The Terror Live : Manajemen Konflik di Tengah Krisis

Serangan teroris di kota Seoul menimbulkan krisis di sebuah stasiun penyiaran. Konflik kepentingan dan kekuasaan memperburuk situasi.


2
2 points

Senin pagi yang sibuk di kota Seoul tiba-tiba berubah menjadi mencekam ketika terjadi ledakan di jembatan Mapo (Mapo Bridge) yaitu jembatan besar yang melintasi sungai Han dan menghubungkan Distrik Mapo dan Distrik Yeungdeungpo.  Jembatan dengan lebar 35 meter dan panjang 1,390 meter itu diledakkan dan runtuh hingga terputus di tengah-tengah dan mengakibatkan 16 orang terjebak sebagai sandera di tengah-tengah jembatan.

Sesaat sebelum ledakan, Yoon Young-hwa, seorang penyiar berita ternama yang diturunkan jabatannya menjadi pembawa acara radio di stasiun siaran SCN mendapatkan telepon aneh dalam siaran radionya dari seseorang bernama Park NoKyu yang mengancam akan meledakkan sebuah jembatan dengan bom.  Yoon mengira itu hanya telepon iseng dan menantang Park NoKyu untuk membuktikan ancaramannya.  Yoon kaget karena 5 menit kemudian ledakan benar-benar terjadi dan meruntuhkan jembatan Mapo.  

Ini serangan teroris!

Karena motivasi ingin mendapatkan kembali posisinya sebagai penyiar berita, alih-alih melaporkan telepon tersebut kepada polisi, Yoon Young-hwa justru melihat kejadian ini sebagai kesempatan untuk meminta kepada Cha Dae-eun, produser berita di SCN supaya memberikannya acara siaran langsung dan menawarkan wawancara telepon ekslusif antara dirinya dan Park NoKyu sang teroris.  Cha yang mementingkan keuntungan dan peringkat, menyetujui penawaran Yoon dengan perjanjian bahwa Cha akan memberikan kembali posisi penyiar berita kepada Yoon jika acara ini berhasil menaikkan rating pemirsa televisi SCN.

Saat siaran langsung, Park NoKyu menyebutkan alasan pengeboman tersebut adalah kematian 3 orang rekannya sesama buruh pekerja konstruksi yang meninggal tenggelam setelah terjatuh dari jembatan Mapo saat melakukan perbaikan jembatan tersebut dua tahun lalu sebagai salah satu persiapan akan diadakannya Konferensi Negara Berkembang Dunia.Ketiga rekan Park NoKyu meninggal tanpa mendapatkan kompensasi apapun.  Kini Park NoKyu melakukan tindakan balasan dan meminta Yoon untuk menghubungi Presiden agar tampil dan meminta maaf kepada ketiga rekan Park NoKyu di hadapan publik.Jika Yoon tidak berhasil memenuhi permintaannya maka Park NoKyu akan meledakkan kembali jembatan Mapo dan itu berarti orang-orang yang terjebak di atas jembatan akan menjadi korban.  Park NoKyu juga mengancam akan membunuh Yoon dan mengatakan bahwa dia telah memasang bom di headset yang menempel di telinga Yoon.Yoon semakin panik saat mengetahui mantan istrinya yang juga pembawa berita di SCN tengah berada di atas jembatan Mapo bersama 16 sandera lainnya.

Ruang redaksi meledak dalam kekacauan saat Yoon, Cha, polisi, penyiar stasiun televisi lain, dan Cheong Wa Dae / Gedung Biru (kantor kepresidenan Republik Korea) semuanya mengeksploitasi terorisme untuk agenda mereka sendiri. Sementara itu muncul tokoh Park Jung-min dari tim anti teroris kepolisian Seoul yang meminta Yoon terus berkomunikasi dengan sang teroris agar polisi dapat melacak sumber telepon, walaupun pada akhirnya Yoon-lah yang dapat menebak lokasi sang teroris.  

