Fyre (2019): Dibalik Festival Musik Terbesar dan Termewah yang Tidak Pernah Terjadi

Festival musik ini akan berlangsung selama akhir pekan di bulan April dan akan mengundang 400 selebritas termasuk komedian, model, aktor, aktris dan influencer.


1
1 point
Credit

A. Sinopsis 

Festival musik mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di Amerika Serikat saja, 32 juta orang pergi ke setidaknya satu festival musik setiap tahun. Dari jumlah itu, Nielsen Music melaporkan pada tahun 2014 bahwa 14,7 juta peserta adalah generasi milenial. Tidak mengherankan jika banyak calon pengusaha mulai menembus pasar ini, termasuk pendiri Fyre App, Billy McFarland. Pada tahun 2017 atas kolaborasi antara seorang Rapper Ja Rule dan Billy McFarland, mereka berencana untuk mengadakan sebuah festival musik bergengsi yang akan diadakan selama dua minggu di sebuah pulau pribadi terpencil di Bahama.


sumber : film FYRE 2019

Festival musik ini akan berlangsung selama akhir pekan di bulan April dan akan mengundang 400 selebritas termasuk komedian, model, aktor, aktris dan influencer. Acara yang dinamankan FYRE Festival ini juga mencakup pertunjukan musik yang berkelanjutan oleh band dan musisi papan atas.Meskipun 95% tiket terjual dalam waktu 48 jam dan festival terjual habis, entah bagaimana itu menjadi sebuah kegagalan yang sangat epik yang membuat Billy McFarland menjalani hukuman di penjara federal selama enam tahun.


Festival ini bermula dari dibentuknya bisnis platform pemesanan layaknya Uber namun platform ini digunakan untuk memudahkan orang-orang ketika ingin mengundang selebriti papan atas dalam acara mereka, aplikasi ini dinamakan FYRE. Untuk mempromosikan aplikasi ini tercetuslah keinginan untuk membuat festival musik. Tujuan dari acara tersebut adalah memperkenalkan produk aplikasi mereka dan memberikan pesta yang tidak terlupakan untuk sekitar 10.000 orang. Sebagian besar paket dari festival tersebut termasuk penerbangan ke Miami dan pesawat pribadi ke Bahama. Akomodasi yang didapat pada paket tersebut adalah villa mewah bagi sebagian besar peserta. Kapal pesiar mewah termasuk juga dalam beberapa paket. Pilihan makanan yang fantastis dijanjikan bersama dengan bartender yang siap membuat minuman tropis. Iklan untuk acara ini semuanya diambil di lokasi pulau pribadi dan dipromosikan oleh beberapa supermodel top yang bermain-main di ombak dengan koktail. 

Setelah acara itu benar-benar terjual habis, masalah segera dimulai. Pulau pribadi yang termasuk dalam iklan untuk festival itu terlalu kecil untuk 10.000 orang. Selain itu, sama sekali tidak ada infrastruktur di pulau itu. Tidak ada pipa ledeng, tidak ada listrik, tidak ada wi-fi dan tidak ada jalan di sana. Juga tidak ada villa untuk menampung para peserta. Para ahli yang bekerja bersama akan dipecat oleh Billy McFarland jika mereka memberi tahu tentang fakta penilaian yang sedang terjadi di lapangan. Jam terus berdetak, mereka hanya punya waktu berbulan-bulan untuk menyatukan ini semua.Gelombang pertama peserta festival disambut pada saat kedatangan dengan tenda pengungsi dan konstruksi yang belum selesai. Marah, mereka dengan cepat mendokumentasikan kondisi di tempat dan mempostingnya di media sosial. Internet merespons, dan sekarang, setelah menonton festival itu sebagai lelucon selama lebih dari setahun, layanan streaming mulai merilis temuan mereka sendiri tentang apa yang salah.


B. Managing & Management Thought

Keith (Logistic)


Andy King (Event Producer)



Four Task Management

Billy McFarland

Andy King (Event Producer) & Keith (Logistic)

Planning

Merencanakan strategi, menentukan tujuan dan menjalankan strategi yang telah dibuat.


Melakukan perencanaan dengan menentukan tempat dan strategi marketing tanpa membuat strategi operational



Andy menyarankan untuk melakukan strategi dengan mendesain dan melakukan penggalangan dana terlebih dahulu


Organizing

Membuat adanya struktur kerja sehingga setiap anggota didalamnya  dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis.


Merekrut orang-orang yang terbaik di bidang mereka masing-masing untuk bekerja sama membuat festival tersebut



Dalam hal organizing, Keith dan Andy tidak bertugas untuk membuat struktur kerja dalam bisnis tersebut

Leading

Kemampuan dalam memimpin tim untuk mencapai tujuan.


