Habibie dan Kejayaan Industri Pesawat Terbang Nusantara


1
1 point

Habibie dan Ainun (2012)

Sinopsis

Film ini menceritakan bagaimana perjalanan panjang dan lika-liku kehidupan yang dilalui oleh BJ Habibie selama di Jerman dan Indonesia. Rudy Habibie merupakan seorang insinyur pesawat yang sangat cerdas dan memiliki mimpi besar untuk terus bisa membangun industri pesawat terbang di negara tercintanya, yaitu Indonesia. Pada alur awal dari film ini diketahui bahwa Habibie sedang menjalani masa terakhirnya sebagai mahasiswa S2 di suatu universitas di Jerman. 

Sepulangnya Habibie dari Jerman pada tahun 1962, ia dipertemukan kembali di Bandung dengan sosok manis Ainun. Habibie langsung jatuh cinta dengan sosok Ainun yang baginya sangat manis, semanis gula jawa. Sebelumnya Habibie dan Ainun diketahui sudah pernah bertemu walaupun hanya sekilas di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bandung. Tanpa berlama-lama, Habibie dan Ainun pun memutuskan untuk menjalin hubungan suci pernikahan dan segera terbang ke Jerman. Habibie mengutarakan visi dan impiannya untuk membangun Indonesia dengan membawa Ainun ikut serta dalam menyelesaikan pendidikannya di Jerman, Ainun dengan penuh kelembutan terus mendukung visi dan impian Habibie. 

Dalam mewujudkan mimpinya, Habibie dihadapkan dengan berbagai keadaan sulit dan pelik yang harus ia jalani. Habibie juga diketahui sukses merancang sebuah kereta api di Jerman dan membuat kagum para kolega bisnisnya. Kesuksesan dan kecerdasan Habibie akhirnya terdengar dan sampai diketahui oleh duta besar Indonesia dan juga para petinggi elit di Indonesia. Habibie langsung ditemui oleh utusan pemerintah Indonesia dan didesak agar segera kembali ke tanah air untuk bisa memajukan industri penerbangan Indonesia. Dengan semangatnya yang membara, Habibie rela hidup berjauhan dengan belahan jiwanya yaitu Ainun. 

Kepulangan Habibie disambut baik oleh banyak pihak, khususnya pihak pemerintahan. Sampai pada akhirnya Habibie sukses membuat pesawat pertama buatan anak bangsa pada tahun 1995, yaitu pesawat N250. Kesuksesan dan kecerdasan Habibie ini sampai dengan membawanya menduduki posisi menteri sampai dengan menjadi presiden ke-3 RI. Di dalam perjalanan suksesnya, Habibie beberapa kali dihadapkan dengan berbagai lika liku permasalahan, mulai dari fitnah dan juga percobaan suap yang dilakukan oleh beberapa oknum pemerintah maupun kolega bisnisnya. 

Berbagai Konflik yang Terjadi

Berdasarkan buku Contemporary Management (2020), konflik organisasi merupakan perselisihan yang muncul akibat dari adanya perbedaan yang tidak sesuai antara tujuan, minat, ataupun nilai dari seorang individu atau kelompok. Adanya kepentingan yang berbeda-beda dari setiap stakeholder, hal tersebut membuat terjadinya konflik antar kepentingan yang terkadang tidak beriringan dengan tujuan perusahaan. 

Types of Conflict

Interorganizational Conflict

Konflik semacam ini terjadi antara organisasi atau antara pemerintah dan perusahaan. Konflik tersebut biasanya terjadi karena perilaku yang dianggap tidak etis dan dirasa dapat mengancam kesejahteraan stakeholders perusahaan lainnya. Dalam film diceritakan beberapa kali bahwa Habibie sempat akan disuap oleh beberapa oknum dari pemerintah dan kalangan pembisnis. Sosok yang paling sering disebut merupakan pengusaha besi bernama Sumohadi. Menurut Hanum Bramantyo yang merupakan sutradara dari film Habibie & Ainun (2012) menjelaskan bahwa, Sumohadi merupakan sosok fiktif yang merepresentasikan banyaknya oknum dari kalangan pemerintah dan pembisnis dalam lingkaran kekuasaan yang beberapa kali ingin melakukan suap terhadap Habibie. Para oknum tersebut ingin bisa turut ikut andil dalam projek besar pembuatan pesawat pertama karya anak bangsa Indonesia, yaitu N250.

Lebih dari satu kali Habibie dibujuk untuk mau menerima suap, Habibie juga menerima ancaman serta gertakan dari para oknum tersebut. Habibie dikenal sebagai sosok yang jujur dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Berkali-kali dirinya diancam dan digertak, Habibie dengan tegasnya menolak dan mengusir para oknum yang akan menyuapnya tanpa rasa takut. 