Yoon berusaha mengulur waktu dengan Park NoKyu dan berjanji akan mendatangkan Presiden untuk meminta maaf secara langsung seperti yang diminta oleh Park NoKyu.  Namun Cha mengatakan tidak mungkin untuk meminta Presiden datang dan meminta Yoon melanjutkan siaran langsung dan meminta Park NoKyu mengurungkan niatnya.Saat siaran langsung berlanjut, Yoon secara bertahap menyadari betapa kecilnya kendali yang dia miliki atas situasi tersebut.  

Kisah tersebut diceritakan berakhir tragis bagi hampir semua orang dan terkuaknya teka-teki tentang siapa sang teroris yang sebenarnya dan apa motifnya.

Manajemen Konflik, Motivasi Individu dan Masalah Komunikasi dalam Krisis Ledakan Jembatan Mapo

A. Manajemen Konflik

Sejak awal telah diceritakan munculnya konflik saat krisis ledakan jembatan Mapo terjadi yaitu sesaat setelah ledakan pertama.  Yoon mengatakan kepada Jung, produser acara radio dan timnya untuk tidak melaporkan telepon teroris tersebut ke polisi.  Sedangkan Jung dan timnya berpendapat mereka seharusnya melaporkannya kepada polisi karena telepon itu bisa menjadi petunjuk atas serangan teroris tersebut.  

Konflik lain muncul saat Yoon melaporkan telepon teroris tersebut kepada Cha.Cha awalnya tidak menggubris permintaan Yoon karena Cha lah yang dulu memindahkan Yoon menjadi penyiar radio dan tidak mau berhubungan lagi dengan Yoon.  Cha bahkan hendak meminta informasi tersebut dari Yoon.  Namun Yoon memainkan taktik agar Yoon yang menyiarkan berita tersebut dengan iming-iming kenaikan peringkat pemirsa.  Cha akhirnya mau menerima tawaran Yoon.

Setelah Yoon memulai siaran langsung, konflik kembali muncul antara Cha dan Yoon.  Yoon berpikir bahwa Presiden atau pemerintah harus muncul dan meminta maaf sesuai permintaan Park NoKyu agar masalah segera selesai dan tidak jatuh lebih banyak korban.Namun Cha justru ingin mengulur waktu lebih lama dan meminta Yoon untuk mengeksploitasi berita terorisme ini lebih lama agar peringkat pemirsa semakin naik, bahkan setelah Cha melihat sendiri ketika sang teroris meledakkan bom kecil di ruangan siaran lain dan membunuh Komisaris Polisi yang hadir dan memberi pernyataan di siaran langsung Yoon dengan meledakkan bom di headset yang menempel di telinga Komisaris Polisi.

Cha berhenti saat peringkat pemirsa mencapai 70% dan meninggalkan Yoon untuk menyelesaikan siaran langsung dan melakukan negosiasi dengan sang teroris. 

Konflik demi konflik yang muncul sejak awal krisis tidak dapat ditangani dengan baik.   Tidak jelas siapa yang memegang kuasa untuk mengambil keputusan.  Komisaris Polisi yang datang ke ruang siaran tiba-tiba mengambil alih negosiasi dengan teroris tanpa memberikan ataupun meminta informasi terlebih dahulu dari Yoon.  Tindakannya justru memprovokasi sang teroris dan berakhir dengan kematian Komisaris Polisi.

Ketidakjelasan komunikasi antara para pengambil keputusan juga membuat posisi Yoon semakin terdesak karena ia tidak tahu apakah Presiden sebenarnya akan datang meminta maaf atau tidak.  Park Jung-min, kepala tim anti teroris dari kepolisian mengatakan bahwa Presiden telah datang di Gedung SCN tapi hingga terjadi ledakan ketiga dan jembatan Mapo benar-benar runtuh, Presiden tidak benar-benar datang ke ruang siaran.Kemudian diketahui bahwa Presiden tidak pernah datang ke Gedung SCN.  Cha juga tidak peduli dengan informasi yang diberikan Yoon bahwa sang teroris dapat membahayakan lebih banyak nyawa jika permintaannya tidak dipenuhi.