Billy mampu mendapatkan modal dalam menjalankan bisnisnya namun dalam hal memimpin, Billy belum memiliki kemampuan yang baik



Dalam hal leading, Keith dan Andy tidak dapat memimpin jalannya bisnis karena semua keputusan dan kepemimpinan dipegang oleh Billy

Controlling

Mengevaluasi dan mengontrol perkembangan dalam mencapai tujuan.


Billy tidak mampu mengontrol masalah dan konflik yang muncul, dia hanya mau mencapai tujuan tanpa fokus pada masalah



Keith & Andy selalu mengevaluasi dan mengontrol perkembangan sehingga mereka mengetahui bahwa ada yang tidak beres

Managerial Roles

Billy McFarland

Andy King (Event Producer) & Keith (Logistic)

Decisional



Billy merupakan seorang entrepreneur karena dia berusaha untuk mengembangkan bisnisnya dengan ide-ide yang ada



Andy melakukan hal-hal korektif yang dapat dia dilakukan sebisa mungkin untuk mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi 

Interpersonal



Dia merupakan pemimpin yang mampu untuk mendapatkan kepercayaan dari para investor sehingga dia merupakan pemimpin yang Liaison



Andy King & Keith sebagai orang yang ditugaskan untuk mengatur event ini berusaha untuk membuka pemikiran dari Billy, melihat tujuan, proses pencapaian dan masalah-masalah yang dihadapi


Informational


Billy merupakan pemimpin yang spokesperson, karena dia berusaha terus-terusan memperkenalkan produk dan event mereka dengan mempromosikannya di media tv maupun media sosial



Andy & Keith merupakan pihak monitor karena segala pengambilan keputusan berpusat pada Billy

Management Thought

Billy McFarland

Andy King (Event Producer) Keith (Logistic)

Behavioral Management



Pilihan management thought yang tepat adalah behavioral management thought dimana Billy seharusnya dapat memotivasi, mendorong dan bekerja sama dengan baik denga karyawan dan timnya untuk mencapat tujuan mereka


Behavioral management thought adalah pilihan yang tepat yang seharusnya dilakukan dalam mencapai tujuan mereka bersama

Keith merupakan seorang pilot yang awalnya membawa Billy dan teman-temannya untuk liburan ke pulau Bahama. Setelah itu ia dipekerjakan sebagai bagian logistik karena sangat mengetahui dan mengenal pulau tersebut. Keith merancang pemetaan dan segala hal yang dibutuhkan untuk festival tersebut dan didapati bahwa pulau tersebut tidak dapat menampung banyak orang sehingga dia memunculkan idenya dengan menambah kapal pesiar sebagai tempat tinggal. Selain itu dia menentang beberapa keputusan dari Billy, salah satunya untuk menggunakan tenda namun karena dia dianggap terlalu banyak memunculkan masalah sehingga dia dikeluarkan dari tim mereka. Andy King yang adalah event producer dihubungi Billy sebagai pemimpin baru dan diharapkan dapat memberikan solusi. Namun masalah besar dihadapinya, dia bahkan diminta untuk bertanggung jawab atas masalah-masalah yang muncul. Billy dianggap sebagai seorang entrepreneur yang sukses namun dia tidak dapat memimpin timnya disaat masalah-masalah muncul.

Saran :

sumber : Jones,dkk (2020). Contemporary Management 11th Edition


Jones,dkk (2020) dalam bukunya Contemporary Management mengatakan bahwa cara untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya dalam suatu bisnis secara efisien dan efektif adalah dengan melakukan planning, organizing, leading dan controlling. Sebelum diadakan festival tersebut seharusnya hal yang dilakukan adalah dengan membuat tim yang bertugas untuk menyusun rencana strategi operasional, strategi promosi dan strategi keuangan yang matang. Karena hal yang ditemukan pada Fyre festival ini adalah ketika Billy McFarland & Ja Rule mendapatkan ide untuk melakukan festival maka mereka langsung membuat segala promosi besar-besaran dan menjual tiket tanpa adanya strategi operasional yang baik untuk menyediakan akomodasi dan infrastruktur pada pulau yang mereka gunakan. Jika didapati bahwa pulau tersebut tidak dapat menampung banyak orang, hal kedua yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan lokasi festival ke tempat yang lebih memungkinkan atau menunda penyelenggaraan festival tersebut sampai akomodasi dan infrastruktur dapat terlaksana dengan baik. 


