MANAJEMEN KONFLIK, POLITIK DAN NEGOSIASI PENINGKATAN PERFORMA MENGGUNAKAN SISTEM TI

Konflik yang bisa diarahkan ke manfaat, akan menjadi sumber kekuatan perusahaan. Untuk mencapai kendali atas aktivitas organisasi, gunakan teknologi informasi.


0

KONFLIK

Konflik adalah situasi yang tidak terhindarkan dalam sebuah organisasi sehingga perlu keahlian untuk bisa menanganinya.Seorang manager tidak mungkin menghilangkan masalah, tetapi bisa membuat perbedaan pendapat dalam situasi moderat untuk membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi perusahaan.

Figure 17.1

The Effect if Conflict on Organizational Performance

Sumber: Gareth R Jones, Jennifer M George – Mc Graw Hill Education

Managers yang sukses adalah yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan melibatkan staff lain.

  • Menggunakan otoritasnya dalam struktur organisasi
  • Memahami kapabilitas dan karakter tiap staff
  • Memahami situasi organisasi
  • Mengarahkan konflik ke arah yang positif

Untuk menjadi managers sukses harus memiliki 2 substansi:

  1. Pengetahuan
  2. Kemampuan untuk memberikan ide yang menambah nilai perusahaan

Keahlian yang perlu dimiliki Manager:

  1. Manajemen konflik dalam organisasi
  2. Pemahaman politik perusahaan
  3. Negosiasi agar bekerja efektif dan berhasil mencapai goal perusahaan

KONFLIK DALAM ORGANISASI

TIPE KONFLIK

Figure 17.2

Types of Conflict in Organizations

Sumber: Gareth R Jones, Jennifer M George – Mc Graw Hill Education

Interpersonal Conflict (Konflik Interpersonal) :
Pertentangan antara individu dalam perusahaan, karena berbeda sudut pandang tentang nilai dan tujuan

Intragroup Conflict (Konflik Intragroup) :
Perbedaan pendapat atau keinginan dalam sebuah divisi, grup atau departemen.

Intergroup Conflict (Konflik Intergroup) :
Pertikaian pendapat antar divisi, grup atau departemen. Bahkan antara pendiri perusahaan dengan anggota keluarganya atau staff pendukung perusahaan.

Interorganizational Conflict (Konflik Interorganizational) :
Konflik antara dua organisasi berbeda, bisa juga terjadi antara instansi pemerintah dengan perusahaan swasta.

SUMBER KONFLIK 

Figure 17.3

Sources of Conflict in Organizations

Sumber: Gareth R Jones, Jennifer M George – Mc Graw Hill Education

Different Goals and Time Horizons (Perbedaan Tujuan dan Masa Perencanaan):

Perbedaan pendapat tentang tujuan akhir keberhasilan kerja dan tidak selarasnya masa batas waktu kerja yang dihasilkan tiap divisi.

Task Interdependecies – Tugas yang saling menunggu

Tugas belum bisa dikerjakan jika rekan lain belum menyelesaikan.

Overlapping Authority (Otoritas yang Tumpang Tindih)

Saat manager ataupun departemen berjumlah dua atau lebih kemudian merasa memiliki tanggung jawab yang beririsan sama.

Task Interdependencies (Penugasan yang membutuhkan koordinasi antar divisi)

Saat pekerjaan tidak bisa berjalan paralel, dan harus menunggu pekerjaan dari rekan atau divisi lain tuntas terlebih dahulu.

Kelangkaan Sumber Daya

Kurangnya sumber daya dalam bentuk apapun akan menimbulkan konflik karena kegiatan manajemen akan sulit dilaksanakan untuk meraih proses kerja yang la.

Sedikitnya sumber daya manusia, akan menyebabkan konlik promosi jabatan 

Status Inconsistencies – Perbedaan posisi antar Jabatan atau Divisi

Alur kerja organisasi yang tidak sesuai dengan posisi jabatan. Contohnya seorang karyawan dengan jabatan lebih rendah mengajukan permintaan ke pegawai dengan posisi lebih tinggi, bisa menjadi konflik karena persoalan komunikasi. Maka di era teknologi seperti sekarang, permintaan melalui sistem komputer.

                          MANAJEMEN KONFLIK

STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK

Functional Conflict Resolution (Resolusi Konflik yang Bermanfaat)

Compromise (Kompromi): Setiap individu saling memahami bahkan akhirnya bersedia menerima pendapat rekan lain meskipun sebelumnya berlawanan.