Tipe, Sumber dan Strategi Manajemen Konflik 

Mengutip dari Jones dalam bukunya Contemporary Management, konflik organisasional (Organizational Conflict) adalah kondisi yang tidak harmonis yang muncul ketika terdapat tujuan, kepentingan ataupun nilai-nilai  yang tidak sesuai / berbeda antara individu atau grup di mana individu-individu atau grup-grup tersebut saling menghalangi individu atau grup lainnya untuk mencapai tujuan mereka.

Terdapat 4 tipe konflik dalam suatu organisasi sebagai berikut:

Tipe-tipe Konflik dalam Organisasi

Konflik 

Interpersonal

Konflik 

Intragroup

Konflik 

Intergroup

Konflik

Interorganizational

Konflik di antara individu / beberapa individu karena perbedaan tujuan atau nilai-nilai

Konflik di dalam grup, tim ataupun departemen

Konflik di antara dua atau lebih grup, tim atau departemen.

Para Manajer dari masing-masing tim / departemen memainkan peran penting dalam resolusi konflik tipe ini.

Konflik yang muncul antar organisasi

Sedangkan berdasarkan sumbernya, terdapat 6 sumber konflik yaitu:

Sumber Konflik

Penjelasan

Perbedaan tujuan maupun rentang waktu

Grup / tim yang berbeda-beda memiliki tujuan dan rentang waktu yang berbeda-beda. 

Kewenangan yang tumpang tindih atau tidak jelas

Dua atau lebih manajer mengklaim memiliki kewenangan untuk aktifitas atau kegiatan yang sama yang kemudian mengakibatkan konflik. 

Tugas-tugas yang saling berkaitan dan tergantung satu sama lain

Salah satu anggota tim atau salah satu grup / tim gagal atau terlambat menyelesaikan tugasnya di mana mengakibatkan anggota tim lain / grup lain tidak dapat melaksanakan tugas mereka atau terlambat menyelesaikan tugas mereka.

Perbedaan sistem penilaian dan penghargaan / reward 

Suatu grup dinilai dan dihargai atas suatu pencapaian di mana grup lainnya yang saling berkaitan dinilai dan dihargai atas suatu pencapaian yang bertentangan dengan grup yang pertama.

Kelangkaan sumber daya

Para manajer dapat berkonflik atas alokasi sumber daya yang terbatas. 

Inkonsisten atau perbedaan status

Beberapa individu atau grup memiliki status kedudukan organisasi yang lebih tinggi, yang menimbulkan konflik dengan grup dengan status kedudukan yang lebih rendah. 

Strategi manajemen konflik

Kompromi

Masing-masing pihak tidak hanya berfokus pada pencapaian tujuannya sendiri tapi juga terhadap pencapaian tujuan kelompok yang lain dan bersedia untuk bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai solusi yang terbaik.

Kolaborasi

Kedua belah pihak mencoba untuk memenuhi tujuan mereka dengan melakukan pendekatan yang membuat keduanya lebih baik dan tidak memerlukan konsesi pada isu-isu yang penting bagi salah satu pihak.

Akomodasi

Pendekatan penanganan konflik yang tidak efektif di mana satu pihak, biasanya dengan kekuatan yang lebih lemah, menyerah pada tuntutan pihak lain, biasanya, pihak lebih kuat.

Menghindar

Pendekatan penanganan konflik yang tidak efektif di mana para pihak mencoba untuk mengabaikan masalah dan tidak melakukan apa pun untuk menyelesaikan perbedaan mereka.

Kompetisi

Pendekatan penanganan konflik yang tidak efektif di mana masing-masing pihak berusaha memaksimalkan keuntungannya sendiri dan memiliki sedikit minat untuk memahami posisi pihak lain dan sampai pada solusi yang memungkinkan kedua belah pihak mencapai tujuan mereka

Konflik yang terjadi dalam film The Terror Live berdasarkan tipe, sumber konflik dan strategi manajemen konflik yang digunakan dapat dikategorikan sebagai berikut:

Konflik 1:

Produser Jung (produser acara radio) hendak melaporkan telepon sang teroris kepada polisi.  Menurutnya, melapor kepada polisi adalah hal yang benar. Sedangkan Yoon Young-hwa berpendapat, mereka tidak perlu melapor kepada polisi dulu. Menurut Yoon, mereka harus memanfaatkan situasi tersebut sebagai kesempatan untuk berita eksklusif dan meningkatkan peringkat penonton.  Setelahnya, mereka dapat melapor kepada polisi.

