Kisah Kegagalan Walt Disney dalam Merintis Binisnya hingga Menjadi Besar (Walt Before Mickey))

Sebelum mencapai titik kesuksesannya, Walt berulang kali mengalami kegagalan bisnis yang memang disebabkan oleh berbagai faktor.


1
1 point

1919 1928 Walt before Mickey,Disney's Early Years mimbarschool.com.ng

SINOPSIS    

Film “Walt Before Mickey” (2015) menceritakan kisah seseorang bernama Walt Elias Disney yang sejak kecil memiliki ketertarikan dengan dunia gambar. Film “Walt Before Mickey” dimulai dengan menceritakan masa kecil Walt Disney yang tumbuh di keluarga petani. Meskipun keluarganya tidak mendukungnya dan beberapa kali mencemooh, ia tetap gigih memperjuangkan mimpinya menjadi seorang animator.

Bertahun-tahun berlalu, Walt Disney dewasa pindah ke Kansas dan tinggal menumpang di rumah saudaranya, Roy Disney. Di Kansas, Walt mengawali karir pertamanya menjadi seniman di Pesmen-Rubin Commercial Art Studio. Ia bertemu dengan rekannya sesama seniman, Ub Iwerks. Namun sayang, Walt dan Ub hanya bekerja beberapa minggu di Pesmen-Rubin dikarenakan pendapatan perusahaan mengalami penurunan.

Walt yang melihat bakat menggambar Ub pun mengajak Ub untuk membangun bisnis mereka sendiri. Mereka menamai bisnis mereka dengan Iwerks-Disney Commercial Artist, dengan berlokasi di bekas kandang kuda. Seiring waktu mereka menambah karyawan baru, Fred dan Hugh Harman. Walt dengan idenya dibantu rekan-rekan animatornya membuat karya animasi pertamanya untuk ditawarkan ke Teater Frank L. Newman. Newman pun menyetujui tawaran Walt untuk memutar animasinya di Teaternya. Walt yang masih awam dengan dunia bisnis, menjual hasil karyanya sesuai dengan biaya pembuatan, tanpa menambahkan biaya profit.

Walt pun mencoba mencari investor untuk mengembangkan bisnisnya. Ia kemudian pindah ke lokasi yang lebih layak bersama rekan-rekannya dan menamai studio barunya dengan “Laugh-O-Gram”. Bisnisnya mulai berkembang dan Walt menambah karyawan baru, Friz Freleng dan Rudy Ising. Waktu berselang, studio “Laugh-O-Gram” mengalami kesulitan keuangan. Walt tidak dapat membayar biaya sewa dan tidak bisa menggaji para karyawannya. Masalah keuangan semakin rumit saat Newman menghentikan kerjasamanya dengan Laugh-O-Gram. Walt yang kehilangan satu-satunya pemasukan pun mencari cara untuk tetap mempertahankan Laugh-O-Gram. Ia pun mencoba menghubungi Margaret J. Winkler, distributor terkenal di New York untuk menawarkan kerjasama dengan Laugh-O-Gram membuat serial The Alice Comedies. Sayangnya, masalah terus berlanjut, rekan-rekannya memilih meninggalkan Laugh-O-Gram karena Walt tidak bisa menggaji mereka. Sebelum serial The Alice Comedies selesai, Studio Laugh-O-Gram dinyatakan bangkrut.

Walt pun pindah ke Los Angeles, menggantungkan finansialnya pada saudaranya Roy dan bantuan dana pensiun dari pemerintah. Walt kemudian menyelesaikan project The Alice Comedies seorang diri. Ia pun menghubungi kembali Margaret Winkler untuk meneruskan kerjasama dan mengirimkan The Alice Comedies ke Winkler. The Alice Comedies pun disetujui oleh Winkler dan suaminya Charles Mintz. Walt kemudian mengajak Roy untuk ikut mengelola keuangan bisnisnya, dikarenakan Roy lebih paham bisnis dibandingkan Walt, yang kemudian dinamakan Studio Disney Brothers. Walt kemudian mengajak kembali rekan-rekan lamanya di Laugh-O-Gram untuk bergabung ke Disney Brothers.