Source of Conflict

Scarce Resource

Sumber daya yang langka akan membuat pengelolaannya menjadi lebih sulit dan hal ini dapat menyebabkan terjadinya konflik. Berdasarkan kisah yang terjadi pada film Habibie ini, sumber konflik didasari karena adanya kelangkaan sumber daya manusia. Pada era tersebut, Habibie merupakan sumber daya manusia yang dianggap paling mampu dan berkompeten di bidang pesawat. Habibie merupakan satu-satunya orang Indonesia yang dapat membuat perancangan dan design pesawat yang sesuai. Cetak biru pembuatan pesawat yang akhirnya menjadi awal mula konflik. Cetak biru tersebut diperebutkan oleh para pembisnis dan elit negara pada saat itu. Namun, Habibie dengan tegas menolak memberikan cetak biru pembuatan pesawatnya karena tidak ingin rencana serta rancangannya tersebut tersebar luas.


Conflict Management Strategies

Kompromi dan Avoidance (Habibie)

Competition (Sumohadi)

Saat konflik terjadi antara Habibie dan Sumohadi, Habibie telah beberapa kali melakukan kompromi dengan Sumohadi. Habibie menegaskan kepada Sumohadi, jika ia ingin ikut dalam projek pesawat tersebut, Sumohadi diminta untuk menyerahkan proposal dan mengikuti tender sesuai dengan prosedur yang ada, seperti yang dilakukan oleh instansi lainnya. Namun Sumohadi menolak dan terus memaksa Habibie untuk dapat menerima suap. Pada akhirnya, Habibie hanya berusaha menghindari dan secara tegas mengusir Sumohadi dari kantornya. 

Sumohadi dengan tekat kuatnya, terus menerus mencoba mencari celah dan mengupayakan cara agar Habibie dapat menerima “sogokan” yang ia berikan. Sumohadi bersikeras untuk terus melakukan penyuapan, karena ia yakin proyek pesawat yang akan dikembangkan oleh Habibie akan sukses besar. Sumohadi ingin bisa ikut andil dalam proyek tersebut dengan cara yang licik.


Strategies Focused on Individuals

Using permanent transfer or dismissals when necessary (Habibie)

Increasing awareness of the sources of conflict (Sumohadi)

Upaya Sumohadi yang terus menerus memberikan “sogokan” berupa barang-barang mewah, uang tunai, hingga mengirimkan seorang wanita ke kantor Habibie, telah membuat Habibie naik pitam. Hingga pada akhirnya, Habibie memutuskan untuk secara gamblang dan terang-terangan mengusir Sumohadi. Ancaman yang diberikan Sumohadi tidak memberikan efek takut kepada Habibie. Habibie melakukan pengusiran dan penolakan secara paksa dan tegas kepada Sumohadi agar ia berhenti melakukan perbuatan suapnya tersebut. Habibie menegaskan kalau dirinya tidak ingin bertemu kembali dengan Sumohadi.

Habibie telah mengembalikan dan menolak diberikan suap berupa barang mewah oleh Sumohadi. Sumohadi beranggapan bahwa telah terjadi masalah komunikasi dan kesalahpahaman antarpribadi. Sumohadi merasa jam pemberiannya tersebut ditolak karena kurang bernilai bagi Habibie. Dengan kesadaran Sumohadi terhadap permasalahan yang ada, ia pun kembali menemui Habibie untuk memberikan sejumlah uang tunai dan cek yang bernilai besar. Sumohadi menegaskan bahwa uang bukan masalah baginya, asal Sumohadi dapat ikut dalam proyek besar pembangunan pesawat tersebut.



Strategies Focused on The Whole Organization

Changing an organization’s structure or culture (Habibie)

Altering the source of conflict (Sumohadi)

Konflik yang terjadi antara Sumohadi dan Habibie membuat integritas dari pemerintahan tempat Habibie bekerja dipertaruhkan. Dengan adanya percobaan kasus suap, maka perlu adanya penguatan dalam norma dan nilai dalam budaya organisasi. Hal ini menjadi sangat penting dilakukan agar anggota ataupun rekan pemerintahan lainnya tidak menerima suap dari pihak luar. Hal ini dapat menjaga integritas organisasi.

Adanya ketidakpuasan Sumohadi terhadap bawahannya yang tidak berhasil dalam melakukan suap kepada Habibie, membuat Sumohadi harus turun tangan secara langsung menemui dan menghadapi Habibie. Agar dapat efektif maka Sumohadi sendiri yang memastikan dan mencoba melakukan percobaan suap tersebut.



