan bahas tentang motivasi, motivasi adalah kata yang berasal dari kata 'motif' yang berarti kebutuhan, keinginan, keinginan atau dorongan dalam diri individu. Ini adalah proses mendorong orang untuk bertindak untuk mencapai tujuan. Dalam konteks tujuan kerja, faktor psikologis yang mendorong perilaku masyarakat dapat menjadi salah satu fungsi terpenting dari manajemen adalah untuk menciptakan kemauan di antara karyawan untuk melakukan yang terbaik dari kemampuan mereka. Oleh karena itu peran seorang pemimpin adalah untuk membangkitkan minat akan kinerja karyawan dalam pekerjaannya.

Motivasi ini adalah proses menginspirasi orang untuk meningkatkan keinginan dan kemauan mereka untuk melaksanakan tugas mereka secara efektif dan untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dari suatu perusahaan.

Dengan kata lain, ini berarti membujuk, menghasut, menghasut atau mendorong seseorang untuk melakukan tindakan tertentu untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Jadi, motivasi dapat digambarkan sebagai proses dimana seorang individu diberi kesempatan untuk memuaskan kebutuhannya dengan mengejar tujuan tertentu.

Motivasi adalah alat yang ampuh di tangan seorang manajer untuk membujuk bawahannya agar bertindak dengan cara yang diinginkan dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Ini berkaitan dengan bagaimana perilaku dimulai, diberi energi, diinisiasi, dipertahankan dan diarahkan.

Pada bagian ini tentunya motivasi yang dimaksud di series Filosofi Kopi yaitu mengacu kepada motivasi yang dijalankan oleh Ben dan Jody. Dua sosok leader di kedai kopi ini memiliki pengaruh motivasi yang tinggi didalamnya, berikut ini merupakan penjelasan secara lengkap tentang teori motivasi yang dimana menurut kami, teori motivasi yang paling cocok yaitu equity theory yang akan dijelaskan dibawah ini.

Aplikasi dari Teori Motivasi – Equity Theory

Teori ekuitas/ Equity Theory, yang dikenal sebagai teori ekuitas Adam, bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara input dan output karyawan di tempat kerja. Jika karyawan dapat menemukan keseimbangan yang tepat, hal itu akan mengarah pada hubungan yang lebih produktif dengan manajemen. 

Teori ekuitas digunakan dalam bahasa manajemen sumber daya manusia. Kita mungkin tidak melihatnya tetapi teori ini diterapkan di setiap tempat kerja. Kepuasan individu di tempat kerja secara langsung terkait dengan upaya yang dia lakukan dan apa yang sebenarnya dia dapatkan darinya.

Pertama mari kita pahami apa yang kita maksud saat kita mengatakan masukan. Masukan termasuk kerja keras, keahlian, motivasi, antusiasme, dan pengetahuan teknis. Output berkaitan dengan gaji, tunjangan, bonus, dan pengakuan dalam bentuk penghargaan.

Jika seseorang berpikir bahwa dia diperlakukan secara adil, yang berarti bahwa rasio input mereka terhadap output relatif sama dengan yang ada di sekitarnya, itu akan dapat diterima. Jika tidak ada yang bisa dibandingkan, maka dia akan menilai dengan karyawan di organisasi lain pada level yang sama.

Namun, jika seseorang berpikir bahwa orang lain mendapatkan lebih banyak penghargaan dan pengakuan dibandingkan dengan dia yang memberikan jumlah masukan yang sama dalam pekerjaannya, itu akan menyebabkan beberapa ketidakseimbangan.

Ketidakpuasan sering kali membuat karyawan kehilangan motivasi yang akan mengakibatkan produktivitas yang lebih rendah, dan dalam beberapa kasus atrisi. Ada satu hal yang perlu diperhatikan bahwa teori ekuitas tidak hanya bergantung pada rasio input-output tetapi juga perbandingan dengan peer group. Ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa orang mungkin bahagia suatu hari, dan tiba-tiba tingkat motivasi turun setelah mereka mengetahui bahwa orang lain menikmati penghargaan yang lebih baik atas usaha mereka.

Kemudian didalam equity tersebut juga terdapat equity and justice in organizations yaitu:

  • Distributive Justice

Persepsi seseorang tentang keadilan distribusi hasil dalam suatu organisasi.

  • Procedural Justice

Persepsi seseorang tentang kewajaran prosedur yang digunakan untuk menentukan bagaimana mendistribusikan hasil dalam suatu organisasi.