Serial The Alice Comedies pun dibuat, Walt bertemu dengan Mintz untuk bernegosiasi terkait dana pembuatan serial The Alice Comedies. Namun, Mintz tidak dapat memberikan bayaran lebih kepada Disney Brothers, ia mengatakan bahwa pengajuan hak cipta The Alice Comedies sudah diatasnamakan Margaret Winkler di saat Walt mengirimkan karya asli The Alice Comedies untuk mereka. Walt pun kembali ke Los Angeles dengan tangan kosong dan harus kehilangan hak cipta karyanya sendiri. Timbulnya masalah antara Mintz dan Disney Brothers membuat Mintz meragukan proses pembuatan The Alice Comedies. Mintz pun mengutus saudara iparnya, George Winkler untuk menjadi supervisor di Disney Brothers.

Waktu berlalu, serial The Alice Comedies pun selesai, Walt mendapat project baru pembuatan animasi Oswald the Lucky Rabbit untuk Universal Studio. Sayangnya, Walt mendapat kendala keuangan, ia menggunakan pendapatan Disney Brothers untuk difokuskan ke pembuatan Oswald the Lucky Rabbit. Rekan-rekan animatornya pun mulai mengeluhkan bahwa mereka tidak mendapatkan bayaran selama beberapa bulan terakhir. Walt pun pergi ke New York untuk bernegosiasi guna mendapatkan dana lebih pembuatan Oswald namun hasilnya nihil. Walt pun mendapatkan tawaran terakhir dari Mintz, dengan persyaratan seluruh kepemilikan Disney Brothers menjadi milik Mintz. Walt pun menolak tawaran tersebut dan memilih meninggalkan kerjasamanya dengan Mintz dan tidak melanjutkan project Oswald. Selama Walt di New York, George Winkler yang mengetahui Disney Brothers mengalami kesulitan keuangan, membujuk para animator untuk keluar dari Disney Brothers dan bergabung dengan Mintz. Walt pun kehilangan rekan-rekan animatornya dan hanya Ub yang memilih bertahan dengannya.

Walt yang lagi-lagi kehilangan karyanya, memutuskan menjadi bos untuk dirinya sendiri dan tidak bekerja berdasarkan permintaan orang lain. Walt pun membuat karakter baru dibantu oleh Ub, karakternya tersebut dinamakan Mickey Mouse. Mickey Mouse pun diproduksi dan ditayangkan pertama kali di tahun 1928 dengan feedback yang baik dari penontonnya. Mickey Mouse pun menjadi awal kesuksesan besar Disney hingga dapat menjadi perusahaan hiburan terbesar seperti saat ini.

Sumber: Movieclips Indie Youtube Channel

Sejak kecil ketika masih bersama orang tuanya yang keluarga petani, Walter sudah menjadi anak yang sangat menyukai seni. Kebiasaannya mencoret-coret tembok rumah selalu menjadi kemarahan bapaknya. Tetapi atas bakat yang dimilikinya, Walter ingin menjadi seniman dengan juga dukungan kakaknya.

MANAGING CONFLICTS, POLITICS, AND NEGOTIATION

Pada alur cerita film “Walt Before Mickey” banyak diceritakan soal konflik-konflik yang dihadapi oleh Walter pada perjalanan panjangnya dalam membangun bisnis animasi miliknya. Konflik yang banyak terjadi mengenai penggunaan anggaran yang tidak bijaksana dari organisasi-organisasi yang terjadi beberapa kali. Berikut tipe, sumber dan pengelolaan konflik dijabarkan dalam table berikut:

Managing Conflict


Macam Teori

Permasalahan

Tipe Konflik

Intepersonal Conflict (Konflik yang terjadi antara individu dalam sebuah organisasi)

Konflik yang banyak terjadi dalam perjalanan bisnis ini adalah soal penggunaan anggaran, terlebih ketika terjadinya perbedaan pendapat antara Walter dengan Roy soal penggunaan anggaran. Walter dirasa kurang memiliki pemahaman soal bisnis yang mengakibatkan konflik-konflik tersebut muncul.

Sumber Konflik

Different Goal and Time Horizons (Perbedaan Tujuan dan Cakrawala Waktu)

Pada sumber konflik di cerita ini lebih mengacu pada teori Different Goal and Time Horizons, karena adanya perbedaan pemahaman dan tujuan dari Roy dan Walter soal penggunaan anggaran. Roy lebih memahami bagaimana cara menggunakan keuangan, sedangkan Walter terlalu berambisi dan kurang memperhitungkan penggunaan anggaran.

