UMKM Go-digital bersama GOJEK

UMKM harus dapat bertahan dan bahkan bisa berkembang di masa pandemi Covid19 ini bersama decacorn Indonesia


-6
-6 points

Pandemi Covid19 merupakan ancaman bagi seluruh dunia. Hampir seluruh sektor bisnis terkena dampak dari pandemi Covid19 ini. Sektor UMKM merupakan sektor yang paling terdampak penyebaran virus ini. Data berdasarkan laporan dari dinas di provinsi, kabupaten dan kota yang disampaikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM mencatat sebanyak 67.051 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak Pandemi Covid19 ini. Seluruh pebisnis UMKM yang paling terdampak pandemi ini ada lima jenis usaha yaitu penyediaan akomodasi makan dan minuman, perdagangan besar dan eceran seperti reparasi perawatan mobil dan motor, industri pengolahan, aktivitas jasa lainnya, dan yang terakhir usaha pertanian, kehutanan dan perikanan.

Penyebab utama UMKM terkena dampak dari pandemi Covid19 ini dikarenakan penjualan yang menurun sangat signifikan, sulitnya bahan baku, distribusi terhambat, serta permodalan dan produksi terhambat. Hal ini terjadi karena adanya kebijakan Pembatasab Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikeluarkan pemerintah yang dipercaya dapat menekan laju penyebaran virus Covid19.

Source: CNN Indonesia

Meskipun tidak secara langsung berdampak pada stok namun sangat terasa berdampak signifikan terhadap transaksi. Berdasarkan data yang diolah oleh P2E LIPI, dampak penurunan transaksi UMKM yang bergerak di usaha makanan dan minuman (mamin) mikro mencapai 27%. Sedangkan, dampak terhadap usaha kecil mamin sebesar 1,77% dan usaha menengah di angka 0,07%. Padahal seperti yang kita tahu bersama bahwa UMKM memiliki peranan yang penting dalam perekonomian di Indonesia, salah satunya dalam penyerapan tenaga kerja.

Source: Bank Indonesia

Dari data diatas dapat dilihat bahwa Usaha Mikro berkontribusi sebanyak 87% dalam penyerapan tenaga kerja, yang selanjutnya diikuti oleh usaha kecil yakni 5,7%, usaha menengah 4%, dan usaha besar 3,3%. Bank Indonesia juga menyebutkan sebanyak 87,5% UMKM terdampak pandemi Covid19. Berdasarkan jumlah tersebut, sekitar 93,2% di antaranya terdampak negatif dari sisi penjualan. Namun menurut survei bank sentral terdapat terdapat 12,5% responden yang tidak terkena dampak pandemi Covid19 bahkan 27,6% diantaranya menunjukan peningkatan penjualan. Sehingga sangatlah penting meningkatkan kontribusi untuk mendukung UMKM agar memiliki struktur yang lebih kuat agar mampu bertahan dan bahkan bisa berkembang ditengah pandemi Covid19. 

Sejumlah perusahaan rintisan (startup) berbondong-bondong untuk ikut membantu kalangan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar bisa bertahan bahkan berkembang dimasa sulit ini. Hal ini sejalan dengan pemerintah yang memiliki program dalam membantu para pelaku UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di masa pendemi ini. 

Salah satu perusahaan rintisan lokal yang ikut mengambil bagian dalam program ini yaitu Gojek. Perusahaan decacorn ini tercatat telah menggandeng lebih dari 120 ribu UMKM baru selama pandemi Covid19. Dalam Planning dan strateginya Gojek mengidentifikasi kondisi saat ini dimana dari data statistik sektor UMKM memiliki peran yang sangat penting untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi ini. Pentingnya membuat perencanaan untuk memberikan tujuan dan arah kepada perusahaan yang dapat menjadi alat ukur kontrol bagi seorang manager dalam sebuah perusahaan. Jenis plan yang digunakan Gojek yang itu single-use plans Gojek ingin mendorong lebih banyak lagi UMKM untuk go-digital dengan menyusun berbagai program, bahkan Gojek telah merilis platform khusus UMKM yang merupakan bagian dari projek perusahaan sehingga membantu bisnis mereka naik kelas. Dengan menggunakan tagar #MelajuBersamaGojek yang merupakan mission statements untuk menginisiasi agar para pelaku UMKM lebih mudah menerapkan digitalisasi dalam operasional sehari-hari bisnisnya. Mulai dari kegiatan pemasarannya, pemesanan atau pemrosesan order, pembayaran, pengiriman, hingga administrasinya.