Negosiasi Antara Pihak Habibie dan Sumohadi

Negosiasi merupakan salah satu cara yang penting dilakukan bagi seorang manajer ataupun anggota organisasi lainnya, karena pihak yang berkonflik seringkali memiliki kedudukan kekuasaan yang sama. Saat negosiasi berlangsung, para pihak yang berkonflik mencoba untuk mencari jalan tengah ataupun solusi yang sekiranya dapat diterima oleh mereka sendiri ataupun pihak lainnya. Terkadang negosiasi melibatkan pihak ketiga yang merupakan pihak netral yang tidak memihak antara pihak yang sedang berkonflik dan pihak ketiga juga tidak terlibat secara langsung dalam konflik tersebut. 

Dalam konflik yang terjadi antara Habibie dan Sumohadi, proses negosiasi dilakukan secara langsung oleh kedua belah pihak tanpa ada campur tangan dari pihak ketiga. Hanya saja, terkadang Ainun memberikan beberapa kali saran untuk Habibie agar tidak termakan oleh kata-kata dan juga barang serta uang suap yang diberikan oleh Sumohadi. Sumohadi mencoba bernegosiasi agar pihaknya dapat terlibat secara langsung dengan proyek yang dikembangkan oleh Habibie dengan cara yang tidak jujur. Namun, negosiasi berjalan “alot” sehingga tidak menemukan jalan tengah. 

Tipe Negosiasi

Negosiasi Distributif

Negosiasi yang dijalankan oleh Habibie dan Sumohadi merupakan tipe negosiasi distributif. Pada tipe ini, kedua pihak memiliki pandangan bahwa mereka memiliki sumber daya terbatas atau fixed pie yang harus dibagi. Adanya sikap kompetitif dan bermusuhan pada masing-masing pihak. Negosiasi distributif menangani konflik dengan persaingan, kedua pihak merasa tidak perlu berkomunikasi kembali antara satu sama lain di masa yang akan datang, sehingga mereka tidak peduli jika hubungan pribadi mereka rusak. 

Pada awalnya, Habibie merasa tidak ada yang salah dari kebaikan yang diberikan Sumohadi, sampai pada akhirnya Habibie merasa Sumohadi telah melakukan percobaan suap kepadanya. Habibie merasa proyek yang akan ia kembangkan ini merupakan proyek besar demi kemajuan bangsa Indonesia. Habibie merasa sumber daya manusia maupun sumber daya pendukung lainnya telah mumpuni dan cukup untuknya melanjutkan pembuatan pesawat terbang pertama Indonesia. Sehingga, Habibie tidak ingin menggantikan maupun menambah tim profesional yang sudah ia miliki. Di lain pihak, Sumohadi beserta oknum lainnya merasa bahwa mereka harus bisa menjadi bagian untuk mengembangkan sumber daya yang ada. Sumohadi beserta oknum lainnya percaya bahwa proyek ini akan berhasil dan mendapatkan keuntungan yang banyak. Habibie memiliki tujuan untuk membangun bangsa, sedangkan Sumohadi berusaha mendapatkan proyek tersebut untuk meraup keuntungan pribadi. 




Political Strategies for Gaining and Maintaining Power

Being in a central positions (Habibie)

Building Alliances (Sumohadi)

Habibie sebagai pimpinan dari proyek pembangunan pesawat terbang, memiliki tanggung jawab yang besar secara langsung terhadap aktivitas yang terhubung dengan tujuan organisasi. Habibie memiliki kendali atas aktivitas dan inisiatif organisasi yang penting. Habibie juga memiliki akses ke sumber informasi penting dalam organisasi. Banyak rekanan maupun anggota dari tim yang ia bentuk bergantung pada arahan serta keterampilan yang dimiliki olehnya. Dalam proses pembangunan pesawat, Habibie bahkan rela bekerja tidak kenal waktu hingga mengorbankan waktu istirahatnya. Dengan Habibie yang turun dan mengarahkan secara langsung pada proses proyek tersebut, menjadikan Habibie sebagai sosok penting dalam kontribusi organisasi.

Dalam mempertahankan kekuatannya, Sumohadi membangun relasi serta aliansi dengan para pengusaha serta elit pemerintah lainnya. Hal tersebut ia lakukan agar dapat mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antar satu dengan yang lainnya. Para oknum tersebut kerap kali melakukan korupsi, kolusi, dan juga nepotisme. Sumohadi merasa bahwa aliansi yang ia miliki dapat memberikan back up yang kuat baginya. Sumohadi bahkan menekankan kepada Habibie bahwa orang-orang yang bekerja sama dengannya dapat memberikan dukungan dan bahkan support tambahan berupa uang, jabatan, kekuasaan dan lainnya kepada Habibie. Sumohadi juga kerap kali memberikan peringatan bahwa aliansi yang ia miliki bisa saja bertindak untuk menjatuhkan Habibie apabila tujuannya tidak bisa tercapai.