  • Interpersonal Justice

Persepsi seseorang tentang keadilan perlakuan interpersonal yang dia terima dari siapa pun yang membagikan hasil kepadanya.

  • Informational Justice

Persepsi seseorang tentang sejauh mana manajernya memberikan penjelasan untuk keputusan dan prosedur yang digunakan untuk mendapatkannya.

Analisis tentang equity theory didalam Filosofi Kopi yang akan kita fokuskan disini yaitu tentang permasalahan Ben dan Jody, yang dimana akan dijelaskan sebagai berikut:

Pertama yang akan kita bahas yaitu tentang permasalahan Ben dan Jody, hal ini bisa dilihat dari pembicaraan mereka yang dimana Jody selaku pemilik Filosofi Kopi memiliki motivasi terhadap pekerjaannya yaitu untuk melebarkan sayap dari Filosofi Kopi. Ben dan Jody pun merupakan sahabat yang sering berselisih, karena tentunya mereka memiliki pendapat masing-masing walaupun mereka berdua yang menciptakan filosofi kopi.

Disini bisa dilihat bahwa Jody memiliki motivasi yang tinggi untuk filosofi kopi yang dimana dia akan membawa filosofi kopi untuk keliling Indonesia yang dimana mencakup 8 daerah dan kemudian dia pun bertanya ke Ben tentang bagaimana Langkah yang akan diambil kemudian. Didalam teori ekuitas yang sudah dibahas diatas yaitu niat dari Jody yaitu untuk menyeimbangkan antara input dan output dari filosofi kopi. Hal yang dimaksud dari dialog antara Ben dan Jody itu yaitu dimana Jody yang sudah menyutujui untuk melakukan perjalanan dimana perjalanan tersebut digunakan untuk mempromosikan filosofi kopi dan kemudian dia pun Ben pun bilang jika dia serius terhadap bisnis kopi tersebut dan tentunya Jody pun beradu argument dengan Ben yang dimana Ben ingin Jody bersabar akan proses yang akan dijalani oleh mereka Bersama beserta crew dari filosofi kopi tersebut.

Permasalahan dari motivasi ini yaitu tentang Jody yang selaku pemilik dari filosofi kopi dia pun memiliki kebingungan yang dimana seharusnya dia selaku pemimpin bisa melakukan planning yang jauh kedepan untuk usahanya tetapi dia masih kebingungan untuk Langkah apa yang akan dia ambil untuk kedepannya seperti foto yang sudah dijelaskan diatas.

Kemudian ini merupakan contoh kedua yang dimana, Ben selaku sahabat dari Jody yang juga bekerja untuk filosofi kopi sering kali bersikap se enaknya sendiri. Bisa dilihat dari foto diatas tentang bagaimana Ben mengajak semua rekannya untuk pergi ketemu Mas Piping dan kemudian setelah bertemu dengan Mas Piping mereka baru lanjut jualan. Tentunya ini merupakan hal yang salah, yang dimana pekerjaan harusnya dilakukan secara professional dan tidak se enaknya sendiri. Sikap yang dianut oleh Ben sendiri merupakan sikap yang tidak baik dan tentunya perilaku yang buruk, dia terlalu meremehkan pekerjaannya dan selalu bersikap se suka hatinya merunut egonya sendiri. Bisa dilihat bahwa Jody pun terheran dan bertanya tentang bisnis mereka bagaimana jika semua pergi untuk bertemu dengan Mas Piping.


Aplikasi dari Teori Leadership – Behavioral Model

Teori kepemimpinan perilaku berfokus pada bagaimana pemimpin berperilaku, dan mengasumsikan bahwa sifat-sifat ini dapat ditiru oleh pemimpin lain. Terkadang disebut teori gaya, yang menyatakan bahwa pemimpin tidak dilahirkan sukses, tetapi dapat diciptakan berdasarkan perilaku yang dapat dipelajari. Teori perilaku kepemimpinan sangat berfokus pada tindakan seorang pemimpin — teori ini menunjukkan bahwa prediktor terbaik dari kesuksesan kepemimpinan adalah melihat bagaimana seorang pemimpin bertindak. Tindakan daripada kualitas adalah titik fokus teori pembelajaran perilaku. Pola perilaku diamati dan dikategorikan sebagai "gaya kepemimpinan" dalam teori ini. Beberapa gaya kepemimpinan termasuk pemimpin yang berorientasi pada tugas, pemimpin yang berorientasi pada orang, CEO dan lainnya. Pada akhirnya, tindakan dan perilaku aktual seorang pemimpin adalah yang menentukan kesuksesan dalam teori ini.

