Belajar Mengelola Konflik dari The Greatest Showman

Terlahir dari kelurga biasa, Barnum jatuh bangun menata hidup dan bisnis pertunjukannya. Bagaimana Barnum menyelesaikan masalah yang dihadapi?


1
1 point

Sinopsis

The Greatest Showman menceritakan perjuangan Phineas Taylor Barnum. Awalnya, PT. Barnum merupakan anak seorang penjahit pribadi seorang yang jahat yang kemudian Barnum jatuh cinta dan menikah dengan putri majikannya. Hidup Barnum kecil tidak mudah, terutama setelah ayahnya meninggal. Barnum sempat mencuri roti dan kemudian berjualan koran bekas. Seiring berjalannya waktu, P.T Barnum dewasa bekerja sebagai akuntan di salah satu perusahaan. Namun, perusahaan tersebut mendapatkan masalah kapal dagang yang mengantarkan pengadaan tenggelam dikarenkan badai. Hal tersebut menyebabkan P.T Barnum kehilangan pekerjaannya. Pada saat hari Barnum diberhentikan, dokumen perusahaan berupa akta kapal yang telah tenggelam tersebut dibawa dan disimpan oleh Barnum. Dengan dokumen tersebut, Barnum jadikan jaminan untuk meminjam dana kepada Bank untuk memulai usaha museum.

Setelah diberhentikan dari pekerjaannya, Barnum dan keluarga memulai merintis hidup. Museum yang dibeli oleh Barnum tidak berjalan dengan baik. Pada hari pertama museum dibuka, tidak ada pengunjung satu pun. Barnum mendapatkan inspirasi dari putrinya bahwa museumny membutuhkan sesuatu yang hidup. Barnum akhirnya memulai merekrut orang orang unik. Barnum ingin memulai bisnis pertunjukan. Pertunjukan ini mengundang perhatian, dan mendatangkan pengunjung. Meskipun demikian, bisnis pertunjukan yang menghasilkan ini menimbulkan konflik. Dari masalah yang terjadi, Barnum belajar dan Menyusun strategi sehingga menjadi alur cerita pada film ini 


Strategi dan Pengambilan Keputusan

Pada saat pertunjukan, terdapat jurnalis yang mengkritisi pertunjukan orang orang aneh P.T Barnum. Pertunjukan orang aneh yang dilakukan Barnum dikritik sebagai penipuan, yaitu ketidak sesuaian antara poster yang menjadi media promosi dengan kondisi pertunjukan. Kritikan tersebut dimuat di surat kabar di seluruh kota New York. Kritikan surat kabar tersebut, sempat menimbulkan konflik berupa sejumlah masyarakat kota mengunjungi “P.T Barnum Circus” dan mengejek pemain pertunjukan. Barnum bertindak cepat, untuk meminta karyawannya menginformasikan bahwa Barnum membuat promosi untuk pengunjung pertunjukan yang membawa surat kabar yang menuliskan kritikan mengenai “P.T Barnum Circus” akan mendapatkan setengah harga. Pada bagian ini menceritakan Barnum berperan penting dalam merancang dan melakukan strategi dalam perkembangan bisnis nya. Sejumlah rencana yang dieksekusi dengan tepat menjadi poin berkembangnya bisnis pertunjukan P.T Barnum. 

Menurut Jones and George (2020), Konflik yang dialami oleh Barnum pada scene ini adalah interorganizational conflict yaitu konflik organisasi dengan pihak luar, dimana pihak luar pada cerita ini adalah jurnalis. Sementara strategi yang dilakukan oleh Barnum adalah Single use strategy yaitu strategi yang diambil dikarenakan adanya protes atau kondisi yang tidak biasa. Strategi sendiri adalah sekumpulan keputusan menganai tujuan, tindakan yang diambil dan bagaimana megelola sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan. Terdapat 3 langkah strategi, yaitu

  1. Menentukan tujuan atau misi organisasi yang dapat membedakan dengan pesaingnya
  2. Menentukan cara untuk mencapai tujuan tersebut, dengan cara menganalisa kondisi pada waktu sekarang dan merumuskan strategi.
  3. Mengimplementasikan strategi dengan mengalokasi sumberdaya untuk mencapai tujuan.

Barnum mengimplementasikan 3 langkah tersebut secara cepat. Ketika meminjam sejumlah dana dari Bank, Barnum menginginkan seustu yang unik. Meskipun rencananya gagal, Barnum segera membuat formula strategi baru dan segera mengimplementasikan, begitu juga ketika ada kritik dari Jurnalis yang tersebar pada surat kabar. Selain itu, sadar kondisi pertunjukannya tidak memiliki citra yang baik, Barnum Menyusun strategi untuk merekrut Carlyle. 


Philip Carlyle adalah anak dari orang berada, drama teaternya sukses di London dimana dia membuat pertunjukan dan slelu mendapatkan perhatian masyarakat dikarenakan popularitasnya. Barnum langsung mendekati Carlyle untuk mengajaknya bergabung karena ingin menarget kelas atas dan membuat pertunjukan yang orang kelas atas inginkan. Carlyle sempat ragu, namun pada akhirnya ikut bergabung dengan Barnum. 