Motivasi Terbesar Habibie & Bagaimana Habibie Memimpin Pembangunan Industri Penerbangan Indonesia

Motivasi Kuat Habibie

Dalam menjalankan setiap tujuan organisasi, seseorang pasti memiliki motivasi tertentu yang mendorongnya untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan buku Contemporary Management (2020), motivasi adalah sebuah dorongan atau kekuatan psikologis yang menuntun perilaku seseorang dalam organisasi (banyak perilaku yang mungkin terjadi), tingkat usaha (tingkat dimana orang akan berusaha keras), dan tingkat ketekunan dalam menghadapi rintangan (terus mencoba atau menyerah).


Sumber Motivasi

Prosocially motivated behavior

Extrinsically motivated behavior

Habibie (Bekerja untuk bangsa)

Sumohadi (Berupaya untuk keuntungan pribadi)


Upaya Habibie untuk terus membangun dan berbakti kepada Bangsa Indonesia, tentu didasari oleh adanya dorongan motivasi tertentu. Habibie dengan kegigihannya berupaya untuk bisa membangun pesawat terbang di Indonesia, agar bangsa Indonesia bisa lebih maju dan mempermudah pembangunan ekonomi nasional. Sumber motivasi ini disebut sebagai prosocially motivated behavior. Motivasi ini terjadi karena adanya keinginan untuk membantu orang lain atau karena adanya manfaat pekerjaan dari apa yang akan dilakukan seseorang.

Motivasi Sumohadi dalam Memperoleh Keuntungan Pribadi

Tidak sekali dua kali Sumohadi berupaya untuk terus melakukan suap kepada Habibie. Upayanya ini berlatar belakang karena ia dan seluruh rekanannya ingin bisa tergabung dalam proyek besar pembangunan industri pesawat nasional. Baginya, jika ia dapat bergabung dengan proyek yang digarap oleh Habibie, dirinya akan mendapatkan keuntungan yang berlipat karena ia meyakini proyek besar tersebut akan sukses di Indonesia. Sumber motivasi ini disebut ebagai extrinsically motivated behavior. Motivasi yang terjadi agar bisa mendapatkan suatu materi atau kebanggaan/hadiah sosial tertentu.

Teori Motivasi

Goal-Setting Theory (Habibie)

Operant Conditioning Theory (Sumohadi)

Fokus dalam pekerjaan untuk pencapaian dan tujuan organisasi. Habibie terus mendorong tim profesional yang telah dibentuknya, agar bisa termotivasi untuk menyelesaikan proyek pesawat terbang pertama karya bangsa. 

Teori ini mengarah pada tindakan seseorang yang dilakukan atas dasar konsekuensi yang diinginkannya, apabila konsekuensi tersebut tidak diiinginkan, maka seseorang tidak akan melakukan tindakan tersebut.


Goal Setting Theory (Habibie)

Teori ini berfokus bagaimana seorang manajer dapat memotivasi pekerja untuk bisa berkontribusi kinerjanya terhadap suatu pekerjaan atau organisasi. Dalam film diceritakan bahwa Habibie selalu melakukan control ke hangar pesawat untuk memastikan timnya bekerja secara profesional dan secara benar. Habibie selalu memotivasi timnya tentang bagaimana pesawat ini akan menjadi sebuah karya anak bangsa yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Indonesia. Terdapat tujuan yang mendorong Habibie beserta timnya :


1. Tujuan spesifik. Tujuan atau target yang akan dicapai adalah membangun pesawat terbang pertama milik Bangsa Indonesia.

2. Tujuan mudah (easy). Membangun/membentuk dan memiliki tim yang profesional dan bersinergi untuk mencapai visi dan misi yang sama.

3. Tujuan menengah. Memiliki anggota tim yang benar-benar kompeten terhadap bidangnya masing-masing. Keilmuan yang ada pada saat itu aksesnya sangat terbatas. Sehingga tidak semua orang bisa masuk menjadi anggota yang kompeten dalam pelaksanaan proyek pesawat ini.

4. Tujuan sulit. Tujuan sulit yang harus dicapai Habibie beserta timnya adalah bagaimana pesawat ini bisa berguna bagi pembangunan Indonesia dan menjadi penghubung seluruh pelosok nusantara.