Collaboration (Kolaborasi): Bersama mencari solusi terbaik untuk bisa memuaskan kedua belah pihak dengan cara pendekatan yang lebih baik tanpa memikirkan masalah yang muncul.

Kemudian ada 3 alternatif lain yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan konflik:

Mengakomodasi (Accomodation): Situasi saat salah satu pihak yang merasa lebih lemah mengalah dengan yang lebih kuat.  Cara ini dianggap tidak efektif karena, pihak yang mengalah umumnya akan mencari kesempatan lain untuk membalas di lain waktu.

Menghindar (Avoidance): Pihak yang bertikai memilih untuk mengabaikan masalah dan tidak mencari solusi atas perbedaan pendapat.  Menghindar dari masalah adalah penanganan yang tidak efektif karena konflik akan berjalan terus.  Keadaan akan menghalangi sistem komunikasi dan kerja sama yang baik.

Kompetisi (Competition):  Situasi tidak ada yang mau mengalah dan tidak mau memahami pendapat pihak lawan.  Agar konflik selesai, penyelesaian harus dititik beratkan kepada masalah dan menyampingkan pendapat pribadi.

STRATEGI PENANGANAN KONFLIK FOKUS PADA INDIVIDU:

Perhatian kepada sumber konflik (Increasing Awareness of the Sources of Conflict):

Biasanya masalah timbul karena perbedaan cara komunikasi.  Misalnya seorang yang berani mengambil resiko akan sering berbicara mengemukakakn inovasi, sementara yang tidak berani ambil resko akan kurang aktif.

Cara menangani konflik seperti ini adalah dengan mengantisipasi timbulnya masalah serta proaktif menangani masalah daripada bereaksi terhadap konflik tersebut. 

Salah satu cara adalah membentuk kelompok dan memberikan tugas spesifik kepada karyawan sesuai dengan keahlian masing masing, sehingga semua pihak bisa berkontribusi.

KONFLIK DI TOP LEVEL MANAGEMENT

Konflik adalah tanda bahwa tim sedang bekerja dalam antusiasme, karena munculnya variasi ide dan pendapat.  Sehingga manajemen konflik yang efektif adalah kunci menuju kinerja tim yang handal.Konflik yang bisa diarahkan ke manfaat, akan menjadi sumber kekuatan perusahaan.

Konflik bisa menjadi alat untuk memahami keadaan organisasi dan mengidentifikasi alternatif solusi.

Kriteria seorang pemimpin atau CEO bisa menangani konflik:

  1. Pandai membuat suasana nyaman
  2. Mampu menyampaikan sudut pandang secara jelas dan menarik 
  3. Mengajak managers berani menyampaikan pendapat dan siap berkonflik.
  4. Mengadakan kegiatan santai bersama

Perhatian Terhadap Perbedaan (Increasing Diversity Awareness and Skills):

Keterampilan sosial untuk mengajak tiap individu dalam perusahaan saling menghargai dan berteman dengan satu sama lain.

Rotasi Pekerjaan dan Penugasan Sementara (Practicing Job Rotation or Temporary Assignment):        

Rotasi divisi berkaitan.  Dengan memiliki pengalaman dalam beberapa penugasan, seorang manager akan memahami situasi kondisi yang dialami rekan kerja atau divisi lain sehingga bisa bekerja sama dan memberi solusi untuk efektifitas kerja perusahaan.

Perubahan Posisi atau Pemberhentian Jika Diperlukan (Using Permanent Transfers or Dismissals When Necessary):

Jika beragam strategi tidak ampuh maka pimpinan bisa mengganti salah satu manager ke departemen lain yang tidak berkaitan sama sekali dengan rekan bertikai. 

Namun jika konflik berujung ke tindak kriminal, pemimpin dapat mengambil langkah lebih drastis yaitu memberhentikan manager dari perusahaan.

                                                 STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK BESAR BESARAN:

Merubah Struktur dan Kultur Perusahaan (Changing an organization’s structure or culture):  

Merubah struktur dan kultur perusahaan secara komprehensif Bisa jadi konflik terjadi akibat kondisi perusahaan yang berkembang sehingga perlu penyesuaian struktur dan perubahan alur kerja.  Selain itu budaya kerja juga bisa dilakukan penyesuaian untuk efektifitas usaha.