Bergabung nya Carlyle dengan P T Barnum Circus, membuka kesempatan untuk bertemu Ratu Victoria di Inggris. Pada saat pertemuan dengan Ratu Inggris, Barnum bertemu dengan Lynd seorang penyanyi opera yang berhasil dan cukup terkenal di Eropa. Melihat hal tersebut sebagai peluang, Barnum mengajak Lynd untuk tour pertunjukan opera dengan orchestra di Amerika.


Ketika Bisnis pertunjukannya berjalan, dan mendapatkan beberapa kesempatan lain dengan bergabungnya Carlyle, Barnum tidak berhenti untuk Menyusun strategi untuk pengembangan usahanya. Strategi Barnum ini disebut Unrelated Diversification dimana pertunjukan opera tidak berhubungan dengan pertunjukan circus, dan pemain circus barnum pun tidak ikut dalam pertunjukan opera tersebut.


Menurut Jones and Gorge (2020), terdapat 4 jenis strategi yang digunakan seorang manajer untuk membuat bisnisnya tumbuh yaitu:

  1. Concentration on single industry adalah membuat produk baru atau penambahan lokasi dimana pengembangan masih terdapat di industri yang sama
  2. Vertical integration adalah pengembangan lini usaha lain yang masih berhubungan dengan proses produk atau usaha yang dimiliki saat ini. Contoh pabrik baterai yang dimiliki Tesla karena mobil listrik membutuhkan baterai
  3. Diversification adalah upaya menambah bisnis baru dengan usaha yang berbeda dengan sebelumnya. Diversification dibagi menjadi Related Diversification yang masih berhubungan dengan indutri sebelumnya (contoh, Cimory yang sebelumnya produknya adalah yoghurt kemudian memproduksi susu) dan Unrelated Diversification yang tidak berhubungan dengan industry sebelumnya (contoh MAP yang diversifikasi berupa retail pakaian dan F&B). 
  4. International expansion adalah pengembangan bisnis ke negara yang berbeda.

Barnum beberapa kali meyakinkan pemainnya pada saat proses rekrutmen untuk bergabung dengan Barnum. Tidak hanya Carlyle dan Lynd, namun pada saat merekrut orang aneh yang menjadi titik awal bisnis pertunjukannya. Cara Barnum meyakinkan calon anggotanya adalah dengan menyajikan apa yang dibutuhkan. Seperti keinginan untuk dianggap, keinginan untuk bebas, dan keinginan untuk menjadi penyanyi opera yang lebih hebat lagi. 

Hal tersebut berhubungan dengan Needs Theory dalam memotivasi dan kepemimpinan manajer. Berdasarkan hirarki Maslow, manusia memiliki 5 dasar kebutuhan yaitu kebutuhan psikologi, keamanan, rasa memiliki, dihargai, dan aktualisasi diri. Dengan memberikan eksepektasi bahwa kebutuhan nya akan terpenuhi Barnum berhasil merekrut orang-orang yang dia inginkan untuk bekerjasama di bisnis pertunjukannya.

Konflik-konflik dalam Barnum’s Show

Setelah Lyn bergabung, Barnum berinvestasi untuk pertunjukan opera Lyn. Pemain circus nya (orang-orang unik) diberikan tempat yang tidak terlihat oleh penonton sehingga inti dari pertunjukan adalah Opera. Selain itu, pada pesta keberhasilan opera yang diadakan Barnum, pemain circus tidak diperbolehkan masuk ruangan. Hal tersebut memunculkan konflik internal atau disebut Interpersonal Conflict.


Pada bagian ini, konflik tidak berada di luar organisasi seperti konflik dengan jurnalis sebelumnya, namun konflik berada di dalam organisasi usaha yang dibangun Barnum. Berdasarkan ruang lingkup terjadinya konflik, dibagi menjadi 4 yaitu (1) Interpersonal Conflict (2) Intragroup conflict (3) Intergroup conflict (4) Interorganizational Conflict. Menurut Jones and George (2020) sumber konflik bisa dari 6 hal yaitu:

  1. Different goals and time horizon: sumber konflik yang berasal dari perbedaan tujuan dan perbedaan rentang waktu dalam bekerja. 
  2. Overlapping Authority yaitu sumber konflik berupa tumpang tindih otoritas atau tanggung jawab. Seperti middle manager dan top manager terkadang middle manager merasa memiliki otoritas untuk pengambilan keputusan, namun top level manager merasa pengambilan keputusan tersebut harusnya berasal dari top level management
  3. Task Interdenpencies yaitu sumber konflik berupa ketergantungan individu,kelompok, atau tim. Seperti tim digital marketing yang bergantung pada tim design saja misalnya.
  4. Different evaluation or reward system adalah sumber konflik dikarenakan adanya perndaan revard dan evaluasi dalam suatu tim,atau organisasi.
  5. Scarce Resources adalah sumber konflik ketika sumberdaya yang dimiliki perusahaan langka.
  6. Status inconsistencies adalah sumber konflik berasal dari adanya status individu dalam suatu tim atau organisasi yang tidak konsisten. Sebagai contoh, apabila di museum Barnum, Carlyle diminta untuk membantu Barnum namun anggota yang diistimewakan adalah Lyn atau anggota lain, maka akan terjadi status inconsistencies

