Chernobyl 2019 : They Mistakenly Sent Two Good Men

Profesionalisme menyelesaikan misi dengan motivation dan leadership yang dibayar dengan nyawa.


0

Sinopsis

Kota Pripyat merupakan lokasi tragedi ledakan reaktor nomor empat PLTN Chernobyl yang memiliki kekuatan tujuh megaton mengalahkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang hanya sebesar dua megaton saat World War II. Bisa dibayangkan betapa besarnya? 

Ini yang menjadikan ledakan Chernobyl sebagai “ledakan nuklir terburuk sepanjang sejarah manusia” ditetapkan oleh PBB (perserikatan bangsa-bangsa) dan sampai sekarang belum adanya informasi yang lengkap tentang kebenaran dari korban jiwa, kerugian dan politik yang terjadi saat tragedi kelam ini.

Melalui mini seri Chernobyl 2019 yang digarap HBO bekerja sama dengan Sky UK telah berhasil menyampaikan sedikitnya tentang ledakan Chernobyl pada dunia, dengan memiliki total lima episode dalam mini seri ini telah mendapatkan apresiasi positif dari para pecinta film bergenre tragedi sejarah. Diperankan oleh Jared Harris (Valery Legasov) dan Stellan Skarsgãrd (Boris Shcherbina) sebagai pemeran utama dalam mini seri ini, mereka berdua dipertemukan dalam rapat dadakan membahas kebakaran pada Chernobyl yang terjadi dini hari di tanggal 26 April 1986, sekaligus dibentuknya komite pasca pemulihan bencana Chernobyl dan juga mereka termasuk didalamnya. Keterbatasan informasi yang dimiliki mengharuskan mereka untuk langsung melihat ke Chernobyl dan melaksanakan strategi pemulihannya, pada saat bersamaan dibutuhkan motivasi mental yang terus menerus dikarenakan tragedi ledakan PLTN nuklir tragedi yang pertama kali terjadi di dunia. Mereka harus menyelesaikan dengan cepat dan memperkecil korban jiwa, di lain sisi mereka sudah merelakan waktu hidup yang dimiliki dikarenakan terpapar radiasi dari inti reaktor yang meledak, diperkirakan sisa umur yang dimiliki hingga dua sampai lima tahun jika beruntung.

Tidak hanya mereka saja, tetapi termasuk seluruh warga yang berada di sekitar PLTN Chernobyl terkena dampak radiasi dari ledakan nuklir tersebut. Pada awalnya banyak sukarelawan yang pesimis dalam menjalankan pemulihan karena konsekuensi yang mereka akan hadapi, tetapi dengan kecakapan Boris Shcherbina sebagai pemimpin, rasa kepemimpinan ini dirasakan oleh para sukarelawan dan menggerakan hati para sukarelawan dan rela menyerahkan nyawanya demi menghentikan efek dari ledakan Chernobyl dan dengan profesional mereka tetap menjalankan dan menyelesaikan misi yang diberikan walaupun dengan konsekuensi merugikan mereka.

Walaupun sudah diatasi satu per satu, tetapi masalah demi masalah tetap bermunculan dari harus menghentikan penyebaran radiasi sampai harus memusnahkan lingkungan hidup yang sudah tercemar oleh radiasi. Selengkapnya bisa ditonton langsung dalam mini series Chernobyl 2019 ya…😉😁

Motivation, Performance dan Leadership dalam Komite Pemulihan Pasca Bencana Chernobyl 

Komite pemulihan pasca bencana Chernobyl adalah sebuah organisasi yang dibentuk oleh Mikhail Gorbachev yang saat itu menjabat sebagai Presiden Uni Soviet, bedanya komite ini dengan organisasi lainnya dari waktu pembentukannya yakni tergesa-gesa (tujuh jam setelah ledakan terjadi) karena tujuan dari pembentukannya untuk menangani bencana yang terjadi di PLTN Chernobyl.