Teori perilaku memiliki banyak keuntungan, terutama bahwa para pemimpin dapat mempelajari dan memutuskan tindakan apa yang ingin mereka terapkan untuk menjadi pemimpin yang mereka inginkan. Ini memungkinkan para pemimpin untuk menjadi fleksibel dan beradaptasi berdasarkan keadaan mereka. Manfaat besar lainnya dari gaya kepemimpinan ini adalah bahwa gaya kepemimpinan ini menunjukkan bahwa setiap orang mampu menjadi seorang pemimpin. Beberapa kelemahan dari teori perilaku adalah bahwa meskipun memungkinkan adanya fleksibilitas, teori ini tidak secara langsung menyarankan bagaimana berperilaku dalam keadaan tertentu. Ada lusinan gaya kepemimpinan yang berasal dari teori perilaku, tetapi tidak ada gaya yang tepat untuk setiap keadaan.

Pada bagian ini dimana leadership model yang berfokus terhadap behavioral model akan diberikan contoh sebagai berikut:

Dari sini bisa dilihat bahwa model leadership yang dilakukan oleh Jody merupakan behavioral model yang dimana masuk kedalam Initiating structure. Jadi disini Jody yang selaku CEO dari filosofi kopi pun tegas terhadap kerjaan yang dilakukan oleh para pekerja mereka. Seperti halnya yang pertama yaitu Ketika ada pelanggan yang ingin berfoto Bersama Ben, Jody pun menyuruh mereka untuk membeli kopi mereka dulu kemudian baru mereka berfoto Bersama. Disini bisa dilihat bahwa Jody memiliki karakter leadership yang bagus, dia ingin bisnis kopi dia tetap berjalan dan tentunya tidak ada halangan dan juga menggunakan kesempatan yang ada agar kerjaannya tetap berjalan dengan lancar. Kemudian dilanjut dengan foto selanjutnya yaitu tentang bagaimana Jody kurang menyukai keadaan baristanya yaitu Aldi dan Aga yang dimana mereka itu terganggu dengan kehadiran barista yang lain yang dimana Jody berharap barista mereka bekerja se efisien mungkin dan tidak terganggu dengan keadaan sekitar. 

Kemudian dilanjut dengan Ben yang meminta istirahat dan ingin melanjutkan pekerjaannya pada saat maghrib tetapi Jody tidak mengizinkannya. Hal ini bisa dilihat bahwa Jody merupakan sosok yang cocok untuk menjabat sebagai CEO, karena keadaan kedai filosofi kopi mereka yang sedang ramai dan banyak pengunjung, tentunya Jody tidak mengizinkan Ben untuk ber istirahat. Hal ini dilakukan karena Jody ingin tugas-tugas yang dilakukan oleh mereka semua selesai sesuai dengan jadwal yang sudah tersedia. Karena tentunya membuka bisnis itu tidak bisa se enaknya sendiri dan harus mengikuti peraturan yang ada. Jody ingin pekerjaan dan bisnisnya itu bekerja se efisien mungkin, yang dimana setiap barista sudah dia tugaskan masing-masing dan juga kemudian mereka harus mencapai target yang sudah ditetapkan oleh Jody.


Solusi Teori Motivasi Kerja

Tentang motivasi yang dilakukan oleh Jody menurut kami sudah bisa dibilang cukup baik, karena Jody selaku pemilik dari Filosofi Kopi sudah berusaha semaksimal mungkin dan tentunya dia dapat memotivasi karyawannya dan baristanya untuk mencapai keinginan mereka Bersama. Kemudian menurut kami teori motivasi kerja yang cocok untuk Jody yaitu Goal-Setting Theory. Alasan kami memilih goal setting theory yaitu karena Jody disini bisa dibilang kurang memiliki motivasi untuk mencapai tujuan dia menciptakan Filosofi Kopi. 