Perubahan Sumber Konflik (Altering the Source of Conflict): 

Merubah alur kerja dari hulu ke hilir dan membuat penugasan ulang yang berbeda dengan sebelumnya

                                    NEGOSIASI

Teknik resolusi konflik untuk dua pihak yang berbeda pendapat dan berada pada level yang sama..

Berikut adalah peran negosiator

Third Party Negotiator (Pihak Ketiga):
Pihak luar yang didatangkan karena ahli sebagai penanganan konflik.Memberikan alternatif hingga diterima sebagai solusi oleh kedua belah pihak.

Mediator (Penengah):
Posisinya netral sebagai penengah diskusi dua pihak berkonflik agar debat berjalan baik. Namun tidak memberikan solusi.

Arbitrator:
Pihak ketiga dalam perundingan yang memiliki wewenang untuk memaksakan pihak beda pendapat patuh kepada keputusan.

                                 TIPE NEGOSIASI


Sumber: getsmarter.com

Distributive Negotiation:

Negosiasi bersifat kompetisi. Ada pihak yang menang dan dikalahkan.  Dua pihak yang bernegosiasi tidak peduli dengan hubungan sosial di kemudian hari.

Integrative Bargaining:

Strategi negosiasi kooperatif untuk menghasilkan win win solution.  Hubungan baik jangka Panjang terlaksana

5 Strategi yang Mendorong Integrative Bargaining

  1. Emphasising Superordinate Goals (Penekanan bertujuan pada superordinate): Demi efektifitas pekerjaan, pihak dalam organisasi yang bertikai mengedepankan kepentingan yang lebih besar.
  2. Focusing on the Problem, not the People (Fokus pada masalah bukan orangnya): Fokus pada masalah, tidak menjelekkan satu sama lain
  3. Focusing on Interest, not Demands (Fokus kepada apa yang diinginkan seseorang, bukan kenapa seseorang tersebut menginginkan): Keinginan setiap orang tentu akan berbeda, tetapi sebab dari keinginan bisa didiskusikan dan ditawar.
  4. Creating New Options for Joint Gain (Membuka Peluang untuk Opsi baru): Kreatifitas munculnya berbagai pilihan yang dapat membuat semua pihak berhasil memperoleh keinginannya untuk mencapai satu tujuan.

  1. Focusing on what is Fair (Fokus meraih kesepakatan solusi terbaik): Solusi adil dan terbaik yang bisa dilakukan agar semua pihak yang memiliki beda pandangan bisa tetap berkontribusi.

POLITIK

Kegiatan menambah kekuatan agar berhasil meraih keinginan atau membawa perubahan dalam sebuah organisasi.  Politik organisasi biasa dilakukan dengan cara memberikan pengaruh, meminta atau menambah dukungan dari rekan atau divisi lain.

POLITIK DALAM ORGANISASI

Strategi Politik untuk menambah dan mempertahankan Jabatan

Controling Uncertainty (Mengontrol ketidakpastian) :
Kemampuan mengatasi situasi tidak pasti.Kaya pengetahuan serta memiliki keahlian menganalisa serta prediksi akan disukai dan dicari oleh perusahaan.  

Making Oneself Irreplaceable (Menjadi seseorang yang tidak tergantikan): 
Kedudukan menjadi tidak tergantikan apabila menjadi andalan dan memiliki keahlian yang tidak dimiliki orang lain.

Being in a Central Position (Berada dalam posisi pentring atau sentral):
Berada pada posisi strategis yang menjadi pusat kendali kegiatan organisasi, sehingga dibutuhkan semua divisi.

Generating Resoures (Meningkatkan penggunaan sumber daya):

Perusahaan perlu 3 sumber daya agar kegiatan bekerja menjadi efektif:

  1. Modal awal  yang terdiri dari bahan baku, sumber daya manusia yang ahli di bidangnya, modal finansial
  2. Dukungn teknikal seperti mesin dan komputer
  3. Pengetahuan seperti Pemasaran, Informasi Teknologi

Dengan bantuan tiga aspek diatas, cara bekerja manager menjadi maksimal sehingga nilai dan kekuatan manager akan bertambah.

Building Alliances (Membangun ikatan sosial):

Kesuksesan manager dapat diraih dari dukungan sekitar baik di luar mapun dalma perusahaan.  Dengan banyak berteman, kekuatan seseorang akan bertambah karena banyak yang akan mendukung inisiasinya.