Pengelolaan Konflik

Collaboration (Kolaborasi)

Dalam menghadapi konflik yang banyak terjadi, Roy dan Walter lebih menerapkan teori Collaboration, meskipun banyak sekali terlibat kesulitan menyamakan pendapat,mereka mampu mengatasi dengan lebih memahami bagaimana cara penggunaan anggaran yang baik bagi sebuah organisasi hingga akhirnya mereka dapat berhasil dengan meluncurkan animasi terbaiknya yaitu “Mickey Mouse”.



Negotiation

Negosiasi merupakan salah satu teknik konflik yang sangat penting untuk manajer ataupun anggota organisasi yang lain guna mengelola suatu konflik dengan kekuasaan atau tingkatan yang sama. Pada cerita film “Walt Before Mickey” jenis negosiasi utama yang terjadi mengacu pada jenis negosiasi “Tawar Menawar Integratif”. Pada cerita ini Walt dan Roy menyelesaikan permsalahan keuangannya dengan lebih saling bijak untuk menggunakan anggaran keuangan pada organisasi mereka. Jika tidak adanya negosisasi, maka permasalahan konflik soal yang berbeda pemahaman dari Roy dan Walt akan menjadi berkepanjangan, sehingga tidak akan menjadi atas usaha yang mereka jalankan.

Politik Organisasi

Dalam cerita “Walt Before Mickey” terdapat pengaruh politik dalam sebuah organisasi dengan tujuan merebut hak cipta salah satu animasi proyek ciptaan Walter yang berjudul Alice. Seorang tokoh bernama George melakukan hal licik dengan mengirim suruhan untuk berpura-pura bekerja pada perusahaan Walter, tetapi George memerintah orang itu untuk melakukan pencurian hak cipta, serta dapat melakukan pengaruh yang bersifat politik kepada para karyawan Walt sehingga mau berpindah dari perusahaan Walt kepada perusahaan George.



Disini Walt bertemu dengan Ubbe yang ia yakini memiliki bakat yang sama soal seni, maka Walt mengajak Ubbe untuk melakukan bisnis soal animasi yang sedang mereka tekuni pada pekerjaanya. Mereka berdua mencoba menjalankan suatu rencana tanpa memiliki bekal yang cukup soal bisnis.


Disini pertama kalinya hasil karya mereka terjual, tetapi karena pemahaman bisnis mereka yang sangat lemah, mereka tidak menjual dengan keuntungan, hanya sebatas menjual dengan menutup harga produksi saja. Disinilah awal mula permasalahan soal keuangan mereka dimulai.

Permasalahan keuangan yang semakin parah dan berlanjut, membuat studio Laugh o gram yang mereka dirikan harus bangkrut karena tidak cukupnya keungan mereka untuk mempertahankan bisnisnya.

DECISION MAKING, LEARNING, AND CREATIVITY

Decision Making

Setiap kali akan merencanakan atau membangun bisnis, seseorang perlu menentukan berbagai macam keputusan, misalkan seperti apa bisnis yang akan dibangun, seberapa besar modal yang dimiliki, dimana lokasi bisnis, hingga apa strategi yang akan dilakukan. Dalam ini penulis akan mencoba menjabarkan cerita film “Walt Before Disney” dengan teori-teori yang ada pada Decision Making, karena dalam cerita di film ini banyak terjadi pengambilan keputusan yang bisa dikategorikan kurang bijak dan ada pula yang bisa di kategorikan sudah baik.

Nonprogrammed Decision Making

Pada setiap pengambilan keputusan dalam cerita “Walt Before Mickey”, Walter sebagai tokoh utama dalam cerita ini menjadi yang paling banyak mengambil keputusan. Terlebih sejak awal cerita Walter juga yang memiliki kegigihan dalam memiliki bisnis animasi atas bakat yang ia miliki. Tetapi, beragam keputusan yang di ambil Walter terkesan tidak pernah terprogram, hasilnya nonprogrammed decision making ini menjadi sangat merugikan. Hampir setiap keputusannya spontan, dan kurang dipertimbangkan apa akibat yang dapat terjadi. Dalam cerita Walter sering sekali berinisiasi menjalankansuatu rencana, tetapi rencana yang ia rencanakan harus selalu terwujud dengan kurang memikirkan anggaran yang dimiliki, bahkan kerap sekali menjadi rugi atas ke tergesa-gesaan Walter itu sendiri.

