Motivasi dan Cara Kepemimpinan Madam CJ Walker


0

Sinopsis (Self Made Episode 3 dan 4)

Self Made: Inspired by the Life of Madam CJ Walker adalah salah satu serial original Netflix yang diperankan oleh Olivia Spencer sebagai Madam CJ Walker, yang merupakan seorang milyuner pertama wanita di Amerika Serikat yang berhasil berkat usahanya sendiri (bukan berasal dari keluarga kaya raya). Sarah Breedlove, nama gadis Madam CJ Walker, merupakan seorang buruh cuci pakaian yang memiliki permasalahan rambut. Akibat kemiskinan dan perlakuan kasar mantan suaminya, Sarah mengalami kebotakan di rambutnya dan merasa tidak percaya diri. 

Suatu hari, Addie Munroe mengetuk pintu rumah Sarah dan melihat keadaan Sarah yang berlimbah darah akibat kekerasan dalam rumah tangga. Addie merasa tertegun melihat keadaan Sarah dan berjanji akan membantu Sarah untuk mendapatkan kepercayaan dirinya kembali. Addie Munroe merupakan seorang pengusaha krim penumbuh rambut yang berjualan dari rumah ke rumah untuk memasarkan produknya. Sehingga waktu itu, Addie membantu Sarah untuk melakukan perawatan rambut gratis, dan Sarah mencucikan pakaian Addie sebagai gantinya.

Produk penumbuh rambut milik Addie bekerja dengan baik dan rambut Sarah tumbuh dengan lebat. Sarah yang mendapat kepercayaan dirinya kembali, mulai menjalin hubungan dengan CJ Walker, dan pada akhirnya menikah. Sejak saat itulah Sarah Breedlove lebih dikenal sebagai Madam CJ Walker. Yakin dengan kemampuannya dalam pemasaran, Sarah mengajak Addie untuk bekerja sama dalam pemasaran produk penumbuh rambut milik Addie. Sarah merasa bahwa dia adalah bukti nyata bahwa produk Addie bekerja dengan baik. Namun Addie justru mengejek Sarah dan berkata jika Sarah tidak cukup cantik untuk menjadi agen penjualan Addie. Sejak saat itulah Sarah bekerja keras untuk membangun bisnis pribadinya, karena kecintaannya terhadap produk rambut.

Sebagai seorang wanita kulit hitam, perjalanan Sarah Breedlove tidak selalu mudah. Berawal dari industri rumahan, pada akhirnya Sarah berhasil membangun pabrik produksi dan mempekerjakan ratusan karyawan di Indianapolis. Berfokus pada lini pemasaran, Sarah memiliki lima orang top agen penjualan, yaitu Ruby, Birdie, Mildred, Thelma, dan Dora. Kelima agen penjualan tersebut akan menjadi manajer di 5 cabang baru yang akan dikembangkan oleh Sarah Breedlove.

Ternyata, Dora, yang merupakan salah seorang top agen penjualan Madam CJ Walker justru membelot kepada Addie Munroe, sang kompetitor utama Madam CJ Walker. Addie bahkan meminta Dora untuk membujuk ke-empat agen lainnya untuk keluar dari perusahaan Madam CJ Walker. Karena hal itu, Madam CJ Walker-pun gagal untuk membuka 5 cabang baru, karena manajer yang dipilihnya membelot ke kompetitornya.

Kemarahan Madam CJ Walker memuncak ketika mengetahui bahwa suaminya, CJ Walker, berselingkuh dengan Dora. Tak hanya itu, menantu Madam CJ Walker, John, juga ternyata membelot kepada Addie Munroe dan bekerja sebagai informan atas seluruh kemajuan bisnis Madam CJ Walker. Pada akhirnya, Madam CJ Walker bercerai dengan suaminya, serta mengeluarkan suami dan menantunya dari jajaran manajemen bisnisnya. Tak ingin berlarut dalam permasalahan pribadinya, Sarah menyuruh anak perempuannya, Lelia untuk menjadi manajer cabang di salon barunya di Harlem, New York. 