Operant Conditioning Theory (Sumohadi)

Dalam menjalankan perannya, Sumohadi berusaha melakukan upaya suap secara terus menerus kepada Habibie. Adanya konsekuensi yang mendasari tindakannya yang disebut sebagai negative reinforcement. Sumohadi merupakan salah satu pesuruh yang merepresentasikan kaum elite dari kalangan pembisnis dan pemerintahan. Beberapa kali Sumohadi berupaya melakukan tindakan liciknya tersebut karena Sumohadi merasa takut mendapatkan teguran dari rekanan serta atasannya yang lain jika ia tidak berhasil membujuk Habibie.

Model Kepemimpinan

Seseorang yang dapat memberikan pengaruh, inspirasi, dan motivasi serta memberikan arahan terhadap suatu kegiatan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi adalah sebuah proses dari kepemimpinan. Pemimpin yang baik dan efektif dapat memberikan pengaruh terhadap anggota organisasi dalam mencapai tujuan organisasi dan juga orang yang dapat meningkatkan kemampuan organisasi untuk memenuhi semua tantangannya.

Model Kepemimpinan

Trait and Behavior Models of Leadership (Habibie)

Fiedler’s Contingency Model (Sumohadi)

Trait model adalah model kepemimpinan yang berfokus pada identifikasi karakteristik yang mengarah pada pemimpin yang efektif. 

Behavior model melihat bagaimana seorang manajer atau pemimpin dapat mempengaruhi karyawan mereka.

Fred E Fiedler menungkapkan bahwa suatu kepemimpinan yang efektif bergantung bagaimana karakteristik pemimpin dan situasi. Teori ini menjelaskan bahwa seorang manajer dapat bertindak secara efektif maupun tidak efektif dalam situasi tertentu.



Trait and Behavior Models of Leadership (Habibie)

The Trait Model

Trait


Intelligence

Kecerdasan Habibie sudah dikenal hingga ke negeri luar. Kepintarannya sudah diakui oleh pemerintah Indonesia maupun kolega Habibie yang berada di Jerman. Meskipun Habibie sempat beberapa kali diragukan oleh koleganya, namun pada kenyataannya Habibie dapat membuktikan teori-teori serta ide yang dimilikinya. Hal ini terbukti saat Habibie ditetapkan sebagai pemimpin suatu proyek di Jerman, ia mampu mengerjakan dan memecahkan dari permasalahan teori yang ada. Pada saat ia bekerja untuk merancang sebuah kereta api di Jerman, Habibie berhasil membuktikan bahwa rancangan miliknya dapat bertahan pada tekanan yang kuat.

Knowledge and expertise

Habibie mampu membuat keputusan yang baik dan menemukan cara agar dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Habibie memiliki banyak pengetahuan serta pengalamannya selama di Jerman yang dapat dijadikan pondasinya dalam mencapai mimpinya di Indonesia. Bahkan sebelum proyek pembangunan pesawatnya berjalan, Habibie dengan keputusan yang matang dan baik, secara hati-hati telah memilih tim profesional yang kompeten di bidangnya.

Dominance

Sebelum melaksanakan proyek pembangunan pesawat, Habibie memberikan penjabaran tentang visi dan misinya untuk membangun Indonesia. Terlihat Habibie memotivasi dan memberikan dorongan semangat, agar tim profesional yang akan ia bentuk nantinya dapat mencapai tujuan bersama.

Self-confidence

Berbagai macam kesulitan yang dihadapi oleh tim profesionalnya, terkadang membuat anggota tim di dalamnya berat untuk menghadapi kondisi tersebut. Dengan penuh optimis dan semangat, Habibie terus meyakinkan timnya bahwa proyek ini akan selesai dan pesawat ini akan menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

High energy

Dengan beban dan tanggungjawab besar yang Habibie pikul, ia dengan semangatnya terus optimis mengerjakan proyek pembangunan pesawatnya tersebut. Habibie dapat bertanggungjawab secara baik, hal ini terlihat saat Habibie selalu melakukan pengecekan ke hangar pesawatnya tanpa kenal lelah, bahkan jika ia harus bekerja sampai pagi.

Tolerance for stress

Berbagai macam lika-liku, hambatan, serta kesulitan yang Habibie hadapi, ia dapat menghadapinya dengan baik. Bahkan saat ia mengetahui ada salah satu anggota timnya tertidur karena terlalu lelah dalam pengerjaan proyeknya, Habibie memberikan toleransi kepada anggotanya tersebut. Saat ia dihadapi oleh berbagai macam ancaman, Habibie juga sanggup menyikapinya dengan berani dan tanpa rasa takut.