Rekan kerja di dalam maupun di luar umumnya berkenan memeberikan dukungan karena rumus timbal balik dalam kehidupan sosial.

STRATEGI POLITIK UNTUK MEREALISASIKAN IDE

Strategi yang digunakan manager untuk membawa perubahan dalam sebuah organisasi tanpa terlihat motivasi dan inisiatifnya.

Figure 17.5

Political Strategies for Exercising Power

Sumber: Gareth R Jones, Jennifer M George – Mc Graw Hill Education

Relying on Objective Information (Penggunaan informasi yang obyektif):  Memberikan ruang kepada karyawan untuk menanggapi inisiatif. Tanggapan obyektif akan muncul karena karyawan tidak tahu ide muncul dari manager. Dengan demikian, manager bisa mengimplementasikan ide setelah disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan sekeliling.

Bringing in an Outside Expert Mengajak ahli dari luar

Mengajak tenaga ahli dari luar untuk memberikan pernyataan yang sepaham dengan ide manager. Metode ini akan menunjukkan bahwa keputusan yang dimunculkan oleh manager rasional dan pantas karena diakui pihak luar.

Controling the Agenda (Mengontrol Agenda) : 

Mengarahkan pilihan dengan cara mengontrol proses dengan beragam cara.

Making Everyone a Winner (Semua adalah Pemenang) : Menyenangkan semua karyawan, jika konsisten dilakukan maka saat memunculkan ide akan mendapatkan banyak dukungan.


PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENINGKATAN PERFORMA

Perbedaan antara Data dan Informasi

Faktor yang mempengaruhi kegunaan informasi

3 (tiga) alasan Manager membutuhkan informasi:

  1. Menghasilkan keputusan yang efektif

Dalam sebagian besar kegiatan management (perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan pengendalian) adalah tentang bagaimana mengambil suatu keputusan. dan dalam pengambilan keputusan yang efektif, manajer membutuhkan informasi dari dalam (misal:biaya produksi) maupun luar (misal: data konsumen) organisasi. Kemampuan manajer untuk membuat keputusan yang efektif terletak pada kemampuan mereka untuk memperoleh dan memproses informasi

  1. Mengendalikan aktivitas organisasi

Manajer memperoleh pengendalian atas aktivitas organisasi melalui 4 (empat) hal sebagai berikut:

  1. Menetapkan standar kinerja atau tujuan yang dapat diukur
  2. Mengukur kinerja actual
  3. Membandingkan kinerja aktual dengan tujuan yang ditetapkan
  4. Mengevaluasi hasil dan melakukan tindakan perbaikan jika perlu.


Untuk mencapai kendali atas setiap aktivitas organisasi, manajer harus memiliki informasi. Informasi ini akan dioleh sedemikian rupa melalui sistem tertentu sehingga diperoleh informasi relevan. Sistem informasi manajemen juga dapat digunakan untuk mengontrol semua operasi divisi dan fungsional.

Informasi yang diperloleh juga perlu dikendalikan untuk menjaminan keamanan dan kerahasiaan data. Cybersecurity telah menjadi prioritas utama bagi perusahaan dan manajer mencoba untuk menjaga bisnis dan informasi pribadi aman.


  1. Mengkoordinasikan aktivitas organisasi

Mengkoordinasikan departemen dan aktifitas divisi untuk mencapai tujuan organisasi adalah tugas dasar manajemen lainnya. Informasi diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan misal terkait dengan supply chain. Dengan menggunakan sistem IT aktivitas seperti pengadaan dapat lebih mudah termonitor.

Pengaruh Kemajuan Sistem Informasi & Teknologi

  • Komputer modern dapat membaca, memproses, dan menyimpan triliunan instruksi per detik 
  • Membantu menciptakan peluang produk baru yang dapat dimanfaatkan oleh manajer dan organisasi mereka — seperti pemesanan perjalanan dan liburan online 

Product Life Cycle

Introduction

Growth

Maturity

Decline

  • Produk belum diterima secara luas
  • Pelanggan tidak yakin atas produk yang ditawarkan
  • Permintaan minimal
  • Pelanggan membeli pertama kali atas produk tsb
  • Permintaan meningkat dengan cepat
  • permintaan pasar mencapai puncaknya 
  • Permintaan pengganti

  • produk yang lebih maju, membuat produk lama menjadi usang


Sistem Informasi Managemen

Terdapat 6 (enam) jenis sistem informasi manajemen yang sangat membantu manajer saat mereka melakukan tugas  seperti gambar berikut:

  • Transaction-Processing Systems

Sebuah informasi manajemen sistem yang dirancang untuk menangani volume besar rutin, transaksi berulang.