Komite pemulihan bencana Chernobyl sama seperti organisasi lain yang dalam perjalanannya atau di komite ini dalam menangani bencana Chernobyl ada motivasi dan leadership yang membuat para anggota tetap mempertahankan performa untuk mencapai tujuan yang harus diselesaikan. Penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut :

Motivasi - “Aku Mengabdi pada Uni Soviet”

Sebanyak 3.828 prajurit yang menjadi bio robot yang mengumandangkan “aku mengabdi pada Uni Soviet” adalah salah satu contoh motivasi karena cinta akan tanah air nya walaupun misi menjadi bio robot adalah misi bunuh diri, kenapa begitu? Karena Joker (robot tercanggih yang dimiliki Jerman) yang pada awalnya diharapkan bertugas untuk menutup inti reaktor karena ketahanannya akan radiasi tetapi rusak karena radiasi itu sendiri di gantilah dengan manusia yang tidak memiliki ketahanan radiasi, jadi para tentara dibekali dengan baju tahan radiasi dan SOP yang sangat ketat yang harus dipatuhi saat menjadi bio robot. 

Motivasi memiliki arti dorongan atau kekuatan psikologis yang mengarahkan perilaku seseorang di suatu organisasi (banyak perilaku yang dapat terjadi), tingkat usaha seseorang (seberapa keras orang akan berusaha), dan tingkat ketekunan seseorang dalam menghadapi suatu rintangan (tetap mencoba atau menyerah). Motivasi dapat terjadi dari sumber intrinsik dan ekstrinsik. Figure 13.1 faktor-faktor pembentuk motivasi : 

Komite pemulihan pasca bencana chernobyl dalam memotivasi sukarelawannya menggunakan beberapa teori motivasi diantaranya :

Prosocially Motivated Behavior

Pro Socially Motivated Behavior dimana  motivasi yang terjadi karena manfaat dari pekerjaan atau menolong orang lain. Di saat menteri petambangan batu bara meminta para penambang untuk menggali terowongan agar dapat memasang nitrogen penukar panas yang pada awalnya para penambang tidak mau mengerjakan tugas tersebut, tetapi saat di beri penjelasan bahwa tempat yang mereka gali adalah Chernobyl dan mereka saat itu tahu kondisi Chernobyl sedang bahaya mereka langsung bersedia untuk melakukan tugas tersebut dikarenakan mereka ingin membantu pemerintah dalam penanganan bencana, meskipun mereka tahu bahwa mereka tidak akan dijamin setelah mereka menyelesaikan  pekerjaan tersebut.

Pay and Motivation

Pay atau gaji atau upah dapat memotivasi seseorang untuk melakukan kinerja nya dengan baik untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi, dan itu juga dapat membuat seseorang tertarik untuk bergabung atau menetap pada suatu organisasi. 

Disaat tidak ada yang mau menjadi sukarelawan untuk melakukan hal yang berbahaya yaitu berenang dibawah reaktor untuk memompa air dan tangki, disitulah Boris Shcherbina menjelaskan bahwa hanya merekalah yang bisa melakukan pekerjaan itu, karena mereka mengetahui fasilitas tempat tersebut, jika mereka tidak melakukan itu maka jutaan orang akan mati.

Komite pemulihan pasca bencana Chernobyl meanugrahi tiga orang sukarelawan yang menyelam ini dengan :

  1. Mendapatkan Penghargaan dari pemerintah Uni Soviet

  2. Mendapatkan Gaji tahunan sebesar 400 rubel

  3. Para sukarelawan akan di promosikan untuk kenaikan pangkat

Di balik itu juga para sukarelawan ini ingin benar-benar mengakhiri penderitaan yang disebabkan oleh tragedi ini, kabar gembiranya misi ini berhasil dilakukan tanpa ada korban jiwa. Motivasi yang kuat dan terus menerus selalu dilakukan oleh komite pemulihan pasca bencana Chernobyl ini dikarenakan hasil yang dicapai bukan untuk saat ini saja tapi akan dirasakan generasi ke generasi, jadi sebisa mungkin mereka harus menghentikan radiasi radioaktif secepat mungkin untuk menyelamatkan tanah air mereka dari kemusnahan, seperti yang dikumandangkan para tentara Uni Soviet “aku mengabdi pada Uni Soviet.”

Leadership - “True leader has a servant’s heart”

Leadership atau kepemimpinan adalah proses dimana seseorang memberi pengaruh, inspirasi dan motivasi terhadap orang lain serta mengarahkan aktivitas mereka untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi. Individu yang memiliki sifat kepemimpinan disebut dengan leader atau pemimpin. 