Di tahun 1918, Sarah secara resmi pindah dari Indianapolis ke New York untuk tinggal bersama putrinya, Lelia. Namun ketika sedang merayakan pesta kedatangannya, Sarah tiba-tiba pingsan dan dirawat di rumah sakit. Dokter menyarankan bahwa Sarah mengalami gagal ginjal dan tidak punya waktu lama untuk hidup. Hal itu disampaikan kepada Ransom, asisten pribadi Sarah, dan juga kepada Lelia, putrinya.

Pada suatu kesempatan, Lelia menyampaikan bahwa ada sebuah peluang bisnis yang sangat baik dengan Saunders Drug Stores. Sarah sangat gembira mendengar berita tersebut, karena dengan kesempatan bisnis drug stores, produk perawatan rambut miliknya akan memiliki lini distribusi yang lebih luas. Dalam pertemuan bisnis dengan Saunders Drug Stores, Sarah pada akhirnya menyetujui perjanjian bisnis dengan Saunders. Sarahpun mengundang Saunders dalam konferensi yang diadakan di rumahnya.

Konferensi dimulai dengan para pekerja yang memprotes tentang perjanjian bisnis Sarah dengan Saunders. Mereka berpikir bahwa dengan dijualnya produk Sarah di drugstore, posisi mereka sebagai agen penjual tidak lagi signifikan dan pada akhirnya bisa tersingkir. Sarah harus membuat keputusan besar. Sarah mengatakan bahwa inti dari konferensi ini adalah memberi pilihan kepada setiap wanita untuk selalu berdaya. Mendekati akhir episode, Sarah memberikan pidato kepada para pengunjuk rasa dan mengatakan bahwa dirinya ingin menciptakan sebuah brand yang inklusif dan membantu wanita kulit gelap. Pada akhirnya, Sarah menarik perjanjian dengan Saunders Drug Stores dan ingin melanjutkan hubungan yang baik dengan seluruh pekerjanya.

Sarah yang saat itu sudah menjadi milyuner memiliki satu kegelisahan utama, yaitu bahwa dia belum memiliki cucu untuk dapat meneruskan bisnis miliknya. Lelia, yang memiliki ketertarikan terhadap perempuan, pada akhirnya berjanji untuk menikah dengan laki-laki supaya bisa memberi Sarah seorang cucu. Namun ketika melihat anaknya tidak bahagia, pada akhirnya Sarah mengizinkan Lelia untuk mengejar kebahagiaan dalam hidupnya. Walaupun tidak bisa memberi cucu kandung kepada Sarah, Lelia ternyata telah mengangkat seorang anak untuk menjadi ahli waris yang bernama Fairy Mae. Pada akhirnya, Fairy Mae adalah penerus Madam CJ Walker yang mengembangkan bisnis keluarga ini hingga berjaya hingga sekarang.


Aplikasi Teori Motivasi: Expectancy Theory

Menurut penulis, teori motivasi yang diaplikasikan oleh Madam CJ Walker adalah Expectancy Theory yang diformulasi oleh Victor H. Vroom. Teori ini mengatakan bahwa motivasi akan meningkat ketika pekerja percaya bahwa tingkat usaha yang tinggi akan mengarah pada kinerja yang tinggi; dan pada akhirnya, kinerja yang tinggi akan mengarah pada pencapaian hasil yang diinginkan (Jones and George 2020). Expectancy theory adalah salah satu teori motivasi kerja yang paling populer karena berfokus pada tiga buah bagian persamaan motivasi: masukan, kinerja, dan hasil. Teori ini mengidentifikasi tiga faktor utama yang menentukan motivasi seseorang, yaitu harapan (expectancy), perantaraan (instrumentality), dan valence.

