Menilik Struktur, Budaya, Kontrol serta Perubahan Organisasi pada Law Firm Pearson Hardman

Struktur dan Budaya Organisasi merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung pencapaian tujuan Organisasi. Bagaimana penerapannya pada Law Firm Pearson Hardman?


1
1 point

Mike Ross diantara Harvey Specter & Louis Litt

Sumber: Soundcloud.com

Pada Episode 2 serial televisi Suits, Mike Ross dihadapkan dengan situasi yang cukup sulit. Harvey Specter yang sedang menangani kasus Negosiasi pendanaan prototype clientnya menjadi gagal, hal ini disebabkan ketika Harvey meminta Mike Ross untuk mengurus Hak Paten dari protoype clientnya tersebut. Mike Ross yang tidak mengetahui pengurusan Hak Paten mencoba meminta bantuan kepada Paralegal, sebab Paralegal adalah seseorang yang memiliki Job desk sebagai Legal Assistant. Namun pada saat itu Rachel Zane, yaitu Paralegal yang telah bekerja di Pearson Hardman selama 6 tahun sedang sibuk dan membuat Mike Ross tidak dapat meminta bantuannya, hingga tanpa diduga Mike Ross dibantu oleh Gregory Boone rekan satu kantornya. Gregory Boone membantu Mike Ross dalam mengajukan Hak Paten dan sebaliknya Mike Ross membantu memeriksa BainBridge Brief, dan inilah yang membuat Hak Paten dari Client Harvey ditolak sebab pengajuan Hak Paten dari Prototype tersebut telah terlebih dahulu diajukan oleh Velocity Data Solutions, sebuah Perusahaan Multibillionaire yang ingin menyerahkan Hak Paten tersebut kepada Client Harvey dengan negosiasi sebesar USD 20 juta. Situasi yang sangat berat ini tetap dihadapi oleh Harvey sebagai Senior Associate, dimana Harvey mengambil tanggung jawab tanpa menyalahkan Mike Ross dihadapan Clientnya. Pada Akhir Negosiasi, akhirnya Paten pada Prototype tersebut disebar melalui website secara online dan membuat Velocity Data Solutions kehilangan Bargain untuk dapat menekan Client Harvey membayar USD 20 juta tersebut.

Sumber: www.netflix.com

Secara bersamaan dengan kasus Hervey & Mike terkait Hak Paten berjalan, Louis Litt melihat kesempatan pada Mike Ross untuk dapat membantunya mendapatkan Tom Keller dengan potensi jutaan dollar apabila menggunakan Pearson Hardman sebagai Pengacara. Tom Keller merupakan pemilik Multi-millions Fantasy Football Sport League yang menggunakan sahabatnya sebagai pengacara perusahaan, hal ini merupakan kesempatan baik bagi Tom Keller untuk menggunakan Pearson Hardman menggantikan pengacara perusahaannya saat ini. Bergabungnya Tom Keller sebagai Client ini tidak lepas dari strategi Louis Litt yang berhasil mengajak Mike Ross untuk bermain tennis dipagi hari, dimana pada saat itu Mike Ross sedang mendapatkan tugas dari Harvey untuk segera diselesaikan. Louis Litt menyuruh Gregory Boone untuk menyelesaikan tugas Mike Ross tersebut sebelum Louis dan Mike pulang dari Tenis. 

Sumber: www.netflix.com

Pada Permainan Tennis tersebut ternyata Louis Litt ingin melakukan pendekatan pada Tom Keller, namun hal ini selalu gagal sebab Tom Keller tidak pernah menghiraukan Louis. Pada saat diruang ganti Louis melakukan negosiasi dengan Mike untuk mendekati Tom Killer, namun cara yang dilakukan Louis saat itu adalah memalsukan tes urin Mike menjadi positive menggunakan Narkoba, dimana ini menjadi senjata Louis untuk memojokan Mike. Mike akhirnya melakukan pendekatan dengan Tom yang membuat Tom bergabung, hal ini membuat Jessica Pearson, Managing Partner Pearson Hardman kagum akan keahlian Tom untuk mendatangkan Client baru sebab hanya Harvey lah yang melakukan tersebut pada usia yang muda. 