Bisnis Gojek sendiri ikut merasakan dampak dari pandemi Covid19 ini. Pasalnya perusahaan sampai merumahkan 430 orang karyawannya seiring dengan keputusan manajemen yang menutup beberapa layanannya seperti Go-Life dan Go-Food Festival. Tentu saja di masa pandemi ini salah satu tantangannya yaitu sebuah ketidakpastian sehingga perusahaan harus memutuskan untuk menutup beberapa dan merumahkan karyawan yang dipercayai manajemen sebagai keputusan yang satu-satunya untuk mencapai efisiensi. Menurut Jones Gareth dan Goerge dalam bukunya Contemporeray Management, efisiensi merupakan ukuran seberapa baik sumber daya manusia yang digunakan secara produktif untuk mencapai tujuan. Gojek mengambil keputusan ini untuk dapat tetap bertahan dalam masa krisis ini dengan memaksimalkan sumber daya secara produktif.

Analisis SWOT Gojek

Five Forces Gojek

Berdasarkan analisis SWOT dan analisis Porter's diatas dapat disusun strategi level untuk Gojek agar tetap dapat mengembangkan bisnisnya dalam situasi dan kondisi apapun, khususnya di masa pandemi Covid19 ini. Berikut tiga strategi level Gojek:


1. Strategi Level-Korporat

Gojek harus tetap fokus pada visi dan misi perusahaan yaitu kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Berdasarkan analisis diatas Gojek merupakan market leader dalam industri transportasi online dan kini memiliki kompetitor. Gojek harus tetap bergerak cepat untuk mencapai tujuan perusahaan. Gojek juga harus terus berinovasi dalam layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. Gojek juga harus terus menerus membuat program-program yang memberikan dampak terhadap sosial.

2. Strategi Bisnis

Memiliki kompetitor yang menawarkan harga yang sangat bersaing serta layanan yang hampir sama, Gojek perlu menjalankan bisnis secara efisiensi dengan biaya operasional yang rendah agar Gojek tetap dapat memperoleh profit yang besar namun tetap menjadi market leader dalam industri ini. 

3. Strategi Fungsional

Gojek harus memperhatikan persaingan harga yang begitu sengit dengan kompetitor. Gojek harus menawarkan berbagai promo untuk tetap menjaga pelanggannya tetap setia menggunakan layanannya karena tetap mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan kompetitornya.Ini merupakan strategi marketing yang harus terus menerus dilakukan oleh Gojek.

Untuk dapat terus membantu UMKM di Indonesia Gojek harus tetap memperhatikan keberlanjutan perusahaannya. Gojek harus fokus menjalankan bisnisnya dengan sangat efisien dengan memaksimalkan karyawannya secara produktif, dan menutup layanan-layanannya yang belum bisa beroperasi dimasa pandemi ini agar dapat memangkas biaya operasional tinggi. Namun Gojek harus bisa mencipatakan sebuah layanan baru yang lebih dibutuhkan dimasa pandemi ini seperti menyediakan jasa klinik online dengan menawarkan home service dengan memerhatikan kebutuhan masyarakat saat ini, dengan harga yang tetap terjangkau dan sumber daya yang dapat memberikan pelayanan dengan baik dan profesional. 

Gojek disarankan untuk memangkas advertising cost yang dapat dialihkan dengan cara menggantikan dengan program-program yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat dan sosial kemudian program-program ini dapat digunakan untuk menggantikan iklan dengan mengkomunikasikannya dengan efektif dan tetap memerhatikan marketing message. Dengan advancing IT Gojek dapat melihat juga life cycle dari setiap produk mereka dan berdasarkan informasi teknlogi tersebut Gojek dapat menciptakan layanan serta program yang baru yang lebih relevan dengan kondisi terkini.

Best Practice

Uber merupakan perusahaan yang bergerak dibidang transportasi berbasis teknologi yang juga sempat merasakan dampak langsung dari pandemi Covid19. Uber memilih untuk melakukan efisiensi dengan merumahkan secara berkala karyawannya, namun Uber dengan cepat melihat peluang baik bisnis baru dimasa pandemi Covid19. Uber dengan cepat menangkap peluang ini dengan mengakuisisi perusahaan rintisan yang bergerak dibidang yang berbeda yaitu pemasok bahan pokok. Uber ingin segera menjadi market leader dalam industri yang baru namun tetap masih relevan dengan core business mereka.

Referensi

Jones, Gareth R. & George, Jennifer M. (2020). Contemporary Management (11th Ed). New York: McGraw-Hill Education

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200623/98/1256803/bisnis-gojek-terpukul-covid-19-ini-surat-pribadi-co-ceo-ke-pekerja

https://katadata.co.id/agustiyanti/berita/60d1547d38440/uber-ambil-alih-seluruh-saham-startup-pengiriman-bahan-pokok

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4323510/fitur-gojek-ampuh-buat-jutaan-umkm-bertahan-dan-beradaptasi-selama-pandemi

 

Dibuat Oleh:

Teresa Irselinia Prisscilia Iskandar

42P20080

SEMBA 42C

Ekspansi Besar-besaran Uber Dimasa Pandemi Covid19


Like it? Share with your friends!

-6
-6 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
5
Confused
Sad Sad
4
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
2
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format