Tokoh yang berkonflik

Tipe konflik

Sumber konflik

Strategi manajemen konflik yang digunakan

  • Yoon Young-hwa (penyiar radio)
  • Jung (produser acara radio)

Konflik intergroup yaitu konflik yang terjadi antara individu di dalam grup atau tim atau unit yang sama.  

Dalam hal ini, konflik terjadi antara penyiar dan produser di dalam tim penyiaran acara radio.

Overlapping authority.

Tidak jelas siapa yang memiliki kewenangan untuk memutuskan suatu hal di tim tersebut.  Apakah penyiar ataukah produser acara yang memiliki kewenangan lebih tinggi.

Secara teori, produser acara memiliki kewenangan lebih tinggi di suatu acara radio.  Penyiar radio seharusnya mengikuti keputusan produser acara dalam rangka memastikan acara dapat berlangsung lancar sesuai rencana.

Compromise.

Produser Jung berkompromi dengan Penyiar Yoon.  Walaupun secara personal Jung tetap merasa mereka harus melapor dulu kepada polisi, Jung juga setuju bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan jika memunculkan telepon teroris sebagai berita eksklusif.


Konflik 2:

Produser Cha meminta Penyiar Yoon memberikan informasi mengenai telepon teroris kepadanya agar dia bisa menyiarkannya di berita televisi yang ditanganinya.  Sedangkan Penyiar Yoon menolak dan meminta agar dia diberikan kesempatan untuk menyiarkan sendiri berita tersebut secara langsung (live) di televisi.  

Tokoh yang berkonflik

Tipe Konflik

Sumber konflik

Strategi manajemen konflik yang digunakan

  • Penyiar Yoon
  • Produser Cha 

Konflik Interpersonal, yaitu konflik antar individu karena masing-masing memiliki tujuan yang berbeda. 

Produser Cha menginginkan berita eksklusif untuk acara televisinya, sedangkan Penyiar Yoon ingin mendapatkan kembali posisinya sebagai pembawa berita televisi.

Scarce resources.


Dapat dikatakan bahwa berita tentang telepon sang teroris adalah “sumber daya langka” yang menjadi sumber konflik.  

Collaboration.


Pada akhirnya mereka bersepakat, sehingga tujuan masing-masing dapat tercapai. Penyiar Yoon menjadi pembawa berita dengan siaran langsung telepon sang teroris di televisi dengan Produser Cha sebagai produser acaranya.  


Konflik 3:

Ketika Produser Cha menuruti permintaan Penyiar Yoon untuk menampilkan siaran langsung, Produser Cha mengubah ruang siaran radio menjadi ruang siaran televisi.  Produser Jung yang menangangi acara radio merasa tersinggung dan protes kepada Produser Cha.  Namun Produser Cha mengatakan bahwa dia sudah mendapat persetujuan Pimpinan stasiun penyiaran untuk hal ini.  Produser Jung akhirnya mengalah dan acara radio Jung dibatalkan.

Tokoh yang berkonflik

Tipe konflik

Sumber konflik

Strategi manajemen konflik yang digunakan

  • Produser Cha dari acara televisi 
  • Produser Jung dari acara radio.

Konflik intergroup.

Konflik ini terjadi antara dua tim yang berbeda yaitu tim acara berita televisi dan tim acara radio.

Produser Jung tidak terima Produser Cha mengambil alih ruang siaran radionya untuk menyiarkan acara berita televisi.

Status inconsistencies.

Produser Cha, yang telah mendapat persetujuan dari Pimpinan, merasa memiliki kekuasaan yang lebih tinggi daripada Produser Jung.  

Accommodation.

Produser Jung merasa dirinya kalah kuasa dibanding Produser Cha yang telah mendapat persetujuan dari Pimpinan untuk menjalankan siaran langsung melalui ruang siaran radio.  Produser Jung pun akhirnya mengalah.  