Gaya kepemimpinan pribadi adalah cara spesifik seorang pemimpin dalam mempengaruhi orang lain serta membuat perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian dalam organisasi tersebut. Seorang pemimpin tidak harus mencari dan membuktikan bahwa dirinya adalah seorang pemimpin dimana seorang pemimpin sejati akan diakui dan dipatuhi  karena sikap dan perbuatannya terhadap orang disekitarnya.

The true leader di dalam komite pemulihan pasca bencana Chernobyl adalah Boris Shcherbina, dia tidak pernah merasa dirinya adalah bukan orang penting dan bukan seorang pemimpin yang baik terhadap anggotanya, tetapi sesungguhnya bagi orang-orang di sekitarnya Boris Scherbina adalah orang terpenting dan dihormati oleh mereka. Setiap pemimpin pasti memiliki gaya kepemimpinannya masing- masing yang menjadi ciri khas mereka. Begitu pula dengan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Boris Shcherbina sebagai pemimpin Komite Operasi Penanganan Pasca Bencana Chernobyl.

Disaat mencari solusi untuk  permasalahan pengatasan bencana yaitu menggunakan boron dan pasir untuk memadamkan api, yang mana malah menimbulkan masalah baru yaitu pasir dan boron yang digunakan akan membentuk lava, dan untuk mengatasi terbentuknya lava maka komite memberikan solusi dengan mengutus tiga orang yang memahami tentang fasilitas reaktor sehingga dapat berenang di bawah reaktor, tetapi hal ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian, sehingga tidak ada satu orangpun yang mau menjadi sukarelawan, disini peran leadership dari Boris Scherbina untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Model kepemimpinan yang digunakan Shcherbina adalah House’s Path-Goal Theory, yang memiliki arti dimana bisa memotivasi bawahannya dengan cara yaitu: mengidentifikasi hasil yang diinginkan, memberi penghargaan atas kinerja tinggi dan pencapaian tujuan dengan hasil yang diinginkan, menjelaskan cara untuk mencapai tujuan kerja, menghilangkan hambatan kinerja dan mengungkapkan kepercayaan atas kemampuan bawahan.

Model kepemimpinan ini terlihat pada saat Boris Scherbina berhasil menyakinkan para pekerja untuk menjadi sukarelawan tiga orang yang mengajukan diri karena sikap kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Boris Scherbina yaitu (Boris Baranov, Valeri Bezpalov, dan Oleksiy Ananenko) yang mana ditugaskan untuk membuka panel pintu pada terowongan bawah tanah di bawah reaktor yang rusak dan menguras air yang ada di dalam waduk tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari ledakan uap yang berkekuatan dua megaton. Mengirim tiga orang dalam misi mematikan, karena air yang ada di waduk basement telah tercemar radioaktif karena akan bersentuhan langsung dengan air yang sudah tercemar ini diperkirakan tiga orang ini akan bertahan hidup hanya selama tiga sampai satu minggu. Keberhasilan misi ini akan menyelamatkan Ukraina dari ledakan tiga PLTN yang berada disekitar 20 km dari Chernobyl, dalam penyelesaian tugasnya tiga penyelam ini akan diberikan penghargaan dari pemerintah Uni Soviet, gaji tahunan sebanyak 400 rubel dan kenaikan pangkat setiap orangnya.

Selain itu, saat Legasov ingin menyerah meyakinkan para penambang dari Tula Shcherbina bisa memotivasi kembali Legasov dan memberikan saran untuk membangkitkan kembali motivasinya, walaupun terlihat sarkastik tapi Shcherbina berhasil membangkitkan semangat legasov dan berhasil meyakinkan para penambang Tula. 

Tabel 14.2 tiga model teori kepemimpinan yang ada, yaitu :

Ketiga model dalam teori diatas memiliki fokus yang berbeda tetapi tujuan yang dicapai hampir sama, dan jika ketiga teori ini dicampur memungkinkan akan membentuk leadership yang hampir sempurna.