  • Operations Information Systems

Sistem informasi manajemen yang mengumpulkan, mengatur, dan merangkum data komprehensif dalam bentuk yang dapat digunakan manajer dalam tugas koordinasi, pengendalian, dan pengambilan keputusan

  • Decision Support Systems

Sistem informasi manajemen interaktif berbasis komputer yang dapat digunakan manajer untuk membuat keputusan. Decisions Support System memberi manajer kemampuan membuat model dan kesempatan untuk memanipulasi informasi dalam berbagai cara. Manajer mungkin menggunakan sistem pendukung keputusan untuk membantu memutuskan apakah akan memotong harga untuk suatu produk. 

  • Expert System

Sistem informasi manajemen yang menggunakan pengetahuan manusia, tertanam dalam komputer, untuk memecahkan masalah yang biasanya membutuhkan keahlian manusia. Meniru keahlian manusia (dan kecerdasan) membutuhkan TI yang setidaknya dapat mengenali, merumuskan, dan memecahkan masalah, menjelaskan solusin dan belajar dari pengalaman. 

  • Enterprise resource planning (ERP) systems

Paket perangkat lunak aplikasi multimodule yang mengoordinasikan aktivitas fungsional yang diperlukan untuk memindahkan produk dari tahap desain ke tahap pelanggan akhir. Sistem ERP membantu setiap fungsi individu meningkatkan keterampilan tingkat fungsionalnya dan meningkatkan integrasi di antara semua fungsi sehingga mereka bekerja sama untuk membangun keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

  • E-Commerce System

Perdagangan yang terjadi antar perusahaan, dan antara perusahaan dan pelanggan individu, menggunakan IT dan Internet. Jenis E-Commerce terdiri seperti diagram berikut:

  • Business-to-business (B2B) commerce

Perdagangan yang terjadi antara perusahaan yang menggunakan TI dan Internet untuk menghubungkan dan mengoordinasikan rantai nilai dari berbagai perusahaan. (Lihat Gambar 18.5.) Tujuan perdagangan B2B adalah untuk meningkatkan profitabilitas pembuatan dan penjualan barang dan jasa. Perdagangan B2B meningkatkan profitabilitas karena memungkinkan perusahaan mengurangi biaya operasi dan dapat meningkatkan kualitas produk.

  • Business-to-customer (B2C) commerce

Perdagangan yang terjadi antara perusahaan dan pelanggan individu yang menggunakan TI dan Internet. Menggunakan TI untuk terhubung langsung ke pelanggan berarti perusahaan dapat menghindari keharusan menggunakan perantara, seperti grosir dan pengecer, yang menangkap sebagian besar keuntungan dalam rantai nilai. Penggunaan situs web dan toko online juga memungkinkan perusahaan memberikan lebih banyak informasi kepada pelanggan tentang nilai produk mereka. Hal ini sering kali memungkinkan mereka untuk menarik lebih banyak pelanggan dan dengan demikian menghasilkan pendapatan penjualan yang lebih tinggi.

Strategic Alliances, B2B Network Structures, and IT

  • Strategic Alliances

Aliansi strategis adalah perjanjian formal yang mengikat dua atau lebih perusahaan untuk bertukar atau berbagi sumber daya mereka untuk memproduksi dan memasarkan produk. Umumnya, aliansi strategis dibentuk karena perusahaan memiliki kepentingan yang sama dan percaya bahwa mereka dapat memperoleh manfaat dari kerja sama.

  • B2B network structure

Rangkaian formal aliansi strategis global yang dibuat oleh satu atau beberapa organisasi dengan pemasok, produsen, dan distributor untuk memproduksi dan memasarkan produk. Struktur jaringan memungkinkan organisasi untuk mengelola rantai nilai globalnya guna menemukan cara baru untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas produk — tanpa menimbulkan biaya tinggi untuk mengoperasikan struktur organisasi yang kompleks (seperti biaya mempekerjakan banyak manajer). Semakin banyak perusahaan yang mengandalkan struktur jaringan global untuk mendapatkan akses ke sumber input asing berbiaya rendah.