C. Managers as a Planner and Strategist

SWOT Analysis

Fyre App & Festival

Strength





◦ Fyre app dipimpin oleh Billy McFarland yang merupakan seorang entrepreneur yang sukses dengan bisnis sebelumnya dan Ja Rule yang adalah seorang rapper yang memiliki jaringan dengan para selebriti papan atas 

◦ Tim Fyre adalah orang-orang yang ahli dibidangnya masing-masing

◦ Bisinis platform pertama yang menyediakan fasilitas untuk dapat mengundang selebriti papan atas



Weakness




◦ Kurangnya pengalaman dalam membuat suatu festival musik

◦ Tidak ada strategi yang matang 

◦ Tidak ada bagian keuangan yang dapat mengontrol pengeluaran dengan baik























Opportunity





◦ Banyak investor yang tertarik dan percaya untuk memberikan investasi mereka pada bisnis Fyre

◦ Adanya pertumbuhan acara festival musik








Threat





◦ Kurangnya akomodasi dan infrastruktur pada pulau yang dituju untuk menunjang pembuatan festival musik tersebut

◦ Kompetitor lain yang memiliki ide yang sama dan modal yang lebih besar

Five Forces


Level of rivalry in an industry

Tingkat persaingan untuk bisnis aplikasi nya sendiri platform Fyre ini merupakan aplikasi pertama yang memunculkan ide mereka namun untuk bersaing di industri festival musik, Fyre jauh di bawah karena mereka belum sama sekali memiliki pengalaman untuk membuat festival musik


Potential for new entrants

Ancaman munculnya pemain baru untuk menyaingi bisnis mereka adalah hal yang sangat mungkin karena zaman sekarang adalah era teknologi digital sehingga setiap orang yang memiliki modal dan koneksi yang luas dapat masuk ke bisnis ini


Power of large suppliers

Perusahaan ini khususnya Billy McFarland memiliki investor-investor yang sangat mempercayai dia sehingga mereka mau menempatkan investasi mereka untuk sebagai modal pada bisnis tersebut dengan adanya modal tersebut mereka mampu membeli setiap keperluan yang dibutuhkan untuk menunjang yang diperlukan oleh event mereka


Power of large customers

Dengan gencarnya promosi yang dilakukan, mereka mampu menjual 95% tiket festival mereka hanya dalam waktu 48 jam. Sehingga terlihat bahwa begitu banyak antusiasme dari customer terhadap bisnis mereka 


Threat of substitute products

Untuk bisnis Fyre dibagian aplikasinya mereka belum memiliki pesaing sehingga belum ada aplikasi pengganti dari Fyre tersebut namun untuk festival musik sendiri, sudah banyak pihak-pihak penyelenggara yang sering mengadakan festival musik walaupun belum ada yang mengadakan di pulau kecil seperti rencana dari Fyre Festival ini

SWOT Analysis dan Five Forces Model digunakan pada kasus ini untuk mengevaluasi posisi dari perusahaan Fyre ini secara internal dan eksternal dan melihat potensi perusahaan untuk masa sekarang dan masa depan. Sehingga dengan adanya analisa ini makan dapat ditarik kesimpulan serta saran yang tepat yang seharusnya digunakan oleh Fyre. Fyre merupakan perusahaan yang memiliki competitive advantage karena perusahaan ini adalah perusahaan pertama yang mendirikan platform untuk mengundang selebriti papan atas hanya dengan satu aplikasi, selain itu banyak investor yang mau untuk berinvestasi pada bisnis ini. Untuk memperkenalkan produk tersebut, mereka membuat suatu festival musik besar-besaran dengan tidak adanya pengalaman untuk membuat event tersebut namun dengan kepercayaan diri yang kuat dan bermodalkan investor yang banyak dan tim yang terbaik dibidangnya mereka berusaha untuk membuat festival tersebut dan berujung dengan kegagalan karena promosi yang sangat menarik namun dengan strategi operasional yang sangat kurang sehingga munculnya banyak hutang pada investor, supplier bahkan pada karyawan-karyawan yang bekerja untuk mereka.

Saran :

sumber : ilfusion.com             
sumber : kompasiana.com

Setelah melihat analisis SWOT dan Five Forces dari Fyre App & Festival ini, saran yang akan diberikan oleh penulis adalah dengan membuat strategi bisnis seperti yang dikatakan oleh Jones,dkk (2020) bahwa strategi bisnis dapat terbagi menjadi 3 level yaitu level bisnis, level korporat dan level fungsional. 