Konflik 4:

Penyiar Yoon merasa Pemerintah harus segera menuruti permintaan teroris yaitu Presiden meminta maaf kepada tiga orang pekerja yang tewas saat perbaikan Jembatan Mapo. Yoon merasa, hal tersebut akan membuat teroris menghentikan perbuatannya untuk meledakkan Jembatan Mapo lagi dan membunuh para sandera. 

Dari sisi pandang Pemerintah, Komisaris Polisi mengatakan bahwa Pemerintah tidak dapat memenuhi permintaan teroris karena hal tersebut dapat menjatuhkan wibawa Pemerintah.

Tokoh yang berkonflik

Tipe konflik

Sumber konflik

Strategi manajemen konflik yang digunakan

  • Penyiar Yoon 
  • Pemerintah yang diwakili oleh Komisaris Polisi 

Konflik interorganizational


Konflik terjadi antara Penyiar Yoon yang mewakili stasiun penyiaran dengan Pemerintah yang diwakili oleh Komisaris Polisi sehingga melibatkan dua organisasi yang berbeda.



Different evaluation or reward system.


Konflik terjadi karena ada perbedaan penilaian mengenai kesuksesan atau performance suatu organisasi.  Bagi Pemerintah, mereka akan dinilai berhasil jika dapat menangkap teroris.  Pemerintah seakan tidak peduli pada keselamatan para sandera.




Avoidance.


Pemerintah cenderung terlihat tidak mengambil tindakan untuk dapat mengatasi serangan teroris yang dapat membahayakan para sandera.  Mereka cenderung fokus hanya pada proses penangkapan teroris tanpa mengusahakan dampak yang lebih minimal bagi para sandera.  Di akhir cerita dikisahkan semua sandera tewas karena sang teroris melakukan peledakan ketiga karena permintaannya tidak dipenuhi.

Apa yang salah dan solusinya

Di akhir cerita dikisahkan, para sandera tewas termasuk mantan istri Penyiar Yoon. Polisi pada kesempatan pertama saat menggerebek kediaman sang teroris gagal menangkap sang teroris hingga akhirnya Penyiar Yoon memasang perangkap untuk menangkap sang teroris. Namun polisi justru menjebak Penyiar Yoon dan memburunya setelah menembak jatuh sang teroris.  Gedung stasiun penyiaran SCN runtuh karena bom terakhir sang teroris akhirnya diledakkan oleh Penyiar Yoon yang merasa kecewa pada Pemerintah yang gagal menangani serangan teroris itu.

Ketika krisis terjadi, pasti muncul konflik.  Hal ini karena setiap individu, tim / unit dan organisasi memiliki sudut pandang yang berbeda, tujuan dan cara yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan masing-masing.  Dalam kisah The Terror Live, Manajer atau Pimpinan dan Pemerintah gagal menerapkan strategi manajemen konflik yang tepat.  Strategi manajemen konflik yang seharusnya diterapkan adalah Kompromi / Compromise yaitu masing-masing pihak saling mencari satu cara yang paling efektif demi tercapainya tujuan terbaik:

  1. Konflik 1: Melapor kepada polisi pada kesempatan pertama tidak akan menghilangkan eksklusivitas berita bagi stasiun penyiaran SCN.  Jika mereka melapor ke polisi lebih awal, polisi dapat lebih cepat melakukan pelacakan asal-usul penelpon dan melakukan penggerebekan lebih awal sebelum sang teroris kabur.
  2. Konflik 2 dan Konflik 3: Pimpinan dapat secara langsung mengkomunikasikan keputusannya kepada Produser Jung dari acara radio bahwa ruang siaran radio akan digunakan sebagai ruang siaran darurat untuk siaran langsung.  Hal ini dapat menghindari konflik intergroup dan justru dapat meningkatkan kolaborasi antar dua grup / tim tersebut agar siaran langsung dapat berjalan lancar.
  3. Konflik 4: Walaupun Pemerintah tidak akan menuruti permintaan teroris, namun Pemerintah (dalam hal ini kepolisian) harus juga mengutamakan keselamatan sandera.  Seharusnya Pemerintah mencoba bernegosiasi dengan teroris dan tidak memancing emosi sang teroris seperti yang dilakukan oleh Komisaris Polisi yang justru berakibat sang teroris menjadi marah dan membunuhnya. Pemerintah juga seharusnya secara jelas mengkomunikasikan rencana mereka kepada tim di SCN karena sejak awal tim di SCN lah yang terhubung dengan sang teroris.Jika Pemerintah menginformasikan rencana mereka, tim di SCN akan dapat memberikan dukungan yang sesuai dengan rencana tersebut.