REFERENSI: 

Contemporary Management. Gareth R Jones, Jennifer M George – Mc Graw Hill Education

Getsmarter.com

PENULIS:

Femi Famela Fauzi

Zulham Anggia Nasution


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

26 Comments

  1. Wah bagus dan suka artikelnya keren apalagi video presentasinya juga bagus. Saya mau bertanya, apa saja aspek yang digunakan untuk mengukur kinerja aktual pada pengendalian aktivitas organisasi ?
    Mahatir M Tamher

  2. Keren presentasinya mas Zulham & mbak Gadiza! Pertanyaan: untuk kerjasama alliance, apakah kedua brand / pihak harus punya posisi market yang sama2 kuat? atau salah satu brand / pihak dapat memanfaatkan “kekuatan pangsa pasar” brand /pihak lainnya? Terima kasih. Bientang

  3. What a brilliant presentation it is. Two thumbs up for mba Gadiza & mas Zulham 🙂

    Oh iya saya mau izin bertanya, bagaimana strategi yang tepat dan efektif mengolah data menjadi informasi penting yang akan digunakan pada proses DSS (Decision Support Systems) untuk proses pengambilan keputusan penting suatu perusahaaan, dan dari strategi pengolahan data tersebut, bagian mana yang paling crucial?

    terima kasih

    -putri-

  4. Materi dan paparan informasinya menarik sekali, saya mau bertanya terkait konflik internal
    dikantor baik itu di level staff atau top management, apakah konflik yg terjadi selalu akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja perusahaaan? jika tidak bisa berikan contohnya konflik yang memberikan dampak positif seperti apa? Terima Kasih.

  5. Awesome, ini lah kepiawaian Mb Gadiza dan mas Zulham…. keren sekali, saya suka. Terima kasih atas penjelasannya team Maximus.

    Yang ingin saya tanyakan yaitu tentang Konflik pada Level top Management. Bagaimana indikator/ciri konflik yang sehat dan efektif? Menurut Saudara, apakah memang pada setiap organisasi ini harus ada konflik? Di lain pihak, ada parameter suksesnya organisasi adalah apabila bisa membentuk teamwork yang solid. Apakah pendapat ini bertentangan?

    Terima kasih.

  6. selamat, keren banget pembahasannya dan menarik untuk diikuti..
    Tanggapan, dalam beberapa kondisi, kadang sebuah konflik itu diciptakan untuk tujuan tertentu seperti mengurangi toleransi yg berlebihan atau pembiaran terhadap sesuatu yg kurang pada tempatnya.. bagaimana cara serta batasan yang tepat untuk menciptakan “controlable conflict” seperti tujuan diatas..?
    Terima kasih, Heru Susilo

  7. Rapih dan bagus sekali presentasinya, kelompok Maximus
    Mau bertanya, untuk konflik di mana individu yang satu tidak pernah paham apa yang diinginkan individu yang lain, meskipun sudah dijelaskan. Sehingga selalu terjadi selisih paham dan timbullah konflik. Kira2 baiknya seperti apa yang perlu kita lakukan agar konflik ini tidak berkepanjangan dan memburuk? Terima kasih

  8. Terima kasih atas sharing materinya Mba Gadiza & Mas Zulham, videonya komunikatif dan menarik. Saya ingin bertanya, apakah seorang manajer harus turut menyelesaikan interpersonal conflict member timnya? hal-hal apa saja yg harus dilihat atau dipertimbangkan seorang manajer sebelum memutuskan bahwa ia harus ikut serta menyelesaikan interpersonal conflict tersebut? terima kasih

  9. Thank you untuk sharing knowledge dari Mba Gadiza dan Mas Zulham. Mohon ijin bertanya, di setiap perusahaan tentunya pasti ada konflik yang terjadi, apakah bisa diberikan contoh kesalahan2 umum yang dilakukan oleh manager dalam menyelesaikan konflik? Terima kasih banyak, sehat dan sukses selalu.

  10. keren sekali videonya mas zulham dan mb gadisa, saya ingin bertanya: Jika leader/management hr tidak dapat menyelesaikan konflik yg ada di organisasi, apakah yg harus dilakukan? pihak manakah yg seharusnya menjadi penengah?