Sumber: www.netflix.com

Setelah Harvey memberikan tes urine yang asli kepada Mike, mengetahui bahwa Louis melakukan hal yang curang maka Mike bertemu dengan Louis dimana akhirnya mereka berdebat. Louis mengatakan bahwa yang dilakukannya adalah win-win solution untuk Perusahaan yang telah mendapatkan Tom Keller sebagai client, dan Mike yang kini namanya sudah diketahui oleh Jessica Pearson. Dilain sisi Harvey juga datang kepada Louis diwaktu yang berbeda untuk memberikan pernyataan bahwa Mike adalah Junior associated dibawah naungan Harvey, dan Louis pun menyatakan bahwa dia memiliki wewenang yang sama atas Mike sebagai mentor dan juga kemajuan perusahaan.


Organizational Structure Pearson Hardman


Merujuk Jones, George (2020). “Contemporary Management” bahwa organisasi adalah struktur hubungan kerja di antara karyawan untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Struktur organisasi bersifat formal dengan sistem tugas dan hubungan pelaporan pekerjaan yang menentukan bagaimana karyawan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi.

Desain organisasi adalah proses di mana manajer membuat jenis struktur dan budaya organisasi tertentu sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan cara yang paling efisien dan efektif. Setelah perusahaan memutuskan budaya, yakni sikap dan perilaku kerja seperti apa yang dianut oleh karyawan, maka manajer membuat pengaturan tertentu dari tugas dan hubungan otoritas, dan mensosialisasikan nilai dan norma budaya ini, supaya semua karyawan dapat menerapkan keyakinan, nilai dan norma untuk mencapai tujuan organisasi.


Tantangan yang dihadapi semua perusahaan adalah merancang struktur dan budaya yang 

  1. memotivasi manajer dan karyawan untuk bekerja keras dan mengembangkan perilaku dan sikap kerja yang mendukung dan
  2. mengkoordinasikan tindakan karyawan, kelompok, fungsi, dan divisi untuk memastikan mereka bekerja bersama secara efisien dan efektif.


Sumber: Jones and George (2020)


Pada Pearson Hardman, posisi tertinggi dalam Organisasi adalah Jessica Pearson sebagai Managing Partner dan Daniel Hardman sebagai Founding Partner menggantikan Istrinya. Harvey Specter dan Louis Litt sebagai Senior Associate mendapatkan posisi dibawah Managing Partner & Founding Partner dimana mereka dapat memiliki Junior Associate sebagai pembantu dalam menyelesaikan kasus-kasus. Selain Associate yang mengurusi penyelesaian kasus-kasus Client dari Pearson Hardman, terdapat juga Donna sebagai Executive Secretary yang membantu Harvey Specter dan Rachel Zane seorang Paralegal yang membantu Associate dalam keperluan legal. 



Faktor yang mempengaruhi organisasi pada Law Firm Pearson Hardman 



Susunan struktur organisasi Pearson Hardman ini belum ideal yang disesuaikan dengan visi Law Firm menjadi Kantor Hukum yang andal dengan mengedepankan Profesionalitas, Komitmen, Amanah, dan Berintegritas.




Refocusing the firm, fixing the fundamental culture dan optimizing organizational control untuk hasil yang optimal


Pearson Hardman sebagai sebuah law firm besar di New York, tidak serta merta memiliki struktur organisasi yang kuat. Hal ini terlihat bahwa Pearson Hardman dalam menjalankan fungsi legal practise hanya dijalankan oleh empat orang yaitu, Jessica Pearson sebagai Managing Partner, Harvey Specter sebagai Senior Partner, Louis Litt sebagai Junior Partner, dan Mike Ross sebagai Associate

Associates lainnya tidak benar-benar memiliki fungsi yang jelas, sehingga menyebabkan Harvey Specter, Louis Litt dan Mike Ross menangani banyak perkara, mulai dari perkara pidana, keuangan, waris, hingga perebutan hak paten. Jika dilihat pada satu sisi, memiliki anggota tim atau pegawai yang menguasai banyak keahlian hukum sangatlah menguntungkan. Akan tetapi, jika dianalisa lebih mendalam, akan menyebabkan tidak fokusnya anggota tim dalam mengerjakan beberapa perkara secara bersamaan. Hal ini berpotensi menyebabkan kekalahan pada saat beracara di persidangan.