Steps Decision Making

Keterangan

Recorgnize the need for decision


Dibutuhkan keputusan untuk mengerti bagaimana mengambil keputusan kedepannya untuk memulai perjalanan bisnisnya, sejak kebutuhan modal, lokasi membuka bisnis, maupun kemana akan menjualnya.

Generate Alternative


Setelah mengetahui apa-apa saja yang perlu direncanakan, Walter sebaiknya juga memahami bagaimana menjalankan rencana-rencana tersebut beserta alternatifnya. Terlebih dalam animasi ini Walter dapat menentukan kepada siapa karyanya akan di jual dengan harga layak dan mendapatkan keuntungan.

Asses Alternative


Legalitas

Secara legalitas Walter sangat perlu, karena melindungi karyanya harus menggunakan hak cipta yang resmi agar tidak dapat diambil alih oleh pihak lain seperti yang terjadi beberapa kali pada organisasi sebelumnya yang dijalankan Walter.

Etika

Secara etika semua organisasi yang didirikan oleh Walter memiliki etika yang kurang baik dari segi antar karyawan, karena merintis bisnis bersama yang tidak memiliki struktur kepemimpinan yang kuat.

Kelayakan Ekonomi

Seluruh biaya dipertimbangkan untuk proses perencanaan bisnis agar mampu menjadi bisnis yang layak. Peran Roy mampu setidaknya memberikan pertimbangan kepada Walter atas penggunaan biaya dalam menjalankan proses bisnisnya.

Kepraktisan

Kepraktisan pada perintisan bisnis ini kurang praktis, karena persiapan yang kurang matang dan pemahaman bisnis yang kurang memadai.

Choose among alternative

Dari pertimbangan-pertimbangan dan alternatif yang ada, Walter perlu memilih mana alternatif terbaik yang mesti dijalankan. Alternatif terbaik dari bisnis ini yaitu efektifitas anggaran serta pelindungan karya dengan hak cipta yang perlu diberlakukan.

Implement the Choosen alternative

Pada implementasi di kisah “Walt before Mickey”, Walter berhasilbelakjar dari pengalaman-pengalaman kegagalannya hingga pada akhir cerita Walter mampu mendirikan secara baik dan berhasil organisasi animasi bernama Walt Disney.

Learn from Feedback

Kepergian rekan-rekan bisnis Walter dalam merintis menjadikan Walter cukup mengerti apa penyebab kegagalan bisnisnya, setelah beberapa pengalaman yang terjadi terlebih soal kebijakan menggunakan anggaran yang salah, maka Walter selanjutnya lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran yang turut di dukung oleh Roy sehingga Walter berhasil merintis bisnisnya secara baik.


Metode Organisasi Kreativitas

Setiap organisasi mengambil kualitas keputusan yang diambil oleh manajerial akan selalu berdampak pada respon inovatif terhadap adanya kesempatan dan ancaman. Bagaimana seorang manajer mampu mengatasi permasalahan organisasi dengan melakukan peningkatan kemampuan organisasi agar bisa menghasilkan keputusan yang tidak terporgram tetapi dapat beradaptasi , memodifikasi, hingga mampu memberikan pengaruh yang dapat merubah lingkungan tugasnya, sehingga dapat berakibat pada peningkatan peforma organisasi secara berkelanjutan. Hal ini juga menjadikan seorang individu maupun organisasi menekankan organizational learning atau yang disebut dengan pembelajaran organisasi.

Pada metode organisasi yang perlu dilakukan Walter pada film “Walt Before Mickey” menggunakan metode Brainstorming, metode ini melakukan pemecahan masalah organisasi dengan cara bertemu tatap muka antar individu untuk menghasilkan perdebatan guna memunculkan alternatif yang dapat dipilih sebagai keputusan.

Dalam cerita ini sebaiknya setiap individu melakukan pembicaraan tatap muka untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan organisasi yang ada. Banyak beberapa kasus yang individu langsung hilang meninggalkan organisasi tanpa ada permasalahan yang dibahas. Tetapi yang terjadi antara Walter, Roy, dan Ubbe menunjukan metode brainstorming ini berjalan dengan baik untuk menyelsaikan masalah. Karena perdebatan antara Walter dan Roy, serta Walter dan Ubbe justru menghasilkan jalan keluar yang berdampak baik bagi organisasi yang mereka jalankan.