  11. Artikel yang bagus dan penjelasan yg komprehensif. Good job mbak gadiza dan mas zulham.
    Mas,mbak,ijin nanya.
    Sebenernya hampir mirip dng pertanyaan mbak desti. Kalo seorg manajer punya konflik dng anak buahnya, dan dia tidak segera menyelesaikan nya, entah karena sungkan ato takut. Sehingga mengganggu kinerja unit kerjanya, apa yg harus dilakukan oleh manajemen level atasnya untuk menyelesaikan hal tsb?

    Terima kasih.

  12. terima kasih atas presentasinya Mbak Gadiza dan Mas Zulham. ijin bertanya ya, dari ke enam sumber konflik tersebut, menurut Mbak Gadiza dan Mas Zulham manakan yang paling sering terjadi di dalam organisasi saat ini? dan adakah cara untuk mencegah hal tersebut terjadi?
    terima kasih

  13. Menarik sekali mba gadiza mas zulham. Saya tertarik dengan menghindar sebagai suatu alternatif menyelesaikan konflik. Karena dengan menghindar sebenrnya konflik tetap ada? Jadi bagaimana relevansi dan aplikasinya ketika pemilihan menghindar sebagai pemecahan konflik itu bisa diterapkan dalam lingkup organisasi? Terima kasih

  14. Next Level..!!! Thumbs up untuk Mbak Gadiza dan Bang Zulham..

    Mau tanya sedikit ya Mbak Gadiza dan Bang Zulham..

    Dalam materi “Political Strategies for Exercising Power” disebutkan bahwa salah satu strateginya adalah “Making everyone a winner”. Ini bagaimana cara penerapannya? karena seperti nya cukup sulit. Kalau ada, seperti apa contohnya.

    Terima kasih

  15. waah keren banget video dan pemaparannya mba Gadiza dan mas Zulham !.
    saya mau bertanya, bagaimana cara mengatasi atau meminimalisir konflik di suatu team yang memang dibentuk untuk saling kompetitif satu sama lain (ex: team sales) dimana semua berlomba-lomba untuk menjadi terbaik dan seringkali terjadi gesekan diantaranya dalam bersaing ?

  16. Dahsyat sekali rangkuman dan Videonya Mas Zulham dan Mbak Gadiza. Saya mohon petunjuk mengenai product Life Cycle. Sebuah product yang dibangun pada akhirnya akan memasuki fase maturity dan decline adalah fase yang tidaj dapat dihindarj. Adakah cara mungkin dengan menggunakan sistem informasi manajemen dan IT untuk mempertahankan product di fase maturiry agar tidaj jtuh ke fasedecline. Atau bahkan terus Growth.

    Terima kasih

  17. zulbizshow
    keren dan creative mba gadiza dan mas zulham
    tanya donk, dalam pembahasan diatas mengenai politik dalam organisasi
    apakah sama dengan politik kantor? jika sama, apakah hal itu dapat dibenarkan?
    Terimakasih

  18. Mantap tenan Mba Gadiza & Mas Zulham ulasan yang menarik nya.. ada hal yang ingin saya tanyakan, dalam konsep ide bring in an outside expert, bagaimana caranya agar tidak mendapat pendapat yang nanti nya akan diberikan tersebut diterima dengan baik oleh seluruh karyawan.. Dan apakah ada guideline dalam pemberian ide ide tersebut? Terima kasih mba & mas.. sukses selalu

  19. artikel dan video presentasi yang luar biasa dari Mbak Gadiza dan Mas Zulham. Izin bertanya apabila ada konfik yang terjadi antara pimpinan perusahaan (manajer atau direktur) dengan staffnya yang sifat konfliknya tidak sehat (seperti pimpinan yang tidak menyukai sifat/pekerjaan staffnya dan sebaliknya) bagaimana cara agar konflik tersebut bisa diselesaikan? Terimakasih.

  20. keren presentasi Mb Gadiza dan Mas Zulham,
    pertanyaan saya, dalam materi diatas ada tulisan apa yang perlu dilakukan seorang manajer jika solusi yang ditawarkan manajer tersebut tidak disepakati oleh pihak-pihak yang berkonflik
    Terimakasih
    Arya Mabruri

  21. Super keren sekali Mba Gadiza dan Mas Zulham untuk video penjelasan dan paparannya .. Saya mau bertanya, pada bagian manejemen konflik terdapat 3 alternatif lain yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan konflik, salah satunya adalah kompetisi padahal bukankah dengan saling berkompetisi akan membuat kondisi semakin bersitegang? Bagaiman tanggapan kelompok terkait dengan hal ini. Terima kasih

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format