Pearson Hardman memerlukan struktur organisasi yang terfokus dan kuat. Hal ini juga dapat memudahkan kontrol dari atasan kepada bawahan. Untuk itu, kami mengusulkan struktur organisasi sebagai berikut:


Secara umum, jabatan dan pembagian tugas dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Partners, merupakan orang-orang (biasanya top lawyers dan senior) yang bertanggung jawab untuk penyediaan modal bagi Law Firm. Dapat dikatakan sebagai owner/pemegang saham. Nama dari partners biasanya disebutkan sebagai nama Law Firm.
  2. Managing Partner, salah satu dari Partner yang bertugas sebagai CEO dari Law Firm. Bertanggung jawab dalam operasional Law Firm. Managing partner dapat memiliki executive assistant dan sekretaris untuk membantu tugasnya.
  3. Senior Partner, Pengacara senior yang bertanggung jawab sebagai pemimpin areas of legal practise. Senior partner dapat memiliki dedicated assistant dan sekretaris untuk membantu tugasnya.
  4. Junior Partner, Pengacara senior (dibawah Senior Partner) yang bertanggung jawab sebagai pemimpin areas of legal practise. Junior partner dapat memiliki dedicated assistant dan sekretaris untuk membantu tugasnya.
  5. Associate, Pengacara yang menjadi anak buah dari Senior/Junior Partner. Bertugas untuk hal-hal yang lebih teknis seperti drafting, analisis, dll. Terdiri dari Intern, Junior Associate dan Senior Associate.
  6. Paralegal, Seseorang yang mempunyai keterampilan hukum namun bukan seorang pengacara (yang profesional), dan bekerja dibawah bimbingan Pengacara atau yang dinilai mempunyai kemampuan hukum untuk menggunakan keterampilannya. Keberadaan paralegal dapat diperbantukan dalam setiap tim yang menangani proyek/perkara, sesuai kebutuhan.

Struktur organisasi pada dasarnya dibagi menjadi 2 bagian, Legal dan Non Legal. Bagian utama yaitu Legal yang dibagi menjadi 2 Direktorat yaitu Litigation dan Non Litigation. Dimana dari dua direktorat dibagi menjadi beberapa departemen sesuai keahlian dari setiap pengacara. Pembagian yang terfokus ini diharapkan dapat membuat organisasi lebih efektif dan efisien.

Sedangkan bagian Non Legal, dalam hal ini bagian Sekretaris Eksekutif, Human Capital dan Center of Education and Training bertugas sebagai supporting system untuk mendukung Law Firm diluar aspek hukum. Law Firm sebagai sebuah organisasi wajib mempunyai career path yang jelas bagi pegawainya. Oleh sebab itu, human capital policy haruslah berdasarkan merit system dengan ukuran yang jelas, seperti achievement, reward and punishment.




Fixing the fundamental culture


Budaya kerja Law Firm memang dikenal sangat keras dan tidak mengenal waktu. Hal ini terlihat dari serial Suit, Mike Ross, seorang Associate Lawyer yang masih junior di Law Firm Pearson Hardman, benar-benar mengawali tugasnya sebagai “seksi sibuk” dari Harvey Specter, seorang Senior Associate


Dalam serial Suit, pada episode 2, terlihat Mike Ross terkaget-kaget dengan budaya kerja Law Firm. Keras, tidak mengenal waktu, membutuhkan pace kerja yang cepat. Selain itu, dalam prosesnya, banyak keterlibatan selain atasan langsung yang mengganggu proses adaptasi Mike Ross. Ditambah lagi dengan persaingan sesama pegawai yang tidak sehat, dapat dikatakan dikatakan saling “mencari keuntungan”. Hal-hal yang biasa terjadi di Pearson Hardman bisa dikatakan tidak sehat dari sisi budaya organisasi pada umumnya.


Law Firm sebagai sebuah organisasi wajib memiliki budaya organisasi yang sehat, untuk dapat mencapai hasil yang optimal. Selain tercapainya tujuan organisasi, tetapi juga dapat meningkatkan dan menguatkan engagement pegawai. Jones dan George (2020) menjelaskan Organizational Structure sebagai the shared set of beliefs, expectations, values, and norms that influence how members of an organization relate to one another and cooperate to achieve the organization’s goals.


Budaya organisasi dapat bersumber dari mana saja, Jones dan George (2020), menggambarkan sumber-sumber dari budaya organisasi sebagai berikut:

Sumber: Jones and George (2020)


Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa budaya organisasi dapat bersumber dari:

  1. Characteristic of organizational members, ini adalah sumber utama dari bagaimana budaya organisasi terbentuk;
  2. Organizational ethics, salah satu nilai-nilai penting dalam membentuk budaya organisasi yang sehat, seperti moral values, beliefs and aturan-aturan lain yang sudah ada dalam berhubungan dengan orang-orang yang ada di dalam ataupun diluar organisasi;
  3. The employment relationship, hubungan antara pegawai yang dalam kebijakan sumber daya manusia dalam organisasi;
  4. Organizational Structure, struktur organisasi adalah salah satu faktor dalam membentuk budaya organisasi. Struktur organisasi yang berlapis/berjenjang dan tersentralisasi tentu memiliki budaya organisasi yang sangat berbeda dengan sturktur organisasi yang flat dan tidak tersentralisasi.