Jadi menurut kami, Jody seharusnya bisa mengatur tujuannya dia karena dia selaku pemilik dari Filosofi Kopi, dia bisa membuat beberapa milestone yang ingin dicapai dan tentunya dengan milestone yang sudah diciptakan tersebut, kemudian dia bisa mencapai tujuannya. Dengan adanya milestone yang sudah diciptakan, tentunya hal-hal yang akan dilakukan kemudian itu bisa dicapai dan dia tentunya sudah memiliki pandangan kedepannya akan bagaimana. Seperti halnya yang sudah dibahas diatas, bisa dilihat bahwa Jody pun sempat bingung setelah mereka berkeliling apa yang akan dilakukan, yang dimana seharusnya dia selaku CEO dari filosofi kopi sudah memiliki tujuan yang sesuai dengan kedai kopi tersebut. 

Contohnya seperti memiliki kedai di setiap daerah yang sudah dikunjungi karena tentunya jika mereka sudah berkunjung ke daerah yang mereka tuju tentunya Jody selaku pemilik filosofi kopi sudah tau tentang pasar yang akan mereka incar. Tidak hanya disitu saja, Jody harus membuat goal/tujuan dari filosofi kopi tersebut juga. Contohnya seperti yang pertama yaitu filosofi kopi harusnya memiliki target penjualan yang sesuai dengan bahan baku mereka yang tersedia. Kemudian yang kedua yaitu Jody harusnya sudah memiliki pandangan untuk filosofi kopi Ketika filosofi kopi sudah melakukan promosinya yaitu dengan berkeliling Indonesia apakah hal itu akan memberikan keuntungan bagi filosofi kopi atau tidak. Dengan adanya goal-setting theory tentunya ini akan mempermudah Jody untuk mencapai tujuannya dia menciptakan filosofi kopi yang dimana dia akan mengetahui Langkah-langkah yang harus dia ambil dan tentunya juga target-target yang akan dicapai oleh Jody.


Solusi Leadership Model

Teori behavioral yang sudah dibahas diatas bisa kita bilang lumayan mencakup beberapa point yang dibahas dan lumayan cocok dengan gaya leadership dari Jody, tetapi menurut kami, leadership model yang lebih cocok untuk Jody yaitu Charismatic Leader. Menurut kami charismatic leader itu yang seharusnya lebih diterapkan oleh Jody. Karena tentunya hal ini berhubungan dengan coffeeshop yang dimilikinya, Ketika pemimpin dari coffeeshop tersebut merupakan sosok orang yang memiliki kharisma tentunya itu akan membawa sisi positif terhadap bisnisnya. Berikut merupakan beberapa point tentang charismatic leader:

  • Pemimpin transformasional yang antusias dan percaya diri yang mampu mengomunikasikan visinya dengan jelas tentang bagaimana hal-hal baik bisa terjadi.
  • Bersemangat dan mengomunikasikan kegembiraan dengan jelas kepada bawahan.
  • Berbagi informasi secara terbuka dengan karyawan sehingga semua orang menyadari masalah dan perlunya perubahan.

Dari point-point tersebut diatas bisa dicontoh oleh Jody dalam kepemimpinannya di filosofi kopi. Pertama yaitu Jody harus bisa untuk mengkomunikasikan visi dan misinya secara jelas tentang bagaimana filosofi kopi ini kedepannya dan tentunya juga dia sebagai pemilik dari filosofi kopi harus bisa membawa nama filosofi kopi untuk lebih dikenal dan lebih baik kedepannya. Kemudian dari point kedua juga yaitu Jody yang merupakan sosok pemimpin yang serius tentunya dia juga harus bisa mengkomunikasikan dengan baik terhadap barista-baristanya agar mereka lebih betah dan tentunya merasa senang untuk bekerja di filosofi kopi.

Terakhir yaitu tentang memberikan informasi yang terbuka dari filosofi kopi terhadap baristanya, semisal jika terdapat masalah dalam filosofi kopi tentunya Jody harus bisa mengkomunikasikan hal itu terhadap rekan-rekannya dan juga jika dia menyadari adanya problem didalam filosofi kopi, Jody selaku pemilik tentu saja harus bisa mengkomunikasikannya, dan juga tidak segan untuk melakukan perubahan jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan rencanya yang dituju.


Artikel ini telah di cek antiplagiarism via website https://www.duplichecker.com/

Sumber :

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.

https://www.goplay.co.id (Filosofi Kopi The Series)

https://economictimes.indiatimes.com/definition/equity-theory

https://www.managementstudyguide.com/expectancy-theory-motivation.htm

https://www.youtube.com/watch?v=fr9sjrY4sEA (Thumbnail)



Penulis :

Bellatrix Kezia

Jisnu Mahan Pratama Putra

Kelompok 5 Pra-MBA UGM (Lords of Profit)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format