Integrity and honesty

Dalam menjalankan tugasnya, Habibie selalu menjunjung tinggi integritas serta kejujuran. Beberapa kali Habibie digoda oleh percobaan suap terhadap proyek pembangunan pesawatnya, tetapi dengan tegas dan penuh kejujuran Habibie menolaknya. 

Maturity

Dalam mencapai tujuannya untuk membangun bangsa, Habibie seringkali mengorbankan kehidupan pribadinya seperti waktu bersama keluarga. Habibie merasa Indonesia sangat membutuhkannya, sehingga Habibie lebih mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan dirinya sendiri.  

The Behavior Model

Consideration

Perilaku ini dapat memperlihatkan bahwa seorang manajer itu percaya, menghormati, dan peduli terhadap kondisi karyawannya. 

Initiating Structure

Perilaku ini membawa seorang manajer untuk bisa memastikan bahwa karyawan dapat melakukan pekerjaan dan tugasnya dengan baik, sehingga tujuan dari perusahaan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Consideration

Habibie merupakan sosok pemimpin yang sangat memperhatikan dan peduli kepada kondisi karyawannya. Hal ini terbukti saat salah satu anggota timnya tertidur karena kelelahan mengerjakan pembangunan pesawatnya, kemudian Habibie dapat mengerti kondisi tersebut dan membiarkan anggotanya tersebut melanjutkan tidurnya. Habibie bahkan memerintahkan anggotanya untuk tidak membangunkan anggota yang tertidur tersebut, padahal dirinya sendiri belum tidur selama dua hari.

Initiating Structure

Selama menjadi menteri RI, Habibie selalu menyempatkan waktunya untuk terus mengunjungi hangar proyek tempat pembangunan pesawatnya. Habibie selalu meluangkan waktunya untuk terus memantau dan memastikan seluruh anggota timnya dapat bekerja secara baik dan benar. Habibie juga terlihat mengarahkan kepada anggotanya, jika salah satu anggotanya ada yang kebingungan. 

Fiedler’s Contingency Model (Sumohadi)

- Leader Style

Kepribadian dari seseorang pemimpin dapat mempengaruhi efektivitas dirinya dalam memimpin. Dalam menjalankan perannya, Sumohadi termasuk kedalam task oriented leader, focus yang ia utamakan adalah memastikan kinerja dan pekerjaan bawahannya dapat terselesaikan dengan baik.

- Situational Characteristic

Terdapat tiga karakteristik situasional yang menjadi faktor penentu seberapa menguntungkannya situasi tertentu untuk dipimpin. 

a. Leader member relation : Berdasarkan film, sebelum Sumohadi melangsungkan aksi suapnya. Sumohadi sempat mengirimkan anak buahnya untuk berbicara kepada Habibie. Terlihat bahwa bawahannya sangat mempercayai dan setia terhadapnya.

b. Task Structure : Tugas yang diberikan Sumohadi kepada bawahannya dapat dilaksanakan dengan baik walaupun tidak berhasil. Hal ini mengindikasikan bahwa Sumohadi telah memberikan penjelasan yang baik tentang bagaimana cara menjalankan dan menyelesaikan tugasnya.

c. Posisiton power : Sumohadi memahami betul kekuatan dan kekuasaan yang ia miliki. Namun sayangnya, Sumohadi menyalahgunakan kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya itu dengan cara melakukan suap dan pengancaman kepada Habibie.

Habibie dan Sumohadi dalam Perencanaan dan Ahli Strategi

Dalam mencapai suatu tujuan organisasi, seorang manajer tentunya akan melalui sebuah proses pengidentifikasian dan penentuan sebuah tindakan. Rencana organisasi adalah sebuah bentuk dari pelaksanaan strategi yang sudah direncanakan secara terperinci. Strategi merupakan tindakan ataupun keputusan manajerial dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan.

Visi dan Misi


Visi

Misi

Habibie

Dapat membangun dan memajukan bangsa Indonesia, serta menghubungkan seluruh pelosok Indonesia dengan kemudahan dalam transportasi.

Membangun tim yang profesional dan merakit pesawat pertama karya dari putra-putri bangsa Indonesia. Mendirikan dan membangun industri pesawat Indonesia.

Sumohadi

Menjadi pembisnis yang semakin sukses dan banyak dikenal diseluruh Indonesia. 

Bisa menjadi bagian dari tim profesional Habibie dan dapat ikut andil dalam proyek besar pembangunan pesawat pertama bangsa Indonesia.