Setelah beberapa bulan setelah ledakan, radiasi pun masih terpancar dari reaktor tersebut. Agar inti nuklir tidak terpapar lagi ke udara maka Komite Penanganan Bencana Chernobyl harus melakukan penutupan dengan menggunakan batu grafit, untuk menutup atap tersebut yang mana terdapat pancaran radiasi yang tinggi maka organisasi ini menggunakan robot yang bernama (Joker), dan ternyata  robot yang digunakan gagal dalam melakukan tugasnya, komite  penanganan Chernobyl meminta bio robot untuk melakukan tugas tersebut,  sikap kepemimpinan yang diterapkan oleh Komite Penanganan Bencana yaitu gabungan dari ketiga contingency models of leadership, yang mana harus meyakinkan 3.828 prajurit untuk ditugaskan agar dapat menutup inti reaktor, yang mana tugas ini sangat berbahaya bagi tubuh manusia dikarenakan keterbatasan tubuh manusia hanya bisa bertahan 2-3 menit dalam radiasi yang sebanyak itu. Setiap petugas diberikan waktu 90 detik untuk membuang batu pada inti reaktor, selain itu mereka tidak boleh menyentuh menggunakan tangan dan sangat harus hati-hati disini mereka menggunakan cangkul dan satu petugas ditargetkan mengangkat 50kg batu grafit, dari keberhasilan para prajurit ini diberikan bonus 800 rebel. 

Kritik - “The Happiness of All Mankind”

Leadership yang digunakan oleh Komite Penanganan Chernobyl sudah sangat pas yaitu menggunakan penghargaan, kenaikan pangkat dan upah untuk para pekerja, tetapi menurut kelompok kami bentuk upah, kenaikan pangkat tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh para pekerja, mengingat sangat bahayanya radiasi yang ditimbulkan oleh nuklir tersebut, saat para tiga pekerja yang harus berenang di bawah reaktor untuk memompa air dan tangki yang mana akan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya bagi mereka, bahkan dalam kurun waktu 10 hari setelah mereka terkena radiasi mereka akan kehilangan nyawa mereka, oleh sebab itu upah 400 rebel tidak sepadan, yang mana upah tersebut lebih kecil dari pada upah yang diberikan kepada prajurit yang ditugaskan untuk menutup atap reaktor yang diberikan ubah sebesar 800 rebel  dan kenaikan pangkat tidak begitu efektif.

Pada hakikatnya semua orang yang terlibat dalam pemulihan atau penanganan bencana ini karena berjuang mempertahankan keberlangsungan hidup anak cucu mereka, inilah membangkitkan motivasi, leadership dan kesadaran akan perjuangan menjunjung pencapaian bersama menciptakan dunia yang aman untuk ditinggali “The happines all mankind” atau tujuan kami adalah kebahagiaan seluruh umat manusia.

Tanggapan dan Saran - “there was nothing sane about Chernobyl”

Bentuk upah dan kenaikan pangkat yang tidak sesuai harusnya akan lebih baik lagi diganti dengan bentuk lain, seperti dijamin keluarga para pekerja baik dari segi perekonomian maupun segi pendidikan, dan untuk sukarelawan yang melakukan aksi berbahaya yang mengorbankan dirinya sendiri sebaiknya kematiannya diperingati dan dicatat sebagai pahlawan.

Boris Shcherbina sebagai pemimpin Penanganan Pasca Bencana Chernobyl yang menerapkan model kepemimpinan sudah menjalankan sebagaimana mestinya, mengingat mereka yang saat itu sangat terdesak dan banyak yang harus dipikul bukan hanya dirinya sendiri tetapi dunia, mereka sudah melakukan yang sangat terbaik, tetapi naas walaupun mereka melakukan yang terbaik dengan kejujuran  tetapi keberuntungan tidak memihak pada mereka seperti air susu dibalas dengan air tuba bukannya jadi pahlawan tetapi mereka diasingkan dan dihukum atas kejujurannya maka dari itu tidak ada yang waras tentang Chernobyl, yang terpenting adalah keadilan ditegakkan dengan mencari siapa yang akan disalahkan bukan memperbaiki kesalahan agar tidak terjadi bencana Chernobyl lainnya.

Sumber:

Jones, Gareth R., George, Jennifer M. 2020. Contemporary Management Eleventh Edition. US : McGraw-Hill Education.

https://www.youtube.com/watch?v=Uy2Ehhnb6Jg

https://www.youtube.com/watch?v=qsRr-FkCX0A

https://www.youtube.com/watch?v=R6dfmX8dAJI

Penulis:

The Mighty Shark

  1. Ni Made Arini Noviyanthi

  2. Nita Septa Dilla

  3. Tubagus Razab Darmawan

Artikel ini telah dicek anti plagiarisme via website www.duplichecker.com


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format