Pada setiap konflik yang terjadi, tampak bahwa masalah komunikasi yang menjadi penyebabnya. Hal ini karena masing-masing pihak memiliki kepentingan yang berbeda-beda dan tidak dapat mengkomunikasikan hal tersebut dengan baik kepada pihak lainnya.  Sehingga strategi berfokus pada individu lebih tepat dilakukan sehingga masing-masing pihak dapat memahami informasi yang tepat.

Saran lain adalah dengan menerapkan strategi politik organisasi.  Pimpinan stasiun penyiaran SCN dapat mengeksekusi kewenangannya yaitu dengan menerapkan strategi berikut ini:

Relying on objective information

Mengumpulkan informasi lengkap mengenai teroris tersebut, latar belakang dan motifnya.  Hal ini supaya mereka dapat menentukan langkah-langkah untuk menghadapi sang teroris.

Bringing in an outside expert

Sejak awal melibatkan polisi.  Berita eksklusif tetap dapat berjalan namun dengan pengawalan dan pengawasan dari polisi.

Controlling the agenda

Memusatkan semua aktifitas atau tindakan yang diambil pada satu rencana.  Akan diulas di bagian berikutnya bahwa sebaiknya terdapat satu rencana yang dikomunikasikan kepada seluruh pihak dalam rangka menghadapi serangan teroris.

Making everyone a winner

Dengan rencana yang matang, komunikasi yang efektif dan keterlibatan semua pihak untuk bekerjasama, seharusnya serangan teroris dapat diatasi dengan lebih cepat dan bijaksana tanpa harus memakan lebih banyak korban.

B. Motivasi dan Perilaku

Motivasi seseorang akan mempengaruhi perilaku dan tindakan seseorang. Motivasi tersebut juga mempengaruhi tingkat usaha / effort dan ketangguhan seseorang dalam menghadapi masalah.

Dalam krisis ledakan jembatan Mapo, tampak bahwa terdapat motivasi yang berbeda-beda pada setiap tokoh.  Pada tokoh Penyiar Yoon bahkan terdapat perubahan motivasi yang ikut mengubah perilaku dan tindakannya menghadapi serangan teroris tersebut.

Tipe-tipe motivasi menurut Jones dalam bukunya Contemporary Management adalah sebagai berikut:

Perilaku yang dimotivasi secara intrinsik

Perilaku dilakukan untuk kepentingannya sendiri

Perilaku yang dimotivasi secara ekstrinsik

Perilaku yang dilakukan untuk memperoleh imbalan materi atau sosial atau untuk menghindari hukuman

Perilaku bermotivasi prososial

Perilaku yang dilakukan untuk memberi manfaat atau membantu orang lain

Motivasi dan perilaku para tokoh utama dalam kisah The Terror Live

Tokoh

Motivasi

Perilaku dan hasil / output

Penyiar Yoon

Intrinsik

Yoon bersemangat untuk menampilkan berita eksklusif tentang telepon teroris, awalnya adalah untuk kepentingan dirinya sendiri, yaitu dia ingin kembali bertugas menjadi pembaca berita.

Sehingga, dia sangat bersemangat untuk melakukan siaran langsung dengan sangat baik.

Ekstrinsik

Selain itu, Yoon juga memiliki motivasi ekstrinsik yaitu untuk mendapatkan peringkat penonton yang tinggi, memperoleh penghargaan dari mantan atasannya yaitu Produser Cha dan juga memperoleh kesempatan kedua dari mantan istrinya jika dia berhasil menjadi pembaca berita kembali.