Strategi level bisnis

Strategi level bisnis yang tepat menurut saya adalah dengan strategi low-cost. Fyre merupakan bisnis yang sudah sangat baik dalam hal diferensiasi karena mereka berusaha untuk berbeda dengan yang lain sehingga muncul ide-ide yang sangat baik namun menghabiskan biaya yang besar. Sehingga dibutuhkan adanya tim yang bertugas untuk menghitung dan mengontrol budget sehingga pemasukan dan pengeluaran dapat terkontrol dengan baik dengan pemotongan biaya-biaya yang tidak perlu.

Strategi level korporat

Strategi level korporat yang seharusnya diambil oleh Fyre adalah Concentration On A Single IndustryMereka seharusnya lebih berfokus pada pengembangan dan kreatifitas promosi aplikasi mereka dengan melakukan promosi yang tidak perlu mengeluarkan biaya dan tenaga yang sangat banyak. Contohnya festival musik dapat diadakan tidak perlu di pulau terpencil karena membutuhkan pengeluaran yang lebih banyak.

Strategi level fungsional

Pada strategi level fungsional, hal yang harus diperhatikan oleh Fyre adalah pertama dalam hal marketing atau pemasaran. Promosi yang dilakukan oleh bisnis sangat baik, mereka bekerja sama dengan perusahaan advertising yang sangat terkenal dan bahkan membayar para supermodel untuk menjadi bintang dalam video promosi mereka. Namun kurangnya strategi yang matang membuat video promosi ini terkesan mewah dan menjanjikan walaupun apa yang dijanjikan pada video tersebut belum dapat direalisasikan dengan baik. Setidaknya hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan membuat strategi yang matang dan baik setelah itu baru mereka dapat membuat video promosi sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Selain itu, mereka juga harus memperhatikan kebutuhan human resource sehingga dapat terlihat kebutuhan dan biaya yang diperlukan untuk membayar karyawan serta tim yang bekerja dalam pembuatan festival tersebut.


D. Managing Conflicts and Negotiation 


Billy McFarland

Marc Weinstein (Music Festival Consultant)

Tipe Konflik 

Interpersonal Conflict


Billy berpikir bahwa mereka harus tetap konsisten pada keputusan awal dengan tidak membatalkan kedatangan orang-orang dan fokus pada solusi


Marc merasa bahwa acara ini tidak dapat menampung orang yang sangat banyak sehingga mereka harus membatalkan beberapa orang agar acara dapat tetap berlangsung dengan jumlah orang yang lebih sedikit

Sumber Konflik 

◦ Scarce Resources

◦ Status Inconsistencies


Festival yang akan diadakan pada pulau terpencil ini membuat mereka membutuhkan uang yang banyak dan infrastruktur yang baik. Namun Billy terus berusaha untuk membuat hal ini menjadi nyata, dengan status Billy yang merupakan pemilik perusahaan Fyre ini menjadikan karyawannya tetap mengikuti arahan dari Billy yang kelihatannya tidak masuk akal


Marc bersama dengan tim yang lain hanya bisa mengikuti arahan dari pemilik perusahaan yaitu Billy McFarland karena mereka dianggap tidak memiliki otoritas untuk memberikan keputusan

Strategi Konflik Manajemen 

Avoidance


Ketika konflik muncul, hal yang dilakukan oleh Billy sebagai seorang pemimpin adalah dengan menolak masukan dan nasihat dari timnya


Marc dan tim yang lain berusaha untuk memberikan fakta yang ada namun ditolak oleh Billy

Strategi fokus pada individu 

◦ Using permanent transfers or dismissals when necessary

◦ Increasing awareness of the sources of conflict


Billy melakukan pemecatan ketika timnya tidak memberikannya solusi namun kenyataannya mereka memberikan fakta yang terjadi


Marc membuat suatu langkah ketika melihat adanya konflik pada rencana mereka. Namun, ide darinya selalu ditolak oleh Billy


Strategi fokus pada organisasi 

Altering the source of conflict


Billy terus bertahan dengan tujuannya yang tidak jelas walaupun sudah ada konflik didalamnya



Marc mengetahui sumber konflik yang ada sehingga dia mau untuk mengubah keadaan namun tidak bisa