Dalam serial Suits, budaya organisasi yang terbentuk menjadi tidak sehat, walaupun memiliki struktur organisasi yang ada tidak terlalu berjenjang. Beberapa budaya yang tidak sehat tersebut dapat kami jelaskan antara lain:

  1. Harvard-centric, seseorang yang ingin bergabung sebagai lawyer di Pearson Hardman haruslah lulusan sekolah hukum Harvard. Budaya ini jelas-jelas menutup peluang lulusan terbaik dari sekolah hukum selain Harvard untuk bergabung. Walaupun Harvard Law School adalah yang terbaik di Amerika Serikat, bukan berarti lulusan Columbia Law School, Yale School of Law, Stanford Law School, Chicago Law School, dll tidak memiliki kualitas yang baik.
  2. Silo mentality, salah satunya dalam budaya rekrutmen pegawai baru yang hanya ditentukan seorang Senior Partner tanpa melibatkan Managing Partner, Senior/Junior Partner lain, ataupun pihak SDM. Hal ini berpotensi terjadinya perekrutan kandidat yang tidak sesuai kriteria tapi dipaksakan.
  3. Bullying“masa orientasi” pegawai baru yang cukup menguras fisik dan mental karena intrik-intrik dalam pekerjaan dan hubungan antar pegawai.

Untuk memperbaiki hal tersebut diatas, diperlukan perubahan budaya dalam Law Firm Pearson Hardman, agar dapat lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi.




Budaya yang kuat, membentuk organisasi yang hebat


Perubahan budaya organisasi dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Fixing employee requirements. Pearson Hardman harus mempertimbangkan kembali hanya menerima lulusan Harvard Law School dalam firmanya. Dalam beberapa rilis terkait “US’ best law school”, sekolah hukum lain seperti Columbia Law School, Stanford Law School, Yale School of Law, Chicago Law School, kerap kali menggeser Harvard Law School sebagai sekolah hukum terbaik di Amerika Serikat. Hal ini menandakan bahwa kualitas lulusan dari sekolah-sekolah hukum lain juga sangat baik. Selain itu, dengan bergabungnya lulusan sekolah hukum lain, dapat membuat menambah warna organisasi yang dapat bermanfaat dalam perbaikan organisasi.                                               Sumber: weird.com
  2. Creating group recruitment. Tidak dapat dipungkiri, bahwa Mike Ross memiliki kemampuan yang sangat baik. Tetapi, latar belakangnya yang bukan lulusan sekolah hukum tetap tidak dapat dibenarkan. Salah satu syarat mutlak menjadi seorang lawyer adalah lulusan sekolah hukum. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, perlu adanya kontrol dari pihak lain. Dengam bentuk panel dalam rekrutmen pegawai, khususnya lawyer, diharapkan dapat meminimalisir sisi subyektif salah satu panelist. Sehingga diharapkan dapat merekrut pegawai yang berkualitas dan latar belakang yang tepat.
  3. Strengthening team work and collaboration. Dalam serial Suit, penganganan perkara hanya dilakukan oleh 1 atau 2 orang. Sehingga tidak terlihat adanya team work yang baik. Setiap orang hanya bekerja sesuai keahliannya, yaitu Harvey Specter, closing deals, Jessica Pearson, shining in court and client or partner meeting, Louis Litt, mastering in commercial and corporate issues. Perlu dibentuk grup, sedikitnya 3 atau 4 orang dalam menangani sebuah perkara. Sehingga setiap anggota grup memiliki peluang untuk berkembang.
  4. Managing better human capital. Law Firm sebagai sebuah organisasi dan entitas bisnis, yang berorientasi kepada jasa, wajib memiliki pengelolaan SDM yang baik. Dalam serial Suit, diceritakan mekanisme pemecatan yang semena-mena oleh Louis Litt kepada salah satu pegawai. Walaupun ini merupakan gertakan, tetapi budaya tersebut tetaplah tidak bisa dibenarkan. 
  5. Enhancing learning culture. Untuk menjadi Law Firm papan atas, terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lawyer adalah mutlak. Agar tetap menjadi pilihan utama klien untuk memberikan legal advice.
  6. Goals oriented. Berorienrasi kepada tujuan akhir, untuk kepentingan klien dan organisasi.
  7. Eliminating bullying cultureMasa orientasi atau masa perkenalan pegawai baru harus dibuat agar lebih dekat dengan kondisi nyata dalam pekerjaan. Kerasnya dunia lawyering, dapat dirasakan oleh pegawai baru dengan mulai dilibatkan dalam pengerjaan sebuah perkara. Seperti riset dan analisis dokumen perkara, simulasi persidangan, persidangan nyata, dealing dengan klien dan tata cara dokumentasi dokumen.
  8. ­Document automationDalam serial Suit, terlihat sekali bahwa semua dokumen-dokumen perkara masih dalam bentuk fisik kertas. Dapat dimulai untuk menggunakan mekanisme automasi dokumen atau dengan bantuan artificial intelligence, akan membuat mekanisme kerja lebih efektif dan efisien.