Prososial

Ketika Yoon makin terlibat dalam pembicaraan dengan sang teroris, muncul motivasi Yoon yang lain yaitu membantu sang teroris memperoleh keinginannya : permintaan maaf dari Presiden.  Selain itu Yoon ingin menyelamatkan para sandera termasuk mantan istrinya yang terjebak di tengah-tengah jembatan Mapo yang runtuh.

Produser Cha

Ekstrinsik

Motivasi Produser Cha hanya satu: peringkat penonton yang tinggi.  

Dia tidak peduli apakah hal tersebut berarti Yoon ataupun staff lain harus berada dalam bahaya sepanjang siaran langsung dapat terus berjalan dan telepon sang teroris dapat terus disiarkan dan memperoleh banyak penonton.

Komisaris Polisi

Intrinsik

Komisaris Polisi fokus pada tugasnya yaitu untuk menangkap teroris dan tidak berkompromi sedikitpun.

Walaupun motivasi ini baik karena membuahkan perilaku yang konsisten, namun sayangnya tidak diimbangi dengan tindakan yang cepat dan tepat untuk dapat menangkap sang teroris dan justru menimbulkan dampak yang lebih parah yaitu pembunuhan terhadap dirinya.


C. Manajemen Komunikasi Efektif

Ketika terjadi krisis, apalagi karena sebuah serangan teroris seperti yang dikisahkan dalam The Terror Live, reaksi yang wajar adalah panik.  Namun dalam suatu organisasi, manajer atau pimpinan harus dapat bereaksi dengan tenang dan dapat Menyusun rencana dalam menghadapi krisis tersebut.  Dan yang tidak kalah penting adalah : Komunikasi yang efektif.

Proses Komunikasi

Proses komunikasi terdiri atas dua tahap yaitu  (1) tahap tranmisi / penyampaian informasi (2) tahap umpan-balik (feedback) yaitu untuk memastikan informasi dipahami.

Jaringan Komunikasi dalam Grup dan Tim

Terdapat berbagai model jaringan komunikasi dalam grup dan tim yang dapat digunakan tergantung pada jenis informasi , tipe grup / tim dan tingkat kepentingan informasi yang akan disampaikan.

Komunikasi dalam kisah The Terror Live

Dalam krisis teror ledakan jembatan Mapo terjadi juga krisis komunikasi.Tidak ada komunikasi yang jelas mengenai rencana yang akan diambil oleh stasiun penyiaran SCN maupun Pemerintah termasuk kepolisian untuk menangani masalah teroris tersebut.  

Produser Cha hanya mementingkan siaran langsung dapat berjalan agar peringkat penonton naik.  Polisi hanya mengatakan tidak akan berkompromi dengan teroris dan akan melacak serta menangkap teroris.  Penyiar Yoon, orang yang berhadapan langsung dengan teroris tidak mengetahui gambaran besar rencana mereka karena tidak ada komunikasi yang jelas.  Akibatnya, dia hanya bisa terus mewawancarai sang teroris untuk mengulur waktu sambil terus mengulik cerita di balik serangan teror tersebut.

Seharusnya, dalam kondisi krisis hanya ada satu sumber komunikasi terutama mengenai rencana untuk menghadapi teroris.  

Model wheel network adalah yang paling tepat.  Dalam hal ini, komando atau sumber informasi bisa berasal dari Pemerintah atau pihak kepolisian dan melibatkan pihak dari stasiun penyiaran SCN

Informasi mengenai rencana tindakan polisi terhadap teroris seharusnya disampaikan kepada semua pihak terkait dan masing-masing pihak terkait melaksanakan tugasnya sesuai dengan instruksi dari kepolisian.  Informasi yang diberikan juga harus lengkap dan jujur sehingga masing-masing pihak mengetahui apa yang akan terjadi / ekspektasi terukur.  Dengan demikian, masing-masing pihak pada akhirnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan yaitu mengalahkan teroris dan menyelamatkan para sandera.

Youtube CJEntertainmentUSA

Referensi:

1. IQIYI - The Terror Live

2. Contemporary Management by Gareth R. Jones & Jennifer M. George

3. http://manageradio.com/management/job-description/tanggung-jawab-pekerjaan-produser-di-radio/


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format