Dalam proses pembuatan Fyre Festival, didapati banyak sekali konflik yang terjadi antara Billy dengan timnya. Namun yang ingin saya angkat adalah tipe konflik Interpersonal Conflict yang ditemukan pada film ini, dimana terjadinya konflik antar Billy McFarland dengan salah satu timnya yaitu Marc Weinstein. Marc Weinstein adalah seorang festival musik konsultan yang dipekerjakan oleh Billy untuk menyelenggarakan festival musik ini. Mark merasa bahwa festival ini mustahil dilakukan pada suatu pulau kecil dengan keterbatasan modal, waktu dan infrastruktur. Namun karena awalnya dia percaya pada Billy maka dia menerima tawaran pekerjaan tersebut. Saat masalah mulai bermunculan, Marc berusaha untuk menyampaikannnya pada Billy dengan meminta tim mereka untuk membatalkan tiket para influencer karena mereka tidak membayar untuk festival ini walaupun mereka diminta untuk memposting festival ini pada media sosial mereka sehingga para influencer ini mendapatkan tiket gratis untuk mengikuti festival tersebut namun Billy menolak untuk mendengarkan nasihat dan masukan dari Marc, bahkan beberapa tim sebelumnya juga telah dipecat karena dianggap tidak memberikan solusi kepada Billy. Billy menginginkan bahwa acara ini dapat terjadi sesuai dengan rencana awal tanpa mau melihat fakta yang ada dan tanpa mau melihat masalah yang ada. Dia berpikir bahwa orang-orang ini dipekerjakan untuk memberikan solusi bukan fokus pada masalah yang ada.

Saran :

sumber : Jones,dkk (2020). Contemporary Management 11th Edition
Hal yang seharusnya dilakukan oleh Billy McFarland adalah mencari tahu sumber konflik yang ada dan tidak menghindar dari konflik tersebut. Ketika konflik muncul maka mereka dapat melakukan negosiasi integrative bargaining. Menurut Jones,dkk (2016) pada bukunya Contemporary Management, ada lima strategi untuk memfasilitasi integrative bargaining yaitu emphasizing superordinate goals, focusing on the problem, not the people, focusing on interests, not demands, creating new options for joint gain dan focusing on what is fair. Point yang ingin saya jadikan solusi yaitu di bagian creating new options for joint gain. Dimana Billy seharusnya mampu mendengarkan masukan dan nasihat dari timnya sehingga mereka dapat menghasilkan win-win solution. Billy yang mengharapkan acara ini tetap berlanjut sedangkan timnya merasa bahwa mereka tidak sanggup memberikan akomodasi kepada 10,000 orang dengan waktu yang sangat singkat. Dengan adanya strategi negosiasi, mereka harusnya mengambil jalan tengah dengan membatalkan beberapa orang baik yang sudah membayar maupun yang tidak membayar agar mereka sanggup menampung orang-orang yang tersisa dan acara tetap berlanjut sesuai rencana. Atau mereka dapat membuat acara ini dalam beberapa periode sehingga tidak semua orang datang di pulau tersebut secara bersamaan.

E. Best Practice

sumber : medcom.id 

Coachella adalah event festival musik terbesar yang diperkenalkan oleh Paul Tollet dan perusahaannya, Golden Voice. Coachella menampilkan artis musik serta artis baru dan grup yang bersatu kembali. Ini adalah salah satu festival musik terbesar, paling terkenal, dan paling menguntungkan di Amerika Serikat dan bahkan dunia. Hal yang dapat diambil dari Coachella Festival ini yang tidak dilakukan oleh Fyre Festival adalah :

1. Mereka membagikan konten tentang berbagai topik untuk menarik engagement

2. Anda akan menemukan lebih dari 40 restoran dan truk makanan terbaik di Los Angeles

3. Yang paling penting adalah mereka membuat strategi dari jauh hari

4. Dan menyiapkan segala akomodasi dan infrastruktur yang terbaik, bahkan satu bulan setelah festival, mereka merilis informasi tentang event berikutnya untuk melihat target pasar mereka.

Untuk itu, strategi dan persiapan yang matang adalah hal yang sangat penting untuk suatu perusahaan atau bisnis dalam mencapai tujuan akhir mereka. Hal tersebut adalah hal yang dilupakan oleh Billy McFarland sebagai pemimpin dari Fyre ini.



Artikel ini telah di cek antiplagiarism via website https://www.duplichecker.com/

Penulis :

Bellatrix Kezia – 78C (472008)


Sumber :

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York

https://kuwkayla.home.blog/2019/02/07/fyre-festival-the-greatest-party-that-never-happened/ (gambar thumbnail)

https://www.wnpl.info/movie-review-fyre-the-greatest-party-that-never-happened/

https://www.thejakartapost.com/life/2019/02/07/the-economics-behind-fyre-festival-the-greatest-party-that-never-happened.html

https://www.soundoflife.com/blogs/experiences/6-reasons-why-coachella-became-the-greatest-music-festival-in-the-world

https://irisemedia.com/blog/5-lessons-we-can-learn-from-coachellas-brilliant-social-media-strategy/

https://www.medcom.id/hiburan/musik/GKdJDwAb-festival-musik-coachella-akan-kembali-digelar-april-2022 (gambar thumbnail)




Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format