  1. Expectancy. Harapan adalah persepsi seseorang tentang sejauh mana upaya (masukan) menghasilkan tingkat kinerja tertentu. Tingkat harapan seseorang menentukan apakah dia percaya bahwa upaya tingkat tinggi menghasilkan kinerja tingkat tinggi (Jones and George 2020).

  2. Instrumentality. Konsep ini merupakan salah satu konsep utama dalam expectancy theory, dimana seseorang memiliki persepsi tentang sejauh mana kinerja pada tingkat tertentu menghasilkan pencapaian hasil. Menurut expectancy theory, karyawan akan termotivasi jika sebuah kinerja tinggi akan mengarah pada hasil seperti gaji, keamanan, bonus, yang merupakan instrumental dalam pekerjaan. Dengan kata lain, instrumentalitas harus tinggi agar motivasi meningkat (Jones and George 2020).

  3. Valence. Dalam teori ekspektasi, valence adalah betapa diinginkannya setiap hasil yang tersedia dari suatu pekerjaan atau organisasi bagi seseorang. Untuk memotivasi anggota organisasi, manajer perlu menentukan hasil mana yang memiliki nilai tinggi bagi mereka dan memastikan bahwa hasil tersebut diberikan saat anggota berkinerja di tingkat tinggi (Jones and George 2020).


Identifikasi Masalah: Teori Motivasi

Di depan para karyawan baru, madam memperkenalkan beberapa pekerja terbaiknya dimana mereka diberikan hak penuh kepemilikan dan pengoperasian salon baru di bawah jaringan bisnis Glossine. Pekerja terbaiknya menjadi contoh di hadapan para karyawati baru, jika usaha dan performa terbaik dan sangat tinggi, mereka juga akan memiliki franchise salon sendiri, dimana jika mereka punya salon sendiri, tentunya mereka akan menjadi pemimpin di sana, merasa memiliki bisnis yang sudah terkenal, dan punya penghasilan yang banyak.

Namun, jika para pekerja diberikan harapan tanpa kepastian dan kejelasan perencanaan, mereka seakan akan merasa dimanfaatkan oleh madam, hanya diiming-imingi tanpa kepastian. Mereka sudah melakukan yang terbaik, namun harapan yang dijanjikan tidak jelas dan tidak kunjung datang. 

Oleh sebab itu, kompetitor atau perusahaan lain dapat merebut para pekerja terbaik tersebut karena harapannya tidak kunjung datang, mereka ditawarkan akan diberikan penghasilan lebih dengan waktu kerja yang kurang dari saat mereka bekerja di tempat madam oleh kompetitor.


Identifikasi Masalah: Leadership Model

Model kepemimpinan yang diterapkan madam tentunya adalah kombinasi model kepemimpinan transaksional dan transformasional, kepemimpinan transaksional jelas dapat dilihat ketika madam memotivasi pekerjanya dengan memberikan penghargaan atas jerih payah usaha dan hasil yang didapatkan oleh karyawannya. Jika mereka berhasil menjadi pekerja terbaik, ada harapan untuk memiliki salon sendiri. Kombinasi model kepemimpinan transformasional dan transaksional dapat dilihat ketika para pekerjanya melakukan unjuk rasa penolakan jalur pemasaran obat melalui drugstore atau toko obat. Mereka khawatir penjualan glossine di toko obat akan mengancam pekerjaan mereka sebagai agen penjualan.

Jika dilihat cuplikan di bawah ini, madam melakukan transaksi dengan para pekerjanya, dia menawarkan penghargaan berupa profit jika mereka mau menerima/ terbuka akan strategi penjualan melalui toko obat. Namun para pekerja tidak percaya dengan madam, mereka tetap menolak tawaran tersebut walaupun ada profit, mereka akan memutuskan akan keluar dari perusahaan jika madam tidak mengikuti kemauan mereka.