Louis Litt memecat pegawai

Memecat pegawai di depan pegawai lain merupakan satu budaya yang perlu dibenahi dalam Law Firm Pearson Hardman.


Strong and discipline control for more effective organization


Mengelola organisasi yang baik, harus diikuti dengan mekanisme kontrol yang kuat dan disiplin, demi tercapainya tujuan organisasi. Jones dan George (2020) menjelaskan terdapat tiga jenis control systems dalam organisasi:


Sumber: Jones and George (2020)


Melakukan kontrol bagi organisasi seperti Law Firm, juga wajib memperhatikan tata kelola yang baik dan terstruktur agar organisasi lebih efektif dan efisien secara menyeluruh. Dalam serial Suit, kontrol organisasi terlihat tidak jelas, karena tidak ada orang yang bertanggung jawab penuh atas hal-hal yang tidak berkaitan dengan legal service, dan hanya berfokus pada legal service. Untuk itu diperlukan perbaikan mekanisme kontrol dalam berbagai aspek di dalam mengelola Law Firm. Berikut usulan perbaikan mekanisme kontrol untuk perbaikan organisasi agar lebih efektif dan efisien:



Perubahan organisasi agar lebih efektif dan efisien



Sumber: lynda.com

Melakukan perubahan dalam sebuah organisasi, tentu memerlukan upaya yang ekstra keras. Karena, setiap perubahan tentu membutuhkan banyak penyesuaian. Mengelola perubahan merupakan tantangan tersendiri bagi seorang leader/manager, karena perubahan tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba, akan tetapi memerlukan perencanaan yang matang, proses secara bertahap dan eksekusi yang tepat. Jones dan George (2020) mengidentifikasi empat langkah dalam proses perubahan organisasi, yaitu:


Sumber: Jones dan George (2020)


Mekanisme bisa dilakukan oleh Pearson Hardman dalam mengerjakan sebuah projek tidak selalu teratur, karena hanya mengandalkan seorang 1 atau 2 orang lawyer dalam pelaksanaannya. Sehingga bukannya membentuk tim yang solid, pada akhirnya hanya akan mengandalkan orang-orang tertentu, sehingga tidak baik untuk kaderisasi dan peningkatan kapasitas serta kapabilitas anggota yang lain.


Oleh sebab itu, diperlukan adanya perubahan tata kelola di Pearson Hardman, agar dapat lebih efektif dan efisien dalam mengerjakan projek atau perkara, beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas lawyer lain di firma hukum tersebut. Adapun perubahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:



Tahap-tahap dalam usulan perubahan diatas diharapkan dapat membuat Pearson Hardman lebih efektif dan efisien dalam mengelola organisasi dan projek-projek agar lebih sistematis, terukur dan efisien.




Artikel ini dibuat oleh:


Tim Kung Fu Panda:

  1. Brian Paulus Hutama
  2. Iffan Arinanda
  3. Katarina Melia Indah Sari



Referensi:

  1. Gareth R. Jones, and Jennifer M. George (2020). Contemporary Management (Eleventh Edition). McGraw - Hill Education.
  2. https://www.lynda.com/course-tutorials/Managing-Organizational-Change-Managers/711796-2.html
  3. https://www.wired.com/2012/06/decode-0613suits/
  4. www.netflix.com
  5. https://wall.alphacoders.com/
  6. www.soundcloud.com

Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Melia

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format