Pada film The Greatest Showman sendiri konflik yang terjadi pada saat adanya perbedaan perlakuan antara pemain sirkus yang unik dengan Lynd, saat itu terjadi different reward system. Dimana reward berupa pesta hanya dihadiri oleh Barnum, Carlyle, dan Lynd padahal di awal mula rekrutmen Barnum menjanjikan kebutuhan untuk merasa dianggap akan terpenuhi. 


Selain dalam organisasi usahanya, konflik juga terjadi pada rumah tangga Barnum dimana modal untuk opera tour di Amerika adalah pinjaman dari Bank tetapi Barnum tidak mendiskusikan hal tersebut lebih dulu dengan istrinya. Overlapping Authority terjadi pada bagian ini. Barnum begitu yakin investasi opera tour akan memberikan return yang baik tetapi justru terdapat konflik interpersonal tersendiri dengan Lynd (penyanyi opera) yang memiliki tujuan berbeda pada saat tour dan mulai tidak profesional.


Penyelesaian konflik yang terjadi pada film adalah dengan kompromi dari tim sirkus Barnum, juga keluarga. Berdasarkan Jones and George (2020), cara menyelesaikan konflik selain kompromi dan berkolaborasi adalah denganAkomodasi, Avoidance, dan berkompetisi. 

  • Kompromi adalah penyelesaian konflik dengan kompromi dengan tujuan atau perpektif individu lain
  • Kolaborasi adalah penyelesaian konflik dimana perbedaan pendatan ini dikolaborasikan menjadi suatu tujuan Bersama yang baru.
  • Akomodasi adalah penyelesaian konflik dimanaketika satu pihak dengan kekuasaan yang lebih kuat dapat mengejar pencapaian tujuannya dengan mengorbankan pihak yang lemah.
  • Avoidance adalah penyelesaian konflik dengan cara mengabaikan masalah dan menganggap masalah tersebut tidak ada.
  • Kompetisi adalah penyelesaian konflik dengan cara melakukan kompetisi untuk mencapai tujuannya masing-masing.


Strategi penyelesaian konflik dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan fokusnya, yaitu strategi dengan fokus individu yang terdiri dari 1) Increasing awareness of the sources of conflict (2) Increasing diversity awareness and skill (3) Practicing job rotation or temporary assignments (4) Using permanent transfers or dismissals when necessary dan focuskeseluruhan organisasi yang berupa (1) Changing an organization’s structure or culture (2) Altering the source of conflict.


Pada kasus yang terjadi pada bisnis pertunjukan Barnum, selain kompromi yangtelah dilakukan kedua pilah pihak yaitu tim dan Barnum sendiri, Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah strategi penyelesaian konflik dengan fokus organisasi. Barnum memutuskan untuk berhenti menjadi pemimpin pertunjukan dan memindahkan wewenany kepada Carlyle. Langkah selanjutnya Barnum dapat melakukan Altering the source of conflict untuk memberikan alur yang jelas apabila di kemudian hari mendapatkan konflik Kembali bagi dari luar organisasi maupun di dalam organisasi bisnisnya. Selanjutnya, Barnum dapat lebih konsisten dengan pemenuhan kebutuhan tim nya dan mengenai kabar, Barnum dapat meminta media untuk meliput perpektif lain dari pertunjukan yang dibuatnya. Sebagaimana jurnalis yang memberikat kritik melalui surat kabar, yaitu perbedaan dalam satu panggung dapat disebut juga sebagai penyetaraan kemanusiaan.


Menghindari konflik lainnya adalah dengan menyatarakan perbedaan dengan adanya struktur alur organisasi yang jelas untuk memudahkan pembagian tugas dan pengambilan keputusan. Kisah Barnum diambil dari kisah nyata, namun pada di era sekarang ini contoh penyetaraan  dari perbedaan yang diimplementasikan oleh unilever. Pada laman unilever, salah satu menjadi value perusahaan adalah equality and diversity. Dengan adanya perbedaan, perusahaan dapat lebih berkembang namun juga konflik lebih terkelola dengan adanya equality (kesetaraan). 



Oleh:

Fadilla Aulia Rahma 


Referensi:

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill,  New York.

Trailer The Greatest Showman. Url: https://www.youtube.com/watch?v=AXCTMGYUg9A. diakses 08 Juni 2021

Unilever. URL: https://www.unilever.com/planet-and-society/equity-diversity-and-inclusion/ diakses pada 09 Juni 2021



Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format