Setelah mendengarkan keputusan dari para pekerjanya, madam memutuskan mencari inspirasi, meninggalkan mereka sementara untuk berpikir keputusan apa yang terbaik yang akan diambil. Setelah mantap memutuskan, ia kembali ke unjuk rasa. Kali ini madam lebih melakukan pendekatan kepemimpinan transformasional yang mampu memahami perbedaan pemikiran bawahannya, berperan sebagai mentor dan atasan untuk membantu bawahannya mencapai apa yang mereka inginkan, membangun budaya kerja sama sesama agen penjual untuk mencapai tujuan perusahaan.

Setelah menanggapi keluhan dan aspirasi para pekerjanya, terlihat para pekerjanya menaruh rasa hormat dan kagum terhadap madam. Rasa hormat antara bawahan dan atasan merupakan salah 1 ciri dari kepemimpinan transformasional. Mereka percaya akan membangun mimpi bersama dengan visi perusahaan sebagai 1 tim yang solid.

Sebenarnya madam sudah sangat bagus mengkombinasikan antara 2 gaya kepemimpinan. Penulis juga menyoroti ide yang bagus untuk mengembangkan glossine untuk dijual di toko obat, namun para pekerja menolaknya. Karyawan menolak ide cemerlang untuk pengembangan perusahaan dan akhirnya bertahan di strategi lama dimana hanya mengandalkan agen penjualan. Bagaimana jika dengan mempertahankan strategi lama, maka perusahaan tidak berkembang dan kalah saing dengan kompetitornya, nanti jika kalah dengan kompetitornya, maka mereka juga yang akan dirumahkan. 

Oleh sebab itu, perusahaan madam bisa merekrut karyawan yang punya pola pikir berbeda untuk menyeimbangkan warna dan persepsi perusahaan sehingga nantinya ada yang setuju dan tidak setuju. Madam juga tidak bisa meyakinkan bawahannya jika strategi penjualan melalui toko obat benar benar bagus. Mungkin bisa melakukan penawaran yang berbeda, agar para pekerjanya bisa menerima keputusan madam untuk berjualan di toko obat, memenuhi win-win solution, dimana para agen penjualan bisa menjadi agen penjualan di masing-masing toko obat, agar pekerjaannya tidak terancam dan mereka juga bisa berjualan di sana.


Solusi Permasalahan

Sebenarnya harapan yang diberikan oleh Madam kepada karyawannya sudah berhasil dilakukan. Hal ini terbukti, pada saat tanpa adanya madam, di depan kompetitor, mereka mengatakan akan melakukan usaha terbaiknya agar bisa mendapatkan uang lebih. Menandakan bahwa harapan, penghasilan lebih atas kinerja lebih, sudah direalisasikan. Namun karena mereka diberikan janji, ketika sudah berhasil mendapatkan sesuatu hal, mereka merasa kurang dan ingin lebih, terlebih lagi sudah dijanjikan sesuatu. 

Maka, timing merupakan sesuatu yang sangat vital di sini. Jika terlalu cepat diberikan salon, mungkin mereka akan menginginkan sesuatu yang lebih dari itu, madam juga harus mempertimbangkan sumber daya perusahaan jika mereka menginginkan hal yang lebih dalam waktu yang cepat. Namun jika terlalu lama, mereka akan mengira bahwa mereka hanya dibodoh-bodohi saja, sudah bekerja keras, namun tidak kunjung direalisasikan harapannya. Madam sebaiknya memberikan bukti perencanaan yang jelas, tidak berupa bicara saja.


Artikel ini sudah dicek antiplagiarism www.duplichecker.com

Artikel ini ditulis oleh Kelompok 12 The Rebellion MBA 78C

  1. Sumitomo Ueno
  2. Veronica Swasti Paramitha Putri

Referensi

  1. Jones, G.R., and George, J.M. 2020. Contemporary Management 11th Edition. McGraw-Hill, New York.
  2. Netflix. Self Made: Inspired by the Life of Madam C.J. Walker. Limited Series Episode 3 and 4. Available on: www.netflix.com

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format