Analisa SWOT & Five Forces model bagi Habibie

Analisis SWOT adalah sebuah perencanaan dengan mengidentifikasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threats) yang dilakukan oleh manajer. 

Analisis SWOT

Potential Strengths

Habibie memiliki keilmuan serta kecerdasan yang luar biasa. Dasar ilmu yang kuat tentang mesin ataupun pesawat diperoleh Habibie melalui pendidikannya yang sampai ke jenjang S3 di Jerman. Kredibilitas Habibie sudah diakui oleh para koleganya di Jerman. Habibie juga diberikan kepercayaan dan dukungan kuat oleh pemerintah Indonesia untuk dapat membangun bangsa Indonesia. Habibie difasilitasi mulai dari biaya, supply barang yang dibutuhkan, hingga pembentukan tim profesional dalam melakukan pengerjaan proyek pesawatnya.

Potential Opportunities

Habibie mendapatkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia maupun dari pemerintahan Indonesia. Pemerintah Indonesia juga menjanjikan akan memenuhi apapun yang Habibie butuhkan saat melakukan pengerjaan proyek pesawatnya. Habibie bahkan diberikan mandat dan jabatan penting di Indonesia hingga sampai menjadi presiden RI ke-3.

Potential Weakness

Habibie kurang pandai dalam mengatur atau mengelola pola hidupnya. Habibie menderita TBC, penyakit ini hampir merenggut nyawanya selama melakukan studi di Jerman. Saat ia menjabat dan diberikan mandate sebagai menteri, Habibie beberapa kali terlihat lupa meminum obat-obatannya. Habibie juga kurang pandai menjaga waktu istirahatnya. Hal ini terbukti pada saat Habibie tertidur di hangar proyek pesawatnya karena terlalu lelah dalam mengerjakan proyeknya. Habibie juga beberapa kali mendapat teguran dari istrinya yaitu Ibu Ainun. Ibu Ainun menegaskan Habibie untuk pandai menjaga kesehatannya, karena Habibie terlihat beberapa kali mengerjakan pekerjaannya hingga larut malam dan lupa istirahat serta meminum obatnya. 

Potential Threats

Dalam mencapai mimpi-mimpinya, Habibie seringkali berusaha dijatuhkan oleh beberapa oknum pemerintahan dan juga dari kalangan pembisnis besar. Oknum tersebut berusaha menjatuhkan dan memfitnah Habibie karena mereka tidak diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari proyek besar pembangunan pesawatnya.


Five Force Model Habibie

The level of rivalry among organizations in an industry

Pada masa kepemimpinan presiden Suharto, industri penerbangan di Indonesia masih didominasi oleh industri penerbangan dari negara asing. Harga dan akses masyarakat untuk menggunakan transportasi pesawat masih sangat mahal dan minim. Pesawat hanya bisa digunakan oleh sebagian kalangan saja. Dengan adanya proyek pembangunan pesawat ini, maka Habibie berkeinginan agar seluruh masyarakat Indonesia dapat terhubung dengan transportasi udara dengan harga yang lebih murah.

The potential for entry into an industry

Potensi untuk memasuki industri pesawat pada saat itu tentunya sangat sulit. Keterbatasan sumberdaya yang dapat membangun serta mengembangkan pesawat masih sangat terbatas. 

- The power of large suppliers

Pemasok input untuk pembangunan pesawat juga terbatas. Pada saat itu Indonesia melakukan impor input yang dibutuhkan untuk produksi dari negara lain. 

- The power of large customers

Habibie bercita-cita agar pembangunan pesawat ini dapat menghubungkan seluruh daerah di Indonesia hingga ke pelosok negeri dengan harga yang lebih murah. Masyarakat sangat antusias dan mendukung serta menantikan proyek ini akan terlaksana dan selesai dengan baik. Banyak sekali jumlah yang potensial untuk menjadi konsumen dari pesawat ini nantinya.

- The threat of substitute products

Moda transportasi lainnya selain pesawat tentunya dapat ditempuh oleh orang Indonesia melalui darat dan udara. Namun hal ini tentunya akan memakan banyak waktu perjalanan. Pesawat terbang akan menjadi lebih unggul daripada transportasi pengganti lainnya.

Analisa SWOT Sumohadi

Analisa SWOT

Potential Strenghts

Dalam menjalankan perannya, Sumohadi memiliki kekuatan politik dan juga back up dari beberapa kalangan elite di Indonesia. Tidak hanya dari kalangan pembisnis besar, dalam melancarkan aksinya Sumohadi juga didukung oleh beberapa oknum yang memiliki jabatan tinggi di pemerintahan. Sumohadi juga memiliki kekayaan serta kekuasaan tersendiri.