Walter mengajak Roy yang dianggap memimiliki pemahaman soal bisnis, disini Roy diminta bantuan untuk mengurusi keuangan yang cukup hancur. Maka fungsi Roy untuk benar-benar memperhitungkan kondisi mana sebaiknya uang baik digunakan.

Permasalahan baru Kembali terjadi pada perjalanan bisnis Walter, yaitu dengan diambilnya hak cipta atas karya-karya yang dibuatnya.


EFFECTIVE GROUPS AND TEAMS

Sebuah grup adalah perkumpulan orang yang beranggotakan minimal dua atau lebih yang memiliki suatu tujuan tertentu yang sama. Sedangkan tim adalah kelompok yang memiliki anggota bekerja sama secara intensi dengan berusaha mewujudkan tujuan bersama secara lebih spesifik. Ada 5 hal pada Groups and Teams yang mampu membantu organisasi meningkatkan competitive advantage:



Group and Teams

Keterangan

Entrance Peformance

Bekerja bersama grup akan menghasilkan lebih baik daripada sendiri, maka Walter selalu berusaha mengajak orang-orang disekitarnya yang dirasa memiliki kesamaan kegemaran. Seperti pertama kali Walter mendapatkan teman merintis yaitu Ubbe Werks.

Increase responsiveness to customers

Suatu grup harus memahami kepada siapa produk yang diproduksi untuk dijual, serta bagaimana kepuasan pelanggan setelah menerima produk yang di dapat dari suatu perusahaan. Dalam cerita ini Walter memahami kepada siapa menjual produknya, tetapi Walter tidak terlalu mengerti bagaimana cara melindungi produknya dari kelicikan pelanggannya, sehingga Mintz sebagai pelanggan merebut hak cipta karya Walter.

Increase Innovation

Inovasi dari Walter adalah mengajak dirinya dan rekan-rekan untuk melakukan bisnis agar dapat mendapatkan uang yang lebih banyak, tetapi inovasi yang tidak direncanakan secara matang justru menjadi kerugian bagi mereka karena hanya terpakainya uang tanpa ada keuntungan yang di dapat.

Increase Motivation and Satisfaction

Banyaknya kegagalan yang terjadi selama proses perintisan bisnis dan karir dari Walters tak membuat dirinya berhenti termotivasi, bahkan banyak hal yang dipelajari oleh Walters sehingga pada akhir cerita dirinya berhasil mewujudkan keinginannya menjadi animator sukses yang karyanya dapat terjual ke seluruh dunia dengan judul “Mickey Mouse”.


Self Managed Work Team

Teori ini menggambarkan tim yang bekerja mandiri untuk kepentingan organisasinya sendiri, biasanya anggotanya diberikan tugas yang perlu diselesaikan secara mandiri. Manajer juga dapat menentukan secara keseluruhan kepada anggota tim mana saja yang dianggap layak untuk mengemban suatu tugas yang akan diberikan secara individu. Pada cerita ini Walter menunjuk secara khusus kepada Roy sebagai pengatur keuangan, karena Walter merasa Roy jauh lebih memahami soal bisnis dibandingkan Walter. Semenjak adanya Roy, Walter jadi lebih terkontrol juga dalam penggunaan keuangan untuk bisnisnya.



Atas banyak sekali pengalaman yang sudah di dapat, Walter memilih dengan gigih untuk dapat menjalankan rencana  bisnisnya.


Dan kemudian pada akhit cerita diceitakan kegigihannya sejak kecil membuahkan hasil dengan menjadikannya animasi Mickey Mouse yang kemudian menguntungkan dan menjadi animasi sangat besar hingga saat ini.


SOLUSI

Sebaiknya sehebat apapun kemampuan yang Walter miliki akan suatu bidang, khususnya animasi, perlu benar-benar mempelajari cara mengelola bisnis jika memang ingin dijadikan sebuah perusahaan besar. Serta harus memahami bagaimana mengambil setiap keputusan pada organisasi dan bagaimana menyelesaikan setiap konflik yang terjadi pada sebuah organisasi. Pemahaman soal legalitas juga sangat penting bagi Walter agar tidak mudah dicuri hak cipta atas karya-karya yang sudah dihasilkan.




UAS BMN Muhammad Rafa Subhannallah

472064 / PRA MBA 78 C

Artikel ini sudah diperiksa melalui Duplichecker.com


Sumber Refrensi:

Jones, Gareth R, George, Jennifer M. 2016. Contemporary management ninth edition.US: McGraw-Hill Education. 


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format