Potential Opportunities

Sumohadi berniat untuk ikut dalam proyek pembangunan pesawat Habibie, hal tersebut ia lakukan agar bisa memperoleh keuntungan serta kedudukan tertentu. Sumohadi melihat peluang yang sangat baik tentang kesuksesan proyek pesawat ini. Oleh sebab itu Sumohadi melakukan segala cara untuk bisa ikut andil dan menjadi bagian di dalamnya. 

Potential Weakness

Sumohadi menjalankan rencananya dengan cara licik. Tindakan suap yang dilakukan oleh Sumohadi merupakan tindakan illegal dan dapat dijerat oleh hukum.

Potential Threats

Ancaman yang dapat didapatkan oleh Sumohadi adalah para anggota dan pegawai yang bekerja secara jujur untuk Habibie. Rencana dan cara liciknya tersebut bisa saja dilaporkan dan ditindak secara hukum. Hal tersebut dapat mengancam keamanan Sumohadi.

SARAN

Formulating Function – Level Strategies

Strategi ini berfokus pada operasional, pemasaran, keuangan, dan juga sumber daya manusia (SDM).

Operasional

Perlu adanya standarisasi kerja, berupa waktu kerja, standar keselamatan pekerja, dan standar pelaksanaan operasional. 

Pemasaran

Pemasaran penggunaan moda transportasi udara dapat dilakukan secara komersil melalui layanan pertelevisian, radio, maupun surat kabar. Hal ini dapat dilakukan agar penyampaian informasi bisa sampai hingga ke pelosok wilayah Indonesia.

Keuangan

Dana yang didapatkan bisa bersumber dari pemerintah maupun Lembaga penelitian. Dana juga bisa diperoleh melalui pajak negara. Hal ini dikarenakan manfaat dari proyek yang akan dikembangkan nantinya untuk pembangunan yang lebih lanjut bangsa Indonesia. 

SDM

Perlu adanya riset serta pelatihan terhadap sumber daya manusia yang akan memasuki industri ini. Sumber daya manusia dapat dibentuk melalui lembaga pembelajaran yang berfokus mempelajari keilmuan tentang penerbangan, mesin pesawat, dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar SDM yang diperoleh lebih berkompeten dalam bidangnya.


Formulating Business – Level Strategies

Teori yang dikembangkan oleh porter ini menilai bagaimana seorang manajer dapat memilih sebuah strategi tingkat bisnis yang dapat direncanakan untuk mendapatkan keuntungan kompetitif pada pasar atau sebuah industri.

Differentiation Strategy

Strategi ini dapat dilakukan oleh Habibie dengan melakukan pembuatan pesawat yang memiliki perbedaan dari pesawat pesaingnya. Perbedaan tersebut meliputi desain, kualitas, layanan, ataupun teknologi yang digunakan lebih baik. 

Formulating Corporate – Level Strategies

Pada strategi ini focus utama dari tindakan seorang manajer adalah bagaimana merencanakan strategi pemilihan industri dan negara mana yang tepat bagi investasi perusahaan kedepannya untuk bisa mencapai visi dan misi organisasi atau perusahaan.

Concentration on a single industry

Cita-cita utama Habibie adalah dapat mengembangkan serta menghubungkan seluruh Indonesia baik dari jalur udara, darat, ataupun laut. Namun pada masa pemerintahan saat itu, Indonesia masih belum bisa dan memiliki industri penerbangan yang baik. Dalam mencapai tujuannya sebaiknya Habibie berfokus dalam pengembangan serta peningkatan mutu dari industri penerbangan.

Vertical Integration

Habibie bisa mendirikan lembaga riset untuk bisa memproduksi input pesawat di dalam negeri. Dalam film diceritakan bahwa input masih diperoleh dari luar negeri. Habibie bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk bisa mengembangkan industri untuk bisa menyuplai spare-part pesawat. Biaya dapat ditekan dengan murah karena memanfaatkan sumber daya dalam negeri yang ada dan kualitas dari input produksi tersebut dapat disesuaikan dan dijaga mutunya.

Diversification

Jika industri penerbangan dalam negeri sudah stabil, Habibie bisa mengembangkan lebih lanjut untuk mengembangkan moda transportasi darat seperti kereta api ataupun laut seperti kapal kargo.

International Expansion

Jika produk dari industri transportasi tersebut sudah stabil dan berkembang, industri pesawat terbang milik Indonesia bisa saja di ekspor ke negara berkembang lainnya yang memiliki teknologi yang lebih rendah.


Reference

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.

Penulis

Deasy Rike Rahmawati

472017

78 C - Yogyakarta


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format